The first 166 lines.
MASUKKAN MANTRA KEBANGKITAN
KAZUMA TIDAK TERKALAHKAN DI DUNIA HEBAT.
EJAAN SALAH. BUKU PETUALANGAN MEMUDAR.
BERKAH TUHAN DI DUNIA INDAH INI.
Namaku Satou Kazuma.
Aku Stranger yang ditakdirkan mengalahkan Iblis.
Dewi Nasib memimpin dan memindahkan jiwaku ke dunia lain.
Aku berada di dunia kehancuran dan kekacauan.
Namun, aku punya sekutu yang kuat.
Mereka penyihir terhebat, kesatria yang mulia dan cantik,
serta seorang dewi yang rela bergabung dalam perjalanan ini.
Nasib Gear berputar semakin cepat.
Untuk menyelamatkan dunia yang indah ini, petualangan kami dimulai lagi!
Tangkap dia!
Ini tidak mungkin!
Aku ingin pulang. Aku ingin pulang ke Jepang.
Aku jaksa kerajaan ini, Sena. Petualang Satou Kazuma.
Kau ditahan karena tuduhan pengkhianatan.
Hei, Kazuma. Apa lagi yang kau lakukan kali ini?
Segera minta maaf.
Aku akan membantumu menebusnya. Ayo, segera minta maaf!
Apa maksudmu lagi? Aku tidak melakukan apa-apa!
Mantra teleportasi yang kau pakai meledakkan rumah Gubernur.
- Apa? - Untungnya, tidak ada korban.
Kami curiga, kau adalah teroris dan mata-mata Raja Iblis.
Tunggu dulu!
Di pertarungan dengan Penghancur, berkat Kazuma,
- hasilnya lumayan juga. - Megumin.
Kejahatan terburuk yang dia lakukan hanyalah pelecehan.
- Pak, pasti ada kesalahan. - Darkness!
Orang ini tidak punya nyali.
Dia memelototiku di penginapan, tapi takut mengajakku kencan.
Dia hanyalah seorang pengecut.
Aku tidak pernah memelototimu!
Jangan sombong hanya karena tubuhmu bagus!
Aku juga punya hak memilih!
Kau berbuat buruk padaku di kolam pemandian.
Itu karena aku dikendalikan roh mimpi!
Kau memanfaatkan itu untuk menggosok punggungku.
Kau juga mudah tergoda!
Jadi, kau ingat semuanya!
Aku kesatria pelindung Dewi Eris, aku bahkan masih perawan!
Jangan berani menghinaku! Aku akan membunuhmu!
- Ayo, maju! - Benar!
Kazuma seorang petualang, bukan penjahat.
Kau menyalahgunakan hukum di sini! Para petualang itu bebas!
- Kebebasan! - Tuduhan pengkhianatan
juga berlaku bagi mereka yang bukan pelaku utama.
Kalau ingin bergabung dengan pria ini di penjara, silakan saja.
Kalian bercanda? Ayolah, bersatu lagi!
Benar juga. Kazuma bilang begini waktu itu.
Tidak apa-apa, aku yang bertanggung jawab.
Jangan meremehkanku. Aku cukup beruntung.
Ya!
Serius?
- Kalau... - Kalau?
Kalau ada di tempat kejadian, aku pasti akan menghentikannya.
Tapi, aku tidak bisa apa-apa karena tidak ada di sana.
- Tidak ada yang bisa kulakukan. - Dasar pengkhianat.
Tunggu, itu dia!
Akulah yang memberinya perintah! Jadi, akulah yang harus dihukum!
Maksudku, aku juga pantas mendapat hukuman!
Apa kau baru saja menjadi tameng?
Sudah lama tidak melihatnya.
- Jadi, kita pakai teleportasi... - Jangan, Wiz.
Lebih baik biarkan dia yang disalahkan.
Ini kejam, tapi bertahanlah. Kita harus menerima ini.
Ayo kita tunggu Kazuma keluar penjara.
Aku belum tentu akan masuk penjara!
Lagi pula, masih ada rekan-rekan Guild kalau kalian meninggalkan aku.
Lihat, ada debu di sini.
Tangkap dia!
Sial. Apa benar kota ini ramah pada pendatang?
Kalau ini permainan, para pemberontak akan datang menyelamatkan aku sekarang.
- Apa? - Kazuma!
Aqua! Kenapa kau di sini?
Aku di sini untuk menyelamatkanmu. Kau rekan yang penting bagi kami.
Kau seharusnya membelaku tadi.
Megumin sedang merapal mantra ledakan di dekat sini.
Semua penjaga keamanan sedang berjaga.
Darkness sekarang membawa Megumin yang baru merapal mantra
keluar dari tempat itu.
