The first 200 lines.
Paruh Pertama Hidupku
Episode 2
Ling Ling, rumah yang kau beli berapa harganya?
Dimana rumah lamamu? Apakah disewakan?
Rumah lamaku?
Zijun bertanya padaku bagaimana aku bisa tahu kau tinggal disini,
Jadi aku beritahu dia bahwa seluruh perusahaan sedang membicarakan tentang kau membeli rumah baru.
Aku tiba-tiba menemukannya.
Saat itu, aku sangat menyukainya.
Berapa umur anakmu?
Kelas 1 SD. - Apa?
Anakku juga kelas 1 SD! Apakah anakmu laki-laki?
Kebetulan sekali!
Bisakah aku memiliki nomor teleponmu? Dengan begitu,
Kita bisa membawa anak kita keluar bermain dan makan bersama.
Sudahlah. Berhenti menanyakan banyak hal saat pertemuan pertamamu dengannya.
Kau mudah berteman. Dia belum tentu.
Baiklah. Maaf.
Aku memang begini.
Bagaimana jika bertukar nomor WeChat? Tidak masalah,
Bukan? - Baiklah.
Nama WeChatku adalah " Sebuah bunga daffpdil yang bergoyang tertiup angin."
Kau mengganti nama WeChatmu lagi?
Kau bilang bahwa kau suka bunga daffodil.
Itu beberapa tahun yang lalu. Sekarang aku suka bunga matahari.
Bunga matahari? Kalau begitu aku akan menggantinya lagi.
" Sebuah samar-samar yang bisa dilihat.."
Ling Ling, itu adalah " Sebuah samar-samar yang bisa dilihat
Bunga Matahari dalam angin."
Ling Ling, apakah kau melihatnya? Aku sudah menggantinya. - Oh.
Baiklah.
Mohon jangan keberatan. Aku..
Aku hanya merasa wanita di kantor Junsheng
Jika bukan penggoda maka tidak punya hati.
Mereka selalu memikirkan bagaimana cara mencuri suami orang.
Terlalu menakutkan. Aku bahkan takut membuat onar dengan mereka.
Mereka sangat tidak mirip denganmu!
Kau terlihat jujur dan disiplin.
Aku suka padamu, jadi aku merasa kita bisa berteman.
Sebenarnya, aku hanyalah seorang ibu rumah tangga yang bekerja keras.
Aku tidak seberuntung dirimu, Nyonya Chen.
Kau tidak punya tekanan, dan kau bahkan merawat kulitmu dengan sangat baik.
Kau sangat beruntung.
Aku memang beruntung!
Aku juga beruntung bisa bertemu dengan suami yang baik seperti Junsheng.
Jika tidak, aku mungkin harus bekerja keras sepertimu.
Apa yang suamimu lakukan?
Oh.. Agak sulit mencari tempat parkir di pasar. Aku akan berhenti disini kalau begitu.
Aku sudah sampai! Kalau begitu aku turun dulu.
Ling Ling, lain kali kita berbincang lagi. - Baiklah.
Aku pergi dulu suamiku.
Zijun melihatku membawa Sandra keluar untuk membeli
Sebuah kalung kemarin, jadi dia curiga.
Pagi ini, dia bersikeras naik ke mobilku.
Aku tidak punya waktu untuk mengabarimu.
Tidak perlu meminta maaf.
Dia memang istrimu.
Maafkan aku. - Tidak apa-apa.
Ini salahku.
Akulah yang bersikeras menyukaimu.
Ini bukan salahmu.
Kau tahu bahwa aku akan bercerai.
Berikan aku waktu. Aku akan bersiap-siap.
Kau juga harus bersiap-siap.
Dia sudah setuju.
Dia setuju?
Bukankah dia selalu tidak setuju dengan ide itu? - Benar.
Tetapi kemudian aku memberitahunya bahwa
Aku tidak menginginkan apapun kecuali anak kita,
Jadi dia setuju.
Mengapa kau tidak memberitahuku lebih awal?
Junsheng,
Menyukaimu adalah masalahku sendiri.
Tidak ada hubungannya denganmu.
Juga, tadi aku melihat Nyonya Chen.
Sangat bahagia.
Kau tidak bisa melihat bahwa suaminya memperlakukannya dengan tidak baik.
Aku akan segera bicara dengannya.
Aku meninggalkannya
Karena kita benar-benar tidak bisa terus tinggal bersama lagi,
Jadi aku memberitahumu hal ini bukan untuk memaksamu.
Kau bisa memutuskan apakah kau akan bicara dengannya atau tidak.
Lagipula tidak akan mempengaruhi cintaku padamu.
Ayo.
Chen Junsheng.
Kau berangkat kerja begitu pagi.
Ada penawaran.
Kau juga pagi datangnya.
Teman kantormu?
Ling Ling. Ini adalah teman baik istriku, Tang Jing dari Bi'anti.
Aku sudah mendengar tentangmu. Aku harap bisa mendapat kesempatan belajar darimu.
Kalian berdua boleh mengobrol. Aku naik dulu. - Baiklah.
Zijun berkata bahwa dia mencurigai dirimu berselingkuh di kantor.
Maksud dia Sandra bukan?
Aku sudah menjelaskan kepadanya.
Setiap saat dia melihat wanita muda dan cantik, dia akan mengira bahwa kita sedang berhubungan.
Aku tidak merasa orang yang menarik
Belum tentu muda dan cantik.
