The first 200 lines.
Kau mau bertarung?
Ayo kita bertarung sekarang!
Kazu-kun, tenanglah!
Aku tidak suka dipukul ataupun memukul, Aku bahkan tidak suka disentuh.
Permisi.
Tunggu!
Tolong, lepaskan!
Takahashi-san!
Takahashi-san!
Kau bercanda...
Takahashi-san! Takahashi-san!
Dia tidak mati, kan?
Takahashi-san!
Aku di mana?
Kau...Kau siapa?
Takahashi-san?
Dan aku siapa?
Ini pasti...
saat kepalamu terbentur dan hal itu terjadi pada ingatanmu.
hal itu?
Maksudku...
Ini adalah hal yang buruk.
Bercanda.
Tidak, maksudku,
Aku tidak pernah menyangka akan terluka ketika melindungi seseorang.
Seperti di film.
Lalu ini terjadi,
bukankah biasanya karakter itu akan hilang ingatan?
Semua ini membuatku teringat adegan itu.
Takahashi-san, apa kamu tipe yang suka bercanda?
Maaf, tiba-tiba saja aku memikirkan hal itu.
Dan bisa tolong panggilkan ambulans?
Sepertinya pinggangku cedera tanganku juga sepertinya patah.
Okay!
m
~ Kaizen Subs ~ Translation - @GK170502 & @onepunchgin Timing - @CHI159SHORI & @ofcodeskeys Alih Bahasa Indonesi: BLADE
Makanya sudah kubilang, kan. Sebaiknya naik taksi saja.
Ini.
Okay!
Terima kasih.
Aku benar-benar minta maaf!
Karena aku...
Gara-gara aku kau jadi terluka parah.
Badanku bergerak dengan sendirinya. Kau tidak perlu meminta maaf.
Aku benar-benar minta maaf.
Aku maafkan.
Terima kasih.
Kau tahu arah pulang?
Kalau begitu sampai di sini.
Maaf, sudah menemani kami sampai pagi.
Kalau begitu...
Sepertinya aku memang harus membantumu.
Tidak perlu, tidak apa-apa.
Kau tidak apa-apa?
Aku baik-baik saja.
Biarkan aku bantu.
Kazu-kun!?
Berdiri pelan-pelan.
Apa punggungmu baik-baik saja?
Iya.
Terima kasih sudah membantu kami, Kazu-kun.
Aku akan menyiapkan teh
Youkan- Jelly yang dibuat dari pasta kacang merah
Ada youkan di lemari dapur.
atau kalau mau makanan ringan lain...
Ah, tidak perlu.
Sakuko, kau tidurlah sebentar sebelum berangkat kerja.
Aku akan mengambil koperku.
Okay.
Mengambil koper?
Aku akan tinggal di sini.
Sebagai seorang pria, aku akan bertanggung jawab secara penuh.
Tanggung jawab?
Sampai kau bisa bergerak secara normal, aku akan tinggal di sini untuk merawatmu.
Aku tidak mau.
Tidak usah sungkan, semuanya akan baik-baik saja.
Jatah cutiku masih ada sisa jadi aku akan menggunakannya.
Aku bukannya sungkan kau tidak perlu sampai cuti.
Aku tidak mau merepotkan orang asing.
Tapi kau juga belum terlalu lama mengenal Sakuko, kan?
Itu karena kami adalah 'keluarga'.
Itu alasannya.
Saat kami menunggumu di rumah sakit
Sakuko sudah menceritakannya padaku.
Tapi sejujurnya aku masih belum paham
bagaimana 'keluarga' ini, berbeda dari pasangan kekasih.
Kan aku sudah menjelaskan padamu berkali-kali.
Kalaupun kau tiba-tiba bilang sesuatu
seperti aseksual aroma apalah itu, aku sama sekali tidak mengerti istilah itu.
Maksudku kita berdua pacaran, kan?
Aku baru menyadarinya belakangan ini.
Kalaupun kamu menjelaskan sesuatu yang serumit itu...
Seorang pria dan wanita hidup bersama tanpa merasakan apapun
bagiku itu sama sekali tidak normal.
Tolong jangan paksakan pandanganmu kepada kami.
Dan Sakuko-san. Sebaiknya kau berhati-hati saat kau coming out.
Coming out?
Mengumumkan seksualitas kita terutama tanpa memberitahuku.
Aku minta maaf!
Apapun itu!
Aku tidak merasa penjelasanmu cukup menyakinkan.
