The first 200 lines.
Kenapa kau ada di sini?
Siapa kau?
Pencuri!
Aku bukan pencuri! Bukan pencuri!
Cepat tangkap dia!
- Cepat tangkap dia! - Aku bukan pencuri!
Kenapa kau mengejarku?
Namaku Akin,
Akin Taweekitkiat
seorang atlet tembak...
Ternyata hebat juga!
Kedepannya
jika terus berlatih, maka nantinya akan lebih hebat dari sekarang ya?
Namun, lupakan saja dulu!
Hari ini juga sama seperti biasanya.
Setiap hari terus berlatih menembak.
Namun, hari ini lebih spesial dibanding sebelumnya.
Begini saja.
Karena aku...
ingin mendapatkan nilai yang tinggi
demi memamerkannya pada seseorang.
Curang seperti ini tidak baik, 'kan?
Kalau begitu gunakan...
nilai tertinggi saja.
Selamat datang!
Kue yang dipesan sudah jadi.
- Ka, kau... - Ya?
Inilah dia, pria yang kukatakan padamu itu, yang sangat tampan.
Putra dari Ketua Kris.
- Benarkah? - Aku tak berharap untuk jadi pahlawan.
Benar, kalau begitu aku...
Hanya berharap
menjadi pahlawan untuk putraku sendiri saja sudah cukup.
- Terima kasih untuk hari ini. - Baik.
Ayah dan anak, keduanya sangat tampan ya.
Di sini.
- Terima kasih. - Terima kasih.
=Switch On=
Sudah begitu malam mau ke mana?
Kau...
Para hadirin sekalian, pagi hari ini
ada orang yang menemukan mayat dari seseorang yang kaya raya.
- Tertembak dengan cukup aneh. - Di dalam mansion mewahnya sendiri.
Korbannya adalah Ketua Kris Taweekitkiat.
Orang yang penting di perumahan.
Tertembak di kamar tidur putranya.
- Alat tembaknya, kemungkinan adalah... - Tidak boleh foto.
- milik Pak Akin Taweekitkiat, - Masih tidak boleh masuk.
seorang atlet tembak tim nasional,
satu-satunya putra dari korban.
Tempat polisi menemukan pistol, berada di semak-semak belakang mansion mewah.
Para hadirin sekalian, berdasarkan dengan bukti yang ditemukan,
membuat Pak Akin Taweekitkiat menjadi tersangka.
Saat ini pihak polisi telah menangkap tersangka.
Sedang dibawa ke kantor polisi, untuk melangsungkan penyelidikan selanjutnya.
Kami akan terus mengikuti perkembangan dari kasus ini.
Untuk hukuman yang akan kau terima kali ini,
kau dapat meminta keringanan hukuman.
Pak Akin Taweekitkiat.
Kau membunuh Tuan Kris dengan tanganmu sendiri,
apakah itu benar?
Kau hanya berdiam diri, apakah kau pikir akan bisa bebas dari segala hukuman?
Tak diduga, dapat membunuh Ayah sendiri.
Kau tidak mungkin dapat kabur dari hukuman,
lalu menjalani kehidupan yang normal kembali.
Maksudnya bagaimana?
Apakah benar kau membunuh Ayahmu sendiri?
Apa?
- Pak Akin sudah mengakuinya, 'kan? - Dia yang telah membunuh Pak Kris.
Apa motif dari pembunuhan ini?
Apa yang mengakibatkan Tuan Akin dan Tuan Kris bertengkar?
Apakah membunuh demi mendapatkan harta puluhan miliar?
Cukup.
Aku bersedia untuk menjawab semua pertanyaan.
Mengenai kasus kali ini, biarkan aku memberikan kesimpulan yang sederhana.
Pembantu mengatakan, terdakwa dan korban beradu mulut dengan hebat,
jadi kemungkinan lepas kendali dan membunuh korban.
Jika Ayah begitu ingin mendapatkan juara satu internasional,
maka berlatihlah sendiri dengan baik!
Pergi bertanding saja sendiri!
Akin.
Jika kau berbicara seperti itu dengan Ayah,
maka kau tidak perlu memanggilku Ayah lagi.
Ini kau sendiri ya yang mengatakannya.
Tidak lama setelah kasus itu terjadi,
kami telah memeriksa kadar alkohol.
Kadar alkohol dalam darah terdakwa telah melebihi batas normal.
Alat yang digunakan untuk membunuh
memang merupakan pistol yang digunakan Akin dalam pertandingan.
Setelah kasus itu terjadi,
dibuang ke tempat yang tidak akan diketahui orang lain di rumahnya.
Kami sudah memeriksa sidik jari yang ada pada pistol.
Tidak ada sidik jari orang lain pada pistol tersebut,
hanya ada sidik jari dari terdakwa.
