Cries and Whispers

Cries and Whispers (Viskningar och rop)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Cries and Whispers BluRay Criterion Collection
A Commentary by D-no Resandono
Manual translated. Maaf kalau ada kata2 yg salah...

Tags

BluRay
Published on: 2017-07-21
Downloads: 78
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

TANGISAN DAN BISIKAN

Sekarang Senin pagi...

dan aku sedang sakit.

Kakak2ku...

dan Anna...

bergiliran utk menjagaku.

Selamat pagi. Apa terjadi sesuatu?

Tdk, dia tenang saja... Kurasa begitu.

Aku ketiduran.

Anna, nyalakan apinya.

Ya Tuhan, aku berterimakasih pada-Mu, karena telah membuatku

bangun tidur dalam keadaan sehat dan gembira pagi ini

setelah tidur nyenyak dalam perlindungan-Mu,

dan atas kenikmatan tidur semalam.

Aku memohon kepada-Mu hari ini dan setiap hari

agar malaikat2mu menjaga dan melindungi putri kecilku

yang dengan kebijaksanaan-Mu

mengangkatnya ke surga.

Aku selalu memikirkan ibuku setiap hari,

meski beliau sudah lebih dari 20 tahun meninggal.

Aku ingat ia sering mencari

kedamaian dan kesunyian.

Aku juga ingat membuntutinya dari kejauhan

dan mengamatinya diam2,

karena aku mencintainya lebih dari apapun.

Aku mencintainya karena ia begitu lembut, cantik, dan hidup

dan kehadirannya sangat berarti.

Tapi ia juga bisa bersikap dingin

atau bukan main kejamnya.

Dulu aku tak bisa memahaminya,

dan kini aku sudah dewasa, aku bisa memahaminya.

Kuharap aku bisa menemuinya lagi dan berkata pd-nya

kalau aku mengerti kebosanannya, ketidaksabarannya,

kerinduannya,

dan kesepiannya.

Dan saat Penyihir Jahat menyadari

kalau Gretel kecil menipunya,

hidungnya semakin panjang...

Saat malam kedua belas ibu selalu mengadakan pesta,

dan Bibi Olga akan datang

dg lentera ajaib dan kumpulan dongengnya.

Aku selalu merasa takut dan tdk kuat.

Ketika ibu bicara pd-ku dg caranya yg menggugah,

Aku hampir tak tahu apa yg ia inginkan dariku.

Maria dan ibu selalu berbisik2 satu sama lain,

mereka terlihat mirip.

Aku dulu penasaran kenapa mereka tertawa.

Semua orang bersemangat.

Aku sendiri tdk bisa bergabung dalam suasana itu.

Aku ingat suatu hari pd musim gugur...

ketika aku bersembunyi di balik tirai

dan melihatnya diam2.

Ibu duduk mengenakan gaun putih di ruang tamu berwarna merah.

Ia duduk terdiam, kepalanya membungkuk,

tangannya berada diatas meja.

Tiba2 ia melihatku

dan memanggilku dg halus.

Aku mendekat dg ragu2,

dg pemikiran ia akan memarahiku, seperti biasa.

Tapi malahan ia menatapku dg penuh kesedihan

yg membuatku ingin menangis.

Aku letakkan tanganku di pipinya...

dan pd saat itu kami merasa dekat.

Ada orang diluar sana.

Anna.

Ada orang diluar sana.

Selamat pagi, Agnes.

Selamat pagi, Dokter.

Ia sangat capek. Kurasa tdk akan lama lagi.

Aku bisa keluar sendiri, makasih.

David.

Sudah lama.

Kapan kita bisa bertemu lagi?

Tdk.

Maria dan suaminya, Joakim,

tinggal di rumah ini beberapa tahun lalu,

ketika Agnes pergi ke Italia utk berobat.

Suatu sore, putri kecil Anna sedang sakit

dan Maria memanggil dokter keluarga dari luar kota.

Bilang “ah.”

Sekali lagi.

Aku tahu itu sakit sedikit.

Gadis pintar. Tdk terlalu buruk, kan?

Naiklah ke tempat tidur.

Tidurlah.

-Makasih. -Kau pasti lapar, Dokter.

Ada makanan di ruang lain, kalau kau mau.

Baik sekali dirimu.

Makasih.

Agnes dan Karin masih di Italia.

