The first 45 lines.
=Jatuh Cinta Lagi=
=Episode 1= =Jadilah Milikku! Pemuda!=
Namaku Lin Nuannuan,
seorang pekerja yang rajin.
Sedangkan pekerjaanku hari ini,
dimulai dari beri nilai.
Berbadan kurus tetap berpakaian ukuran kebesaran.
Leher bulat tetap dipadukan kerah bulat,
tiga poin.
Sangat mengganggu dan menjijikkan.
Wajah gadis kecil penuh dengan ketidaksukaan, apakah tidak kelihatan?
Poin minus.
Berikan gadis cantik ini segelas
koktail.
Mentraktir aku minum alkohol?
Tentu saja.
Alasannya?
Memperingati cinta pandangan pertama kita.
Ini terlalu cepat.
Cinta tidak membutuhkan waktu,
cukup dengan satu pandangan.
Bagus sekali, akhirnya bertemu dengan orang yang satu pikiran denganku.
Jika kita begitu cocok,
bagaimana jika menikah sekarang?
Apakah keluargamu memiliki rumah?
Berapa kamar dan berapa ruang?
Bayar penuh atau cicilan?
Distrik sekolah atau distrik pusat bisnis?
Aku masih ada urusan, mau pergi dulu. Berbincang lagi lain kali.
Cinta adalah investasi berisiko yang paling membuang waktu di dunia.
Tanpa itu, kehidupan tetap berlanjut.
Ada itu, kehidupan pasti sulit.
Halo?
Melirik apa?
Nilai rata-ratanya bahkan tidak mencapai lima.
Kalau begitu, aku harus bagaimana?
Apakah aku harus berdoa kepada Tuhan untuk menjatuhkan satu dari langit?
Terima kasih.
Bukan masalah.
Hei,
pemuda.
Siapa namamu?
Berapa umurmu tahun ini? Berapa tinggimu?
Seharusnya 185cm, ‘kan?
Berapa lingkaran dada, pinggang dan pinggulmu?
No comments yet. Be the first to leave one.