The first 200 lines.
"While You Were Sleeping"
"Lee Jong Suk"
"Bae Suzy"
"Lee Sang Yeob"
"Ko Sung Hee"
"Jung Hae In"
"While You Were Sleeping"
"Aku akan berhenti bermain piano dan melepaskan semuanya."
Aku tidak membutuhkan bantuan Ayah.
Ibu baik-baik saja. Sungguh, jadi, jangan berhenti bermain piano.
Aku akan berbicara dengan jaksa besok dan mengusahakan segala hal.
Tolong berhenti memohon!
Hong Joo.
Astaga. Hong Joo, bagaimana ini?
Astaga. Apa yang harus ibu lakukan?
Bagaimana ini?
Tidak!
"Episode 4"
Hei.
Ada yang terus muncul di dalam mimpiku.
Bagaimana aku harus menafsirkan ini?
Hanya ada satu cara untuk menjelaskannya. Itu mabuk cinta.
Siapa gadis itu?
Seung Won. Seung Won!
Bukan gadis. Lebih sering pria.
Itu yang kamu suka?
Apa maksudmu?
Tidak, itu bukan seperti yang kamu kira.
Benarkah?
Lalu kenapa pria itu terus muncul di dalam mimpimu?
Entahlah.
Tapi kamu tahu apa yang lebih aneh?
Apa?
Rasanya mimpi itu sungguh akan menjadi kenyataan.
Kamu sudah gila?
Mungkin kondisimu tidak baik.
Aku akan mentraktirmu makan daging nanti.
Ayo makan samgyeopsal.
Tidak, terima kasih.
Aku merasa akan bertemu seseorang.
Kamu merasa begitu?
Aku penasaran.
Aku penasaran dengan satu pilihan kecil yang kuubah.
Mampukah pilihan kecil itu
mencegah kejadian buruk
yang akan segera terjadi?
Jangan terlalu cemas.
Aku tidak memberi tahu Pak Park akan bertemu kalian di sini.
Kenapa Anda menemui kami?
Terus terang.
Aku mantan jaksa yang menjadi pengacara.
Aku menangani banyak kasus serupa saat masih menjadi jaksa.
Awalnya, aku ingin mendapat penilaian lebih baik,
jadi, aku selalu menuntut pelakunya.
Seperti Jaksa Jung Jae Chan.
Tapi aku telah berubah.
Aku tidak peduli Pak Park masuk penjara atau tidak,
tapi aku mencemaskan kalian.
Jika kasus ini disidangkan,
Pak Park akan langsung berhenti menafkahi kalian.
Karier So Yoon sebagai pianis dan kompetisi besar akan hilang.
Putri Anda akan kehilangan bakat, masa depan, dan segalanya.
Aku tidak tahan mendengar omong kosongmu.
Pikirmu dia tidak bisa bertahan tanpa suaminya?
Jangan takut.
Setelah bercerai, akan ada pembagian properti
dan nafkah anak darinya.
Benar. Dokumennya juga sudah siap.
Anda pikir Pak Park tidak siap untuk itu?
Entahlah, tapi dia pasti sudah menyembunyikan semua propertinya
atas nama orang lain atau mengalihkan semuanya ke luar negeri.
Mungkin dia bersiap untuk tidak memberi sepeser pun saat bercerai.
Dengan Pak Park dan reputasi So Yoon,
persidangan kalian akan terekspos ke media.
Setiap orang menonton penampilan So Yoon,
mereka akan teringat ayahnya yang terpidana.
Bukan Pak Park yang akan kehilangan segalanya setelah sidang,
tapi kalian berdua.
Itu sebabnya aku memberi lembar persetujuan agar dia tidak diadili.
Apa lagi yang bisa kulakukan dari sini?
Jaksa Jang akan mengadilinya, mengabaikan lembar persetujuan itu.
Anda harus melakukan lebih. Anda harus memohon jika perlu.
Demi putri Anda.
Lalu apa selanjutnya?
Ayahku akan dibebaskan
dan hari-hari buruk akan kembali.
Kali ini akan berbeda.
Ini surat permintaan maaf yang ayahmu tulis.
Kamu akan melihat perubahannya setelah membaca ini.
Aku akan berhenti bermain piano dan melepaskan segalanya.
Aku tidak membutuhkan bantuannya.
Aku juga tidak membutuhkan ini.
Aku akan berbicara dengan jaksa.
Ibu.
Ibu baik-baik saja. Sungguh, jadi, jangan berhenti bermain piano.
Aku akan berbicara dengan jaksa besok dan mengusahakan segala hal.
Tolong berhenti memohon!
Tidak perlu.
Jae Chan.
Kurasa ini kasus kekerasan.
