The first 189 lines.
Terjemahan Indonesia ^_^ LeeLeeAndo ^_^
Aku tahu suatu hari, akan ada sinyal yang tak terduga.
Aku selalu bersiap untuk mengerem mendadak..
saat sinyalnya datang, tapi hasil akhirnya selalu sama.
Situasi tak terduga. Injak rem.
Lebih cepat. Injak lebih cepat.
Permisi! Lekas! Lihat ini!
Injak remnya. INJAK REM! Situasi tak terduga!
Aku berdarah begini banyak dan sudah memberitahu mu agar menginjak rem! Kenapa kamu tidak..
Kamu bahkan tidak mimisan. Tolong pergi. Jangan kembali lagi ke tempat les kami.
Tolong.
Ada banyak situasi tak terduga di dalam hidup.
Apa kamu pegawai? Pinjami aku kartu pengenal mu.
Sebelum aku mencoba meluapkan kemarahanku kepada Pak Nam,
atau sebelum aku memukul kepalanya,
sebelum aku membawanya pulang.
Jika saja waktu itu aku menginjak rem dengan benar,
mungkin semua ini tidak akan terjadi.
Pihak 1: Kang Joon Hyeok, Pihak 2: Lee Yeon Seo
Polisi
Benar. Ini semua terjadi karena aku tidak menginjak rem.
Dicari Upah bagi pelapor: Rp 26 juta
I Picked Up a Celebrity On the Street
Iklan itu sangatlah penting.
Sayang, bisa sesuaikan tingginya? Sesuaikan. Sesuaikan.
Kapan kamu selesai bekerja kalau begitu? Lekaslah.
Yeon Seo. Air mineral.
- Air mineral? - Air yang tadi.
Baik.
Tidak, tidak, tidak.
Jangan minum ini.
Eonni?
Kopi di lobi ini fasilitas kantor.
Menurut aturan, pegawai outsourcing seperti kita tidak boleh meminumnya.
Ada aturan semacam itu?
Tidak sih,
Tapi begitu biji kopinya habis,
kamu yang akan disalahkan.
Itu kan tidak adil? Kita sama-sama kerja disini.
Mungkin begitu, tapi bagi mereka kita ini orang asing.
Aduh, sungguh kejam, kejam.
Waktunya makan siang.
Oh.
Yeon Seo, baca itu dulu.
- Apa itu? Waktu makan siang jam 11:30. Mereka ingin kita melakukan apa? - Ongkos makan bagi Pegawai Outsource dan Tamu Rp65 ribu.
Apa maksudnya Rp65 ribu? Seharusnya kan hanya setengahnya?
Kamu pikir perusahan ini yayasan sosial?
Mereka tidak pernah berbuat baik bagi orang di luar perusahaan.
Kartu Masuk Mulai dari sini saja, kita sudah dibedakan.
Pegawai tetap dan kontrak memiliki kartu pegawai,
tapi kita hanya punya kartu masuk.
Meskipun namanya kartu masuk..
tapi kita hanya bisa memasuki area departemen dimana kita bekerja.
Kita bahkan tidak bisa ke ruang rapat atau gudang?
Lalu bagaimana kita akan bekerja?
Kita harus mencari sendiri caranya.
Ini yang sering membuatku tertekan.
Tapi aku bertahan demi menerima gaji yang tepat waktu.
Tepat waktu. Tepat waktu.
Lihat kan? Joon Hyeok sengaja menghilang.
Dia akan kembali kalau sudah puas bermain,
jadi hentikan saja penyelidikannya.
Apa benar ini tulisan tangannya?
Se Ra sudah mengkonfirmasi.
Dia itu pacarnya, jadi dia yang paling tahu.
Ada yang mencurigakan.
Mencurigakan? Wajahmu itu yang mencurigakan!
Penyelidik, bisakah anda hentikan semua ini?
Dimana Jin Se Ra saat ini?
Joon Hyeok baru mengumumkan cuti sementara, kan?
Sebagai pacarnya kamu pasti kecewa.
Aku yang mengusulkan padanya. Dia terlihat sedang sangat kesusahan.
Dia selalu mendengarkan saranku.
Benarkah? Jadi kapan dia akan kembali?
Yah.. Dia cuma bilang akan terus mendukungku selama masa istirahatnya.
Sebenarnya sebentar lagi film ku akan beredar.
- Apa mau kuceritakan tentang itu? - Lain kali saja.
Oh ya, kamu kan sudah pacaran dengan dia selama 3 tahun. Cintamu padanya pasti masih membara.
Oh, kami?
Tidak perlu bertanya. Dia masih super manis seperti madu. Benaran.
Dia tidak tertarik pada wanita selain aku.
Kamu sudah datang?
Bagaimana keadaan sepupuku hari ini?
Dia berolah raga melebihi waktu, selain itu tidak ada masalah.
Tulis saja upahmu untuk hari ini.
Tunggu. Ini selada. Ambillah.
Untuk apa?
Anggap saja transaksi bisnis untuk juragan.
Baiklah, aku masuk dulu.
Duh, aku sedang makan nih.
Kenapa? Kamu dipecat lagi?
Tidak dipecat, tapi aku kembali bekerja di Bonjour.
Oh, kamu dipekerjakan lagi?
Bukan itu. Aku kerja disana sebagai pegawai outsourcing.
