The first 200 lines.
So Joo.
Bibi.
Maaf bibi terlambat. Bibi harus menyiapkan makanan untuk Shin Ae.
Ini dia.
Ini berat.
Terima kasih.
Bibi. - Ya?
Apakah terjadi sesuatu di rumah?
Apa maksudmu? - Apakah ada yang menyusup?
Seperti pencuri atau orang asing?
Apa maksudmu?
Semuanya sedang ada di rumah.
Terima kasih.
Jung Hye.
Ya? - Kamu mengeluarkan sampah di dalam?
Ya. Aku tadi mengeluarkan sampah. Kukira itu sampah.
Ada apa?
Aku mengeluarkan kantong sampah karena truk sampah datang malam ini.
Lupakan saja.
"Episode 31"
Aku yakin Yoon Joong Tae berkata bahwa dia membunuhnya.
Dia melepaskan sabuknya
dan menunjukkan bagaimana dia membunuhnya
sambil gemetar hebat.
Seharusnya kamu melihat wajahnya.
Dia tidak berbohong.
"Penerima: Yoon Joong Tae, Pengirim: Kim Chan Gi"
Siapa yang mengirim ini?
Ini fakta bahwa para jaksa itu berubah menjadi jahat saat mabuk.
Tapi dia selalu bersikap lembut dan pendiam.
Dia cukup populer di kalangan gadis.
Itu adalah Jaksa Yoon Joong Tae dari Kantor Kejaksaan Chuncheon.
Dia datang ke bar sendirian malam itu.
Seolah-olah sedang dikejar,
dia mulai menenggak habis minuman.
Kamu sedang sibuk?
Tidak, aku baru mau pulang.
Dol Mok, aku
bertemu dengan J.
Sungguh? Di mana?
Di depan rumah Kepala Jaksa Yoon.
Dia jelas keluar dari rumah Kepala Jaksa.
Kenapa dia menyusup ke rumah itu?
Entahlah.
Semua kantor yang J rampok belakangan ini
terkait dengan Grup Cheonmun.
Ayah mertua Kepala Jaksa adalah pimpinan Grup Cheonmun.
Apakah mungkin ada dokumen
mengenai korupsi Pimpinan Hong di rumahnya?
Kamu tidak terluka?
Apa?
Kamu bilang bertemu J. Mungkin kamu terlibat dalam perkelahian fisik.
Tapi dia tidak menyerangku.
Itu mungkin karena dia mengenaliku. Dia hanyalah kambing hitam.
Kamu pasti terkejut.
Ya, sedikit.
Tapi kurasa J juga terlihat sedikit terkejut.
Tapi kenapa kamu berusaha keras menangkapnya belakangan ini.
Kamu masih harus memecahkan kasus ayahmu.
Itu persoalan pribadi.
Itu sesuatu yang harus kita kerjakan bersama.
Menangkap J adalah salah satu tugas dari kantor kejaksaan.
Selain itu,
aku harus menangkap J
agar aku tidak mencurigai orang lain.
Aku paham J beraksi karena alasan baik,
dan bersyukur karena dia membantu kita menangkap pencuri kelas kakap,
tapi sejujurnya, aku takut.
Entah apa aku bisa memborgol J.
Maaf. Aku hanya membahas J.
Peluklah aku.
Aku lumayan terguncang hari ini.
Tadi aku ketakutan,
tapi kini sama sekali tidak takut.
Omong-omong, kenapa kamu pergi ke rumah Kepala Jaksa Yoon?
Aku ke sana untuk menemui Bibi Jung Hye.
Kamu tahu?
Kurasa Bibi Jung Hye adalah orang baik.
Jika ayahku masih hidup,
kurasa akan menyenangkan jika dia bersama ayahku.
Dia mengatakan sesuatu?
Tidak.
Ayahku menyelamatkan hidup Bibi Jung Hye.
Dia tidak memberitahuku apa yang tepatnya terjadi.
So Joo, kamu tahu semua data tentang kasus Kim Chan Gi
yang dikerjakan Detektif Kang? - Ya.
Bisakah aku
mendapatkannya di Unit Kasus Belum Terungkap Kepolisian Chuncheon?
Aku akan memanfaatkan jabatanku bersama Detektif Jo.
Ada apa?
Aku tidak ingin kamu pulang.
Ayolah. Kamu harus masuk bersamaku juga.
Benar sekali.
Meski kita tinggal di rumah yang sama, aku tidak ingin kamu pulang.
Karena inikah orang menikah?
Hei.
Sedang apa kalian di situ?
Cepatlah masuk. Ini sudah hampir jam malam.
Baiklah.
Atau kalian bisa pulang besok pagi.
Sakit. - Dasar...
Jangan mengganggu dan angkatlah piring-piring dari meja.
Baik.
Eun Ji, aku harus memberitahumu ini.
