The first 188 lines.
"Kontak Baru"
"Kkong"
Kamu pernah menganggap Jin Jin cantik?
Apa maksud Kakak?
Aku mengenalnya sejak kami masih kecil.
Kakak saja yang memberikannya./- Kamu yang harus memberikannya.
Dia akan lebih senang jika Kakak yang memberikannya.
Makin dia menghargainya, maka hadiah itu akan makin berarti.
Kopi, teh, kue kering, dan hidangan penutup.
Kurasa ini rencanamu.
Sa Jin Jin.
Aku tidak sempat pergi ke rumah sakit.
Ya, Ah Reum dan Young Shim. Kami Empat Bongo.
Kami naik van yang sama.
Begitu rupanya. Aku iri.
Kakak.
Kakak baik-baik saja? Apa yang terjadi?
Ayo ke rumah sakit./- Kakak baik-baik saja.
Tidak benar. Kakak harus pergi ke rumah sakit.
Menyusahkan sekali.
Kenapa kamu datang?
Kenapa kamu datang ke sini?
Baik.
Kamu akan menginap?
Kakak bilang harus syuting.
Kenapa kakak datang ke sini?
Kenapa Kakak sampai datang ke Hong Kong?
Ji Won.
Aku baik-baik saja setelah melihat Kakak.
Ji Won.
Menderitalah sesukamu.
Setelah melakukan itu,
kamu akan merasa lebih baik.
Selanjutnya kakak akan mendoakanmu
agar ini tidak terlalu menyakitkan.
Aku bergegas menemui Kak Chul Min,
sama seperti yang pernah dia lakukan untukku.
Tapi aku tidak bisa
menyuruhnya menderita sesukanya.
Akulah yang membuat dia menderita
dan aku menyadari bagaimana perasaannya.
Tapi
aku tidak bisa mengatakan hal yang sama kepadanya.
"Cerita ke-12, Aku Mencintaimu, Maaf, Terima Kasih"
"Episode 23"
Sulit dipercaya kakak makan pagi.
Kumohon minumlah obat setelah ini.
Kamu juga mengomel? Kamu pasti sudah makin tua.
Selisih usia kita tidak terlalu jauh.
Kamu juga harus memperhatikan kesehatanmu.
Lihat kakak. Sedikit tambahan pekerjaan
cukup untuk membuat kakak sakit.
Kurasa memiliki banyak pekerjaan tidak selalu baik.
Seharusnya Kakak yang minum tonik.
Itu untukmu./- Habiskan saja makanan Kakak.
Kakak hidup dengan baik. Kakak bahkan punya sup di rumah.
Ini dari ibunya Jin Jin.
Kakak bertemu dengannya saat ke rumahmu
dan dia memberikan supmu kepada kakak.
Bagus. Kakak menyukai sup tulang sapi.
Ji Won./- Apa?
Sup tulang sapi ini
pasti sangat istimewa.
Aku memikirkan itu terus.
Sup ini seakan-akan menghangatkan kakak dari dalam.
Kakak ingin memakannya terus.
Sebenarnya sup ini untukmu.
Kakak memakan milikmu.
Tapi rasanya lezat sekali.
Jika kakak bisa...
Jika berkesempatan melakukan itu,
kakak ingin memakannya lagi.
Ji Won.
Sepertinya
kakak butuh waktu sendiri.
"Interkom"
Ayo makan.
Aku tidak lapar. Aku sudah sarapan.
Sungguh? Ibu memasak makanan spesial untukmu.
Dia tidak mau datang?
Berikan kepada ibu.
Ji Won, kenapa kamu tidak mau datang?
Kamu sakit?/- Tidak, aku akan segera naik.
Orang-orang akan berpikir kamu menantu mereka.
Ini untukmu, Ji Won./- Terima kasih.
Dia khawatir
karena kamu tampak kurus dan rapuh.
Anda tidak perlu khawatir./- Aku tahu.
Aku menghabiskan waktuku mengkhawatirkan banyak hal.
Kamu tampak gembira dan ceria hari ini.
Sayang, bukankah Ji Won tampak keren hari ini?
Benarkah?
Perhatikan dia baik-baik.
Seolah-olah wajahnya baru saja disetrika.
Mungkin./- Astaga.
Lelaki, baik anak-anak atau dewasa, memang tidak berguna.