Aku menahan harga diriku karena harus menghidupi seseorang.
Pegawai outsourcing? Apa itu?
Kamu tidak akan paham itu meskipun aku jelaskan.
Hey. Kerja apa saja asal menghasilkan itu bagus kan? Kenapa kamu jadi pilih-pilih.
Makan saja dengan tenang, okay?
Oh, iya. Kudengar kamu dan tetangga saling menyukai.
Si.. Siapa yang bilang?
Dia. Dia bilang kamu naksir berat dengannya.
Bukan begitu?
Tidak, yah, bukannya tidak sih, tapi..
Berarti benar ya.
Wow, Bonjour. Kamu benar-benar tidak punya standar.
- Ada alasannya, tahu. - Alasan apa?
Jadi, mengenai itu..
Ibu Ji Hoon, apa kamu sudah dengar?
Nak Goo itu keturunan konglomerat ke-tiga loh!
Ngomong apa kamu?
Nak Goo? Yang tinggal di atap itu?
Iya, Sangat aneh. Kenapa orang seperti dia mau tinggal di tempat seperti itu?
Kenapa juga dia kemari?
Dia kabur kemari karena tidak mau meneruskan usaha keluarga.
Makanya dia terlihat pandai, dan ada binar-binar keagungan dari dirinya, gitu.
Kalau saja aku punya putri, aku mau terima dia menjadi putra menantuku.
Aku ini pandai menilai orang.
Ini dadar kimchi.
Aku menyesal tidak menyambutmu sewaktu kamu pindahan.
Sudah 3 bulan aku pindah kemari.
Iya, aku tahu. Mulai sekarang mari kita lebih sering bergaul.
Yah, terima kasih makanannya.
Tunggu dulu!
Begini.. Apa kamu perlu saus untuk makan itu?
Apa perlu kubuatkan untukmu?
Nanti aku akan kembali untuk mengambil piringnya.
yah, sampai nanti.
Tunggu dulu!
Oh, panas sekali hawanya! Aku kehausan.
Kenapa aku seperti ini?
Boleh masuk dan minta air?
Lalu apa yang terjadi?
Apa dia benar-benar anak konglomerat?
Apaan, dia sangat miskin.
Kamu sungguh matre!
Apa katamu?
Waktu itu aku punya alasan, tahu.
Aku tidak mendapat pekerjaan dan harus membayar pinjaman sekolahku.
Aku tidak bisa meminta pada Ortuku, jadi..
Jadi tujuanmu adalah menikah karena uang?
Itu namanya materialistis!
Baiklah, kita anggap saja aku begitu.
Memangnya aku tidak boleh seperti itu?
Yah, mana mungkin kamu paham perasaanku?
Aku melihat waktu kamu shooting iklan Kopi Kayo,
Kamu cukup tersenyum dan dibayar mahal.
Itu sudah menjadi hak ku.
Itu bedanya kamu dan aku.
Jangan berpikir aku mencapai semua itu dengan mudah..
hanya karena aku menghasilkan milyaran dalam sekedip mata.
Jangan mengambil jalan pintas dalam hidup. Berusahalah! Usaha!
Ada beberapa hal yang tidak akan berhasil meskipun sudah berusaha.
Walaupun sudah menulis beratus resume. Aku selalu menjadi pegawai kontrak.
Meskipun sudah bekerja keras, aku tidak mendapat jatah makan karena aku pegawai outsourcing.
Aku harus merangkak melalui banyak orang hanya untuk mendapatkan gaji yang sebenarnya memang sudah hak ku.
Tidak segalanya merupakan kesalahanku.
Semuanya terlalu berat.
Sekali saja aku ingin hidup tanpa kekhawatiran.
Aku ingin menikah dengan orang kaya agar dapat hidup tanpa memikirkan tentang uang.
Hidup ini mudah, katamu?
Aku materialistis?
Yah, aku batalkan perkataanku tentang materialistis itu.
Sangat mudah bagimu.
Kamu bisa menarik kembali apapun hanya dengan satu kata.
Aku juga berharap bisa hidup tanpa satupun luka.
Hey! Pikirmu kamu bisa mengubah pikiranku kalau bertingkah seperti ini?
Dia itu penculik.
Jangan berpikir aku mencapai semua itu dengan mudah..
hanya karena aku menghasilkan milyaran dalam sekedip mata.
Bonjour. Apa kamu kena flu?
Tidak menjawab.
Apa kamu masih marah karena masalah kemarin?
Berhentilah memikirkan aku.
Siapa bilang aku memikirkan mu?
Beli daging buntut kalau pulang nanti.
Aku berasa agak loyo jadi perlu makanan bertenaga.
Tetangga, aku sudah datang!
Apa kamu ngomong ke sepupuku kalau aku naksir kamu?
Yah, tepatnya aku tidak ngomong seperti itu, tapi..
Teganya kamu membocorkan hal yang memalukan?
Aku kan sudah bilang waktu itu aku salah kira.
Yang kukatakan kan bukan kebohongan.
Sepertinya kamu tidak sadar kalau sudah salah.
Kenapa sebagai sepupu kamu tidak mengetahui hal tersebut?
Yah, aku hanya tahu nomer lamanya dia.
Nomernya 010-3646-3999.
36463999.
Kamu tahu hari ultahnya?
No comments yet. Be the first to leave one.