The first 200 lines.
CJ ENM mempersembahkan.
Eksekutif produser Cho Dae Hyun, Ko Chang Nam
Eksekutif Finansial Julia D.Y. Kim
Produser Jang Sung Wook, Pyo Jong Rok
Cantiknya.
Tuan?
Tuan!
Di mana rumah Heo Sek, sang pelukis?
Aku dengar di sekitar sini.
Ada rumah di atas bukit ke arah sana.
Terima kasih, tuan.
Permisi?
Astaga.
Apa Anda Heo Sek, tuan?
Bukankah ini indah?
Kenapa kau sampai lebih dulu daripadaku?
Aku ambil jalan pintas.
Kenapa tidak berkeliling denganku dan membuatku berkeliaran?
Tapi aku ingin bergandengan tangan.
Dasar orang tua bodoh. Dia pikun?
Dia pelukis sungguhan.
- Lukisan yang aneh. - Apa yang aneh?
Kenapa anak itu dikelilingi oleh gisaeng (Penghibur)?
Orang-orang cemburu padanya.
Pria dan gisaeng.
Astaga.
Tidak kenal siapa anak itu, tapi aku bisa menebak dia jadi apa.
Anak kecil itu adalah aku.
Apa? Itu kau, tuan?
Kenapa kau bersama gisaeng?
Penasaran?
- Aku tidak perlu tahu. - Baiklah, kalau begitu.
Aku penasaran.
- Aku lahir di gibang (Rumah Penghibur). - Di gibang?
Para wanita penghibur adalah keluargaku dan bunga-bunga adalah teman-temanku.
Aku lahir sebagai putra gisaeng dan aku adalah anak gibang.
Jadi? Apa yang kau lakukan disana? Berapa lama? Kenapa kau disini?
Kenapa kau sangat penasaran?
Untuk menghabiskan waktu karena kau membuatku tertarik, tuan.
Kini boleh aku mulai?
Apa? Apa mukaku aneh?
Mataku. Kau memesona.
Dasar. Jangan konyol.
Tidak. Ini salah.
Apa yang kau lakukan?
Lepaskan penutupmu.
Apa? Bahkan ini?
Memakainya tidak akan menutupinya.
- Menutupi apa? - Kecantikanmu.
- Dasar! - Oh tidak!
Kecantikanmu memudar!
- Di sini. Dan disini. - Hentikan!
Dan disini.
Bibi! Tunggu! Dengarkan aku! Lanjutkan! Halo!
- Aku bisa menjelaskannya! - Lupakan!
Dasar bodoh!
Apa maksudmu?
Kau pemalas dan tidak lakukan apapun!
Kau mata keranjang! Kini kau merayu keluarga juga?
- Bedebah! - Aku tidak merayu!
Aku melukis gambarnya.
Sebuah potret.
Potret? Jangan menipuku!
Meski tidak bisa bekerja untuk negara, cobalah untuk berhasil dalam hidup.
Kenapa kau tidak belajar?
Kesuksesan seperti apa untuk putra gisaeng?
Kenapa harus belajar jika aku tidak bisa ikut ujian negara?
Kau bisa ambil ujian penerjemah! Itu harapan ibumu.
Apa?
Ada berita dari Thailand, negeri di selatan Tiongkok.
Bibi. Itu berarti, "Aku ingin bermain."
Masuklah, Gap Deok!
- Usir di dari rumahku! - Bibi. Tapi..
Aku sudah sabar denganmu sebagai teman ibumu, tapi sudah cukup!
Usir dia sekarang juga!
Pikirkan persahabatanmu dengan ibuku!
Bibi! Aku mohon! Hentikan! Bibi!
Jangan panggil aku Bibi!
Nyonya!
Lihat itu?
- Aku akan pergi bermain. - Sek?
- Sayangku. - Kau baik saja?
Jangan khawatir. Dia tidak akan marah jika aku kembali beberapa hari lagi.
Sayang. Dengarkan orang lain. Dan makan yang benar.
Sek. Segeralah kembali.
- Lihat bunga itu? - Sangat indah!
Istri Kim Nam Hoon, Park.
Istri Ko Tae Young, Kim.
Istri Kang Hun Woo, Lee.
Istri Choi Mun Chang, Shim.
Istri Lee Chan Nam, Park.
Aula Wanita Bijak? Gila!
- Sakit.. - Sakit ditanggung oleh wanita,…
…tapi orang lain yang dipuji?
Dipuji karena kesucian dan pengabdian…
Tunggu, Tuan Putri!
Tuan Putri?
Siapa dia?
Aku harus menanyakan namanya.
