The first 200 lines.
Aku telah menemukan wujud asli dari sosok
yang mengatur gerakan Iblis di balik layar
dengan alat yang kubuat di hidup sebelumnya.
Namanya adalah Zalidias, seekor Iblis kelas atas.
Kemampuan kami saat ini masih tidak cukup untuk menghadapi dia,
namun kami tidak menyerah begitu saja.
Kami kembali ke Ibu Kota Kerajaan untuk mencari pedang sihir untuk mengalahkannya.
Namun, segel yang menguncinya telah terbuka.
Ruri dan Alma sedang mencari pedang sihir di gudang harta istana,
aku dan Iris sedang berusaha mengulur waktu dengan menghalangi Zalidias.
Namun…
Hanya begini kemampuan manusia terkuat di dunia ini?
Saatnya kamu pergi mati!
Untuk memenangkan pertempuran ini,
aku harus mengorbankan
nyawaku…
THE STRONGEST SAGE WITH THE WEAKEST CREST
EPISODE 12 SAGE TERKUAT MEMULAI PERJALANAN BARU
Bukan.
Bukan ini.
Ini juga bukan.
Ada reaksi!
Kerja bagus, Ruri!
Sepertinya berada di dalam kotak ini.
Cepat buka.
Iya.
Aku merasakan tenaga yang kuat dari pedang ini.
Pasti ini pedang yang kita cari.
Ayo cepat.
Iya!
Matty, aku akan segera tiba!
Kamu benar-benar meremehkan aku.
Kamu pikir aku tidak tahu kalau kamu sedang mengulur waktu?
Aku dapat membaca pikiranmu.
Di dalam pelindung ini ada senjata yang dapat mengalahkan aku,
makanya kamu terus berusaha melindunginya.
Selama ada pelindung ini, anak buahku memang tidak dapat menerobos masuk.
Namun, bagaimana jika sudah ada yang menyusup sebelum pelindung ini aktif?
Jangan-jangan…
Reaksi tenaga Matty semakin melemah.
Kita harus gerak cepat.
Iblis? Bukankah pelindung sudah aktif?
Kalau tidak salah dia adalah…
Hidup yang diberikan oleh Tuan Zalidias
tidak akan kusia-siakan.
Serahkan nyawa kalian!
Alma!
Serahkan padaku!
Serangan seperti itu…
Tidak akan mempan padaku!
Hore, Ruri!
Kamu baik-baik saja?
Iya…
Maaf, sebelumnya telah mencurigai kalian.
Tidak masalah.
Jangan pedulikan aku. Cepat bawa senjata itu...
Serahkan senjata itu padaku.
Perintah Tuan Zalidias adalah
bereskan kalian berdua di sini.
Lagi-lagi muncul Iblis yang lain.
Apa mungkin masih ada yang bersembunyi?
Saat ini aku tidak merasakan reaksi Iblis lain.
Selama dapat mengalahkan dia…
Aku peringatkan kalian,
letakkan senjata kalian
dan serahkan barang yang kalian temukan di gudang harta.
Jika tidak...
Maaf, Ruri, Alma.
Kami telah ditangkap…
Aku tidak akan bermurah hati seperti Decyl.
Ada reaksi Iblis di dalam pelindung?
Dia…
Kamu telah menghidupkan kembali jasad Iblis yang dikubur di istana?
Benar.
Aku telah perintahkan mereka untuk membunuh rekanmu.
Mereka hanya dapat menuruti semua yang aku perintahkan
setelah menerima nyawa baru dariku.
Lagi-lagi menarget pelindung?
Tenaga pelindung sudah tidak mampu bertahan.
Cukup melindungi pelindung saja?
Matthias!
Sudah waktunya kamu mengakui kenyataan.
Kamu tidak dapat mengerahkan seluruh kemampuan
karena harus melindungi rekanmu lain.
Mereka hanya akan menyeret langkahmu.
Buang semua yang tidak berarti.
Biar aku saksikan kehebatan manusia terkuat di dunia.
Apa keputusan kalian?
Jangan dengarkan dia!
Tidak perlu pedulikan kami! Segera bunuh dia!
Hentikan!
Aku sarankan kalian tidak melawan
jika tidak ingin melihat mereka mati.
Apakah Ruri dan Alma telah menemukan pedang sihir itu?
Jika tidak, hidup umat manusia mungkin akan berakhir sampai di sini.
Tenagaku sudah tidak banyak.
