The first 200 lines.
Rebecca!
Jemma sayang, bagaimana kabar anakku yang cantik hari ini?
Tolonglah Bu, menurutku ini ide yang buruk.
Hei, dengar, minggu ini akan baik-baik saja, aku berjanji.
Aku tahu ini akan jadi sedikit aneh, tapi
Ini tidak aneh, Bu.
Hanya saja mereka teman Rebecca, bukan temanku.
Dengar, mereka datang untuk tinggal bersama kita
setiap musim panas sejak dulu.
Bersama mereka adalah pilihan yang tepat.
Sudah setahun berlalu, sayang,
mereka juga merasakan sakit yang sama seperti kita.
Aku tahu sulit bagimu melihat mereka
tanpa memikirkannya, tapi aku berjanji,
setelah minggu ini, kau tidak perlu melihat mereka lagi
- Jika kau tidak mau. - Janji?
Kumohon, itu yang diinginkan adikmu.
- Oke. - Terima kasih.
Mungkin itu akan memberi kita semua pengakhiran.
Tuhan tahu kita bisa.
Kapan mereka tiba?
Besok malam, aku dapat kabar mereka
kecuali Natasha.
Mia masih berusaha menemukannya.
Kau kehilangan cinta?
Aku mencari temanku, Natasha.
Katanya dia bekerja di sini.
Kau tepat waktu.
Dia akan hadir beberapa menit lagi.
Terima kasih.
Hadirin sekalian, ini waktunya.
Kau seharusnya tidak datang.
Kau seharusnya menjawab panggilan kami.
Aku tahu kenapa kau ada di sini, kau bisa melupakannya.
Ayolah Natasha, cuma satu minggu.
Pikirkan apa artinya ini untuk ibunya, untuk kakaknya.
Kau sahabat Rebecca, bukan aku.
Aku tidak akan pergi.
Sekarang aku harus kembali kerja.
Apa katamu?
Aku tidak akan kembali ke sana.
Tidak ada lagi musim panas yang ingin kukunjungi.
A L I H B A H A S A K U D A L U M P I N G
Mia.
- Oh, Will, aku... - Kau baik-baik saja?
Ya, maaf, hei.
Mmm, minggu ini tidak akan mudah, ya?
- Kau baik-baik saja? - Ini tahun yang sulit.
Aku hampir tidak datang.
Aku tidak bisa bersedih selamanya.
Siapa yang tahu?
Mungkin minggu terakhir ini akan membantu kita mengucapkan selamat tinggal.
Jadi, apa yang baru darimu?
Aku benci kita belum bicara.
Kau berkencan dengan seseorang?
- Ya Tuhan, tidak, tak seorang pun sejak... - Rebecca.
Aku mendengar James akan datang.
Itu akan jadi aneh?
Mungkin, tapi minggu ini bukan tentangku.
Kalian masih bicara?
Tidak, aku akan selalu menyukainya,
tapi James bisa saja...
Intens, posesif, psiko?
Ya Tuhan, aku tidak seburuk itu, kan?
- Hei. - Hai.
Bolehkah kita?
- Aku sudah memesan mobil. - Tentu.
Pergi tanpa aku?
Tidak akan pernah.
Kupikir kau tidak datang.
Aku tidak akan memaafkan diriku
jika aku mengecewakan kalian.
- Terima kasih. - Aku senang kau datang.
- Oke, kita berangkat? - Ya.
Hai.
Kau dan ibumu baik sekali karena menerima kami, Jem.
Oh, ini sudah terlalu lama.
Sebenarnya ini pertama kalinya
kami bersama sejak kejadian itu.
Kelulusan bertepatan dengan semua hal tentang Rebecca,
jadi kami sedikit menyimpang dari yang direncanakan.
Itulah inti minggu ini,
untuk menghubungkan kembali dan mengingat.
Aneh rasanya berada di sini tanpa dia.
Aku mencoba untuk tidak memikirkan Rebecca.
Kedengarannya kasar, aku tahu,
tapi itulah caraku menjalani hari.
Itu barang-barangnya.
Kupikir kau akan menyukainya.
Aku menyukainya, terima kasih.
Kau masih memakainya?
Setiap hari.
Aku akan meninggalkanmu untuk bersiap-siap.
Makan malamnya jam delapan.
Senang bertemu denganmu.
Aku menyayangimu, Mia.
Wah, hai, kau ada di kamarku.
- Maaf, aku tidak bermaksud begitu. - Tinggal.