- Apa? - Kenapa kau seperti itu?
- Pernah mendengar Taoisme? - Tidak.
Aku penganut Taoisme yang tinggal di bukit dan mencari pencerahan.
Sebelum mencapai kesempurnaan, aku bertemu beberapa bandit.
Kau bukan bandit? Ternyata begitu.
- Tapi, kenapa berdiri seperti itu? - Datang kosong, kembali kosong.
Kau lahir telanjang dan mati telanjang.
Apa gunanya pakaian?
Tidak! Mundur! Tidak!
- Ada apa? - Mundur!
- Kau sakit? - Aku mohon! Jauhi aku!
- Pakai ini. - Aku tidak butuh!
Berhenti bergerak! Ini berayun!
- Itu alami. - Berhenti! Tidak! Ibu!
Itu bagus! Tepat sasaran.
Tepat sasaran.
Kau tahu, ini bar.
Mereka menjual minuman disini.
Aku ingin minuman dingin.
Penganut Taoisme minum arak?
Seperti Guru Wonhyo minum air dari tengkorak.
Jika kau pikir itu arak, maka itu arak.
Tapi jika kau pikir itu air madu, maka itu jadi air madu.
Penganut Taoisme, omong kosong.
Minum! Aku suka minum.
Buka pintunya!
Apa ini gibang?
Saat diusir dari rumah, bawalah teman.
- Itu cara hidup. - Apa?
Bodoh! Kenapa kau kembali?
- Ibuku menunggu. - Ibu apa!
Kawan! Kau berutang makanan!
Itu tidak seberapa!
Apa-apaan? Dasar kau!
Beraninya kau memperlakukan tamu seperti itu?
- Tamu? - Ya!
Aku datang ke sini sebagai tamu.
Dua tamu mau lewat!
Apa? Sial!
Ini madu murni! Tuangkan aku segelas lagi.
Kini kau sudah dewasa.
Apa aku harus menikahimu?
Kita keluarga. Itu salah.
Anjing lewat akan tertawa mendengarnya.
Jika dia tersenyum melihatku, pasti dia anjing betina.
Dengan keramahtamahan, aku harus membayarmu dengan pantas.
Aku bisa membaca keberuntungan orang dari wajah mereka.
Membaca wajah? Baiklah.
Kau terlihat seperti saudara gisaeng.
Apa? Beraninya kau bilang seperti itu!
- Tapi kau saudara kami. - Benar.
Saudara gisaeng?
Kau pembaca wajah yang berbakat! Bagaimana kau bisa tahu?
- Itu bukan apa-apa. - Apa lagi?
Mari aku lihat.
Hidungmu yang mirip rakun menunjukkan kesenangan dan kesombongan.
Matamu yang mirip angsa menunjukkan kesedihan.
Wajah yang berani!
Ada tanda cinta di seluruh wajahmu.
Biasanya, tanda seperti ini terdapat pada wanita.
- Dia pasti mirip ibunya. - Ibu?
- Hei! - Apa?
Kenapa tergesa-gesa? Ini.
Aku setengah bangsawan.
Namun aku tidak tahu siapa ayahku.
Dia salah satu bangsawan, yang menipu ayahku.
Kita belum berkenalan.
Aku Heo Sek. Siapa namamu?
Kau tahu bagaimana akar nirwana dan bumi jadi ranting Ying dan Yang?
Yin dan Yang?
Api, bumi, sungai, nirwana,…
...air, gunung, petir, angin!
Memengaruhi sifat dan keberuntungan manusia.
Aku juga belajar lingkaran budaya…
...yang disebut siklus sekgenari!
Aku ahli filsafat!
Namaku Uke Gap! Uke Gap.
- Itu panjang sekali. - Itu sulit sekali.
Jadi penganut Taoisme Uke Gap.
Sebagai pengambil sumpah kakak Yubi.
Mari kita mengambil sumpah sebagai saudara dengan arak ini.
Kenapa tidak!
Karena kita ada di gibang,. mari menyebutnya pakta gibang.
Pakta gibang?
- Tunggu! - Lepaskan!
Kau tidak bisa pergi begitu saja!
Bayar hutangmu!
Bagaimana dengan para gadis?
Aku mohon? Aku memohon padamu.
Itu sakit!
Jika tidak bayar bulan ini, tempat ini akan aku sita!
Tidak!
Nyonya!
Uke Gap? Apa yang kau lukis?
- Bejana. - Apa?
Bejana!
Bejana? Seharusnya bergelombang.
Hei, Choon Boon!
Choon…
Wanita!
Ya! Kau tipeku!
No comments yet. Be the first to leave one.