Mata mereka hanya aksesori.
Ji Won.
Apa ada kejadian yang menyenangkan?
Tidak ada.
Apa ada perubahan
di dirimu atau kehidupan pribadimu?
Tidak ada.
Kenapa? Masih belum ada orang yang istimewa di hidupmu?
Tidak ada.
Tahu apa kamu? Biarkan orang dewasa bicara.
Lalu kenapa kamu melibatkan diri?
Min Ho, makanlah dengan tenang./- Selalu aku.
Jika sudah sukses, aku tidak akan memberi kalian sepeser pun.
Ibu tidak menginginkan apa pun darimu.
Ibu harap kamu cepat sukses./- Ibu.
Perkembanganku terlambat. Aku menunggu kesempatan yang baik.
Entah kapan aku akan sukses. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi.
Ibu senang kamu berkata begitu.
Kamu dengar itu?
Ji Won, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi.
Itu sebabnya kamu harus mensyukuri hubungan yang kamu miliki saat ini.
Ya, Anda benar.
Kamu mau aku mengantarmu ke kantor?
Tidak.
Kenapa?
Jemput aku nanti.
Malam ini?/- Ya.
Jam berapa?
Jam 19.00?
Kalau begitu, aku akan ke kantormu pukul 18.50.
Jangan. Aku tidak mau kamu menungguku.
Baik.
Sampai nanti.
Baik. Naiklah.
Aku ingin melihatmu pergi.
Pergilah dahulu.
Baik, sampai jumpa.
"Apartemen 1401, Sa Jin Jin, Apartemen 1301, Gong Ji Won"
Jadi, Gong Ji Won adalah adik Anthony.
Pastikan kamu tersenyum kepada produser utama, ya?
Baik.
Jangan hanya mengatakannya.
Senyummu manis. Kenapa kamu tidak pernah tersenyum untuk bisnis?
Aku mengerti.
Kamu harus tersenyum seperti itu./- Baik.
Hei, Anthony.
Kabarmu baik?
Tampaknya pernikahanmu bahagia.
Kalian pasti akan menemui produser utama.
Dia mendapatkan perhatian yang positif, bukan?
Ya, berkat kamu.
Yang benar saja. Aku tidak melakukan apa-apa.
Kamu akan menghadiri rapat?/- Ya.
Dia akan melakukan proyek baru?
Pastikan kamu tetap mendayung selagi masih ada air.
Dan berhati-hatilah
agar tidak melihat airnya menghilang secepat kemunculannya.
Hampir lupa.
Artikelku menjadi yang nomor satu di situs
berkat Anthony belum lama ini. Apakah kamu melihatnya?
"Tugas Anthony Adalah Menjadi Suami Sa Jin Jin"
Aku tahu itu berlebihan.
Tapi apa yang bisa kulakukan? Aku juga harus mencari nafkah.
Selama hasilnya bagus, semuanya tidak masalah.
Artikelku juga membantunya mendapatkan sorotan.
Nikmati waktumu.
Setelah "We Got Married" berakhir, kamu tidak menjadi suaminya lagi.
Tunggu. Seharusnya aku turun di lantai lima.
Pintu akan menutup.
Bedebah itu.
Ibu, aku pergi.
Jin Jin./- Ya?
Ada apa dengan toner ini?
Ibu memakai produk yang sudah kedaluwarsa lagi?
Tidak, kamu memberi ini beberapa waktu lalu.
Ini minyak pembersih. Ini untuk membersihkan riasan.
Lihat. Tertulis minyak di sini.
Kenapa Ibu memakai ini?
Astaga, mata ibu sudah menua,
jadi, penglihatan ibu tidak jelas.
Kalau begitu, Ibu harus memakai kacamata baca.
Cucilah wajah Ibu.
Aku akan berangkat.
Dia pemarah sekali.
"Anthony, Sampai Kapan Kamu Akan Menjadi Idola Para Wanita Tua?"
Apa yang dia tulis kali ini?
Tidak ada./- Aku juga bisa mencarinya sendiri.
Apa yang dia tulis?
"Anthony,
sampai kapan kamu akan menjadi idola para wanita tua?"
Kamu tidak boleh mencari masalah dengan Reporter Jeong.
Aku hampir mati sesak napas di lift.
No comments yet. Be the first to leave one.