Kamu ingat pria tempo hari? Jangan pernah temui dia lagi.
Dia tidak baik.
Bagaimana aku tahu jika kamu hanya berkata "pria tempo hari?"
Pria yang kamu berikan daftar keinginan.
Pria yang tampak cukup menyebalkan.
Kamu tahu dia siapa?
Dia cucu Grup Cheonmun, Lee Yoon Ho.
Dia si Berengsek Lee Yoon Ho.
Dia cucu Grup Cheonmun?
Bukan itu intinya.
Kamu tahu perbuatannya?
Dia membuat Dol Mok berhenti bermain anggar.
Dia menyogok wasit untuk mengambil posisi Dol Mok di tim nasional.
Dia terburuk dari yang terburuk.
Dia bahkan bermain anggar? Dia cukup kompeten.
Hei! - Apa?
Maksudku... Eun Ji,
kurasa kamu tidak mengerti inti ucapanku.
Tidak, dia sangat paham inti ucapanmu.
Hei, sedang apa kamu di sini?
Kenapa kamu kemari dan memberi Eun Ji barang seperti ini?
Kenapa bicaramu sangat santai kepadaku?
Hei,
uruslah restoranmu.
Aku berusaha menjalani bisnis restoranku,
tapi kamu kemari dan membuatku kesal.
Omong-omong, kenapa kamu terus datang dan menggoda Eun Ji-ku?
Jangan ikut campur. Aku bukan kekasihmu.
Sebagai cucu keluarga kaya, kamu tidak terlalu bermurah hati.
Kurasa karena itu bukan uangmu.
Hei, ini adalah prioritas utama.
Setelah ini, aku akan memberinya kosmetik mahal...
Kamu harus memberikan semua kepadanya sekaligus.
Jika memberi sedikit demi sedikit, kamu pikir dia akan terkesan?
Mendekatlah. - Apa?
Dalam hidup, tidak ada lain waktu.
Hanya ada saat ini. Kamu paham?
Ya.
Aku akan membawanya.
Baiklah.
Hei, kamu sangat menyukai barang-barang ini?
Kamu sangat menyukainya?
Haruskah aku membelanjakan lebih banyak uang?
Hei, Gurita.
Bukankah dia terdengar seperti penipu?
Setiap dia bicara,
aku selalu setuju dengannya.
Aku seperti dihipnotis.
Apa? Dihipnotis?
Kenapa kamu dihipnotis Eun Ji? Jangan sampai dihipnotis olehnya.
Ini. Jangan sampai terhipnotis. Kamu akan sadar dari hipnosisnya.
Omong kosong apa itu?
Meski kamu menyuruhku, aku tidak mau dengannya.
Hei, dia
dan kamu
sangat serasi.
Sungguh? Kami serasi, bukan?
Kalian sempurna. - Ya.
Sempurna.
"Jang Dol Mok Meraih Medali Emas di Kejuaraan Dunia Junior"
"Jang Dol Mok, Pemain Anggar SMA, Mendapat Posisi di Tim Nasional"
Apa yang sedang kamu pikirkan?
Sebelumnya aku mencurigai Dol Mok sebagai J.
Kenapa aku terus...
Kenapa aku terus merasa gelisah?
Aku harus menangkap J
agar tidak mencurigai orang lain.
Aku paham J beraksi karena alasan yang baik,
dan bersyukur karena dia membantu kita menangkap pencuri kelas kakap,
tapi sejujurnya, aku takut.
Entah apa aku bisa memborgol J.
Kamu ingin Penyidik Kang memborgolmu?
Saat aku memborgol Ayah,
menurutmu bagaimana perasaanku?
Hei, bangun! Jadilah orang yang suka bangun pagi!
Bangun!
Cepat bangun!
Sejak kematian Nyonya Kim, kita menjadi depresi,
sehingga tidak berolahraga di pagi hari.
Mulai besok, kita akan
memulai dari awal seperti orang baru.
Mari persenjatai diri kita secara mental sekali lagi.
Kita akan berolahraga mulai besok.
Kenapa kamu membangunkan kami pagi sekali hari ini?
Kalau begitu, kita mulai hari ini. - Bukan itu maksudku.
Hanya saja aku mudah lelah karena panas.
Karena itu, kamu harus mengembangkan kekuatan fisikmu.
Kamu tahu?
Aku akan membiarkanmu menjalani pelatihan khusus.
Tidak usah.
Aku tidak mengeluhkan apa pun.
Kakiku masih sakit. Kurasa aku tidak bisa berolahraga.
Berarti kamu membutuhkan olahraga penyembuhan.
Tidak akan ada pengecualian. - Begini...
Aku bekerja lembur setiap malam di toko.
Aku juga harus mengurus Yeo Wool esok paginya.
No comments yet. Be the first to leave one.