The first 200 lines.
~ VitaRocky, 13 January 2015 thanks to mumetndase for mentoring and guiding me ~
"The Three Mothers. (Tiga Ibu)"
Aku tak tahu berapa harga yang harus dibayar
untuk menghancurkan yang kami, alkemis, sebut Silentium.
Pengalaman hidup teman mengingatkan kita
agar tak membuat orang lain marah dengan memaksakan pengetahuan atas mereka
Aku, Varelli, arsitek yang tinggal di London, bertemu dengan Tiga Ibu.
lalu merancang dan membangun tiga tempat tinggal untuk mereka.
Satu di Roma, satu di New York dan yang ketiga di Freiburg, Germany.
Aku terlambat mengetahui bahwa dari ketiga lokasi
Tiga Ibu menguasai dunia dengan kesedihan, air mata dan kegelapan.
Mater Suspiriorum, Ibu dari Kesedihan, tertua dari ketiganya, tinggal di Freiburg.
Mater Lacrimarum, Ibu dari Air Mata, tercantik dari saudarinya, menguasai Roma.
Mater Tenebrarum, Ibu dari Kegelapan
yang termuda dan terkejam dari ketiganya, mengendalikan New York.
dan aku membangun rumah mengerikan mereka,
gudang dari semua rahasia kotor mereka.
Mereka yang disebut Ibu, sebenarnya adalah ibu tiri yang jahat,
tidak mampu menciptakan kehidupan.
Inferno (Neraka)
Dengan memberikan makhluk-makhluk ini.
satu nama mengerikan.
Pada dasarnya, bagaimanapun
ketiganya adalah saudara, sama halnya dengan Ibu
Sama seperti ada tiga Renungan
tiga Berkah, tiga Takdir, tiga Kemurkaan.
Tanah yang dimana ada tiga rumah
yang telah dibangun pada akhirnya menjadi
mematikan dan ditimpa wabah
begitu banyak sehingga area sekitar akan berbau busuk.
Dan itu adalah kunci pertama menuju rahasia sang Ibu
benar-benar kunci utama.
Kunci kedua rahasia yang beracun
dari tiga saudari tersembunyi...
di ruang bawah tanah mereka.
Disana kau bisa menemukan gambar sekaligus..
nama dari saudari yang tinggal di rumah itu.
Di sini lah lokasi dari kunci kedua.
Kunci ketiga dapat ditemukan...
di bawah sol sepatumu.
Di sana lah kunci ketiga.
Saudaraku tersayang, Mark
Kunci kedua tersembunyi di ruang bawah tanah.
Selamat Malam.
Aku ingin berbicara denganmu tentang buku itu.
Buku yang mana?
Buku yang kau jual padaku Buku Tiga Ibu.
Sudahkah kau membacanya?
Sudah beberapa.
Apakah cerita itu buatan, atau apakah ada kebenaran di dalamnya?
Apakah itu mengganggumu?
Buku itu tidak lebih dari sebuah buku yang ditulis oleh beberapa alkemis.
Sudah banyak buku yang ditulis tentang rumah-rumah yang terkutuk
"The Bafgeris Villa of Monsters" dekat Palermo.
"The House of Peacocks" di Brussels.
"The Salamander Maison" di France.
Beberapa orang berpikir bahwa buku-buku ini sebagai murni fantasi.
Yang lainnya percaya pada setiap katanya
Wanita biasanya adalah pembaca yang buruk tentang hal-hal tersebut
atau yang terbaik, jika kau suka.
- Mereka sangat ingin mempercayai-- - Tidak juga
Buku itu menyebutkan sebuah bau mengerikan, contohnya.
Dan di sekitar sini, ada bau pahit manis yang sangat aneh.
Mereka mengatakan itu berasal dari pabrik kue.
Sudah seperti itu selama aku di sini.
Apakah itu mengganggumu?
Kau akan terbiasa setelah beberapa waktu, kau tak menyadarinya lagi.
Hal itu bukan satu-satunya kebetulan yang aneh.
- Jika kau sudah membacanya-- - Ada bagian yang misterius dari buku itu.
Tapi misteri sesungguhnya adalah bahwa hidup kita diatur oleh orang mati.
Selamat malam.
Kunci yang kedua tersembunyi di ruang bawah tanah.
- Dia sudah mencari-cari tau, - Kita harus menyembunyikannya segera.
Ya, lebih baik kita menutupi semuanya.
Tapi harus hati-hati. Dia tidak ingin ada yang berubah
Ini adalah paduan suara terkenal "Va, pensiero"
Penutup
Bagian ketiga
Dari Giuseppe Verdi's "Nabucco".
Saudaraku tersayang, Mark,
Seperti yang kau tau, di sini di New York, Aku tinggal di sebuah bangunan yang agak tua
untuk beberapa saat.
Permisi, saya mau pergi ke tempat lain.
Via dei Bagni No.49
Betapa aneh baunya.
Manis tapi memuakkan
PERPUSTAKAAN FILOSOFI
YAYASAN ABERTNY PENDAFTARAN PUBLIK
- Ada apa? - Tidak apa-apa.
- Mencari sesuatu? - Tidak.
Ya, saya mencari sebuah buku tua.