Dan karena kita memang belum putus, aku juga ingin memahami ini.
Jadi sepertinya ini kesempatan yang bagus.
Maksudku, kalau aku tinggal bersamamu Aku mungkin akan sedikit memahamimu.
Sekaligus melaksanakan tanggung jawabku.
Ini kesempatan yang bagus, kan?
Kau tidak perlu memahami kami.
Lagipula kasihan kalau hanya Sakuko yang membantumu,
kan?
Itu...
Tanpa orang lain membantumu, kau tidak bisa kemana-mana, kan?
Bukankah itu akan jadi masalah?
Itu...
Takahashi-san?
Sebenarnya...
Aku tidak bisa tidur nyenyak tanpa futonku.
Biarkan aku yang menolongmu!
Kalau begitu sudah diputuskan! Tidak apa-apa, kan?
Bagus! Kalau begitu akan menyiapkan baju gantiku.
Ini pertama kalinya aku tinggal di rumah lama bergaya jepang.
Benarkah?
Aku akan merawatmu dengan sangat baik!
Hati-hati ada undakan.
Selanjutnya kemana?
Pagi!
Ini-
Selamat pagi.
Selamat pagi.
Di sini?
Iya.
Aku akan menurunkanmu.
Okay.
Silakan.
Takahashi-san, kau mau udon?
Iya.
Kalian makan mie instan di pagi hari?
Udon adalah menu tetap untuk sarapan.
Biasanya Takahashi-san membuatnya sendiri. Keren, kan?
Apa?
Tuh, kan! Seperti pasangan kekasih!.
Apanya?
''Makan Udon buatan sendiri untuk sarapan setiap hari.
Itu yang kami lakukan di sini.''
Seperti pasangan, kan?
Itu karena kau melihatnya sebagai orang yang pro-romans.
Tapi makan mie instan di pagi hari...
Sakuko, buatkan sesuatu. buatkan apapun.
Kenapa kau tidak memasak sendiri?
Aku tidak bisa memasak.
Tidak bisa memasak?
Aku mau sarapan yang pernah
kau buatkan dulu, roti bakar dengan...
keju dan telur yang berantakan.
Baiklah.
Memangnya kenapa?
Enak!
Kau berlebihan.
Aku suka masakanmu yang berantakan.
Berhenti bilang masakanku berantakan.
Kau harus mencicipi masakan
yang dibuat Takahashi-san.
Kau jago masak?
Kalau begitu tolong buat aku kenyang.
Tidak mau.
Ngomong-ngomong, Sakuko-san..
Semalam, apakah kau menelepon manager supermarket kita?
Iya, aku pikir kalau kau cuti,
pasti akan mempengaruhi pembagian shift dan hal-hal lain.
Tadi, aku menelepon manager dan mereka sangat berterima kasih.
karena kau sudah memberi tahu mereka kau juga sudah sangat membantuku di rumah sakit.
Aku sangat berterima kasih.
Bukan masalah besar.
Kalau...
Kalau suatu saat nanti aku kecelakaan,
kalau dibutuhkan, apakah tidak apa-apa kalau aku memberikan nomor teleponmu
kepada orang lain?
Maksudku sebagai nomor kontak darurat?
Sama sekali tidak masalah! Keluarga seharusnya seperti itu.
Nah! Lagi-lagi, kan? Bertingkah seperti pasangan kekasih!
Di mananya?
Di mananya!?
Bagaimana kalian bisa tidak paham, sih?
Meminta bantuan pasangan, menelepon tempat kerja.
Kau sudah melewati fase pasangan Kau sudah seperti istri!
Seperti istri...
Aku hanya senang karena bisa menolong Takahashi-san.
Persis, itu yang dilakukan istri yang baik.
Seperti itulah rasanya ketika kau menyukai seseorang.
Aku akan dengan senang hati menolong siapapun yang dekat denganku.
Kau hanya mengaitkan segala sesuatunya dengan alasan romantis.
Jadi logikaku yang aneh?
Iya.
Masalahnya sama sekali bukan itu.
Saat kau menggunakannya sebagai kontak darurat itu sama halnya kau melamarnya, kan?!
Pasti ada perasaan yang terlibat di situ, kan?
Sakuko-san, sudah saatnya kau berangkat kerja.
Jangan mengabaikan aku!
Tapi...
Kau sedang sibuk dengan persiapan acara natal, kan?
Kau pernah bilang kalau kau mengambil alih proyek juniormu.
No comments yet. Be the first to leave one.