The first 200 lines.
Sang Konglomerat Legendaris
Episode 6 -
Aku baru saja akan mencarimu.
Begini kejadiannya:
Malam ini sebetulnya ingin makan malam dengan Mei Yan.
Tapi perusahaan yang menyewakan mesin pada kita ingin membicarakan biaya penyewaan.
Perusahaan kita sedang genting, jadi aku tidak mau menolaknya.
Apa kau bisa bantu untuk memberitahu Meiyan?
Beritahu Meiyan aku minta maaf karena tidak bisa datang.
Meiyan!
Da'ge...
Kau tidak usah bilang apa-apa. Aku tahu dia tidak akan datang karena sibuk kerja.
Ya.
Dia minta aku datang kesini untuk mohon maaf.
Oke.
Ayo pergi.
Menurutmu apakah sia-sia membuang makanan yang sudah repot-repopt kau beli?
Tadinya, aku ingin memberikan makanannya pada Sangluo.
Lagipula, rasa makanannya tidak enak kalau dingin.
Jangan marah padanya. Dia tiba-tiba saja tidak bisa datang.
Besok kau juga akan bertemu dengannya saat kau kembali bekerja.
Kembali bekerja?
Aku ini hanya salah satu dari banyak karyawannya.
Dia adalah atasan.
Suasana dan rasanya sangat berbeda.
Sejujurnya, kalau kau tidak bahagia dengan keadaan sekarang,
kau bisa bicara padanya.
Membicarakan hal ini dengannya hanya akan menempatkannya pada posisi yang sulit.
Dan masalahnya juga tidak akan selesai.
Yang kuinginkan adalah bersamanya,seperti yang kita lakukan sekarang
berjalan-jalan dan saling bercerita.
Kenapa sulit sekali?
Bagamana kalau begini? Aku berjanji padamu,
Aku akan memaksa kakakku datang pada kencan kalian berikutnya.
Aku tidak akan biarkan dia menelantarkanmu.
Beruntung sekali punya teman sepertimu.
Aneh. Kenapa semua posteri Matahari Membara menghilang?
Mohon maaf. Aku tidak bisa terus memutar 'Matahari Membara'.
Kenapa?
Letakkan, kubilang letakkan disana.
Aku ini hanya pengusaha biasa. Kuharap kau mengerti.
Oke.
Kalau begitu kami...
akan mencari orang lain.
Tidak ada gunanya.
Aku yakin tidak satupun pengusaha di Singapura ini mau membantumu.
Tn. Zhou, aku dan adikku baru saja pindah kesini. Apa mungkin kami sudah punya musuh?
Apakah kau bisa memberitahuku? Siapa yang membuatmu melakukan hal ini?
Kalian dari Shanghai, kan?
Aku yakin kalian kenal Tangxin.
Nona Meiyan, kau butuh tumpangan?
Nona Meiyan.
Kau sudah putuskan mengenai hal yang kita bicarakan dulu?
Oh sayangnya, banyak selebriti muda masa kini tidak memiliki semangat pantang menyerah yang kau punya.
Pantas saja Guo Sangluo ingin agar kau terus ada di sisinya apapun yang terjadi.
Kau tidak perlu mengatakan hal-hal untuk memecah belah kami.
Aku sudah sampaikan sebelumnya,
aku tidak akan meninggalkan Tianxia ataupun Sangluo kalau untuk membantumu.
Itu menurutmu, tapi Gu Sangluo bisa saja berpikiran lain.
Masa kejayaan seorang aktris perempuan itu pendek.
Kau hanya buang-buang waktu dengan mengikuti orang dan jalan yang salah.
Menyia-nyiakan waktu.
Betapapun berharganya sesuatu, bila dibiarkan terlalu lama,
maka akan jadi tidak berharga.
Kau harusnya mempertimbangkan untuk membantuku disaat kau masih berharga.
Ke Tianxia, terima kasih.
Sampai nanti.
Kau yakin kita tidak akan menyewa kameranya lagi?
Aku belum memastikan lagi.
- Apakah Tianxia akan gulung tikar? - Apa tidak lebih baik bertanya padanya?
- Tanya apa? - Apakah Tianxia akan segera tutup?
Aku tidak mendengar hal semacam itu. Kalian dengar dari siapa?