Maka ini sudah sangat jelas
bahwa terdakwa telah menembak korban hingga tewas.
Kalau begini, apakah diperbolehkan untuk bebas dengan jaminan?
Kalau begitu, harta dari keluarga ini akan jatuh ke tangan siapa?
Apakah merasa dalam kasus ini telah keliru dalam menangkap pelaku?
Harap tetap tenang.
Semua bukti yang didapatkan dari kamar tidur terdakwa,
menunjukkan bahwa terdakwa adalah atlet tembak yang sangat terkenal.
Seharusnya menjadi teladan yang baik bagi seluruh masyarakat di negara ini.
Melakukan hal seperti ini,
sungguh tidak dapat dimaafkan.
Pengadilan telah menetapkan
bahwa terdakwa divonis penjara seumur hidup.
Aku tidak melakukannya!
Akin.
Aku tidak melakukannya!
Aku tidak mungkin membunuh Ayah sendiri!
Pistol itu berada di kamar tidurku,
tentu saja akan ada sidik jariku!
Aku telah dijebak!
Akin kembali ke sini.
Tidak berarti bahwa aku akan membunuh Ayahku sendiri!
Akin.
Diam!
Jika terdakwa masih tidak bisa mengendalikan emosi sendiri,
maka pengadilan akan menganggap dirimu telah meremehkan keputusan pengadilan.
Walaupun aku benar-benar telah bertengkar dengan Ayah,
tapi aku tidak akan mungkin membunuh Ayahku sendiri!
Aku mencintai Ayah!
Masuk!
Aku tidak melakukannya!
Masuk!
Aku tak melakukannya!
Pergi!
Masuk!
Namun karena terdakwa
sebelumnya belum pernah melakukan tindakan yang melanggar hukum,
maka pengadilan akan memberikan keringanan hukuman,
memvonismu dipenjara 20 tahun.
Dengar,
Kepala Polisi Sean
adalah penanggung jawab dari kasus kali ini.
Dia baru masuk ke ranah politik,
pasti tidak akan melepaskannya begitu saja.
Karena dia mengandalkan kasus kali ini
untuk mendapatkan perhatian masyarakat,
demi persiapan pencalonan dirinya dalam pemilihan kepala daerah berikutnya.
Namun, aku sungguh tidak melakukannya, Paman Win.
Paman percaya padamu, kau tidak melakukannya.
Paman akan berusaha semampunya
untuk menolongmu.
Paman pasti dapat menolongmu.
Namun, ada satu hal lain lagi
yang ingin paman sampaikan padamu,
yaitu...
Anggota dewan direksi
telah memutuskan...
Apa? Paman.
Mengkremasi jenazah dari Ketua Kris.
Segera.
Tidak boleh! Paman!
Paman... Tidak boleh! Paman!
Aku ingin menghadiri upacara pemakaman Ayah, Paman!
- Paman, tidak boleh! - Tenanglah dulu.
- Tenanglah dulu, Akin. - Aku ingin ke upacara pemakaman Ayah.
Tenanglah dulu.
Diam!
Maaf.
Akin, kau tidak perlu khawatir.
Paman akan mengadakan upacara pemakaman yang megah untuk Ketua Kris.
Paman berjanji padamu, Nak.
Biarkanlah aku keluar.
Aku sungguh tidak melakukannya, Paman.
Dokter Nisa,
ada operasi darurat!
Tolong minggir.
Dokter, pasien yang membutuhkan operasi kali ini berusia 20 tahun.
Kaki kanannya patah.
Tingkat saturasi oksigennya adalah 98-100%.
Namun, ada...
Operasi darurat! tolong minggir!
Pasien berusia 25 tahun, kecelakaan motor.
Kehilangan banyak darah.
Dorong ke ruangan itu dulu.
Nisa, operasi kali ini kuserahkan padamu.
Baiklah.
Segera minta Dokter Pakorn ke sini!
Katanya pasien memiliki gejala Tension pneumothoreax.
Baik.
Mari operasi.
Dokter Pakorn.
Dokter Nisa meminta Anda untuk pergi memeriksa kasus Tension.
- Kalau begitu akan kutarik. - Jangan...
Beri tahu Nisa, jika yakin,
masukkanlah dulu ke paru-parunya.
- Baik. - Pergilah, pergilah.
Dokter Nisa, Dokter Pakorn sedang menangani kasus Acute blood loss.
Kalau begitu, dokter harus menanganinya dulu sendiri.
Aku saja.
Sebagai dokter, kenapa tidak berani mengambil keputusan?
Ha?
Bagaimana jika pasiennya meninggal?
Maaf.
Kata-kata seperti ini
jangan pernah mengatakannya pada pihak keluarga pasien.
Setiap detiknya sangatlah berharga,
No comments yet. Be the first to leave one.