The first 200 lines.
Di sisi lain, sekarang saatnya kasus Gehlot muncul di Breaking news.
Seperti yang kami sebutkan sebelumnya...
Ya, lalu lintas padat karena hujan.
Ini bukan pemadam kebakaran, pak. Kau memanggil nomor yang salah.
Ada info baru pada kasus Rajesh Gehlot.
Polisi menangkapnya kemarin
dan tiba-tiba dia dibebaskan hari ini.
Polisi mengklaim tak ada bukti nyata terhadap Rajesh Gehlot.
Namun masyarakat keberatan dengan pernyataan polisi tersebut.
Saat ini Anda sedang menonton Tayangan eksklusif di
layar, tayangan ini ditemukan di komputer Rajesh Gehlot.
Meskipun Polisi memberikan informasi Rajesh Gehlot yang
jelas, tim investigasi kami memiliki teka teki.
Pasti. Mereka adalah Polisi, pengadilan dan juga hakim.
Oh! Kau ada di sini? - Hmm.
Kau sudah lihat?
Media melakukan segalanya.
Kita di sini untuk memutar-mutar ibu jari.
Dan kenapa kau ada di sini? Kupikir Kau akan lepas landas.
Harusnya.
Kota sedang terjun.
Kau beruntung tinggalnya dekat. - Pasti.
Apa maksudmu, 'beruntung?'
Karena rumahku dekat, aku tak bisa membuat alasan seperti pemalas lainnya.
Halo.
Kenapa Kau tak jawab panggilanku, Nikhil?
Tadi ponselku mode senyap dan aku sedang mengemudi.
Jika aku kecelakaan suatu hari nanti, sepertinya tak ada gunanya menghubungimu.
Kau akan tiba setelah aku meninggal.
Istri dan anak-anakmu juga bisa dalam keadaan darurat, Nikhil.
Maaf. Hal semacam ini tak akan aku ulangi.
Ada apa?
Nikhil, tolong bicara dengan Dhruv.
Apa yang sudah dia lakukan?
Aku sedang bicara dengannya tiba-tiba dia langsung pergi begitu saja.
Dia pergi kemana?
Kemana lagi?
Ke teman-temannya pasti.
Dia minta uang kepadaku.
Dan saat aku tak memberinya, dia mulai berdebat, berteriak, dan menjerit.
Kau sudah terlalu memanjakannya.
Saat aku bicara tentang studinya, dia bilang bahwa dia membenci rumah ini.
Jawaban yang kurang ajar.
Dia menyuruhku pergi dari kamarnya.
Aku tak mengerti apa yang terjadi, Nikhil.
Prerna, jangan terlalu marah.
Tidak, Nikhil. Ini sepertinya tak normal menurutku.
Aku adalah ibunya. Dia harusnya tak kemana mana jika aku melarangnya.
Kupikir Kau harus bicara dengannya.
Jangan sampai seperti dulu, sekali lagi dia...
Kenapa Kau ungkit masa lalu, Prerna?
Aku takut, Nikhil.
Bagaimana jika dia begitu lagi?
Itu tak akan terjadi. Dia sudah bersumpah dengan tangannya di atas kepalamu.
Dan aku juga membuatnya takut.
Dan menurutmu dia takut?
Kau berharap aku melakukan apa? Berhenti dari pekerjaan dan tinggal saja di rumah?
Memata-matai dia?
Jangan lakukan apa-apa, Nikhil. Jangan lakukan apapun.
Bahkan aku tak akan lakukan apa-apa.
Kita akan memutar-mutar ibu jari dan melihat bagaimana hasilnya. Oke?
Istri?
Semua orang berada di kapal yang sama. Tak ada yang mengalahkan mereka sampai saat ini.
Bicaralah pelan-pelan, Bu. Aku tak mengerti apa-apa.
Tarik napas dalam-dalam dulu.
Nyonya... Akan kulakukan. Akan kulakukan, nyonya.
Oh!
Pak Sood! Transfer.
Ini seorang wanita, Pak. Dia menangis tak terkendali.
Maka, bicaralah dengannya.
Sudah kucoba, Pak, tapi dia tetap tak berhenti menangis.
Dia bilang dia tak ingin bicara denganku.
Oke. Transferlah.
Tenang, Nyonya. Akan kutransfer panggilanmu.
Sepertinya bunuh diri. Kondisinya buruk.
Halo.
Polisi darurat. Ada yang bisa kubantu?
Halo nyonya. Ada apa, Nyonya?
Aku... Aku hanya ingin mati.
Nyonya, tolong beri tahu nama dan nomor mobilmu.
Nyonya. Tolong beritahu nama dan nomor mobilmu, Nyonya.
Tolong.
Kalau tak, aku takkan bisa membantumu dengan cara apa pun, Nyonya.
Tak ada yang bisa membantuku.
Tidak, aku mengerti apa yang kau rasakan saat ini tapi...
Bohong!
Maaf?
Kau berbohong! Sama seperti Petugas wanita yang tadi.
Kau diajarkan untuk bilang begitu selama pelatihan, kan?
"Aku mengerti masalahmu."