Sekencang apa pun Anda menangis, aku akan tetap mendakwanya.
Pasti.
Aku sudah membaca surat permintaan maaf Pak Park,
tapi isinya sama dengan surat sebelumnya.
Entah dia tidak terlalu kreatif, atau tidak pernah berubah.
"Aku tidak akan membiarkan ini terjadi jika kamu melepaskanku."
Kalimatnya sama dengan empat bulan lalu.
Tapi hal yang sama terjadi lagi.
Astaga, ada kalimat yang sama lagi.
"Aku akan berubah dan menjadi orang yang baru."
Tapi manusia tidak berganti kulit.
Hanya ular yang melakukan itu.
Ular makin besar dan menakutkan setelah berganti kulit.
Silakan tinggalkan meja, Jaksa Jung.
Aku kemari untuk memberi mereka saran.
Itu bukan saran, tapi ancaman.
Beri Pak Park saran karena dia yang kamu pedulikan.
Suruh dia mengaku, mungkin akan kuampuni.
Jangan menangis. Jangan takut juga.
Aku mengenal pria ini. Dia tahu akan kalah jika kita taat hukum,
jadi, dia datang untuk membual seperti harimau,
padahal dia hanya kucing.
Maksudku, kita taati saja hukum.
Kalian harus tegas kepadanya agar tidak diganggu lagi.
Jangan cemas. Aku akan melindungi ibumu.
Kekanak-kanakan sekali.
Aku bukan bocah.
Kenapa membahas harimau dan kucing?
Maaf. Maksudku…
Tidak apa-apa.
Aku mengerti.
- Apa yang terjadi? - Astaga.
Bagaimana ini? Dia berdarah.
Astaga, bagaimana ini?
Astaga, ini mengerikan.
Pilihan kecil yang kuubah mencegah kejadian buruk itu.
Aku akan mencucinya, jadi, masuklah.
Tanganmu bisa terluka.
Itu lebih baik.
Jadi, aku tidak perlu bermain piano,
dan ibuku tidak akan dipukul dan menangis.
Itu lebih baik.
Lalu? Kamu akan menusuk tanganmu dengan sumpit?
Ya.
Aku bisa hidup tanpa piano,
tapi tidak bisa tanpa ibuku.
Aku memahami perasaanmu.
Kamu tahu apa?
Aku tahu. Aku sangat mengerti perasaanmu.
Tidak, kamu tidak tahu apa-apa.
Ada apa?
Sebagai tetangga, aku harus membantu saat mereka sibuk.
Kakak tahu saat kamu memberi mereka kue beras waktu kita pindah kemari.
Kakak tahu kamu sangat menyayangi tetanggamu.
Kamu pria yang baik dan budiman.
Itu karena aku mirip Kakak.
Kakak? Kenapa?
Kakak sebaiknya menepati janji kepada So Yoon.
Aku memercayai Kakak.
Lepaskan celemek itu.
Dua porsi samgyeopsal dan doenjang jjigae.
32 dolar. Memakai kartu?
Ya.
Syukurlah.
Apa?
Maksudku, semuanya.
Pak Han Woo Tak, sepertinya ini bukan kebetulan.
Saat kamu bertemu denganku tadi dan mengajakku ke sini.
Kedatangan Yoo Bum. Kamu tahu semuanya, bukan?
Aku akan menjawabmu.
Hanya jika kamu mentraktirku minum lagi.
Bukankah ini seharusnya kesepakatan yang adil?
Aku mentraktirmu samgyeopsal dan doenjang jjigae.
Tapi kamu sepelit ini?
Lihat. Aku tidak akan menganggap ini putaran selanjutnya.
Jangan berbelit-belit dan jawab aku.
Apa yang terjadi hari ini?
Kamu mungkin berpikir aku gila jika mendengar ini.
Jujur, aku juga tidak percaya.
Sebenarnya,
aku sudah melihat kejadian ini di dalam mimpiku.
Astaga. Kamu memimpikan hal seperti ini juga?
Tunggu. Apa maksudmu? Kamu juga?
Aku juga.
Aku memimpikan hal yang akan terjadi di kenyataan.
Mustahil.
Aku memimpikan kejadian pada Hari Kasih Sayang,
jadi, aku bisa menghentikan kecelakaan itu.
Luar biasa.
Apa ini hal umum?
Entahlah.
Dia juga sama.
Apa?
"Episode 4: Beberapa Pria Baik"
Apa ini penyakit menular?
Entahlah.
Aku belum tahu kenapa ini terjadi.
Ada orang lain yang bermimpi seperti kita?
Tidak. Aku sudah lama memimpikan hal seperti itu.
Selain kalian, tidak ada.
No comments yet. Be the first to leave one.