Release info

여름아 부탁해 Home for Summer E02 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Download di oppa.kdramaindo.tv. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2019-05-01
Downloads: 7
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"

"Pemirsa diharap bijak"

"Home for Summer"

"Lee Young Eun, Yoon Sun Woo"

"Kim Sa Kwun, Lee Chae Young"

"Kim Sun Ho, Na Hye Mi"

"Kim Ye Ryung, Kim Hye Ok, Lee Han Wi"

"Kang Seok Woo, Moon Hee Kyeong"

"Song Min Jae"

"Home for Summer"

- Lepaskan aku. - Kita bisa membicarakannya.

- Apa? - Tidak boleh memakai kekerasan.

Orang-orang melihat.

Aku akan segera memindahkan mobilku.

Ini benar-benar konyol.

Pindahkan mobilmu.

Akan kudorong, kamu yang mengemudikan.

Baiklah.

Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

Terima kasih.

Sampai jumpa.

Maafkan aku soal yang tadi, Sang Mi.

- Tolong urus mobilku. - Baiklah.

Ada yang bisa kubantu?

Aku ada janji dengan Dokter Ju Yong Jin.

- Kamu Dokter Han Jun Ho? - Ya.

Ikutlah denganku. Dia menunggumu.

- Hai, Sang Mi. - Hai.

Dia lebih tampan daripada fotonya.

- Siapa itu? - Dokter baru yang kita pekerjakan.

Begitukah?

- Hai, Profesor Ju. - Masuklah.

Sudah lama tidak ada yang memanggilku profesor.

- Bisa kamu buatkan kami teh? - Tentu.

- Silakan duduk. - Baiklah.

Aku sering menontonmu di TV.

Maaf aku tidak sempat menemui Anda.

Mengirim SMS tiap hari raya sudah cukup.

Aku akan lebih sering menemui Anda.

Daripada begitu,

bagaimana kalau kamu menemuiku tiap hari?

Apa? Apa maksud Anda?

Mari kita bahas pelan-pelan sambil minum teh.

Baiklah.

Minumlah.

Ini untukmu.

Sang Won akan pulang, bukan?

Benarkah?

- Kamu tidak tahu? - Tidak.

Dia bloger terkenal di industri makanan.

- Seseorang mensponsori bukunya. - Begitukah?

Kenapa kamu mempekerjakan dokter baru?

Kontrak Dokter Lim selesai bulan ini dan tidak akan diperpanjang.

Para pasien tidak begitu puas dengannya.

Apakah dokter yang kulihat itu hebat?

Dia sudah bekerja selama tiga tahun dan karena orang-orang

sudah mengenalnya, dia pasti hebat.

- Dia juga masuk TV. - Benarkah?

Para dokter bodoh tidak punya kemampuan.

Alangkah melegakan jika mereka hanya kekurangan kemampuan.

Mereka juga tidak ramah dan itu membuatku kesal.

Dahulu kamu anggota klub seni, bukan?

Bagaimana Anda tahu?

Saat itulah aku melihat potensimu.

Aku berpikir kamu akan menjadi dokter bedah yang andal.

Terima kasih.

Aku sudah mencari tahu

bahwa tampaknya kontrakmu hampir habis.

Bagaimana jika kamu bekerja untukku?

Terima kasih, tapi aku berencana memperpanjang kontrak dengan mereka.

Mereka tidak lebih baik daripada kami

dalam hal ukuran dan reputasi.

Itu tempat kerja pertamaku setelah mendapatkan gelar spesialis.

Kamu bersikap setia?

Maafkan aku.

Itu hanya membuatku makin menginginkanmu.

Lalu, selain gajimu saat ini,

aku akan menambahkan insentif lima persen. Bagaimana menurutmu?

Anda akan memberiku insentif lima persen?

Tentu. Kamu sepatutnya menerima yang sepadan dengan kehebatanmu.

Ya ampun, kita selesaikan prosedurmu sekarang?

- Bisakah kulakukan lain kali? - Kenapa?

Tiba-tiba ada urusan penting.

Sang Mi.

- Mobilmu baru saja dijemput. - Baiklah.

Apakah ayahku punya rencana malam ini?

Dia akan makan malam bersama Pak Park.

Begitu rupanya.

Perbaikan mobilmu butuh sepekan, jadi, ada mobil pengganti untukmu.

Beri tahu mereka, aku tidak membutuhkannya.

- Ayah. - Hai.

Aku tidak tahu Ayah kedatangan tamu.

- Akan kukabari setelah kupikirkan. - Tentu. Baiklah.

Tapi jangan terlalu lama memikirkannya.

Baiklah.

Terima kasih lagi.

Jadi, kamu adalah murid ayahku.

