The first 200 lines.
Goddess of Marriage
.: Diterjemahkan oleh Baalthazar :.
Episode 35
Kau, apa yang baru saja kau katakan?!
Seperti yang kukatakan tadi.
Ji Hye dan aku
akan bercerai.
Kenapa? Apa alasannya?
Kenapa???
Berat hidup bersamanya.
Aku sudah lelah.
Jadi aku ingin berpisah.
Apa kau gila?
Apa kau kehilangan akal?
Tidak.
Lalu...
Kenapa tiba-tiba kau begini?
Jangan bermain-main.
Ini serius.
Aku sudah cukup memikirkannya.
Tolong beri persetujuan ayah.
Bocah brengsek!
Brengsek!
Kau... apa yang sudah kukatakan padamu?
Bukankah sudah ayah katakan tidak ada perceraian lagi di keluarga kita?!
Ayahmu demi mencegah
perceraian kakakmu memberikan posisi Wakil Presdir Grup pada kakak iparmu.
Lalu apa kau pikir aku akan menyetujui kau bercerai?
Jangan buang waktumu dan lupakan.
Apa yang kudengar pagi ini,
ayah akan berpura-pura tidak mendengarnya.
Meski demikian, aku...
akan tetap bercerai.
Apa?
Sejak aku lahir,
aku tidak pernah melakukan sesuatu tanpa persetujuan ayah.
Saat ayah menyuruhku mengambil ujian menjadi Jaksa, aku melakukannya.
Saat ayah menyuruhku menjadi Jaksa, aku menjadi Jaksa.
Jadi kenapa kau seperti ini?
Kenapa kau bersikap seperti ini pada ayah?!
Kali ini tidak ada hubungannya dengan istriku.
Aku yang meminta cerai.
Dia juga sangat terkejut.
Kumohon ayah...
Beri kami persetujuan ayah.
Dia tidak sesuai dengan keluarga kita.
Sulit untuk hidup bersama wanita seperti itu.
Aku akan menceraikannya,
dan bertemu dengan wanita lain.
Yang tidak terlalu kompleks,
tidak terlalu sensitif, dan tidak mudah berubah-ubah suasana hatinya.
Sesorang yang kuat dan sehat.
Dan yang terpenting,
yang sesuai dengan keluarga kita.
Kau tidak mau menutup mulutmu?
Kau ingin mati?
Jika kau tidak mau mendengar kata-kata ayah dan tetap bercerai...
Jika kau biarkan istrimu keluar satu langkah saja dari rumah ini...
Kau bukan bagian dari keluarga ini lagi.
Setiap hakmu di rumah ini,
setiap hak,
akan diambil darimu.
Apa kau begini, karena kau ingin seperti kakak tertuamu?
Itu tidak penting bagiku.
Apa?
Istriku,
aku akan segera menyuruhnya pergi.
Aku hanya ingin memberitahu.
Hey, Kang Tae Wook!
Kang Tae Wook!
Kang Tae Wook!!
Anda akan pergi?
Suruh sekretaris Kim menyiapkan mobilku.
Ya.
Cepat!
Ya.
Apa yang kau lakukan? Sudah kubilang bersiaplah.
Sebentar lagi mungkin hujan. Cepat bersiap-siap.
Tae Wook,
sekarang ini,
apa kau begini karena keadaan keluarga?
Apa maksudmu?
Aku tidak bertanya padamu, namun
aku tahu sesuatu terjadi.
Kakak ipar,
dan ibu mertua.
Ya, kau cerdas.
Aku tidak ingin memberitahumu mengenai kakak dan ibuku.
Aku tidak mau kau melihat mereka diseret pergi.
Jaksa dan polisi akan segera datang.
Kakak dan ibuku akan dibawa pergi.
Dan juga ada surat perintah penggeledahan, rumah kita akan kacau balau.
Benar, kau.
Aku ingin kau keluar lebih dulu.
Ini.
Surat cerai.
Aku mempersiapkannya semalam dan sudah menandatanganinya.
Kau juga, tanda tangani dan,
serahkan pada pengadilan keluarga.