Sudah buat keputusan?
Kamu tidak akan dapat mengalahkanku jika tidak mengerahkan seluruh kemampuanmu.
Aku juga dapat memilih
meninggalkan pertempuran ini
dan menggunakan sisa tenaga dan hidupku
untuk mengaktifkan sihir reinkarnasi ke jaman berikutnya.
Pada saat itu, tenaganya juga akan melemah.
Aku juga dapat menggunakan seluruh kemampuanku
dan membalikkan posisi.
Walau peradaban ini mungkin akan musnah,
ini salah satu jalan keluar terbaik.
Tetapi…
Aku percaya kamu pasti bisa.
Kami semua percaya padamu.
Kenapa? Sudah menyerah?
Jangan bicara seenaknya.
Saatnya aku balas menyerang!
Bodoh...
Jangan bergerak.
Aku tidak menjamin hidup sandera…
Maaf, kami datang terlambat!
-Kepala Akademi! -Teman-teman yang lain juga datang!
Akademi Kedua memiliki tugas untuk melindungi Kerajaan dari bahaya.
Jangan pikir aku akan takut! Teman kalian sedang berada di tanganku!
Pemusnah sihir?
Matty telah mengajarkan banyak hal pada kami!
Semua murid, aktifkan formasi penyegel Iblis!
Siap!
Cepat pergi, serahkan dia pada kami!
Baik!
Alihkan tenaga hidup menjadi tenaga sihir
untuk memperkuat kemampuan tempur.
Ini langkah terakhir yang dapat aku lakukan.
Aku percaya pada Ruri dan Alma,
aku akan bertahan sampai mereka kemari!
Lagi-lagi menggunakan taktik picisan.
Iris, terbang ke depannya.
Baik!
Nafas Naga!
Terima ini!
Sudah kubilang tidak berguna!
Matthias!
Iris!
Cepat berikan pedang sihir padanya…
Matty,
terima ini!
Matty…
Sayang sekali,
membelakangi lawan saat bertarung
sama saja dengan meminta lawan untuk menghabisimu.
Tidak…mungkin.
Matty…
Matty!
Apa…yang terjadi?
Tidak mungkin,
aku telah menusuk jantungnya!
Benar, aku telah mati sekali,
makanya pedang ini dapat menunjukkan kemampuannya.
Apa?
Kalau begitu, aku cukup bunuh kamu sekali lagi.
Matty hebat sekali...
Di hidup sebelumnya, aku telah menyimpan teknik terbaik di pedang ini.
Untuk mengaktifkannya perlu mengorbankan nyawa.
Efeknya adalah menghidupkan kembali dan memberikan tenaga sihir terkuat.
Gerakannya lebih cepat dari sebelumnya!
Namun aku harus konsentrasi penuh untuk dapat mengontrol tenaga sebesar ini.
Jika tidak, wilayah ini akan hangus terbakar.
Sebelum itu terjadi…
Hanya tenaga sihirmu yang bertambah,
tubuhmu yang terluka berat tidak akan dapat bertahan lama.
Saat ini aku menggerakkan tubuhku
dengan mengontrolnya melalui tenaga sihir.
Persis seperti yang kamu lakukan pada rekanmu.
Ada teknik seperti itu?
Tidak mungkin manusia dapat melakukan itu.
Yang terkuat di dunia ini adalah aku,
siapa kamu sebenarnya?
Aku adalah Matthias Hildesheim,
pemilik Simbol Gagal…
Sage terkuat!
Aku kalah.
Namun jangan mengira di dunia ini
hanya ada seekor Chaos Demon.
Suku Iblis selanjutnya
pasti dapat memusnahkanmu.
Akhirnya, subjugasi selesai.
Matty!
Aduh…
Ruri...
Untunglah kamu masih hidup.
Mungkin karena aku hampir tewas,
hingga hubungan kami jadi lebih erat…
Matty, darah…
Bahaya, bahaya!
Aku tidak apa-apa…
Aku hanya sempat gunakan sihir penyembuh sederhana.
Tapi…
Saking tegangnya aku enggak tahu harus bilang apa.
Tampaknya sudah selesai teratasi.
Kepala Akademi!
Kalian baik-baik saja?
Iya, murid-murid telah mengalahkan Iblis dalam pelindung.
Tidak ada yang terluka.
Tapi, ada banyak bangunan yang hancur.
No comments yet. Be the first to leave one.