The first 179 lines.
Sebelumnya di
Space Brothers
Mutta sang kakak terkena sial.
Karena lahir di hari kemenangan, Hibito si adik menjadi moonwalker Jepang pertama.
Mutta sang kakak berusaha menjadi astronot, dan menepati janjinya kepada Bibi Sharon
untuk membuat teleskop di bulan.
Mutta berhasil pada babak pertama, tapi dia terus saja dapat masalah.
Saat ujian tertulis, nilainya paling rendah.
Alhasil, dia harus dapat instruktur terbang yang gila.
Tetapi, Mutta sang kakak
belum sadar kalau dia sedang mempelajari apa yang dia butuhkan secara cepat.
"Datanglah ke gedung 9N"?
Kenapa kau melepaskan kesempatan untuk pergi ke luar angkasa dengan cepat?
Memang sedih, tapi aku sudah putuskan untuk ke bulan.
Aku sendiri...
Aku sendiri belum pernah ke bulan.
I-Ini tempat apa?
Di sinilah buggy, rover, dan kendaraan lainnya dikembangkan untuk dipakai di permukaan bulan.
Merekalah para teknisi di sini.
Apa? Kenapa laki-laki lagi?
Kau harus membuahkan hasil di sini.
Kalau kau bisa, kau akan dapat kesempatan
di kru cadangan untuk misi bulan.
Sebenarnya, setelah menyiksa otak kami dengan mengganti roda dan remnya, hasilnya tetap saja nihil.
Habisnya, memang pada dasarnya sudah sempurna.
Tapi kalau tak ada hasil, kita akan mempermalukan diri kita sebagai teknisi NASA.
Buggy yang takkan jatuh, ya?
Semak-semak dan pepohonan yang hijau.
Kalau Linda?
Aku tak sabar ingin barbecue dengan keluargaku.
Hibito bagaimana?
Kalau aku mau jalan-jalan naik sepedaku.
Kau suka sekali ya dengan sepeda itu?
Ya, mungkin sekarang sudah berdebu.
Detak jantung Hibito meningkat.
Dia tak butuh informasi itu.
Lanjutkan peluncurannya.
Kau tak apa-apa, Hibito?
Apa kau sakit?
Kalian ini kenapa?
Aku baik-baik saja.
Nah, ayo pulang.
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Jelas kalau semakin banyak yang kita masukkan dalam kantung
maka akan semakin berat kantung itu
Semakin keras aku berjuang, semakin dekat aku dengan tujuanku
Tapi sayangnya aku tak bisa secepat itu
Kutatap langit di malam hari, tapi tetap ku tak bisa tenang
Sampai-sampai detak jantung ini terdengar keras olehmu
Ayo kita pergi
Rasa laparku pun tahu lautan bintang ini tak terbatas
dalam planetarium mimpi dan kenyataan ini
Sekarang kuperbarui kanvas impianku
Dengan gemerlapnya alam semesta dan bumi yang biru
Rasa laparku pun tahu lautan bintang ini tak terbatas
dalam planetarium kebohongan dan kejujuran ini
Sekarang ku bicara memakai kanvas impianku
di orbit takdir ini
sambil berapi-api
#71 Rehearsal
#71 Rehearsal
Ponzu?
Ponzu apaan?
Bukan, bukan.
Japons.
Ah, ja ponzu, ya?
Ponzu macam apa itu?
Sudah kubilang bukan ponzu!
Itu majalah bisnis yang terbit di Jepang.
Namanya Japons.
Aku dan Hibito ada di sampul majalah itu.
Pakai seragam luar angkasa.
Alah, masa?
Kalian ada di sampulnya?
Ayah.
Mutta dan Hibito mau muncul di sampul majalah.
Wah, Ibu jadi tak sabar.
Hei, kau gugup, tidak?
Gugup, tidak?
Ya, sedikit gugup sih, tapi tak apa-apa.
Wah, celanaku mana?
Rubriknya yang mana nanti?
Tak tahu, sih. Nanti aku beri tahu.
Ya, ya. Baiklah.
Selamat malam!
Ah, di sana sudah pagi, ya?
Benar juga.
Baik, selamat pagi! Selamat berangkat!
Majalahnya majalah apaan?
Oh, soal itu...
Majalah ponzu.
Majalah ponzu?
Siapa yang mau beli?
Ah, dasar.
Mana mungkin aku muncul di sampul majalah pakai rambut ini.
Sepertinya aku keren sekali.
Sip!
Satu lagi.
Hibito, kita harus pergi sekarang.
Aku sih siap mau kapan juga.
Ah.
Kau mau ke studio foto seperti begitu?
Mu sendiri kenapa begitu?
Hah?
Aneh, tahu.
Ah, bukan, bukan! Celanaku tak ketemu, tahu!
Eh?
Itu ternyata.
Ah, ya.
Hibito, mau tanya soal buggy bulan.
Hmm?
Sepertinya cara kerjanya beda di bulan.
Sebelum kau pergi ke Rusia, bisa kauberi tahu masalahnya apa saja?
Ya, kalau mau jelasnya, mungkin sebaiknya kau tanya Damian, dia yang menyetir.
Tapi remnya juga kurang pakem.
Gara-gara gravitasinya rendah, gesekan remnya berkurang dan susah buat dihentikan.
Buggy-nya juga selip jauh sekali.
Jadi begitu.
Berarti...
Peter dan yang lain mungkin percuma saja buang-buang waktu meningkatkan remnya.
Pagi!
Ah yang itu Kobayashi dari staf pendukungku.
Oh, sepertinya aku belum pernah bicara dengannya.
Salam! Terima kasih selalu membantu Hibito.
Sama-sama karena sudah datang hari ini.
Para editor sudah datang dari Tokyo.
Eh? Mereka semua ke sini?
Hebat juga set ini!
Ya, kami hanya meminjamnya.
Aku yakin ini suka digunakan untuk film.
Wah, kelihatan seperti asli, ya?
Padahal aku 'kan tak pernah ke bulan, jadi tak tahu juga.
Apa ini seragam untuk foto itu?
Kenapa dasi ini?
Panjang sekali.
Siapa yang mau pakai ini?
Kalau kalian ada waktu membaca proposalnya, di situ ada tema dari sampul ini.
Di sana akan ada moonwalker Jepang pertama, Hibito Nanba.
Lalu kakaknya yang ikut ke luar angkasa, Mutta.
Intinya untuk menunjukkan kakak beradik yang bersaing di bidang yang sama.
No comments yet. Be the first to leave one.