The first 200 lines.
Musim dingin, cuacanya sangat dingin.
Seorang pria menghampiri taksi, masuk ke dalamnya,
Duduk di kursi belakang yang hangat.
Beberapa mil di ujung jalan,
Taksi menginjak lembaran es hitam,
Mulai berputar tak terkendali,
Menuju ke tepian jembatan,
Hanya ada kegelapan di bawahnya.
Supir berteriak, "Kita akan mati!"
Pria itu dengan tenang bersandar ke depan dan dengan lembut berkata,
"Bisa kau nyalakan radionya?"
Aku tidak mengerti, kau yang mana?
Supir atau penumpang di belakang?
Keduanya.
Hei, hei!
Kita semua meluncur menuju tepian,
Tapi terserah denganmu seberapa nyaman kau melakukan itu.
Bayar utangmu, teman.
Sial.
- Hei. - Bagaimana?
Bagus. Sedikit lagi.
Aku mau kau kembali ke 32 besok setelah ini selesai.
Oke. Ya.
Kau bisa tangani dua sifnya Jim minggu depan?
- Tentu. - Bagus.
Karena dia akan izin seminggu.
Anaknya meninggal.
Apa?
Astaga. Caleb?
Dia izin seminggu. Pemakaman dan lainnya.
Ya, ya.
Astaga. Apa yang terjadi?
Overdosis. Pil atau apapun itu.
Itu sangat disayangkan. Dia anak yang baik.
Setidaknya dulu. Entahlah.
Ya.
Baiklah. Aku pergi.
- Terima kasih, Mike. - Ya.
Aku masih tak mengerti kenapa itu harus begitu berisik.
Karena berisik artinya kencang.
Kenapa ayah balapan tapi Ibu tidak?
Gadis kecil, itu karena Ibumu cerdas.
Dan ayah apa?
Ayah tangguh dan kuat.
Jadi Ibu tidak kuat?
Astaga.
Dengar, kadang itu bukan soal...
Kau tahu, berapa banyak yang bisa kau angkat,
Tapi soal berapa banyak berat yang bisa kau bawa...
...yang menjadikanmu kuat. Kau paham maksudnya itu?
Mungkin.
Kau tahu pohon besar yang kita pelajari,
Di California?
Pohon besar dimana kau bisa bawa mobil untuk melaluinya?
Ya.
Pohon itu bertahan selama ribuan tahun,
Hanya berdiri di sana.
Lalu suatu hari, orang kecil kurus...
Setinggi kau, bahkan mungkin lebih kecil darimu datang...
Dengan kapak kecil, dan beberapa jam.
Dia menebang pohon tua besar itu.
Dia orang yang kurus?
Bukan, gadis kecil. Kapaknya.
Dia mungkin kecil,
Namun dia bisa tebang pohon besar tua itu.
Ibu tak perlu balapan untuk buktikan dia tangguh.
Dia bahkan tak perlu menebang pohon besar tua,
Kau tahu, seperti kapak.
Kau bisa cukup sekali melihat dia,
Dan sadar apa yang mampu dia lakukan.
Itulah Ibumu.
Ayah bilang ibu sebuah kapak.
- Hei. - Apa, seperti kapak tempur tua?
Tidak, bukan kapa...
Maksudku seperti belati ramping berkilau.
Aku bisa mencincangmu.
Ya, itu benar.
Kau buat ayah dapat masalah.
- Trey singgah. - Bagus.
Dia bisa masuk ke bawah sana dan bantu aku ganti bagian belakang.
Semoga berhasil.
Anak itu tak bisa bedakan kunci inggris dengan anusnya.
- Ibu! - Ayo.
- Bantu ibu dengan makan malam. - Tapi aku membantu ayah.
Ayo. Dia bisa bereskan kekacauannya sendiri.
- Ayo. - Terima kasih untuk yang sia-sia.
Astaga. Aku tak pernah merindukan masakan rumah,
Hingga aku menyantapnya.
Bukankah bir termasuk masakan rumah jika kau tinggal di bar?
Aku tinggal di atas bar. Beri aku keringanan.
Tapi serius, itu enak.
Tak seenak buatan ibumu, tapi cukup layak.
Sial. Astaga.
Kau tahu.
Aku tak tahu jika kau tetap akan datang.
- Aku pasti takkan datang. - Aku tahu.
- Hei, Paman Bodie. - Hei, Shelby.
Bagaimana kabar supir favoritku?
Baik.
Ada apa denganmu, Trey?