Teman kerja tadi
Memiliki masalah keluarga, jadi suasana hatinya sedang buruk.
Dia memang terlihat ada masalah.
Kita sudah tiba di Chenxing.
Sampai bertemu nanti.
Selamat pagi, Direktur Tang. - Selamat pagi.
Selamat pagi, Direktur Tang. - Selamat pagi.
Selamat pagi, Direktur Tang. - Selamat pagi.
Selamat pagi, Direktur Tang.
Selamat pagi, Direktur Tang.
Selamat pagi, Direktur Tang.
Selamat pagi, Direktur Tang.
Selamat pagi, Direktur Tang. - Selamat pagi.
Terima kasih.
Ya Qin, aku tidak nafsu makan.
Benar-benar..
Kurma ini enak!
Ya Qin,
Apakah masih ada di panci? Berikan aku lebih lagi.
Aku lakukan sendiri saja.
Ziqun, Ziqun,
Aku ambilkan untukmu. Kurma ini sangat enak!
Ini bagus untuk kesehatanmu. Minumlah.
Ambillah!
Ada apa dengan kakakmu? Mengapa dia masih belum pulang?
Haruskah aku meneleponnya dan bertanya dimana dia? Aku akan mengantar kalian berdua kesana.
Tidak perlu.
Kita punya banyak waktu.
Aku hanya akan menunggunya disini.
Lihat kakakmu.
Begitu boros!
Selalu belanja.
Lihat ini. Apakah aku terlihat bagus memakai ini, putriku?
Dia membeli syal lain.
Syal ini adalah syal yang sering dipakai Zijun.
Aku melipatnya dan menempatkannya disana. Itu sangat mahal!
Aku mengerti. Lanjutkan saja pekerjaanmu.
Aku tahu.
Tas ini juga bagus.
Ziqun, pakailah. Biar aku lihat.
Kulihat. Berdiri dan biarkan aku lihat!
Kakakmu selalu membeli tas.
Benar! Kita bisa bicara nanti.
Apa ini?
Chlitina?
Produk perawatan kulit.
Perawatan kulit klasik.
Sangat rumit.
aku akan meminjam beberapa pusat perhatian kakakmu.
Suatu hari aku akan pergi ke Chlitina untuk perawatan wajah.
Lihat, lihat kulitnya itu,
Lihat kulit wajah kakakmu, kelihatan kencang.
Kuberitahu, lita semua ingin seperti itu.
Ibu. Ziqun, kalian di sini?
kau ke sini rupanya.
lama juga tidak kemari,
Ibu memintaku datang.
Kau berani bicara begitu?
Itu karenanya suaminya payah.
Selain itu, aku tidak akan mengajakmu ke tempat adikmu.
Memangnya kenapa dengan Bai Guang?
Memangnya apa lagi?
Dia menghamburkan uang lagi!
Seseorang membujuknya berjualan gelang dupa,
ujung-ujungnya,
dia rugi ¥20,000!
Waktu itu obat herbal. sekarang berjualan gelang?
Aku tidak yakin, apa dia benar-benar punya otak?
Dia kan kurang paham soal begituan.
Kalau dia jualan gelang, bisa-bisa ditipu orang!
Itu dia! -Ibu benar-benar tidang paham dengan suamimu.
Kali ini ¥20,000. Kemarin ¥30,000. Apa kau pikir kakak iparmu miliuner?
Betul itu!
Dia kan melakukan itu demi keluarga kita.
Dia ingin mendapat uang lebih banyak, itu saja. Lagi pula dia kan korban!
Aku sudah memberitahunya kok, dan dia menyesal.
Lagi pula, tidak perlu khawatir, kami akan memikirkan cara mengembalikan uang yang kalian pinjamkan.
Mengembalikan? Memangnya kapan aku minta kalian mengembalikan uangnya?
Memangnya kalian pernah mengembalikannya sekali saja.
Aku bukannya ingin mengkritikmu, Luo Ziqun,
Tapi kau masih saja membela suamimu? Apa kau sudah pikir baik-baik?
Yang benar saja.
Memangnya apa lagi yang bisa kulakukan.
Dia kan suamiku! Kami berdua kan juga punya anak.
Tentu saja aku harus menolongnya.
Memangnya tidak ada hal lain yang bisa kau lakukan?
Kalau kalian tidak bisa lagi hidup bersama, ya sudah berpisah saja!
Kalaupun bekerja sendiri, kau bisa kok menghidupi diri dan anakmu,
jadi kau tidak perlu terus-menerus menyelesaikan kekacauan laki-laki tidak beguna itu.
Kenapa kau menatap ibu seperti itu?
Dulu,
Ibu membesarkan kalian berdua.
Sudah cukup, biar dia mengurusi urusannya sendiri,
jai- kenapa kau mencubit ibu.
Ibu tidak bermaksud kasar, tapi coba lihat.
Ibu melahirkan dan membesarkan kalian
tapi lihat bagaimana sekarang.
lihat bagaimana kehidupan kakakmu, lihat bagaimana kehidupanmu.
Kenapa bisa begitu? Bukannya itu karena kakakmu
menikah dengan suami yang baik.
Dulu, aku sudah memberitahu kakak untuk tidak menikah dengan Bai Guang,
tapi kakak tidak mau dengar. Waktu itu aku bilang ke kakak supaya kakak mengizinkan Chen Junsheng
No comments yet. Be the first to leave one.