Kalian sudah saling mengenal?

Aku sudah bilang mobilku tiba-tiba mogok.

Dia membantuku.

Benarkah? Astaga, terima kasih.

Itu bukan apa-apa.

Aku Ju Sang Mi, putri dari direktur klinik ini.

Aku Han Jun Ho.

Omong-omong, ada apa kamu kemari?

Kurasa aku bisa pulang bersama Ayah.

Ayah tahu mobilku rusak.

Tidak bisa. Ayah ada pertemuan dengan seseorang malam ini.

Naiklah taksi.

Aku tidak suka naik taksi. Tidak nyaman.

Apakah kebetulan kamu ada kegiatan?

Tidak.

Bisakah kamu mengantarku pulang?

Naik taksi saja.

Kenapa kamu meminta bantuannya saat dia sibuk?

Tidak apa-apa. Aku akan mengantarmu.

Aku sedang menulis halaman terakhir. Akan kukirimkan kepadamu besok.

Ya. Sampai jumpa.

Astaga, aku lapar sekali.

- Siapa itu? - Ini aku, Geum Hui.

Ada apa dia kemari?

Kamu tidak punya sisa lauk, bukan?

Makanlah nasi daripada ramyeon instan.

Aku membawakanmu bulgogi.

Taruh saja di sini. Aku bisa melakukannya sendiri.

Kamu bisa memintaku mengambilnya karena kamu harus berhati-hati.

Kuanggap ini sebagai olahraga.

Haruskah kukirimkan pembantu setidaknya sepekan sekali?

Astaga? Aku akan membersihkannya.

Jika membutuhkan pembantu, aku akan mempekerjakannya.

Aku mampu.

Maka, pekerjakan seseorang. Aku memohon kepadamu.

Astaga. Baiklah. Akan kulakukan.

Jadi, berhentilah mencemaskanku dan perhatikan dirimu sendiri.

Baiklah.

Kamu tahu pekan ini ada peringatan kematian ibumu, bukan?

Kamu akan menyiapkan upacara peringatannya?

Lupakan saja. Jangan lakukan dalam kondisi ini.

Akan kubuat yang sederhana.

Sudah kubilang, tahun ini tidak perlu diadakan.

Menikahlah secepat mungkin

agar aku bisa menyerahkannya kepada istrimu.

Aku tidak akan mengadakan upacara kematian setelah menikah.

Kamu harus mengikuti keputusanku.

Kamu punya niat untuk menikah?

Itu masalahnya.

Astaga.

"Spesialis Operasi Pembentukan Tulang Wajah"

Istrimu akan menyiapkan upacara peringatan untuk Ibu.

Cobalah hentikan dia.

Baiklah.

Di mana kamu tinggal?

Ayo pergi ke Cheongdam-dong dahulu.

Aku ingin memesan meja.

Untuk dua orang.

Ini Ju Sang Mi. Aku akan tiba 30 menit lagi.

Terima kasih.

Apa ini?

Astaga. Ini menjijikkan.

Astaga. Ini menyebalkan sekali.

Menjijikkan.

Astaga. Aku kesal sekali.

Aku sudah menyiapkan mobilnya, Bu Heo.

Aku tidak akan pergi.

Pergilah ke toko roti seberang jalan dan belikan aku sekotak hwagwaja.

Hwagwaja? Yang mana?

Belikan saja yang paling murah.

Baiklah. Akan kubelikan.

Ada yang bisa kubantu?

Aku ingin membeli hwagwaja yang paling murah dan paling mahal

di toko roti ini. Akan kubayar terpisah.

Baiklah.

Lihat ini.

Halo?

Kenapa kamu berbisik, Yong Soon?

Aku sedang di perpustakaan.

Astaga. Kamu membuatku cemas.

Kalau begitu, pergilah ke lorong.

Aku sudah berada di lorong.

Kalau begitu, kamu bisa bicara lebih lantang.

Meski begitu, aku sebaiknya tidak bicara lantang di sini.

Ya, kamu bisa.

Tidak bisa.

Astaga. Baiklah.

Aku akan setuju denganmu mulai sekarang.

Kamu ingin mampir ke rumahku?

Kenapa?

Seseorang memberiku sekotak hwagwaja sebagai hadiah,

tapi tidak ada siapa pun yang mau memakannya.

Jadi, mampir dan makanlah.

Terima kasih.

Aku akan menikmatinya.

Kamu akan mampir sekarang?

Aku akan datang nanti.

Kenapa nanti?

Rasanya akan enak jika kamu memakannya sekarang.

Datanglah sekarang, ya?

Baiklah. Aku ke sana sekarang.

Dia membuatku sangat kesal.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left