Rich Man, Poor Woman

Rich Man, Poor Woman (리치맨)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Rich Man E01-E16(END)
A Commentary by panjik92
Kredit ke penerjemah asli

Tags

other
Published on: 2018-07-20
Downloads: 45
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

= Episode 1 =-

Subtitle Indonesia Oleh -= SULTAN KHILAF =-

Lee Yoo Chan.

Lee Yoo Chan.

Dorothy, Mini-Pal.

Kim Boon Hong, spasi, 29, spasi, golongan darah A.

Cari.

Aku tidak bisa menemukan Kim Boon Hong yang Anda cari.

Apa Anda ingin mencari dengan kata kunci lain?

"KOSDAQ: Menganalisis Bisnis Yang Menjanjikan"

Aku akan membeli saham UC Network.

Apa maksudmu? Perusahaan itu akan bangkrut.

Mereka sudah tamat.

Kata siapa? Program Voice 20 masih cukup berguna.

Itu tidak buruk. Tapi kenapa buru-buru memutuskan sekarang? Nilai sahamnya terus menurun.

Tentu saja, itu terlalu mahal.

Mendapatkan keahlian mereka saja akan menguntungkan kita. Pikirkanlah jangka panjangnya.

Dorothy, cuaca.

Temperatur saat ini minus dua derajat Celcius, atau 45 derajat Fahrenheit. Peluang hujan, 10 persen.

Para anggota direksi tidak akan mengizinkannya.

Apa mereka sendiri berinvestasi dan membiarkan uang menganggur?

Astaga. Kuno sekali.

Sampai bertemu di kantor. Mari kita bahas ini nanti.

Benar, itulah yang harus kita lakukan.

- Kita bisa mengambil suara. Kupilih "ya". - Aku pilih "tidak".

Kalau kau, Wakil Presiden?

Astaga!

Wakil Presiden... kau kehilangan hak suara!

Aku berkuasa atas pemberian suaramu, bukan?

Hei, CEO Lee. Tahan dulu pemikiranmu itu untuk saat ini dan tarik napas dalam-dalam. Hooo, hooo.

Ya, CEO, tarik napas dalam-dalam. Hooo, Hooo!

- Hooo! - Hooo!

- Hooo! - Hooo!

Sampai jumpa.

"Pembelian UC Network selesai"

Hei, CEO Lee!

Hei-! Ah, yang benar saja!

Dorothy, musik.

Musik yang cukup menarik untuk membuat jantungku berdebar.

Tempat terbaik untuk bekerja dewasa ini. Inilah Next In!

Peningkatan saham 80% sejak perusahaan ini didirikan.

Kapitalisasi pasarnya mencapai dua miliar won.

Perusahaan nomor 1 yang diinginkan oleh para mahasiswa untuk berkarier.

Perusahaan ini tidak hanya menarik perhatian para pebisnis Korea,

tapi juga di seluruh dunia!

- Astaga! - CEO Lee, Anda sudah datang!

Para pengembang gim terbaik, para programer, dan segala macam manajer bekerja disini.

- Pendapatan yang mereka hasilkan 10 miliar won setiap minggu. - 10 miliar!

Mereka memiliki kolam renang dan pusat kebugaran yang bisa diakses semua staf secara gratis.

"Kafetaria"

Mereka bahkan memiliki ruang bermain dan arkade permainan.

"Ruang Santai Staf"

Bahkan ada taman di atap yang seperti tempat berkemah.

Jadi, siapakah CEO dari perusahaan ini?

CEO!

Halo. Jadwal Anda padat seperti biasanya.

Ada banyak wawancara mengantre. Hampir lupa! Staf baru dari MBS...

- Nama? - Aku pria beruntung. Kang Chan Soo.

Inilah orangnya! CEO Next In, Lee Yoo Chan.

Pada usia 29 tahun, kekayaannya sebanyak 300 miliar won!

Berhenti untuk memungut uang 50.000 won di jalan hanya akan membuang-buang waktunya.

CEO Lee! Berhenti! Berhenti!!

Jangan membeli saham UC Network sekarang...

Saat ini, berdasarkan profit biasanya, dia menghasilkan sejuta won perjam.

Tunggu!

CEO Lee! Bolehkah kami meminta waktu Anda sebentar saja?

Apa lagi ini?

Ini wawancara MBS yang kukatakan.

- Ini hanya sebentar. - CEO Lee!

Permisi. Ikuti dia!

- Ikuti dia! - CEO Lee!

Apa yang kami buat? Kami membuat segalanya. Rumah, mobil, pakaian,

dan bahkan orang. Kami membuatnya tanpa butuh biaya awal, pemrosesan...

...atau menurunkan harga dari inventaris. Kenapa tidak?