Buku apa yang kau mau?
Judulnya adalah Tiga Ibu (The Three Mothers). Ya, Tiga Ibu.
Kenapa? Buku itu seharusnya disana, tepat di belakangmu.
Terima kasih.
"Buku ini bukan fiksi, tidak juga hasil imajinasi."
"Ini termasuk, bahkan, bagian dari catatan harian..."
"yang saya temukan di antara surat-surat pribadi dari seorang teman,"
"seorang arsitek dan sangat dihormati alkemis dengan nama Varellii."
"Varelli menghilang dengan misterius beberapa tahun lalu..."
"Catatan harian ini dapat membantu menjernihkan penyebab kematiannya yang aneh."
"Karena ditulis dengan bahasa Latin, kami memutuskan menerbitkannya seperti itu."
Sara.
Sara.
Sara.
Waktunya tutup.
Pergilah dengannya kapan saja.
Pergi dengan ini, pergilah, ada di sana.
Huh?
Sudah selalu ada di sana, olehku.
...tentang hubungan di antara mereka.
Tuan?
Maaf.
Tuan, permisi.
Aku tidak bisa menemukan jalan keluar
Pintu yang lain
Buku itu!
Apa? Kenapa?
Tidak. Tidak tidak!
Aku rasa kita tak bisa melanjutkannya.
Ya, kita harus menghentikan itu.
Lantai berapa?
Lantai berapa?
Lantai empat.
Tidak.
Ada yang bisa kulakukan untukmu?
Aku takut.
Aku takut ditinggal sendirian.
Baiklah. Aku punya waktu kosong untuk beberapa jam ke depan.
Aku bisa tetap menemanimu jika kau mau.
Apa pekerjaanmu, Sara? Belajar atau bekerja?
Aku seorang pelajar di bidang musik. Bagaimana denganmu?
Oh, aku di bidang olahraga.
Aku seorang penulis olahraga di TV.
- Boleh menanyakan sebuah pertanyaan aneh? - Seberapa aneh?
Apakah kau pernah mendengar tentang Tiga Saudari (the Three Sisters)?
- Maksudmu penyanyi kulit hitam itu? - Bukan
- Aku bicara tentang mitologi, tiga serangkai - Tunggu!
Jika kau bicara tentang hantu dan sebagainya, aku tak percaya dengan hal-hal tersebut.
Bagaimana kau bisa begitu yakin?
Saya tidak percaya hal-hal tersebut. Hanya itu.
Dan tanpa diskusi filosofi.
Jadi apa yang kau percaya?
Apa saja yang bisa kulihat dan kusentuh.
Kau pasti pernah mendengar ini sebelumnya.
Ini adalah Verdi's "Va, pensiero."
Halo, Mark?
Aku menemukan surat saudarimu. Kau meninggalkannya di sekolah.
Kau sudah membacanya>
Kalau begitu, kau harus membacanya. Ini penting.
Datang ke tempatku sekarang. Aku mau menceritakan apa yang terjadi padaku.
Apa yang terjadi?
Aku tak tahu. Mungkin ada yang korslet di kabelnya.
- Carlo? - Ya?
Hey, dimana kotak sekring utamanya?
Di ruang penyimpanan, di ujung lorong, tapi jangan kesana!
Jangan khawatir, Aku cuma ingin memeriksa sekringnya.
Baiklah, tapi tetep bicara, jadi aku tahu dimana kau berada.
Akan kulakukan.
Carlo?
- Kau dimana? - Di gudang. Aku temukan kotak sekringnya.
Aku akan segera kesana. Aku takut.
Carlo!
Carlo! Carlo, apa yang terjadi
Tunggu sebentar. Aku memperbaikinya, kurasa.
Ya kan?
Carlo?
Tidak! Ah!
Oh-- Oh Tuhan. Tidak.
Sara?
Sara?
Sara, it's Mark.
"Saudaraku tersayang, Mark,"
"Di rumah dimana aku tinggal... 'Kunci ketiga di bawah sol sepatumu' Kazanian
...begitu banyak cara.
Tidak, aku rasa hanya pembunuh gila biasa.
Bagaimana denganmu? Kau tahu apa yang terjadi?
Aku tidak tau apa-apa, dia sudah tak bernyawa.
Halo? Halo?
- Bisa kau mendengarku? Aku Mark. - Oh, Mark, akhirnya.
Lebih keras, Rose. Aku susah mendengarmu.
Apa kau terima suratku?
Ya, sudah sampai. Tapi aku tak ada kesempatan membacanya.
- Kenapa tidak? - Banyak yang telah terjadi
Halo?
Aku tak bisa mendengar apa-apa.
Segera datang ke New York, Mark. Kau peduli padaku?
Aku tak bisa mendengarmu. Aku tak mengerti. Apa yang terjadi, Rose?
Berjanjilah kau akan datang segera.
Tentu, tentu saja aku akan datang. Tapi--
Halo? Aku tak bisa--
Halo? Rose, halo?
Mark?
Mark?
NEW YORK – Malam yang sama di bulan April
...kecuali yang kau katakan, eh/
- Bagus! - Disini.
Dengar!
Mari kita mulai.
Ini akan ke tempat biasa.
No comments yet. Be the first to leave one.