The first 200 lines.
Konsep perjalanan ini adalah...
"Jalan Kita ke Sekolah Dengan Penuh Kenangan"
"Kami mengungkap rapor SD para anggota"
"Kurangnya keahlian memecahkan masalah sendiri"
"Harus bicara dengan baik"
"Mereka tumbuh tetap sama"
"Dia egois dan keras kepala"
"Kenangan itu sangat melukai mereka"
"Pemeriksaan fisik untuk menentukan kelas"
"Habislah aku. Aku masuk Kelas Hukuman"
"Mereka berjuang keras untuk masuk Kelas Kehormatan"
"Mereka mengukur berat kepala"
"Dia dengan mudah mengalahkan anggota lain"
"Kalian semua di bawahku!"
"Kelas Kehormatan melawan Kelas Hukuman"
"Mereka pergi ke sekolah untuk makan siang"
"Kelas kehormatan kesulitan mengerjakan PR yang sulit"
"Kita tidak akan bisa makan siang!"
"Secara mengejutkan, Kelas Hukuman sangat sukses"
"Mereka di kelas satu bersenang-senang!"
"Kelas mana yang bisa menikmati makan siang dengan bahagia?"
"Kelas Hukuman menang"
"Mereka disajikan makan siang sekolah yang enak"
"Ya, ini rasa yang kita ingat!"
"Makan malam adalah perang!"
"Apakah hari sekolah ini akan berjalan lancar?"
"2 Days 1 Night"
Ayo.
"Mereka berkumpul di taman bermain"
Berdiri sesuai tim. Jangan berbaur.
- Baiklah. - Baiklah.
- Baiklah. - Kalian gila hormat.
- Kalian bahkan tidak bisa makan. - Tim Putih?
- Apa? - Bandana.
Itu warna tim kalian?
"Bandana termasuk rangkaiannya?"
Ini menunjukkan tekad kuat kami.
- Benar, bukan? - Ya.
Ini menunjukkan tekad dan persatuan kami.
Kami sangat kooperatif.
Jadi, ini saatnya memainkan Permainan Makan Malam.
Gunakan semangat kompetitif kalian.
Kita singa yang kelaparan.
Menu makan malam hari ini
penuh energi sehat musim semi.
Yaitu deodeok dan daging pedas dengan sayuran.
"Deodeok dan daging pedas dengan sayuran"
Itu bagus!
Aku mau daging tumis pedas.
Kita harus makan. Ini makanan utamanya.
Aku mau daging tumis pedas.
- Kita dapat semuanya. - Ya.
Untuk memenangkan makanan ini,
yang harus kalian lakukan adalah
tes kebugaran fisik.
Tes kebugaran 2 Days 1 Night
terdiri dari lima babak.
Kelas kalian adalah tim kalian
dan kelas pertama yang memenangkan tiga babak
akan memenangkan makan malam.
- Kalian tadi ke toko alat tulis. - Ya.
Apa kalian membawa perlengkapan yang dimenangkan?
- Ya. - Perlengkapan ini
akan memberi kalian keuntungan di babak tertentu.
Jagalah perlengkapan itu.
Balon air?
- Lumayan bagus. - Sempurna.
Sayang sekali.
Kalian pasti menyiapkan banyak hal,
tapi kita tidak akan melakukan semuanya.
Manis sekali.
Kami akan ikut bermain sampai babak kelima.
Karena kru sudah menyiapkannya.
Ya, ayo lakukan. Lagi pula, kami sudah kenyang.
"Kalian akan membiarkan kami menang?"
Mari kita berolahraga dan mencerna semuanya.
- Astaga. - Nikmati makan malamnya.
Siapa pria itu?
Siapa pria itu?
- Dia berbalik. - Dia berubah.
Dia kembali ke diri lamanya.
- Tadi dia tidak seperti itu. - Dia berubah, bukan?
- Ya. - Kupikir dia manis,
tapi dia menjijikkan.
- Lihat. - Dia menjijikkan.
Rekan kita penting.
"Jagalah rekan kalian"
Mereka berdua mengubahnya.
Tentu saja.
Babak pertama akan menguji kekuatan otot.
Ini tantangan tinjuan.
Dengan itu?
Kami akan jumlahkan skor para anggota di setiap kelas,
dan kelas dengan skor yang lebih tinggi akan menang.
- Dengan itu? - Aku andal dalam hal itu.