Setelah sebulan, kita akan dipanggil.
Setelah itu, semuanya akan selesai.
Aku minta maaf, tapi
aku ingin kau yang menyerahkan suratnya.
Tidak.
Aku tidak bisa seperti ini.
Aku tidak mau pergi.
Benar,
mengenai aku ingin bercerai,
sering kupikirkan berkali-kali dalam sehari.
Karena aku tidak bisa bernapas di rumahmu,
bahkan ada saat kurasa aku tidak bisa hidup.
Banyak hari yang kurasakan seperti itu.
Aku berdoa agar kau dan keluargamu
akan melepaskanku, hingga aku bisa bebas.
Aku sering merasa seperti itu.
Tapi sekarang tidak.
Kenapa?
Apa alasannya?
Kita sudah hidup bersama selama setahun.
Kita sudah memutuskan untuk mencoba selama 3 tahun.
Kemudian ketika seseorang dalam masalah,
aku bukan seseorang yang akan menyelamatkan diriku sendiri. Itu bukan perbuatan manusia.
Polisi akan datang?
Sudah pasti, mereka akan datang kemari.
Jika mereka datang, aku tidak peduli.
Aku hanya akan melipat pakaian seperti ini dan membaca buku.
Aku tidak akan melihat kakak ipar dan ibu mertua dalam keadaan seperti itu.
Dan juga, aku akan di sini...
Menunggumu, jadi...
Setelah kau selesaikan urusanmu,
kita bicarakan masalah kita.
Kumohon pergilah saat kuminta pergi!
Tae Wook.
Apa kau pikir aku ingin menyuruhmu pergi seperti ini?
Tapi jika tidak sekarang, maka tidak akan ada kesempatan lagi.
Jadi kumohon, pergilah.
Ini tidak masuk akal.
Masuk akal!
Tidak ada cara lain.
Ini adalah harga diriku yang terakhir.
Tolong biar kupertahankan harga diriku ini.
Kumohon padamu!
Ayah mertua.
Kurasa surat perintah penggeledahan sudah dikeluarkan.
Segera, jaksa dan polisi
akan datang kemari.
Itu sudah diperkirakan.
Apa yang akan ayah lakukan?
Entahlah...
Aku...
Apa yang harus kulakukan hari ini?
Konferensi pengusaha hari ini di Jakarta...
Mengapa ayah tidak hadir?
Kumohon cepatlah pergi ayah mertua.
Kau menyuruhku pergi?
Ya.
Kami akan menangani penghinaan ini.
Jadi ayah mertua,
pergilah.
Presdir, aku datang untuk menjemput anda.
Ayah Yoo Jin, bangun,
cepat bangun!
Kenapa?
Oh, anak-anak, sudah kusuruh tidur di kamar mereka, tapi mereka tidur di sini.
Anak-anak.
Kenapa?
Surat perintah penangkapan sudah dikeluarkan.
Kau harus bersiap-siap.
Apa? Apa?
Ayah.
Tidurlah kembali.
Tidur, tidur...
Tidur, tidur...
Tidak apa-apa...
Halo?
Ibu, ini aku.
Ada apa pagi-pagi begini?
Ibu.
Menantu Kang,
sepertinya dia akan ditahan hari ini.
Apa?!
Jangan terkejut.
Itu sudah diperkirakan.
Apa Hye Soo dan Hye Jin di sana?
Bangunkan mereka dan
suruh mereka membawa mobil ke rumahku.
Kenapa mereka?
Ayah anak-anak akan ditahan,
aku tidak bisa membiarkan anak-anak melihatnya.
Saat Jaksa datang,
tidak boleh ada mobil kami yang keluar.
Jadi, suruh Hye Soo meminjam mobil suaminya dan
segera datang kemari.
Tolong, ibu.
Baiklah, ibu mengerti Hye Jeong.
Ibu akan segera menyuruh mereka ke sana.
Hey, Hye Soo, Hye Jin!
Cepat bangun! Bangun!
Ibu mertua?
Apa yang ibu lakukan disini?
No comments yet. Be the first to leave one.