The first 200 lines.
Aku...
Ayah,
apa yang mau kau bilang?
Terakhir aku...
Qin, kau diam.
Aku tak mau kau bilang begitu.
Sebelum aku pergi...
Pergi apanya?
Maksudku kartu yang sebelum aku pergi,
uang 20 yuan yang Li kalah dariku,
apakah uangnya sudah masuk ke WeChat?
Kau ini,
pada saat ini masih berpikir tentang main kartu?
Kalian harus
ingat akan hal ini ya.
Kenapa aku ada sedikit lapar?
Ayah, wonton yang kubuat
masih panas.
Aku ambilkan untukmu.
Tak perlu, tak perlu.
Aku tak makan saja.
Jika habis makan wonton,
lalu aku mati sebelum mulai
menjalankan operasi,
bukankah sangat menyia-nyiakan wontonnya?
Begitu lagi.
Ayah, pada saat ini
kau masih bercanda.
Baiklah, tak makan wonton saja.
Aku pergi buatkan bubur untukmu.
Baik.
Dasar.
Ayah,
ingin makan wonton yang kau buatkan untukku.
Telah beberapa tahun,
aku belum pernah makan
masakan putri yang dibuat untukku.
Ayah,
maafkan aku.
Aku tak merawatmu dengan baik.
Seharusnya aku yang jangan bilang seperti itu.
Ayah,
apa yang kau cari?
Dalam kamar pasien ini,
tak memasang kamera CCTV dan rekaman, kan?
Kamera CCTV dan rekaman?
Iya.
Apa yang mau kau lakukan?
Kemari putriku.
Kata sandinya
adalah hari ulang tahun Ibumu yang dibalikkan.
Apa maksudnya?
Kau pegang.
Ini adalah uang saku
yang biasa kau berikan pada Ayah.
Ayah tak sembarangan memakai uangnya.
Aku menyimpannya
satu per satu untukmu.
Lalu juga
perusahaan dulu
dan uang pensiunku sekarang
adalah angka ini.
Hanya tersisa itu saja.
Putriku,
kau menikah
tak memiliki pernikahan yang formal.
Ayah juga tak mempersiapkan
mahar untukmu.
Lalu saat ini kena kondisi seperti ini.
Operasi jantung bukanlah hal kecil.
Seberapa pun aku berpikir optimis,
juga harus bertanggung jawab atas kalian berdua.
Aku harus sampaikan sesuatu pada kalian.
Ayah, kau jangan bilang begitu dulu.
Kau simpan uang ini dulu.
Tidak, tidak, tidak.
Seharusnya Ayah yang
merawat putri selamanya.
Apa kau tahu,
aku tak ingin kau cepat dewasa.
Jika mau salahkan,
Ayah yang tua terlalu cepat,
membuat putriku kelelahan.
Ayah,
aku mau mengandalkanmu.
Selamanya mengandalkanmu.
Baik, ayo janji.
Janji.
Oh iya,
uang 20 yuan dari Li...
Aku tahu.
Kau jangan lupa ya.
Aku tak lupa, aku tak lupa.
Bagus, bagus, bagus.
Ini sudah tiga jam lebih.
Tak apa-apa.
Ibu, Yiyue.
Qiaoyan datang ya.
Mereka sudah masuk beberapa jam,
masih belum keluar.
Ibu,
meskipun operasi pasti ada risiko tertentu,
tapi
aku telah menganalisis
semua data operasinya.
Tingkat keberhasilannya tak rendah.
Dokter Xu adalah Kepala Ahli Bedah
spesialis jantung pada
Pusat Medis Jimengen.
Tingkat keberhasilan operasinya
mencapai 97,8%.
Komplikasi jangka pendek
dan tingkat kekambuhannya itu
sangat rendah.
Dia merupakan tangan emas dalam operasi jantung.
Selain Kepala Ahli Bedah,
pembantu satu, dua, tiga,
dan ahli anestesi
adalah tim tetap
yang mengikutinya selama 10 tahun lebih.
Baguslah.
Jika begitu, aku tenang.
Ibu, Anda tenang saja.
Operasinya masih lama.
Kalian pergi istirahat dulu.
Jika masih khawatir,
kalian lihat saja
data umpan balik dalam proses operasinya.
Aku juga telah mengatur
tim ahli lainnya.
Juga melakukan pemantauan data secara bersamaan.
Dengan adanya dua tim, akan lebih terjamin.
Kalian tenang saja.
Semua ini
kau membuatnya dalam semalam?
Ini memang seharusnya aku lakukan.
Bao juga sangat khawatir pada kalian.
Tenang saja.
Ayo kita berjuang bersama.
Terima kasih.
Ayah.
Dokter Xu, bagaimana keadaannya?
Operasinya berhasil.
Kau telah bekerja keras.
Terima kasih.
Terima kasih, Dokter.
Ayo jalan.
Ceker ayam.
Enak sekali.
Dasar mesum!
Aku...
Ayah,
kau sudah bangun?
Bagaimana keadaanmu?
Sakit.
Luruskan.
Kapan aku bisa
menambahkan perlindungan untukku
ke dalam kontrak?
Tak ditambahkan.
Bibi, Anda telah datang?
Qiaoyan.
Wei telah menceritakan semuanya padaku.
Aku juga sudah mengingatkanmu,
tak peduli masalah apa pun
atau siapa pun,
tak boleh menghambat bisnis Grup He.
Lalu kau
karena orang asing yang sakit,
telah mempengaruhi pekerjaanmu.
Dia bukan orang asing.
Dia adalah Ayah dari istriku.
Semua dapat diatur lewat telepon,
kenapa membuang waktumu di sini?
Bibi,
mungkin kebersamaan dalam keluarga
itu juga penting.
Kau tenang saja.
Masalah pekerjaan
aku akan mengurusinya dengan baik.
Bawalah aku ke sana.
Di sebelah sini.
Ayah, Ibu.
Bibi.
Dia adalah...
Ibu,
dia adalah Bibinya Qiaoyan.
Ternyata anggota keluarga ya?
Kau terlalu sungkan.
Kau begitu sibuk,
masih datang untuk menjenguk Qin.
Kau cepatlah duduk, cepat duduk.
- Bibi, biar aku saja. - Silakan duduk.
Duduklah.
Bibi, duduklah.
Maukah Anda makan buah-buahan?
Tak perlu, tak perlu.
Maukah minum segelas air?
Yue Yue, pergi tuangkan minuman.
Tak perlu repot.
No comments yet. Be the first to leave one.