The first 200 lines.
"Episode 31"
Jadi, ini harinya?
Saat bibi ke pusat komunitas dan bilang ingin membunuh Oh Na Ra?
Apa Go Ya menemuinya hari itu?
Ya.
Aku yakin ada alasannya.
Dia pasti punya alasan kuat untuk menemui ayahnya
sampai tega menipu kita untuk menemui Oh Na Ra.
Lalu apa alasannya?
- Kamu tahu, bukan? - Aku tidak tahu.
Katanya dia akan memberi tahu kita setelah kembali.
Kita hanya harus menunggu.
Astaga, ini sangat membuat frustrasi.
Mungkin seharusnya aku mengikutinya.
Dia menemui ayahnya atau apa?
Hentikan.
Sudah lama.
Sepertinya baru kemarin kamu masuk kuliah.
Kini kamu cukup tua untuk menikah.
Kamu sudah punya pacar?
Belum.
Usiamu sudah pantas untuk berpacaran.
Kenapa belum punya pacar?
Aku sibuk bekerja.
Begitu rupanya.
Ayah mendengar semuanya dari bibimu.
Kamu menjadi wanita yang sangat pemberani.
Jadi, apa pekerjaanmu?
Kamu mengambil jurusan...
Sastra Korea atau Sastra Inggris?
- Sastra Korea. - Benar.
Bagaimana bocah kecil itu, Go Bong?
Dia tidak pernah andal belajar.
Apa dia berkuliah?
Dia sudah mampu menafkahi dirinya sendiri?
Ayah tidak ingin tahu soal putra bungsu Ayah?
- Apa? - Anak
yang saat itu sedang ibu kandung.
Dia laki-laki. Dia baru saja masuk SD.
Bagaimana aku bisa langsung membicarakan uang?
Atau mungkin kami harus makan dahulu.
Benar, kamu masih tinggal di rumah yang sama.
Sejujurnya, ayah merasa terikat dengan rumah itu.
Itu rumah pertama yang ayah miliki atas nama sendiri.
Ayah selalu ingin berkunjung,
tapi tidak pernah berani.
Dan kini tidak terasa sudah 10 tahun.
Waktu cepat berlalu.
Rasanya baru seperti kemarin kita terakhir bertemu.
Aku telah lama mencari Ayah.
Ya, kamu benar. Istri ayah bilang begitu.
Saat mendengarnya, sejujurnya ayah tidak bisa percaya.
Go Ya yang ayah tahu
bukan orang yang akan mencari ayah.
Ayah benar.
Ayah
juga ingin bertemu denganmu.
Jadi, saat mendengar kamu ingin bertemu,
ayah pikir ini kesempatan bagus.
Kenapa kamu mencari ayah?
- Ayah. - Ya, bicaralah.
- Bisakah ayah menyelamatkan adikku? - Apa?
Adikku sakit.
Dia sakit? Apa yang terjadi?
Jadi...
Kamu ingin menemui ayah karena biaya rumah sakit?
Jadi, itu alasannya.
Tapi ayah bisa apa?
Ayah tidak masalah jika harus membayar itu.
Tapi ayah tidak bisa melakukannya sekarang.
Ayah sendiri pun sedang mencari investor.
Seharusnya kamu mencari ayah lebih cepat.
Jika begitu, ayah bisa membayar semua biaya rumah sakitnya.
Ini bukan soal uang.
Dia membutuhkan ginjal ayah.
Apa? Ginjal...
- Ginjal ayah? - Ya.
Apa maksudmu?
Ginjalnnya bermasalah sejak lahir.
Jadi, dia menjalani dialisis, yang menyakitkan bagi orang dewasa.
Dia hanya hidup untuk menjalani hari esok.
Kondisinya sangat berisiko, berusaha bertahan setiap hari.
- Lantas kenapa? - Satu-satunya jalan
agar dia bisa lebih baik, adalah mendapatkan cangkok ginjal.
Tapi ginjal kami tidak ada yang cocok.
Termasuk Ibu, Go Bong, Bibi Tae Ran, bahkan San Deul.
Golongan darah kami A, tapi tetap tidak cocok.
Lalu...
Aku terpikirkan Ayah.
Hanya Ayah
yang tersisa.
Itu...
Kamu meminta ayah
memberikan ginjal ayah?
Kamu mencari ayah untuk meminta ginjal?
Ya.
Hei, bagaimana bisa kamu...
Astaga. Kamu...
Kamu sudah gila.
Kamu benar-benar...
Astaga.
Apa? Ginjalnya?
Kamu meminta ayahmu memberikan ginjalnya?