Karena semuanya keluar dari kepala ini.

Imajinasi. Realitas. Pop!

CEO...

Aku sungguh minta maaf, tapi bisakah Anda mengatakannya dalam istilah sederhana?

Anda juga duduk seperti itu. Bisakah Anda duduk lebih...

Ya! Terima kasih! Silakan lanjutkan.

Kami tahu Anda mendirikan Next In pada usia 23 tahun.

Apa yang Anda lakukan berbeda dari orang sebaya Anda yang baru bersiap untuk memasuki dunia kerja.

Apa rahasia kesuksesan Anda?

Tidak ada hal semacam itu. Jika ada, maka semua orang akan berhasil.

Kita dilahirkan dengan bakat itu atau tidak. Itu saja.

Aku dilahirkan dengan bakat itu dan mereka tidak.

Hanya itu saja.

CEO, ini perlu disiarkan... CEO, kalau bisa... sekali lagi...

Jadilah seorang pemimpi. Next In butuh para pemimpi.

Para pemimpi yang kreatif dan tak mengenal batas. Seseorang sepertimu.

"Next In, Inovasi Selanjutnya, Bursa Pekerjaan"

- Aku Kim Bo Ra. - Keterampilan khususmu...hafalan?.

- Ya, Pak. - Yah... kami tidak bisa langsung melihat keahlian khususmu.

“Saat ini, kalian masih hidup. Itu sudah cukup untuk disyukuri. ”

"Ketika kalian tahu berapa peluang bagi seseorang untuk dilahirkan,"

"kalian akan sangat bersyukur untuk bisa hidup saat ini."

"Betapa bersyukurnya kita akan hal itu. Kita harus bersyukur untuk bisa bernapas, meminum air, "

"dan bisa merasakan kehangatan di siang hari. Kita juga bisa melihat bintang tak terhitung di malam hari..."

- Apa maksudmu? - Itu yang dikatakan ahli atronomi, Cris Huygens kepada putrinya.

Dan... kau menghafalkan semua itu?

Go Su Jin, Kim Byung Yeol, Park Suk Joo, Kim Mi Ran, Lee Mi Chan, Choi Sun Hee, Kang Gyeong Hwa...

- Tunggu. Siapa mereka? - Mereka yang diwawancarai hari ini. Dari nomor satu sampai terakhir.

Dia benar.

Akan tetapi, punya ingatan bagus bukanlah indikasi kau akan bisa membantu perusahaan kami?

- Kami punya komputer untuk menyimpan data. - Benar.

Dia pelamar yang lucu.

Sepertinya ini wawancara kerja pertamanya.

Lalu kenapa mereka mempekerjakan orang? Pakai komputer saja semuanya!

Astaga! Butuh berapa kali wawancara lagi?

Aku lelah setelah 3 wawancara. Kurasa aku akan melakukan 100 kali wawancara sebelum diwisuda.

- Mungkin aku lupakan saja semua ini dan menikah. - Tidak akan ada yang mau menikahimu jika kau pengangguran.

Bagaimana denganmu, Bo Ra? Bukankah kau sudah gagal 30 kali?

Itu wawancara ke 29-ku. LJ belum menolakku.

Tapi kupikir Bo Ra akan mendapatkan pekerjaan lebih dulu di antara kita.

- Dia punya nilai empat dengan skor TOEIC 970. - Wah...

Dia juga menghafalkan seluruh kamus bahasa Inggris.

Tapi jika Bo Ra tidak diterima, bukankah sudah jelas kita tidak akan diterima juga?

Pekerjaan bukan hanya untuk mereka yang pandai menghafal. Kita butuh otak yang cerdas.

Aku bukan ingin mengecilkan hatimu.

Hei, mau nonton bioskop hari ini?

- Tidak. Aku lebih suka minum. - Bom Soju?

Next In, Lee Yoo Chan!

- Itu CEO Next In, Lee Yoo Chan! - Daebak. Menjadi CEO pada usia 29 tahun?

Dia juga tampan. Apa yang telah kita lakukan? Usia kita juga 20-an...

Aku kenal orang itu.

- Bagaimana bisa? - Apa?

- Entahlah bagaimana aku bisa mengenalnya. - Apa dia juga mengenalmu?

- Tidak. - Maka kau tidak mengenalnya. Dia hanya orang yang kau ingat.

Dengan logika itu, maka Park Bo Gum, Yoo Jae Suk, dan bahkan Trump adalah kenalanmu.

- Haruskah kita mencobanya? Next In akan membuka bursa kerja pekan depan. - Itu perusahaan IT.

- Seseorang sepertimu. - Jurusan perguruan tinggi tidak masalah.

Ada alasan kenapa perusahaan itu menjadi perusahaan yang bagus.