Aku menerima suratnya minggu lalu.

Agnes mulai membaik.

Batuknya sudah hilang.

Ia mulai melukis lagi.

Suaminya Karin akan menyusul mereka.

Cuacanya bagus, hampir seperti musim panas...

walau malam hari terasa dingin.

Dan gimana kabar suamimu?

Joakim sedang banyak urusan di kota.

Ia akan kembali besok.

Aku bilang kau akan datang utk memeriksa anaknya Anna.

-Ia titip salam. -Makasih.

Aku menyiapkan kamar tamu utk-mu.

Cuacanya buruk sekali.

Dg cuaca seperti ini jangan pulang dulu.

-Kau berubah. -Sungguh?

Apa ada orang lain?

Selalu ada orang lain...

meski kurasa hal itu takkan membuatmu tertarik.

Memang tdk.

Kau memakai kacamata sekarang?

-Apa aku mengganggumu? -Sama sekali tdk.

Kenapa kau merasa terlindungi?

Bisakah kita lupakan masa lalu?

Kemarilah, Marie.

Kemari.

Lihatlah ke cermin.

Kau cantik.

Mungkin bakal lebih cantik ketimbang saat kita bersama.

Tapi kau telah berubah,

dan kuingin kau melihatnya.

Sekarang coba gerakkan matamu.

Dulu matamu dipakai memandang lurus kedepan, terbuka...

tanpa menyamar.

Mulutmu bagai orang lapar, mengisyaratkan ketidakpuasan.

Dulunya begitu lembut.

Kini kulitmu pucat.

Kau memakai riasan.

Wajahmu, alis lebarmu

masing2 memiliki 4 garis di kedua matamu.

Kau tak bisa melihatnya dg cahaya di ruang ini,

tapi kau bisa melihatnya pd siang hari.

Kau tahu kenapa garis2 itu bisa ada?

Tdk.

Sikap ketidakpedulianmu.

Dan kontur ini

yg terbentang dari telinga ke dagumu

tdk lagi bagus...

di sebabkan oleh rasa nyaman dan sifat pemalasmu.

Dan disana, di batang hidungmu.

Kenapa kau sering menyeringai

Kau melihatnya?

Kau sering menyeringai.

Kau melihatnya?

Dan lihat bagian bawah matamu.

kerutan2 tajam yg hampir tak terlihat

sbg hasil dari rasa bosan dan rasa ketidaksabaramu.

Bisakah kau benar2 melihat semuanya?

Tdk, tapi aku merasakannya saat kau menciumku.

Kurasa kau sedang bercanda.

Aku tahu dimana kau melihatnya.

Dimana?

Di bagian dalam pd dirimu.

Karena kau dan aku sangat mirip.

Maksudmu...

dalam keegoisan...

sikap dingin...

dan ketidakpedulian kita?

Penjelasanmu selalu membuatku bosan.

Adakah saat2 tertentu dimana ada kau dan aku saja?

Aku tdk butuh pengampunan.

Selamat pagi, tuan.

Selamat pagi.

Makasih.

Selamat pagi, Joakim. Selamat datang di rumah.

Selamat pagi, Maria.

Putrinya Anna sakit.

Semalam dokter sudah berkunjung.

Ia titip salam

dan berharap kau bisa main catur bersamanya.

Aku menyuruhnya menginap

karena cuacanya buruk.

Ia pergi tadi pagi2 sekali sebelum yg lain pd bangun.

Apa kau bersenang2 di kota, atau kau sangat sibuk?

Kita dapat undangan dari Egermans.

Mereka ingin kita tinggal bersama mereka di Easter.

Kurasa itu ide yg bagus.

Buat ganti suasana gitu. Gimana menurutmu?

Kita lihat nanti.

Bermainlah sana.

Joakim.

Tolong.

Tolong aku.

Tdk.

Anna.

Kau mendengarnya?

Aku cuma dengar angin

dan suara jam berdetik.

Tdk... itu sesuatu yg lain.

Aku tak mendengar yg lainnya.

Aku kedinginan.

Selamat malam.

Kemarilah.

Datanglah pd-ku.

Kau sangat jauh.

Kemarilah.

Tetaplah di sisiku.

Apa aku bau?

-Rasanya sakit sekali. -Aku tahu, Agnes.

Aku akan tinggal bersamamu.

More Indonesian subtitles for Cries and Whispers

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left