Aku senang kau ada di sini.
- Kau tidak menjawab SMS-ku. - Jangan.
Kenapa tidak?
Rebecca.
Banyak hal berubah.
Itu tidak menghentikan kita sebelumnya.
Aku membenci diriku sendiri atas apa yang kita lakukan,
apa yang kita lakukan, saat dia...
Kita tidak bisa mengubah masa lalu, Jem.
Tapi aku bisa mengubah masa depan, aku minta maaf.
Dan tentu saja ini adalah kamar paling seksi.
Selamat datang di tempat tinggalku yang sederhana.
Senang sekali kalian semua ada di sini, anak-anak.
Rumah ini terasa sangat sepi setahun terakhir
tapi aku tidak tega melanggar tradisi kalian
tidak menghabiskan liburan di sini,
meski tanpa Rebecca-ku.
Dia sangat menyayangimu.
Aku tahu tidak mudah berada di sini tanpa dia.
Aku ingin kalian tahu betapa aku menghargainya.
Ini kelihatannya enak.
Jangan lihat aku.
Ibu bekerja keras di dapur sepanjang sore.
Kupikir kau tidak bisa memasak.
Yah, aku memang tidak bisa.
Suamiku yang selalu jadi koki.
Tapi setelah dia meninggal, Rebecca dan aku belajar memasak sendiri.
Saat kami kehilangan Rebecca,
memasak jadi terapiku.
Itu cara untuk... merasa dekat dengan mereka berdua lagi.
Jadi, untuk Thomas dan Rebecca.
- Boleh aku bergabung denganmu? - Tentu.
Bagaimana kabarmu?
Aku terus bermimpi aku ada di sana saat Rebecca...
Aku bisa menolong, bisa menghentikannya.
Ada sesuatu yang kita tidak tahu,
Aku yakin itu.
Tidakkah menurutmu ada kemungkinan aku benar
ada sesuatu yang salah?
Mia, ini harus dihentikan.
Rebecca ingin kau punya kehidupan.
Aku tahu. Kau benar.
Aku berhutang maaf padamu
karena mengakhiri semuanya seperti yang kulakukan, aku minta maaf.
- Aku ingin kembali bersama. - James, aku
Dengar, aku tahu kau butuh waktu sendirian
setelah Rebecca meninggal, dan aku menghormatinya.
Tapi ini sudah setahun.
Aku ingin berada di sini untukmu.
Aku bisa menolongmu.
Aku mencintaimu.
James, aku um, aku akan selalu
punya kenangan indah saat kita bersama,
tapi aku tidak ingin bersamamu lagi,
Aku minta maaf.
Oke.
Aku mengerti.
Selamat malam, Mia.
Hey.
Natasha, terima kasih sudah datang.
Aku tahu ini tidak mudah.
Aku minta maaf karena menghilang.
Setelah semuanya,
suamimu dan Becca,
Aku di luar batas kemampuanku.
Aku tidak pernah bermaksud menyakiti siapa pun.
Itu bukan salahmu, akulah yang harus disalahkan.
Tidak ada yang perlu disalahkan.
Kami melakukan hal yang buruk,
tapi tak seorang pun bisa memperkirakan apa yang akan terjadi selanjutnya,
hidupmu akan hancur,
kau akan kehilangan semuanya.
Tapi kau belum kehilanganku.
Aku masih di sini.
Halo, siapa di sana?
Halo, ada orang di sana?
- Hai. - Kau baik baik saja?
Ya, hanya sedikit gelisah.
Membuatku takut dalam kegelapan.
Mia.
Sebastian.
Agak terlambat untuk berenang, Sebastian.
Ini satu-satunya saat aku bisa menjamin kesendirian.
Tidak ada kebisingan, tidak ada turis, biasanya.
Sebaiknya aku pulang.
Kau ingin berjalan bersama?
Sebenarnya, aku tinggal di rumah.
Aku tinggal di ujung pantai.
Oh, luar biasa, kita bertetangga.
Aku di rumah di atas bukit.
- Rumah Lowell? - Ya.
- Kau mengenalnya? - Dia sahabatku.
Benarkah?
Hanya sekadar saja.
Sungguh tragis apa yang terjadi.
Senang bertemu denganmu, selamat malam Sebastian.
Kau ingin minum kapan-kapan?
Aku suka itu.
- Ayo! - Rebecca, hati-hati.
Tenang, ayo!
Rebecca!
Rebecca!
No comments yet. Be the first to leave one.