Hanya kemari untuk makanan. Sama sepertimu.
Aku mengaku bersalah.
Kau sudah urus surat tilangnya?
Proses pengiriman, Sherif.
Bukankah semuanya begitu?
Bagaimana keadaanmu, Sherif?
Aku masih berdiri.
Tidak, tidak, tidak. Jantungku, jantungku masih berdetak.
Tidakkah kau tuan putri tercantik di dunia?
Tn. Bodie, Ibu siapkan kau makanan.
Makanan? Aku tak ke sini untuk makanan.
Aku ke sini untuk urusan resmi kepolisian.
Aku percaya. Seperti setiap minggu.
Apa? Itu benar.
Kemari.
Kau terlalu baik kepadaku. Terima kasih.
Kami tak melihatmu saat misa Minggu.
Ya, kau tahu, aku tak tahu dengan pengkhotbah baru itu.
Sebut aku orang lama, tapi aku lebih seperti...
Entahlah, tipe orang penyuka api dan belerang, kau tahu?
Ya, aku dengar itu.
Aku tak ingin hanya mengambil makanan dan pergi,
Tapi kurasa kalian tak ingin melihatku makan.
- Selamat malam, Sherif. - Jaga dirimu.
Kau juga.
Baiklah, nona kecil, waktunya tidur.
Tidak! Tidak!
Malam, Ayah.
Mimpi indah, cantik. Ayah menyayangimu.
Baiklah.
- Ayo! - Malam, kotoran hidung.
Selamat malam, kotoran hidung mungil.
Ayo.
Hei, Earnhardt.
Terima kasih.
Berapa lama kau akan melakukan ini?
Entahlah. Selama yang dibutuhkan.
Aku baik-baik saja. Ini cukup membantu.
Itu membunuh Muhammad Ali.
Ini bukan main-main.
Kau pikir aku tak tahu, Trey?
Kau mau aku bagaimana?
Biar aku buat situasi kami lebih stabil,
Lalu kita bisa berurusan denganku, oke?
Kau takkan mendapat masalah dari dia. Kau tahu itu.
Itu tak pernah terjadi.
Kau pikir aku suka menyimpan rahasia dari dia, Trey?
Berhenti mendesakku.
Terserah denganmu.
Pegang bagian ini.
Sekarang? Kita baru makan.
- Sekarang, berengsek, ayo! - Oke, oke, oke.
Astaga.
Trey.
Apa yang kau lakukan di sini?
Ayo pergi jalan-jalan.
Entahlah. Caroline pulang sebentar lagi.
Ayolah. Aku ingin tunjukkan kau sesuatu.
Aku tahu kau tak suka terlihat dengan mobil impor,
Tapi masuklah.
Ada apa, Trey?
Tidak ada. Cukup jalan-jalan saja denganku.
30 menit, lalu kuantar kau pulang.
Ya, oke, oke.
Jika aku terbangun di Meksiko tanpa celana,
Caroline akan memotong testikelmu.
Celanamu akan tetap dipakai, aku janji.
- Sebaiknya begitu. - Kecuali kau merasa ingin nakal.
Hei, traktir aku susu kocok Oreo, dan kita akan bicara.
Beres.
Sabuk pengaman dan lainnya.
- Aku tak percaya menaiki ini. - Enyahlah.
Kau di sini berapa lama? 20 Tahun?
Masih mengendarai sampah ini?
Tokyo Green. Hulk ini tak terkalahkan.
Astaga, Trey, itu memalukan.
Aku tak boleh terlihat di sampah ini. Ya Tuhan.
Dengarkan raungan itu.
Itu yang aku bicarakan.
Jangan bunuh kita, Trey. Astaga.
Apa? Apa ini?
Itu.
Apa, kau mengusahakan sabuk hitammu?
Tidak.
Oke, lalu apa?
$100.000.
Tunai.
Apanya?
Apa yang kau tahu soal Oxy?
Aku tak tahu apa-apa soal Oxy, Trey. Tidak ada.
Aku tak perlu tahu. Bawa aku pergi dari sini.
Ada dokter di sana. Semacam pembual palsu.
Orang masuk, "Ini sakit. Dan itu sakit."
Lalu dokter akan tuliskan resep untuk mereka,
Ratusan orang setiap harinya.
Oke, apa kaitannya itu denganku?
Dan para orang udik ini,
Mereka pergi menebus resep itu, lalu coba tebak?
Mereka kembali ke sana.
Obat-obatan itu keluar-masuk pintu belakang itu,
No comments yet. Be the first to leave one.