Release info

香ㅡㅡ하나뿐인 내편 My Only OneㅡㅡE67-68 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2019-01-13
Downloads: 30
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 67"

Pak Kang, jangan pergi. Kumohon jangan pergi.

Ayah, apa salahnya? Kenapa menyuruh dia pergi?

Aku tidak bisa hidup tanpa Pak Kang.

Pak Kang adalah kesatriaku.

Nyonya Park.

Pak Kang, pergilah sekarang juga.

Nyonya Park, maafkan aku.

Jaga diri Anda.

Pak Kang, jangan pergi! Pak Kang, jangan!

Ibu, tolong jangan seperti ini. Ibu!

- Kakak, kumohon. - Aku benci Ayah!

Ayah jahat!

Bisa-bisanya Ayah mengusir orang yang kusukai!

Ayah menyebabkan Ibu meninggal dengan mengusirnya.

Sekarang Pak Kang?

Aku sungguh benci Ayah!

Ayah jahat!

- Astaga. - Kakak, ayo ke kamar.

Astaga, Pak Kang.

Ayah.

Pak Kang!

Pak Kang!

Pak Kang.

Kamu mau ke mana?

Bisakah kamu memberitahuku?

Aku tidak bisa memberitahumu sekarang.

Aku akan menghubungimu setelah menetap.

Pak Kang.

Aku akan menunggumu.

Mohon hubungi aku.

Baiklah.

Bi Cho.

Aku seharusnya berpamitan kepada Nyonya Park.

Saat keadaannya sudah kembali normal,

tolong sampaikan maafku karena pergi tanpa berpamitan.

Baiklah, akan kusampaikan pesan darimu, Pak Kang.

Saat sudah menetap,

mohon hubungi aku.

Baiklah.

Pak Kang.

Ayah.

Apa aku benar-benar putri yang Ayah sayangi?

Ayah merebut Ibu dan bahkan Pak Kang dariku.

Ayah ingin melihatku mati?

Baiklah, aku akan mati.

Ibu, kumohon jangan seperti ini.

Karena Pak Kang tidak bisa tinggal di sini lagi.

Lantas, usir gundik itu dan putrinya.

Ibu...

Ayah menyayangi gundik itu dan putrinya.

Teganya Ayah mengusir seseorang yang kusukai.

Aku sudah tidak tahan lagi.

Jika Ayah tidak membawa Pak Kang kembali,

aku akan mogok makan sampai mati.

Ibu...

Aku akan melakukannya.

Aku sudah muak dengan Ayah.

Aku serius.

Aku bahkan tidak akan minum.

Lihat saja aku mati.

Ibu...

Nenekmu itu...

Ibu paham dia mengidap demensia,

tapi bisa-bisanya dia jatuh cinta kepada Pak Kang.

- Ibu! - Saat mengidap demensia,

dia mencari Myeong Hee.

Kini ibu cemas dia akan mencari Pak Kang.

Ini sungguh menyedihkan.

Lantas bagaimana dengan ayahmu?

Kenapa dia mengusir Pak Kang?

Nenekmu tergila-gila kepadanya.

Kita bahkan belum mempekerjakan sopir baru.

Ibu tidak memahami maksudnya.

Benar. Dia pasti punya alasan.

Kira-kira karena apa?

Entahlah.

Astaga.

Kamu tidak membantu.

Dasar gundik jahat!

- Astaga! - Nenek!

- Mati kamu, Jalang! - Astaga!

Astaga!

- Lepaskan! - Hentikan, Nenek!

Dasar gundik!

Kamu menyuruh Ayah mengusirnya, bukan?

Dasar jalang! Kalian yang seharusnya pergi!

Nenek, yang benar saja!

Astaga, Myeong Hee.

Myeong Hee, bagaimana ini?

Pak Kang pergi.

Bagaimana jika dia mati seperti Ibu? Myeong Hee...

Jika Ayah tidak membawa Pak Kang kembali,

aku mau mogok makan.

Aku tidak akan mundur.

- Kakak, ayo ke kamar. - Bagaimana ini?

Kakak, ayo ke kamar.

Nenek kuat sekali.

Kamu baik-baik saja?