Gaji rata-ratanya seratus juta won. Insentif perusahaannya sungguh gila.

- Tapi tetap saja. Kita tidak pernah tahu. Bagaimana denganmu, Bo Ra? - Apa?

Aku masih punya peluang untuk diterima di LJ.

Oppa!

- Tidak, tidak. - Itu orangnya.

Dia korban "Deskmail" untuk bulan ini.

- "Selamat!" - Tidak. Tagihan kartu kreditku. Cicilan pengembalian uangku!

Dia juga? Sudah lama dia dipilih jadi ketua tim.

Selamat! Kau bisa mendapatkan pesangonmu dari tim SDM.

Ini hadiah.

Selamat. Terima kasih atas kerja kerasmu selama tiga bulan untuk menyusun rencana. Itu pasti sangat sulit.

Jadi demi orang berikutnya, berkemaslah secepat mungkin.

Maksudku, 3 bulan itu menyenangkan meskipun produktivitas menurun. Menggairahkan.

Bukankah kalian setuju?

Inilah yang kusebut permainan bertahan hidup!

Baik. Setelah memulangkan orang-orang yang tidak kita butuhkan lagi...,

...aku akan mengumumkan tim dengan pendapatan tertinggi.

Tim Pengembangan 3.

Mulai besok, Tim 3 tidak akan masuk selama dua pekan. Kenapa?

Karena mereka semua harus pergi ke Maladewa.

- Apa? - Maladewa!

- Maladewa! - Maladewa!

Setiap orang mendapatkan tiket pesawat dan voucher hotel dari HR.

Selanjutnya, individu dengan penjualan tertinggi...

Steve!

Ya!

Mobil sport merah yang diparkir di garasi lantai satu akan kau bawa pulang hari ini.

Wow! Ketua Tim, aku mendapat mobil sport merah.

- Kerja bagus. - Cake!

Terima kasih, CEO!

- 10! - 9... 8... 7... 6... 5... 4... 3... 2... 1!

Hari kerja kalian resmi berakhir. Mari kita ciptakan sesuatu yang menyenangkan bulan depan!

Kumohon, Wakil Presiden. Tolong jangan pecat aku.

Kemana perginya benda itu?

Aku akui kinerjaku buruk. Tapi... anak ketigaku lahir.

Jika aku keluar dari perusahaan sekarang, maka...

Oh! Ini dia.

Tim Max bilang mereka mempekerjakanmu berdasarkan pengalamanmu dan memberimu kenaikan gaji 20%.

Jadi, pergilah ke sana. Aku memberimu rekomendasi.

Ini bukan akibat dari kelamahanmu, Pak Ko.

Perusahaan ini dan gagasanmu hanya agak berbeda.

Mohon mengertilah.

Anda melakukan ini untukku...

Meskipun begitu,

aku tidak percaya CEO membiarkan seseorang yang punya bakat hebat lepas dari genggamannya.

Kembalilah tegakkan dirimu dan balaslah Next In. Mengerti?

Terima kasih, Wakil Presiden.

Sama-sama.

- Kau tidak perlu melakukan itu. - Apa?

Bukankah kita semua sepakat untuk memecat siapapun yang tidak produktiv selama 3 bulan berturut-turut?

Jangan buat mereka merasa sedih dengan mulut kejammu.

Baik beberapa bulan atau beberapa tahun, mereka tetap keluarga kita.

- Kelak kita akan bertemu mereka lagi. - Keluarga apanya?

Ya, ya. Sudah cukup kuliah etikamu itu.

- Aku Oh Se Yeon. - Ah, Oh Se Yeon-ssi. Bukankah kau tadi mengenakan kemeja putih?

Aku ganti pakaian karena ketumpahan kopi. Maafkan aku karena tidak segera melaporkan kepada Anda.

Hei...

Aku tidak akan mengajarimu etika lagi, tapi jadilah orang yang lebih baik.

Setidaknya, kau harus ingat nama-nama karyawanmu.

Aku akan membuat janji dengan Dr. Kim untuk besok. Jadi...

Aku benci si Botak itu. Aku tidak punya waktu untuk berbicara dengan dukun itu sekarang.

- Pekerjaan penting sedang menumpuk. - Yang penting bagiku adalah kesehatan mentalmu.

Oh! Apa kau melihatnyaa? Aku berputar lima kali sekaligus!

Bersiaplah untuk rapat kita, Wakil Presiden. Apa kau ingin menerima Surat Kematian dariku?

Ya, ya, aku mengerti, CEO.

Dia selalu melakukan apapun yang dia inginkan.

Akan tetapi, hasilnya bagus.

Itu bukan alasanku datang ke sini. Aku tidak ingin dia hormati.

More Indonesian subtitles for Rich Man, Poor Woman

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left