Kau benar-benar tidak tahu atau hanya tidak mau jujur?
Kami tahu kau sangat dekat dengan Tn. Gu.
Kalian sudah bicarakan sebelumnya karena selalu mengatakan hal yang sama?
Kami tidak pernah membicarakan pekerjaan. Aku tidak tahu.
Salahku. Kukira dia sudah menganggapmu sebagai istri.
Hati-hati kalau begitu.
Apa maksudnya?
Kau belum berpengalaman dalam soal ini.
Aku sudah sering melihat situasi semacam ini.
Setulus apa sih hubungan antara bos dan aktrisnya?
Jangan bilang aku tidak pernah memperingatkanmu: Mereka itu setali tiga uang.
Apa kau memutar film dari Tianxia?
Tidak, hari ini kami memutar film barat.
Oh.
Maaf, ayahku tidak mengizinkanku pergi sampai aku selesai membaca segunung arsip.
Harusnya kalau kau sibuk bilang saja. Kau tidak perlu menemaniku.
Tidak masalah. Kau ingin nonton? Sudah beli tiket?
Biar aku beli tiketnya.
Tidak usah.
- Kenapa? - Aku tidak ingin nonton lagi.
Kau mau kemana?
Membalas dendam pada Tangxin.
Tidak bisa tenang sedikit?
Biar aku pikirkan rencana dulu.
Bagaimana aku bisa tenang? Kita sudah tidak punya jalan lagi.
Lalu kau mau apa?
Menghajarnya?
Membunuhnya?
Kita sudah pindah ke Singapura hanya untuk bersembunyi darinya.
Tapi dia masih saja tidak melepaskan kita.
Kita bahkan tidak bisa membayar karyawan kita lagi. Tianxia akan gulung tikar.
Aku tahu.
Jangan terburu-buru. Biarkan aku berpikir.
Jangan buru-buru.
Kau kesini.
Maaf.
Aku sedang membicarakan urusan bisnis dengan Tusu saat makan siang tadi
dan baru selesai agak sore.
Apakah situasi perusahaan sangat buruk?
Gosip yang beredar di luar adalah Tianxia tidak bisa bertahan lagi.
Meskipun aku ini pemilik,
aku tidak bisa menjanjikan apa-apa padamu.
Kudengar Jiao Lu kembali lagi ke perusahaan Tangxing.
Aku juga tidak bisa berbuat apa-apa atas keadaan Tianxia saat ini.
Aku tadi bertemu Tang Xing.
Dengar. Kau bisa membantu siapapun kecuali dia.
Jangan marah dulu. Aku tidak menjanjikan apa-apa padanya.
Aku tidak akan pernah pergi. Aku akan tetap tinggal di Tianxia.
Tapi...
Kau... juga harus memikirkan masa depan.
Bagaimana kalau kau juga mencari perusahaan film lain?
Jadi maksudmu, aku tidak boleh pindah ke Longcheng tapi ke perusahaan lain tidak masalah?
Tapi... aku tidak tahu berapa lama.... Tianxia akan bisa bertahan.
Apakah bila tidak ada Tianxia, artinya aku juga tidak perlu ada disisimu?
Kenapa kau tidak bisa memahamiku?
Sekarang aku tidak punya uang untuk membuat film. Kalau kau tetap bersamaku
itu artinya menyia-nyiakan bakatmu. Bakatmu tersia-sia! Kau paham?!
Kalau begitu aku tinggal saja disini sampai aku berarti?
Tapi aku tidak tahu bagaimana nasib perusahaan kedepannya.
Aku bahkan tidak tahu apakah aku masih akan punya uang untukmu nanti!
Jadi kau kira apa alasanku bertahan di Tianxia?! Uang?!
Kenapa kau tiba-tiba berubah pikiran tidak mau menonton malam melukis disini? Apa kau takut filmnya membosankan?
Film yang ingin kutonton tidak diputar hari ini.
Film yang kau maksud itu filmnya Gu Yanmei?
Bukankah mereka sudah meninggalkan Singapura?
Belum. Aku bahkan bertemu dengannya beberapa hari yang lalu.
Kalian bertemu? Kenapa kau tidak bercerita padaku?
Kami sekedar berpapasan. Tidak ada yang perlu diceritakan.
