The first 200 lines.
"Episode 27"
Direktur Jang.
Hei, sedang apa kamu di sini?
Na Ro.
Direktur Jang memintaku datang.
Na Ro?
Direktur Jang, kamu baik-baik saja?
Chae Woon, masuk ke mobil.
Hei.
Turunlah.
Na Ro.
Aku tidak akan berbuat salah.
Kalian berdua harus turun.
Pak Lee.
Kamu harus pulang sekarang.
Kamu tidak perlu bekerja lembur setiap malam.
Tidak apa-apa, Pak Yoo.
Aku bersyukur ke Pak Woo dan kamu sebab sudah mengizinkanku bekerja.
Aku akan membersihkan ini sebelum pergi.
Baiklah. Aku akan memeriksa di sana.
Pak Woo Jae Hee, antaran kilat.
Biar aku saja.
Terima kasih, Pak Lee.
- Halo. - Terima kasih.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
"Woo Jae Hee, 53 Goam3-ro, Seodaemun-gu, Seoul"
"Kim Min Cheol, Kantor Polisi Mapo, 67 Geummyeongdae-ro, Mapo-gu, Seoul"
Tolong masukkan ke kotak surat.
Baiklah.
Silakan masuk.
Silakan masuk.
Tidak. Aku hanya lewat.
Kalau begitu, aku permisi sebentar.
Baiklah.
Silakan duduk.
Lama tidak bertemu, Pak Woo.
Kudengar bisnismu berjalan lancar.
Terima kasih.
Ini semua berkat perhatian Anda.
Apa Min Jae baik-baik saja?
Tentu. Dia baik-baik saja.
Apa yang kamu lakukan di sini?
Ini aneh.
Putraku, Jae Hee, menyewa kamar di sini.
Jadi, aku mampir untuk menemuinya.
Benarkah?
Itu aneh.
Bagaimana bisa?
Saat Pak Woo kali pertama pindah,
aku tidak tahu dia anak Bu Jung.
Kurasa kami ditakdirkan bertemu.
Silakan duduk, Pak Woo.
Baiklah. Terima kasih.
Ada apa Anda kemari selarut ini?
Begini... Aku hanya...
Kurasa Anda datang untuk menemui putri Bu Lee.
Kamu mengenalnya?
Bit Chae Woon?
Ya. Aku malu mengatakannya,
tapi putraku, Jae Hee, memacarinya.
Boleh kuberi tahu dia soal itu?
Tentu.
Jadi, aku bisa tahu hal penting.
Begitukah?
Itu aneh.
Kukira Jae Hee mengencani Seo A.
Setahuku, mereka tidak berkencan.
Apa yang kamu...
Aku cukup yakin.
Memang benar mereka tidak berkencan.
Putraku dan cucu Anda, Jun A, sudah berteman dekat
sejak kecil.
Itu sebabnya Seo A terikat dengan Jae Hee,
tapi tidak lebih dari itu.
Sebenarnya, aku cukup yakin.
Omong-omong, kudengar putri Bu Lee cucu Anda.
Aku yakin keluarga Anda dan keluargaku ditakdirkan
bersama.
Anda pasti senang mendapatkan cucu Anda yang hilang kembali.
Tentu.
Putri Bu Lee... Maksudku, Bit Chae Woon.
Aku tahu dia baik dan jujur.
Astaga.
- Ini. - Kamu tahu aku benci teh jahe...
Astaga, ini teh jahe.
Aku senang bisa minum ini lagi.
Cobalah, Pimpinan Lee.
Bu Lee membuat ini sendiri.
Ini sangat wangi dan enak.
Rasanya saja sudah mencegah flu.
Di mana kamu? Siapkan mobilku.
Aku sudah mengatakan yang ingin kukatakan.
Aku harus pergi sekarang.
Pak Woo, kamu juga mau pergi?
Aku ingin bertemu dengan Jae Hee sebelum pergi.
Ada sesuatu yang harus kukatakan kepadanya.
Jae Hee bilang akan segera pulang.
Begitu rupanya.
Baiklah.
Kamu tidak perlu mengantarku keluar.
Jaga diri Anda, Pimpinan Lee.