- Yi Ryook... - Tenanglah.

Ibu baik-baik saja?

Sayang, ayo minta Pak Kang kembali.

Keluar.

Tinggalkan aku sendiri.

Lihat aku.

Kamu tidak bisa lihat?

Setelah kamu mengusir Pak Kang,

dia bahkan makin kuat.

Dia akan memburu harimau dengan tangan kosong.

Bahkan Dae Ryook dan Yi Ryook tidak bisa menghentikannya.

Aku bisa botak!

Sayang, hubungi Pak Kang.

Kenapa kamu membuat kekacauan dengan mengusirnya?

Pak Kang memang harus pergi.

Kamu pikir aku mengusirnya?

Dia bersikeras ingin pergi.

Apa? Kamu bertingkah aneh.

Kamu bahkan mengizinkan Dae Ryook

menikahi Nona Kim karena Ibu.

Kenapa kamu mengusir Pak Kang?

Kita belum punya pengganti.

Dia akan baik-baik saja.

Selain itu...

Pak Choi akan menggantikan dia sementara.

Dia bersikeras ingin Pak Kang.

Tolong minta dia kembali.

Dia akan kembali jika kamu menaikkan gajinya.

Kamu tidak dengar? Kubilang dia tidak bisa kembali.

Astaga, kenapa kamu membentakku?

Lantas bagaimana dengan Ibu?

Dia bilang akan mogok makan.

Dan bahkan enggan minum air.

Dia akan makan saat lapar.

Apa? Sayang...

Yang benar saja. Ada apa dengannya?

Apa sungguh terjadi sesuatu seperti kata Da Ya?

Ada apa ini?

Apa Pak Kang membuat masalah yang tidak kuketahui?

Kamu berbohong kepadaku, Do Ran!

Buka kunci ponselmu sekarang.

Tidak mau.

Astaga.

Dia sungguh tidak mau makan?

Ya, minum pun tidak mau.

Bagaimana ini?

Nenek sungguh tidak mau makan?

Ya, minum pun tidak mau.

Tapi, Dae Ryook, ayahmu

sangat cemas saat nenekmu tidak makan.

Pasti ada sesuatu.

Dia bersikeras mengusir Pak Kang meski situasi kacau begini.

Ibu rasa sungguh terjadi sesuatu.

Aku akan bertanya kepada Ayah saat ke kantor.

Baiklah, tanyakan kepadanya dan hubungi aku.

Ini membuat ibu gila.

- Baik, sebaiknya aku pergi. - Kamu mau ke kantor?

Ada apa? Itu aneh, bukan?

Mereka bertengkar kemarin.

Sungguh? Kenapa?

Entahlah, tapi pasti ada alasannya.

Ada apa denganmu?

Jika tahu sesuatu, beri tahu aku.

Kamu tahu atau tidak? Atau kamu hanya mempermainkan ibu?

Ubah cara bicaramu.

Yang benar saja!

Astaga.

Ibu, aku tahu Ibu penasaran.

Tapi tolong tunggu.

Hai, Do Ran.

Ayah di mana?

Ayah baru bisa pindah beberapa hari lagi.

Kamu mencemaskan ayah?

Tidak usah mencemaskan ayah.

Ayah bisa bermalam di banyak tempat.

Ayah.

Ayah sungguh baik-baik saja?

Ya, ayah baik-baik saja.

Ayah mencemaskan kamu, Do Ran.

Pimpinan mungkin

tidak akan menyukaimu karena ayah.

Kamu bisa kesulitan karena ayah.

Ayah.

Jangan mencemaskanku.

Ayah mengenal ayah mertuaku.

Wajar jika sekarang dia marah.

Aku juga bisa menerimanya.

Aku akan menunggu sampai kemarahannya hilang.

Maafkan ayah.

Ini salah ayah.

Ayah.

Sejak kapan Ayah batuk?

Ayah masih di luar, bukan?

Belilah obat

dan pergilah ke tempat hangat.

Baiklah.

Ayah,

langsung kirim pesan kepadaku

saat sudah menemukan tempat bermalam.

Jangan membuatku cemas, ya?

Baiklah.

My Only One subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left