Ini karena Go Woon?
Itu sebabnya kamu mencari dia?
Ya.
Nama Go Woon sudah lama
berada di daftar penerima cangkok.
Aku tidak bisa menunggu lagi.
Dia masih sangat muda.
Bagaimana jika kondisinya mendadak memburuk...
Bagaimana bisa kamu memutuskan ini sendiri?
Astaga, ayolah.
Mungkin dia tidak mau Kakak pingsan karena merasa khawatir.
Kakak akan sangat marah saat ada yang menyebut namanya.
Tetap saja ini salah. Bagaimana bisa Kakak merahasiakan ini?
Tenanglah. Go Woon bisa bangun.
Lalu apa katanya?
Ya, apa katanya?
Dia bersedia diperiksa?
Tidak, dia menolak.
Dia menolak?
Kakak memintanya menyelamatkan putranya. Kenapa dia menolak?
Go Ya tiba-tiba muncul setelah 10 tahun
dan meminta ginjal. Aku yakin dia terkejut.
Bibi, jangan membelanya.
Bibi lupa dia orang seperti apa?
Sudah kuduga.
Dia masih orang yang sama, tidak memedulikan anak-anaknya.
Menurutku, sia-sia saja Kakak melakukan ini.
Dia bukan seseorang yang mau memberikan ginjalnya.
Jadi, apa yang akan kamu lakukan?
Bagaimanapun, aku akan membujuknya.
Butuh waktu lama untuk menemuinya. Aku tidak akan menyerah begini.
Seperti kata Bibi Tae Ran, aku yakin dia hanya terkejut.
Aku harus bisa meyakinkannya, jika tidak...
Astaga, Yang Sook.
Bibi Yang Soong tidak apa-apa?
Astaga.
Astaga.
Ayo, masuk.
Jantung bibi juga berdebar.
Bayangkan perasaan ibumu.
Aku akan masuk.
Ibu.
Bagaimana bisa kamu membohongi ibu?
Maaf karena aku tidak bilang aku menemui Na Ra.
Aku ingin memberi tahu Ibu
setelah Ayah berjanji akan memberikan ginjalnya.
Aku tidak ingin Ibu mengetahuinya seperti ini.
Tapi, Ibu, ini juga berat untukku.
Sebenarnya aku tidak mau menemui Oh Na Ra.
Tapi aku tidak punya pilihan.
Aku harus menemuinya dahulu agar bisa menemui Ayah.
Kita harus menyelamatkan Go Woon.
Dan hanya Ayah yang bisa melakukan itu.
Ibu tahu impian Go Woon adalah menjadi pemain sepak bola, bukan?
Ibu ingin melihat dia berlari seperti anak-anak lain, bukan?
Diam.
Ibu berharap bisa memukulmu.
Tapi
kamu yakin bisa membujuk bedebah itu?
Apa?
Kamu yakin bisa mengubah pikirannya?
Ya. Itu satu-satunya cara untuk menyelamatkan Go Woon.
Baik. Lakukanlah.
Pastikan kamu membujuknya.
Seperti katamu, bagaimanapun caranya,
buat dia agar mau memberikan ginjalnya kepada Go Woon.
Setelah itu
ibu akan memaafkanmu karena membohongi ibu.
Baik, akan kulakukan. Aku akan mengubah pikirannya.
Setelah 10 tahun, bagaimana bisa dia berkata begitu?
Ada apa?
Aku tidak percaya.
Aku menemui Go Ya hari ini.
Gadis keras kepala itu. Akhirnya dia menemuimu?
Lalu? Apa katanya?
Kenapa dia mau menemuimu?
Dia bilang... Astaga.
- Dia meminta ginjalku. - Apa?
Tampaknya ginjal adiknya bermasalah.
Adiknya?
Yang masih di kandungan Yang Sook saat aku menceraikannya.
Ginjalnya bermasalah sejak lahir
dan butuh cangkok.
Ginjal anggota keluarga lain tidak ada yang cocok.
Dia bilang akulah harapan terakhir mereka.
Lalu? Kamu bilang apa kepadanya?
Kamu menyetujuinya?
Apa aku gila? Aku tidak mau perutku dibedah pada seusia ini.
Kubilang kepadanya untuk tidak menghubungiku lagi.
Hanya itu?
Seharusnya kamu memukulnya agar dia sadar.
Entahlah.
Aku mengharapkan investasi.
Investasi?
Kenapa kamu mengharapkan investasi dari putrimu?
Kamu bilang
ada banyak orang yang ingin berinvestasi pada usahamu.
No comments yet. Be the first to leave one.