The Wonder Weeks

The Wonder Weeks (Oei, ik groei!)

Download Indonesian Subtitle

Release info

ㅡThe Wonder Weeks NF-RT-01:31:02
A Commentary by DD_Movie

Tags

other
Published on: 2023-09-12
Downloads: 21
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

THE WONDER WEEKS

- Aku tak bisa. - Bisa. Kau pasti bisa.

Percaya pada nalurimu. Atur napas jika sakit.

Kau saja yang atur napas, Barry.

Kau hebat. Teruskan.

Jangan rekam! Singkirkan ponselmu!

Kaumau ini, percayalah. Ini kenangan indah.

- Kaj? - Ya?

- Bagaimana? - Bagus. Aku datang.

Apa harus pakai stoples selai?

Ini stoples untuk Didi dan Teun dahulu.

- Dua kali coba, dua kali sukses. - Kita coba ketiga kalinya.

- Ya. Bisa kita bicara? - Apa, sekarang?

Aku cuma berpikir pasti seru

jika Didi dan Teun sesekali menginap.

Menurutku itu bukan ide yang baik.

Kau tak bisa mengurus diri, apalagi mengurus anak.

Kita bicarakan lain kali, ya? Tidak sekarang.

- Tentu. - Bagus. Terima kasih.

Ross, semoga berhasil.

Boleh minta selai kacang?

Hm…

Sudah pilih nama untuk anak kalian?

Fred. Seperti nama ayahku.

Fred? Kaumau menamainya Fred?

Bayangkan di sekolahnya nanti. "Hai, Freddy." Yang benar saja.

- Jelas tak bisa. - Aku suka nama itu.

- Mohammed. - Mohammed?

Itu nama paling umum di dunia.

- Ya, lantas? - Lantas?

- Samih. - Samih.

Samih Fred Ouazzani. Selamat datang di dunia. Selamat.

- Pakai nama belakangku, De Jong. - Nama belakangmu?

Halo! Hai, Mungil.

Kau akan punya ayah dan ibu terbaik di seluruh dunia. Ibu janji.

- Berapa nilai Apgar-nya? - Bayimu sangat sehat.

- Nilainya tujuh. - Berarti kita tak perlu khawatir.

- Tujuh? - Itu bagus, bukan?

Apa tesnya bisa diulang?

THE WONDER WEEKS

Kau gadis manis yang kekar, ya?

Kurasa kau tak bisa duduk karena kelebihan beberapa kilogram.

Ayo, balik badan, Gendut.

- Apa dia bilang "gendut"? - Sudah selesai.

Hai, Sayang.

Putrimu ada di batas tertinggi grafik pertumbuhan.

Kurva pertumbuhannya terus meningkat. Itu bisa berdampak panjang

terhadap perkembangan motorik, fisik dan sosial emosionalnya.

Maaf?

Bayi kalian kegemukan. Kode kuning.

- Apa? - Itu tak mungkin.

Kami mematuhi jadwal makan dan tidurnya.

Kuberikan vitamin D tetes, ada kartu simulasi di kepala ranjangnya…

Ibu tak perlu terlalu khawatir. Ibu gelisah sekali, ya?

Apa kau terkejut?

Bisa berguling? Seharusnya bisa.

- Belum. - Belum.

Astaga. Ada yang salah dengan anak kita. Dia belum bisa berguling.

Kalian berdua bekerja, 'kan?

Ya. Anne baru saja kembali bekerja.

- Aku sesekali bekerja di rumah. - Sudah kuduga.

Untunglah dia akan diasuh di TPA. Perkembangan sosial dan emosinya terbantu.

Kami masih punya masalah soal itu.

Semua tempat penitipan anak di daerah kami penuh

karena semua orang punya anak selama pandemi.

Kalian harus sering bersama Mia.

Jangan ditinggal di boksnya seharian

dan hanya melihat kartu stimulasi, ya?

Lakukan kegiatan berbeda. Yoga bayi, renang, semuanya membantu.

Mia minum susu pukul 11.00 dan tidur pukul 12.00-14.30.

Tolong pastikan tidurnya dalam kantong tidur.

Jika menangis, artinya dia mengalami satu lompatan perkembangan.

Jika kaulupa, lihat saja kalender perkembangannya…

Kita sudah bahas ini sepuluh kali.

Sebenarnya tak serumit itu.

Ingat daftarnya. Susu botolnya jangan lebih dari 30 derajat.

- Tes dulu di tanganmu. Itu penting. - Sayang, aku bisa. Sungguh.

- Aman. - Semoga berhasil.

Astaga!

Apa susunya hanya ini?

- Barry! - Sial.

Maaf, tetapi ini tak termasuk kesepakatan.

Kau tak bisa ingin jadi ayah dari anak ketiga.

- Kau donor. Titik. - Aku tahu.

Kenapa sekarang? Kau tak pernah tertarik dengan anak-anak kami.

Sulit membayangkan aku bukan bagian dari hidup mereka.

Yang benar saja.

- Apa? - Tidak.

Mereka anak-anak kami. Anak-anak kami.

Dengar, Kim. Hidup kalian tak akan berubah.

Aku bisa berubah.

Aku bisa lebih bertanggung jawab, jadi bagian dari keluarga, bantu kalian.

Mungkin punya figur ayah bukan ide yang jelek untuk mereka.

Beginilah jika donornya adalah sahabat.

Apakah Kaj ayahku?

