The first 148 lines.
Kita memang sudah sampai,
sekarang kita harus mencari rombongan Ayah.
Untuk itu, kita harus pergi ke serikat petualang.
Sekarang, kita coba tanya dulu tentang Paul atau Geese.
Apa akan ada yang tahu?
Geese biasanya punya jaringan informasi di tempat seperti ini.
Asal menyebut namanya, sisanya biar mereka...
Sepertinya kita tidak perlu melakukannya.
Ayolah, kumohon.
Hei, badan doang yang gede?!
Geese!
Oh, Elinalise rupanya!
Maaf baru datang sekarang.
Tidak juga, justru cepat sekali.
Aku baru mengirim surat setengah tahun lalu, lo.
Ah, jangan-jangan kalian belum lihat suratku?
Kita bahas itu nanti saja.
Zenith sendiri bagaimana?
Sejujurnya, tidak begitu bagus.
Yah, detailnya juga kita bahas nanti saja.
Untuk saat ini tolong antarkan kami ke tempat Ayah.
Oh! Kau Senior, kan?!
Jadi besar sekali kau sekarang.
Geese sendiri juga tidak berubah.
Hentikan, bikin malu saja. Panggil saja "anak baru" seperti biasa.
Wah, sepertinya kalian sudah akrab.
Tentu saja, kami pernah satu sel penjara bersama.
Iya, kan, Senior?
Iya, sudah lama sekali.
Oh, sepertinya bukan waktunya kita membicarakan kisah lama.
Akan kuantar kalian ke tempat Paul.
Ingat, Paul sendiri juga sudah kewalahan.
Elinalise, aku tahu kau mau bilang sesuatu padanya,
tapi setidaknya sekarang tolong ditahan dulu.
Aku tidak bisa berjanji.
Senior juga, jangan langsung dihajar kayak dulu.
Baik.
Tuanku, Tuan Rudeus telah tiba.
Rudy, ini bukan mimpi, ya?
Ayah, ini sungguh aku, kok.
Lama tidak berjumpa.
Kamu datang ke sini, ya. Cepat sekali.
Aku ke sini dengan cara yang agak spesial.
Akan kuceritakan saat pulang nanti.
Yah, buatmu itu memang tidak mustahil.
Rudy...
Ayah benar-benar tidak becus.
Sudah tidak bisa menyelamatkan ibu.
Lalu tidak bisa menepati keputusan yang kubuat.
Juga tidak bisa memberimu apa-apa sebagai orang tua.
Ayah benar-benar tidak becus.
Syukurlah aku ke sini.
Kalau keadaan Paul separah ini, maka kedatanganku pasti akan berarti.
Tenang saja.
Aku sudah di sini, jadi tidak masalah.
Rudy, kau sudah besar, ya.
Aku sudah besar sekarang.
Sebentar lagi anakku juga akan lahir.
Jadi serahkan sisanya padaku dan Ayah istirahat saja dengan tenang.
A-Anak?!
Kau benar-benar sudah dewasa sekarang.
Maaf sudah jadi ayah yang sepayah ini.
Paul yang terlihat begitu besar saat aku kecil,
kini terasa begitu kecil.
Anu, Ayah, Elinalise datang untuk membantu.
Aku tahu kalau Ayah tidak ingin bertemu dengannya.
Elinalise.
Ada apa?
Aku minta maaf untuk waktu itu.
Aku juga merasa bersalah.
Terima kasih, Elinalise.
Sama-sama, Paul.
Tapi hebat sekali kau bisa menahan diri.
Jangan bilang kau sudah main dengan Rudy?
Yang benar saja, aku bisa bertahan dengan alat sihir buatan Cliff.
Cliff itu siapa?
Dia suamiku.
Kamu punya suami? Memangnya ada orang dengan selera aneh seperti itu?
Lelucon macam apa itu?
Ayah, ucapanmu berlebihan.
Cliff adalah sahabat karib yang sangat kuhormati.
Serius?
Maaf, lain kali kenalkan dia padaku.
Tentu saja, dia adalah pria yang lebih hebat daripada dirimu.
Bagaimanapun juga, Rudeus, Elinalise, aku berterima kasih pada kalian.
Terima kasih sudah ke sini.
Sudah sewajarnya bagi keluarga.
Terima kasihnya nanti saja.
Akan kujelaskan situasinya.
Menurut informasi Geese.
Zenith sepertinya terperangkap di labirin yang berada satu hari ke utara dari sini.
Terperangkap selama enam tahun?
Tidak tahu.
Apakah nyawanya dalam bahaya?
Tidak tahu.
Beberapa tahun lalu, aku dengar kabar tentang orang yang mirip Zenith
dari grup yang menghilang di labirin itu.
Lalu belakangan ini katanya ada yang melihat Zenith di dalam labirin.
Dan itu adalah labirin kuno yang merepotkan.
Setahun ini, bahkan setelah mengumpulkan empat ahli penjelajah labirin,
kami tetap tidak bisa menaklukkan separuhnya.
Cerita yang menyedihkan.
Oh, ada tamu rupanya.
Apakah kau anaknya Paul?
Be-Benar. Salam kenal, saya Rudeus.
Namaku Tallhand.
Seperti cerita yang kudengar, kau terlihat seperti pria yang pintar.
Karena semuanya sudah berkumpul, boleh aku meneruskan bahasannya?
Eh, semuanya?
Tunggu sebentar, Master Roxy ada di mana?
Itu bohong, kan?
Sebulan yang lalu, Roxy terkena perangkap di dalam labirin.
A-Apa dia sudah mati?
Aku tidak mau dengar.
Karena dia adalah orang yang mampu untuk menaklukkan labirin seorang diri.
Dia Penyihir Air Tingkat Raja, dan dia adalah penyelamatku.
Aku tidak mau dengar!
Dia hanya menghilang karena menginjak lingkaran sihir teleportasi.
Belum dipastikan sudah mati atau belum.
Hei, Paul, itu mustahil.
Walau untuk Roxy, kemungkinannya sangat kecil.
Tidak, Roxy tidak bisa disamakan dengan penyihir biasa.
Ada kemungkinan dia masih hidup.
Tapi dia sudah satu bulan tidak ketemu!
Kita bahkan sudah mencarinya lima kali dan tetap tidak ketemu!
Geese, mau sampai kapan kau membahas ini?!
Maaf, aku malah membuat pembicaraannya jadi ke mana-mana.
Memangnya labirin yang dimaksud itu seperti apa?
Tingkat kesulitan Kelas S,
salah satu labirin terburuk yang ada di sini.
Labirin Teleportasi.
Tu-Tunggu sebentar.
Di sini ada catatan petualang yang sudah menelusuri Labirin Teleportasi sampai dalam.
Apa mungkin bisa berguna?
Bagaimana kau bisa punya benda ini?
Aku meminjamnya dari akademi.
Geese, tolong periksa buku itu.
Oke.
Kalau begitu, biarkan aku membacanya.
Senior memang hebat!
Kalau yang tertulis di sini benar,
kita akan bisa menaklukkan labirin itu sampai lantai enam!
Benarkah itu?
Iya! Hampir semua yang ingin kita tahu tertulis di sini!
Baguslah.
Setelah kita selesai membacanya, ayo kita mulai buat formasi.
Oke!
Ini pertama kalinya saya tidur satu ruangan dengan Tuan Rudeus.
No comments yet. Be the first to leave one.