Aku Palu Dongbuichon-dong.
"Aku Palu Dongbuichon-dong"
Aku Palu Dongbuichon-dong.
Apa?
Dia mencoba membuat kita tertawa.
Tidak. Aku memainkan ini dengan teman dan merusak mesinnya.
- Sungguh. - Benarkah?
Aku akan memberi kalian klip legendaris.
Aku lebih dahulu?
"Kelas Kehormatan. Ravi, Seon Ho, Se Yoon"
"Kelas Hukuman. Jung Hoon, DinDin, Jong Min"
Ayo bermainlah.
Lihat dia.
Lemaskan lenganmu.
Dapatkan 1.500.
Apa kamu takut?
- Dapatkan 1.500. - Apa kamu takut?
Dia bicara padamu. Wajahmu ada di benda itu.
- DinDin ada di sana. - Sungguh?
- Lakukanlah. - Aku siap.
"Kelas Kehormatan Ravi siap"
Itu lemah.
"Aku sudah tahu dari suaranya"
- Itu lemah. - Kamu baik-baik saja?
- 300? - 400.
893. Baiklah.
- Dia kuat. - Bagus.
Tinjuku tidak masuk dengan baik.
Aku cukup hebat.
893 poin.
"Giliran Kelas Hukuman Jung Hoon"
Dia memukul di tempat, bukannya berlari memukulnya.
- Dia sudah siap, bukan? - Ini tidak akan berhasil.
- Ayo! - Youn Jung Hoon!
"Berapa skornya?"
Dia memukulnya!
"Suasana tegang"
Itu pukulan yang bagus.
- 918 poin. - Bagus!
Kita jumlahkan ini, bukan?
Tinjunya lemah.
Apa itu, Ravi?
"Anggota tertua bermain lebih baik daripada yang termuda"
Silakan. Kamu akan baik-baik saja.
Seon Ho, fokuslah.
Fokuslah.
- Kamu bisa melakukannya? - Aku bisa melakukannya.
- Berapa rekormu? - Aku bisa lebih dari 1.000 poin.
- Ya? - Ya.
Kamu marah?
"Berteriak"
Marahlah.
DinDin.
- Pukul aku. Pukul aku! - DinDin.
- DinDin. - Pukul aku!
- DinDin. - Pukul aku!
Pukul aku!
"Akan kupukul saja!"
- Pukul aku! - Dia marah.
"Meningkatkan level amarahnya"
DinDin. Aku siap.
Bukankah kamu terlalu...
- Astaga. - Tidak bagus. Mari kita lihat.
"Tidak yakin itu pukulan yang bagus"
- Itu pukulan yang buruk. - Astaga. Tunggu.
Astaga. Tunggu.
- 925. - 925 poin!
"Skor terbaik sejauh ini"
- Astaga. - Kupikir 100.
"Skor saat ini"
Beri aku foto Seon Ho.
Beri aku foto Seon Ho.
"Untuk apa?"
Sekarang, DinDin dengan pukulan lembut.
DinDin yang gigi depannya lebih kuat daripada tinjunya.
- Dia harus memukul dengan giginya. - Ya.
- Seharusnya kutempel kalian berdua. - Dia sudah ikut wajib militer!
- Dua stiker? - Ayo!
Kepalan tangannya paling kecil.
- Omong-omong, - Perlawanan anginnya berkurang.
foto-foto ini
sungguh membuatku termotivasi.
Aku punya target.
Aku akan dapat setidaknya 945.
- Baiklah. - Dongbuichon-dong apa?
- Palu. - Palu Dongbuichon-dong.
Dia salah memalu semuanya.
Dia salah memalu semuanya.
Bisakah kamu berhenti merusak segalanya?
Ada apa denganmu?
- Palu yang tidak berguna. - Tidak berguna.
Kamu lucu sekali.
- Palu apa? - Itu hanya palu plastik.
- Aku siap! - Ini tidak masuk akal.
- Palu plastik. - Dia akan melakukannya!
- Terpukul! - Mari kita lihat skornya!
Dia memulainya!
- Terpukul! - Mari kita lihat skornya!
Dia memberikan beban tubuhnya!
"Harapan tinggi"
- Dia palu plastik. - 885.
"Palu Dongbuichon-dong adalah palu plastik"
- 885 poin. - 885 poin.
Berapa poinku tadi?
Dia lebih lemah daripada aku!
No comments yet. Be the first to leave one.