Ya, Sayang, ia ayahmu.

Kejutan.

Anne, ada kejadian penting.

Apa kau membaca tabloid?

- Tidak. - Serius?

Ini. Selebriti putus hubungan. Kabar baik untuk firma kita.

Aku berniat menyerahkannya kepada Floris.

Floris? Kenapa? Aku selalu tangani kasus perceraian.

NINA ZOMERS BERCERAI

Apa tak memberatkan karena kau ada anak?

- Tidak. Aku akan mengejar ketinggalan. - Bagus.

- Bisa minta tolong, Dirk-Jan? - Tentu saja.

- Keluarlah. - Ya. Tentu saja.

Benar. Maaf. Semoga sukses dengan…

Hai! Bisa bantu aku?

- Maaf, tak sempat. - Tunggu…

- Sekarang sempat? - Ya, harga bensin naik banyak.

- Kau kurir sepeda. - Ya.

Ini. Bisa antarkan ke rumahku? Di Koningslaan 60.

- Enam puluh. - Bisa? Baik.

Beri tahu suamiku untuk mengecek suhu susu di tangannya.

Baik.

Seharusnya kauserahkan minggu lalu.

Bisa jaga dia sebentar? Aku segera kembali.

Barry, tunggu.

Hai, Mia.

Terima kasih sudah datang sangat cepat.

Istrimu bilang kau harus cek suhunya di tangan.

Luar biasa. Terima kasih.

Dia juga bilang aku akan dapat persenan.

Tentu saja, benar.

Dia bilang 20.

- Dua puluh? - Ya.

Harga bensin.

Benar.

Ramon…

Sepertinya aku butuh tambahan waktu.

Kau tak suka lagi? Ada apa?

Halo. Bagaimana kabar cucuku kecilku? Astaga, kau sudah besar, Sayang.

Jadi, kapan kalian menikah?

Kalian sudah punya anak sekarang. Sudah cukup bermain-main.

Ibu mau minum teh?

Apa isi koper itu?

Aku akan menginap, untuk membantu merawat bayimu.

Kau tak pernah beri tahu aku.

Supaya anak kita bisa mengenal neneknya.

Benar. Bagus sekali.

Lihat. Samih sudah bisa merangkak. Senang sekali melihatnya.

Hebat. Mia belum bisa duduk. Ya, 'kan, Sayang?

Teun juga sama waktu seusianya. Tidur malamnya jadi lebih pulas.

- Mia dititipkan di TPA mana? - Masih dalam daftar tunggu.

Mereka belum meneleponku. Entahlah.

Berapa lama kalian menunggu?

Tak pernah. Ada Kim. Dia yang mengurus semua.

- Hai. - Hai.

Kudaftarkan anakku beberapa bulan lalu, tetapi belum ada kabar.

- Daftar tunggunya panjang sekali. - Seberapa panjang tepatnya?

Kira-kira 12 bulan.

Baiklah. Terima kasih.

Hai, aku anggota Ibu untuk Ibu. Aku mau mendaftarkan anakku.

Baik. Masih ada tempat.

Mungkin kaumau lihat-lihat dahulu. Nanti aku temui.

Kaubilang tadi sudah penuh.

Ya, kami kosongkan beberapa tempat untuk anggota Ibu untuk Ibu.

Ibu untuk Ibu? Apa itu? Klub elite?

Felix.

Ini garis start. Ini remnya. Sangat penting, paham?

Satu kaki di depan, satu kaki di belakang, dorong naik-turun.

- Aku takut. - Ayah akan pegangi, Sayang.

Setelah dicoba, pasti bisa.

Paham? Ayo, tos dulu. Ayo!

Ayah pegangi. Bagus. Lebih cepat…

- Kau seperti roket. Lebih cepat? - Bagus, Didi.

Jangan ke rumput!

Lihat, Ayah juga jatuh.

Tak apa. Dia tak apa-apa.

Berdiri. Tak apa. Kepala tak terluka.

Anak-anak sangat menyukainya.

Ayah dorong. Bagus.

Rancangan hak asuh bersama sudah jadi. Secara hukum sudah benar.

Apa ada kesepakatan yang perlu kuketahui?

Tak ada. Itu tak penting. Kami sudah kenal lama…

Sayang, kita belum tahu apa Kaj bisa lakukan peran ayah.

- Kaj ayah biologisnya, bukan? - Ya.

Bagaimana jika dibuat masa percobaan?

Masa transisi. Jadi, kita bisa lihat proses

dan perkembangannya, baru diputuskan.

Bagaimana?

Mungkin bukan ide yang jelek. Benar, Sayang?

Aku bisa terima itu saat ini.

Namun, jika ada masalah, langsung batal.

Tak usah terlalu khawatir, Kim.

Terima kasih.

Bagus. Yang kuperlukan adalah surat kelakuan baikmu, Kaj.

Apa orang tua harus punya?

Tidak, tetapi lebih baik jika ada.

Aku harus memeras susu. Permisi.

- Hai. - Hai.

Kau sudah dapat penitipan anak?

Belum. Daftar tunggunya setahun lebih.

Namun, anggota klub bodoh, Ibu untuk Ibu, bisa daftar.

Aku pendiri klub Ibu untuk Ibu.

Baiklah. Bagus.

Mungkin kau harus datang ke klub itu?

- Ya. Maksudku… Nanti aku datang. - Dah.

More Indonesian subtitles for The Wonder Weeks

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left