Long Vacation

Long Vacation (ロングバケーション)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Long Vacation 1996 S01E09 1080p WEB-DL AAC H 264-NSBC
A Commentary by Akogi
Viu

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
1080
Published on: 2020-10-08
Downloads: 73
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Universitas Seni Jepang"

Aku sudah memikirkannya.

Karena kamu akan mengikuti Kompetisi Musik Otowado,

lebih baik belajar dari guru yang bagus.

Sena. - Ya.

Kamu kenal Kazuhisa Odajima?

Tentu saja.

Dia seorang profesor

di Akademi Musik dan Tari Nasional, bukan?

Semua orang mengenalnya.

Sebenarnya,

dia mantan teman sekelasku.

Kamu mau belajar darinya?

Apa?

Aku memintanya untuk mengajarimu dengan Ryoko Okusawa.

Ryoko juga akan ikut kompetisi?

Ya.

Aku sangat menantikan penampilan kalian.

Gadis itu tidak datang belakangan ini.

Ya.

Apa terjadi sesuatu padanya?

Aku cukup menyukainya.

Dia terus terang dan ceria.

Aku juga menyukainya.

Sepi, ya!

Aduh.

Astaga, dia menaruh barang sembarangan lagi.

Kita bertengkar hebat kemarin.

Aku sangat marah sampai ingin memukulimu

dan menjadikanmu pai daging,

tapi aku masih kesepian.

Aku ingin menyalakannya bersamamu,

tapi hujan turun.

"Tapi hujan turun."

Begitukah?

Sampai jumpa!

Baiklah.

Bagus.

Sangat bagus.

Benarkah?

Ya.

Itu hebat.

Aku ingin mendengar kalian berdua bermain lebih dahulu.

Sena, bermainlah.

Baiklah.

"Episode 9"

Bagaimana menurutmu?

Bagaimana menurutmu?

Tidak sesuai standar yang kuinginkan.

Kalau begitu,

datanglah saat kamu sudah mencapai standar.

Aku tidak punya waktu untuk berlatih denganmu.

Baik.

Okusawa.

Mainkan lagi.

Baiklah.

Seharusnya begini cukup.

Maaf.

Aku tidak akan pernah bisa merakit itu.

Terima kasih.

Minami, omong-omong,

mari lanjutkan pembicaraan kita sebelumnya.

"Pembicaraan kita sebelumnya?"

Ya.

Tentang mantan istri dan anakku.

Baiklah.

Aku menikah di usia 27 tahun.

Lalu kami punya Takeshi.

Takeshi.

Itu nama anakku.

Berapa usianya?

Usianya enam tahun sekarang.

Masih sekolah dasar. - Ya.

Aku masih menjadi asisten fotografer saat itu.

Aku selalu fokus bekerja.

Aku hampir tidak pernah pulang.

Saat itu, aku sangat bersemangat.

Bersemangat mungkin bukan kata yang tepat.

Aku sudah berusaha semampuku.

Lalu, suatu hari,

istriku bilang tidak ada gunanya bersama seperti itu.

Dia berharap aku bisa memberinya sepersepuluh semangatku saja

terhadap fotografi.

Lalu kami bercerai.

Setelah itu, aku berpikir untuk sendiri.

Kupikir sangat merepotkan memikirkan perasaan orang lain

dan berpikir demi orang lain.

Tapi sebenarnya,

aku hanya takut kembali jatuh cinta.

Silakan.

Terima kasih

karena memberitahuku semua ini.

Terima kasih.

Dia tidak perlu mengatakan itu tentangmu.

Tidak apa-apa.

Sena.

Memancing yoyo. - Ya.

Aku rindu bermain itu.

Mari bermain.

Tidak. - Ayolah.

Tidak. - Mari bermain sebentar.

Ayolah.

Awas!

Itu sangat berbahaya.

Sena.

Tidak apa-apa.

Maaf. - Maaf.

Aku sungguh minta maaf.

Untung saja bukan kamu yang terluka.

Apa?

Lagi pula, jari-jarimu berbeda dari jari orang lain.

Bagaimana aku menjelaskannya?

Jari-jarimu seperti burung yang menari di air

saat memainkan piano.

Kamu menjadi seperti penyair lagi, Sena.

Terima kasih. Aku baik-baik saja sekarang.

Kamu baik-baik saja sekarang?

Tapi,

tanganku

seperti batu

di piano.

Sena.

Saat malam memang dingin.

Hati-hati di jalan.

Terima kasih banyak.

Kamu banyak membantu.

Minami.

Setelah aku memberitahumu semuanya,

aku merasa sangat lega.

Tidak, aku yang lega.

Mungkin aku yang takut.

Takut untuk kembali mencintai.

Itu sebabnya aku akan bekerja keras dengan rehabilitasi hatiku.

Rehabilitasi hati?

Di luar dingin, pulanglah.

Baiklah.

Hati-hati di jalan.

Selamat malam. - Selamat malam.

Sebentar.

Hei.

Lama tidak bertemu.

Boleh aku masuk?

Silakan masuk.

Pertama,

ini siomai khusus kami

dan lumpia segar.

Selain itu,

ada juga perilla ungu dan nasi goreng ikan.

Akan lebih baik jika kamu memanaskan ulang ini.

Maaf, aku tidak punya itu.

Kamu tidak punya microwave?

Tapi kenapa kamu membawa itu?

Ryoko bilang tanganmu terluka.

Begitukah?

Kurasa kamu tidak akan memasak karena tinggal sendiri.

Kamu tidak berencana memasak, bukan? Begitulah pria.

Kamu mau?

Ya. - Kamu mau?

Aku belum makan apa pun.

Bagus. Mau makan bersama?

Itu ideku, jadi, aku juga belum makan.

Benarkah? - Ya.

Kakakku... - Apa?

Bukan apa-apa.

Apa kakakku kembali?

Tidak, dia tidak pernah kembali setelah pindah.

Dia bahkan tidak menelepon.

Aku juga tidak mencarinya.

Begitukah?

Dia mungkin akan menikah.

Bersama Sugisaki?

Ya.

Dia tidak mengatakannya secara resmi,

tapi rasanya begitu.

Sepertinya semua berjalan lancar. - Ya.

Dengar.

Dia mungkin berpikir sudah waktunya berumah tangga.

Ibuku juga mencemaskannya.

Itu aneh.

Maaf, aku menguncinya.

Jika kamu ingin bermain, kuncinya ada di gelas di sana.

Begitukah?

Kalau begitu, aku akan memainkannya.

Hei. - Apa?

Kenapa kamu menguncinya?

Aku ingin menyerah bermain piano.

Kenapa? Karena tanganmu?

Tidak, ini hanya luka biasa.

Dokter itu terlalu berlebihan.

Bukan begitu.

Aku hanya merasa sudah waktunya.

Kurasa itu juga disebut bakat,

bisa mengenali batas kemampuan seseorang.

Jadi, aku berencana untuk menyerah dengan piano

dan juga mundur dari kelas musik,

lalu mencari pekerjaan tetap.

Orang-orang di universitas mungkin memberiku rekomendasi.

Kamu mau minum sesuatu? - Tentu.

Kalau begitu, mau minum ini?

Ada apa? - Apa?

Long Vacation subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Long Vacation

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left