Tapi, kabur hanya akan memperburuk keadaan.
Pengkhianat pasti dijatuhi hukuman mati.
Bahkan, orang tidak terkenal sepertimu bisa dianiaya dan dieksekusi.
Tidak diragukan lagi, inilah dunia fantasi abad pertengahan.
Tapi, bagaimana caranya keluar dari sini?
Gunakan pin ini untuk membuka kunci.
Lalu, pakai sihir penghilangmu untuk kabur dari sini.
Setelah tiba di penginapan, kita rencanakan pelarianmu.
Kalau begitu, aku tunggu di depan gedung.
Tapi, ini gembok berkode. Tidak berguna!
Kembali tidur.
Kazuma! Bangun, Kazuma.
Kau ke sini lagi?
Apa yang terjadi kemarin? Semuanya baik-baik saja?
Mereka kembali tanpa terlihat siapa pun.
Tapi, mereka dituduh membuat ledakan itu.
- Lalu? - Penyelidikan mereka cukup efisien.
- Tapi, tenang. - Apa?
Aku paksa mereka menutupi wajah dengan kantung.
Malam ini pasti berjalan lancar.
Tapi, itu untuk merapal mantra ledakan.
Aku menunggumu semalaman, kenapa tidak kabur?
Ada lapisan salju di kepalaku dan aku ditanyai berkali-kali.
- Kuncinya gembok berkode. - Begitu, ya.
Aku tidak memikirkan ini dalam rencana pelarian kita.
Tapi, tidak malam ini.
Gergaji? Kau ingin aku pakai itu?
Anak pintar. Tidak ada waktu lagi. Kita harus bekerja sama.
Cepatlah.
Aku tidak bisa mencapainya.
Tidak masalah. Aku bukan orang bodoh. Aku membawakanmu pijakan kaki.
Baiklah. Tapi bagaimana caramu memasukkannya?
Tunggu sebentar.
Tidak!
Aku membawa ini karena Kazuma membutuhkannya.
Aku baru tahu, pijakan kaki bisa dijadikan hadiah.
Lagi pula, dari siapa ide ini?
- Kau juga di sini kemarin. - Si bodoh itu sangat optimis.
Aku cukup terkesan.
Pergilah! Kembali tidur.
Kau tahu apa ini? Ini barang pendeteksi kebohongan.
Pertama, sebutkan tempat lahir dan pekerjaanmu
sebelum jadi petualang.
Dia mulai dengan pertanyaan sulit.
Aku lahir di Jepang dan sekolah di sana.
Kenapa belnya berbunyi?
Memalsukan tempat lahir dan pengalaman, catat.
Tunggu, aku tidak berbohong!
Aku lahir di Jepang.
Aku tinggal di rumah setiap hari dan menjalani hidup yang sia-sia.
Kenapa berbohong kalau kau pelajar?
Aku tidak bohong.
Sudah cukup. Aku mengutuk barang ajaib itu!
Aku belum pernah dengar tempat bernama Jepang.
Lalu, kenapa kau jadi petualang?
Untuk menyelamatkan orang-orang yang disiksa Raja Iblis.
Petualang terlihat keren.
Aku ingin menghasilkan banyak uang dan dikelilingi wanita.
Baik, pertanyaan selanjutnya.
Kau benci gubernur?
Aku dengar, kau mengeluh ke mana-mana saat berutang.
Uang dari mengalahkan Verdia dipakai
untuk perbaikan jalan. Itu sebabnya kami berutang.
Kami ingin menyelamatkan kota.
Tapi, kalau kami menghancurkan kota, itu tak ada gunanya.
Itu benar.
Aku memakai alasan ini untuk membujuk teman-temanku yang marah.
Aku telah menyelamatkan kota, tapi sekarang diperlakukan seperti pendosa.
Aku jadi ingin membunuh orang itu.
Benarkah? Baik, pertanyaan selanjutnya.
Tunggu sebentar.
Langsung saja ajukan pertanyaannya.
Sudah kubilang, aku melakukannya untuk menyelamatkan kota.
Sepertinya, aku benar.
Semua rumor soal kau buruk dan menjijikkan.
Aku benar-benar minta maaf.
Lembutnya. Apa bicaranya yang kasar hanya untuk penjahat?
Kau serius?
Menilai seorang pria berdasarkan rumor? Kau jaksa penuntut yang buruk.
Maaf.
Kau tahu soal rekorku yang luar biasa?
Aku paling banyak berperan saat melawan Verdia.
Aku komandan yang hebat dalam pertempuran melawan Penghancur.
Tapi, bukannya penghargaan, aku malah dituduh yang tidak-tidak!
No comments yet. Be the first to leave one.