Apa yang kalian bicarakan?
Tidak banyak. Dia hanya mengatakan filmnya akan diputar hari ini.
Aku sudah menonton film mereka dulu. Tidak bagus. Tidak bisa dibandingkan dengan film barat.
Tidak juga. Kurasa tidak semua film barat bagus.
Yang aku lihat dia bekerja sangat keras untuk meraih mimpinya, karena itu aku ingin mendukungnya.
Setiap orang memiliki mimpi.
Oh, iya.
Apa yang kau impikan? Kau tidak pernah bercerita padaku. Coba katakan.
Kau pasti tahu. Yaitu fotografi.
Kukira itu hanya sekedar hobimu saja.
Tidak kukira kau ingin lebih ahli dalam hal itu.
Aku bahka terpikir untuk mempelajarinya di luar negeri. Sekolah yang terbaik mengenai hal itu ada di Belanda.
Setelah lulus, aku ingin berkelana di dunia.
Menyimpan fenomena aneh di dunia ini dalam kameraku, lalu melakukan pameran foto tunggal.
Kenapa kau memandangku seperti itu?
Sepertinya aku belum pernah melihatmu membicarakan sesuatu dengan begitu fokus.
Tiba-tiba kau terlihat sangat tampan.
- Tapi itu hanya pikiranku saja. - Kenapa hanya dipikirkan saja?
Ada orang yang datang jauh-jauh dari Shanghai kesini untuk mengejar mimpinya.
Kondisimu lebih baik. Kenapa kau tidak ingin berusaha lebih keras?
Siapa bilang aku tidak mau berusaha keras? Dengan bakatku, berusaha sedikit saja
sudah menjamin kesuksesan.
Kau mulai lagi. Merasa kau lebih hebat.
Tapi berusahalah yang keras. Aku pasti mendukungmu.
Lao'er, aku jelas memperlakukannya dengan baik.
Tapi dia tetap saja memarahiku. Aku tidak mengerti jalan pikiran perempuan itu.
Jadi kau sudah bertanya apa yang dia inginkan?
Apalagi yang dia inginkan? Bukankah hanya untuk membuat film?
Lao'er, kau tahu kan kita saat ini tidak bisa membuat film.
Aku tidak ingin menyia-nyiakan bakatnya.
Aku menyuruhnya pindah ke tempat lain untuk membuat film. Apa itu salah?
Aku taku aku akan menjadi halangan baginya.
Jadi kau sudah menjelaskan maksudemu dengan jelas padanya?
Bagaimana aku bisa menjelaskannya?
Kau ingin aku mengatakan padanya secara langsung
betapa aku menyukainya? Bahwa aku sudah begitu baik untuknya? Aku tidak bisa.
- Kenapa tidak bisa? - Bagaimana kau bisa
membiarkan aku mengucapkan kata-kata romantis seperti itu.
Kau kira aku sanggup melakukannya?
Jadi sekarang jawab. Kau dan Meiyan sudah begitu lama berpacaran.
Kenapa kau tidak pernah mengumumkan hubunganmu dengannya kepada orang-orang?
Aku tidak mau orang lain menilaiku pilih kasih.
Da'ge, kalau kau berbuat seperti itu artinya kau egois.
Kenapa kau harus ambil pusing dengan apa yang dipikirkan orang? Ini urusan antara kau dan Meiyan.
Kenapa kau masih memesan bir?
Untuk merayakan bahwa dalam seminggu setidaknya ada satu bioskop yang akan memutar film kita
lalu menjadi tidak ada bioskop di seluruh Singapura yang mau memutar film kita.
Benar.
Itu patut dirayakan.
Mari kita merayakannya.
dari ada satu, jadi tidak ada sama sekali.
Bersulang!
Tang Xing, kau benar-benar luar biasa.
Bahkan di Singapura pun, kau dapat memojokkan kami ke jalan buntu.
Tidak mungkin.
Aku masih percaya kata pepatah.
Siapa yang menabur angin akan menuai badai. Aku yakin hanya orang baik yang akan menerima karma yang baik.
Benar sekali. Kita ini orang baik.
Harusnya kita mendapat karma yang baik.
Kalau kau ada waktu, berhentilah hanya memikirkan cara bersenang-senang.
No comments yet. Be the first to leave one.