Sampai jumpa lagi, Pimpinan Lee.
Baiklah.
- Sapalah Min Jae untukku. - Baiklah.
Pak Woo.
Apa yang terjadi?
Ingatanmu sudah kembali?
Maafkan aku.
Sebenarnya, ingatanku kembali saat aku di rumah sakit.
Aku berniat memberitahumu tempo hari,
tapi saat bertemu denganmu dan para penghuni lainnya,
aku merindukan waktu yang kuhabiskan di sini sebagai James.
Jadi, aku tidak sanggup mengatakan yang sebenarnya.
Maafkan aku.
Tidak apa-apa, Pak Woo. Tolong jangan minta maaf.
Aku sangat mengerti.
Benarkah?
Terima kasih.
Biarkan aku...
Akan kuambilkan teh jahe lagi.
Terima kasih banyak.
Sial. Kenapa suami Min Jae datang saat ini?
Aku mau memarahinya dan menyuruhnya mengajari putranya dengan baik,
tapi aku tidak mau mengakui bahwa Seo A dicampakkan.
Benar juga. Aku penasaran apakah Sun Jeong
mengatakan hal konyol kepadanya.
Pak Park, kenapa lama sekali?
Sial, kamu menyebalkan.
Segeralah datang.
Aku harus memecatnya.
Aku tidak suka sekretaris dan sopirku.
Itu dia.
Bu.
Astaga, halo.
Ini aku, Min Jae.
Dari rumah sebelah.
Mengejutkan melihat Anda di sini.
Min Jae?
Apa kamu Min Jae?
Ya, Bu.
Kudengar Anda pimpinan.
Aku melihat Anda saat acara di perusahaan Jung Won,
tapi aku tidak sempat menyapa Anda.
Apa Anda sehat?
Kenapa? Apa aku tampak sakit?
Astaga, tidak.
Kulit Anda masih cerah.
Semua orang bilang Jung Won cantik karena dia mirip dengan Anda.
Jika mirip denganku,
dia akan memenangi kontes kecantikan Miss Korea.
Tapi dia mirip ayahnya.
Aku tahu.
Ini hari yang aneh.
Aku bertemu denganmu dan suamimu di hari yang sama.
Apa?
Jadi, kenapa Anda kemari?
Maaf, Bu. Mobil Anda sudah siap.
Aku sibuk, jadi, harus pergi.
Jaga diri Anda.
Masalah terus berdatangan.
Aku dan suamiku?
Apa dia bertemu dengan Jung Hoo?
Kalau begitu, aku harus pergi.
Kamu tidak akan menunggu untuk bertemu dengan Pak Woo?
Benar juga.
Sebenarnya, itu bohong.
Apa? Astaga.
Aku takut Bu Lee akan mengatakan hal yang tidak menyenangkan
saat aku tidak ada.
- Begitu rupanya. - Ya.
Apa aku mengganggu saat kalian berdua
membahas hal penting?
Sama sekali tidak, Pak Woo.
Terima kasih.
Kalau begitu, kamu benar-benar mampir dalam perjalanan pulang?
Sebenarnya,
itu juga bohong.
Astaga.
Duduk diam di ruanganku
membuatku memikirkan waktuku di sini.
Jadi, aku datang dengan harapan bisa bertemu dengan Paman Hwak Se.
Begitu rupanya.
Hwak Se keluar hari ini.
Dia akan segera kembali.
Begini...
Bisakah kamu tidak memberi tahu penduduk Vila Samgwang
bahwa ingatanku kembali agar bisa kuberi tahu sendiri?
Aku ingin atau serakah, jika kamu bisa menyebutnya begitu,
untuk mampir kapan pun aku mau.
Jika kamu tidak keberatan.
Tentu saja.
Aku mengerti perasaanmu.
Kurasa putramu tidak memberitahuku
kamu mendapatkan kembali ingatanmu karena dia ingin kamu
datang ke sini kapan pun kamu mau.
Ya. Aku juga yakin begitu.
Lantas, Pak Woo, untuk sementara, aku akan tutup mulut.
Terima kasih.
Itu pasti Hwak Se.
- Mungkin. - Permisi.
No comments yet. Be the first to leave one.