Tak ada yang bisa mengertikan! Semua orang bilang itu secara mekanis. Semua orang berbohong!
Nyonya, bisakah Kau memberi tahu warna dan merek mobilmu.
Apa panggilan ini sedang direkam?
Semua panggilan darurat direkam, Nyonya.
Buang-buang waktu saja. Jika cuma merekam dan melacak panggilan ini.
Aku menghubungimu bukan untuk diselamatkan.
Aku hanya ingin mati.
Apa Kau sudah minum, Nyonya?
Aku telah rencanakan ini selama berbulan-bulan.
Aku sudah coba ini dua kali sebelumnya.
Tapi aku takut di saat-saat terakhir.
Jadi hari ini kupikir...
Wiski mungkin bisa membantuku.
Ada yang bilang,
bahwa minum membuatmu
berani, dan itu tak akan menyakitkan.
Nyonya, tolong beri tahu nomor mobilmu.
Siapa namamu?
Maaf. Bagaimana cara aku menghubungimu?
Kami dilarang memberitahu nama kami, Nyonya. Begitulah aturannya.
Aturan adalah untuk yang hidup. Aku kan akan mati.
Kau adalah orang terakhir yang aku ajak bicara.
Jadi?
Aku minta..
Aku minta maaf, nyonya. Aku tak bisa memberi tahu namaku.
Kalau begitu aku tak ingin bicara denganmu.
Nyonya, dengar... A-aku tak bisa memberitahumu.
Baik.
Halo. Dengar. Nyonya?
Nikhil. Senior PI. Nikhil Sood.
Senior PI. Nikhil Sood. Itu jenis nama yang sangat kaku.
Hanya ada Nikhil di sana?
Ya. Benar.
Memberikan identitas sendiri pada suara yang tak dikenal.
Nikhil.
Ya.
Nikhil. Apa Kau seorang Polisi yang baik?
Ya. Bisa dibilang begitu.
Kau tak pernah menerima suap?
Tak pernah.
Jawabannya ragu-ragu.
Tidak.
Aku tak pernah menerima suap.
Apa Kau merasa buruk? Maaf.
Sebenarnya, ada banyak pejabat yang korup di kota, harus kita tanyakan.
Aku punya teori.
Saat seseorang yang melindungi orang biasa mulai menindas mereka,
maka hukumannya harus lebih berat daripada penjahat biasa.
Benar kan?
Ya.
Tapi tergantung kasusnya, Nyonya.
Apa kau sudah menikah?
Ya.
Ya.
Anak?
Aku punya seorang putra.
Usia?
18.
Apa anakmu anak yang baik?
Ya.
Bagaimana Kau tahu?
Apa? Maaf?
Bagaimana Kau tahu bahwa putramu adalah anak yang baik?
Seseorang tak bisa menjamin apa pun hari ini.
Siapa yang tahu apa yang sedang ditonton seseorang melalui internet atau apa yang sedang ia lakukan?
Siapa yang dia lihat di belakangmu? Kemana dia pergi? Siapa yang tahu?
Tidak.
Aku tahu bagaimana dia, Nyonya.
Apa Kau juga tahu rasa sakit kehilangan seorang putra, Nikhil?
Aku tahu. Aku telah kehilangan anakku.
Anakku sangat baik.
Kuat.
Baik hati.
Terbaik dalam studi.
Biasanya anak laki-laki memberi orang tua mereka banyak masalah pada usia itu.
Tapi Amarku tak seperti itu.
Seluruh hidupnya sudah ada di depannya.
Tak apa-apa.
Dia sudah pergi. Sudah pergi.
Maaf. Aku sangat meminta maaf, Nyonya.
Kupikir rasa sakitnya akan berkurang seiring waktu, tapi tidak. Malah meningkat.
Seolah-olah sebagian dari diriku telah
terputus tapi tak ada yang bisa melihatnya.
Kau tak akan tahu rasanya.
Untuk melewati hari-hari tanpa anak.
Nyonya...
Bagaimana Amar...?
Kecelakaan. Satu tahun yang lalu.
Hei, bibi! Mengemudilah dengan benar.
B*******!
Nyonya. Nyonya. Kau berada dalam kondisi yang buruk.
Silakan parkir mobil di samping.
Kau minum juga kan. Seseorang bisa kehilangan nyawa, nyonya.
Aku akan mengirim unit dalam 15 menit.
Mereka akan membawamu ke rumah sakit dan dokter akan membantumu.
Apa Kau dengar, Nyonya?
Nyonya?
Suamiku membawaku ke dokter.
Tapi dia bilang aku depresi. Dan pemarah.
Bolehkah aku memberitahumu sesuatu, Nikhil?
Jangan beritahu orang lain.
Ya.
Aku bukan hanya depresi dan pemarah.
Ada hal lain juga yang aku takutkan.
Apa?
Suara. Aku dengar suara berkali-kali.
Dan suara itu secara bertahap meningkat.
Itu terus memberi tahuku apa yang harus kulakukan.
Itu berkata aku akan terbebas dari rasa sakitku jika aku mendengarkannya.
Apa yang diperintahkan suara itu kepadamu?
No comments yet. Be the first to leave one.