The first 200 lines.
Outlander Season 1 Episode 1 __maruakh__ resync to WEB-DL by ndray66
Orang-orang menghilang sepanjang waktu.
Para gadis muda kabur dari rumah.
Anak-anak kehilangan orang tua mereka
dan tak pernah bertemu lagi.
Ibu-ibu bekerja di toko-toko makanan,
dengan sebuah taksi untuk bisa ke stasiun kereta.
Kebanyakan dari mereka akhirnya ditemukan.
Kehilangan, bisa dijelaskan.
Biasanya.
Aneh, hal-hl yang kau ingat.
Bayangan kecil serta perasaan
yang bersamamu bertahun-tahun.
Seperti yang kuingat
Aku tak pernah punya vas bunga.
Yang tak pernah kutempatkan dimanapun
cukup lama untuk benar-benar memiliki hal yang sederhana.
Dan di masa itu,
Aku tak ingin apapun di dunia ini
seperti aku mendambakan vas bungaku sendiri.
Itu Selasa siang.
Enam bulan setelah perang berlalu.
Oh, ya Tuhan! Oh, ya Tuhan!
Pegang dia! Pegang dia! Kau dengar aku?
Ya Tuhan!
Ini, cepat!
Dokter, dokter!
Aku harus mengapit pembuluh darah paha sebelum dia kehabisan darah.
Tak apa, Jackie. Kau akan pulang ke rumah, teman.
Oh, ya Tuhan!
Oh, ya Tuhan. - Pindah!
Kita mendapatkan dia lagi, bu.
Pisau bedah.
Claire! Kau dengar? Sudah berakhir!
Ini benar-benar sudah berakhir!
Entah bagaimana dalam pikiranku, V.E. Hari,
terakhir dari perang
yang berdarah dan paling buruk sepanjang sejarah,
membuat orang-orang siuman setiap hari.
Tapi aku masih tak bisa mengingat hal-hal kecil setiap hari
ketika aku melihat hidup yang kudambakan sedang duduk di sebuah jendela.
Kadangkala aku berpikir apa yang seharusnya terjadi
jika aku membeli vas bunga itu dan membawanya pulang bersamaku.
Apakah itu akan merubah banyak hal?
Apa aku bisa bahagia? Siapa yang bisa menduga?
Aku tahu ini: bahkan sekarang setelah semua derita
juga kematian dan duka yang menyertai,
Aku masih akan membuat pilihan yang sama.
Kami sedang berbulan madu di Skotlandia untuk kedua kalinya.
Atau setidaknya itu yang Frank katakan.
Cara untuk merayakan masa perang bertahun-tahun yang sudah berakhir
dan memulai hidup baru lagi.
Tapi sebenarnya lebih dari itu.
Kukira kami berdua sedang menikmati libur
selayaknya sebuah pesta topeng yang menyenangkan
karena sebuah urusan dalam mengenal
orang-orang yang terpisah dengan kita selama lima tahun.
Apa yang kau pikirkan? - Huh?
Oh, ya ampun. Itu darah.
Kau yakin?
Kurasa sekarang aku harus bisa tahu seperi apa darah itu.
Ada noda seperti itu di pintu rumah sebelah.
Di sana ada lebih dari dua.
Sepertinya kita dikelilingi oleh rumah yang ditandai dengan darah.
Mungkin Firaun sudah menolak Musa,
dan malaikat maut
akan menyusuri jalan Inverness malam ini,
melewati rumah mereka yang ditandai dengan darah domba.
Well, mungkin kau benar.
Itu pasti semacam ritual pengorbanan,
tapi kurasa itu bukan ritual orang Yahudi melainkan ritual dewa pagan.
Aku tak tahu
kalau di Inverness ada kesibukan semacam itu di era paganisme.
Oh, sayang, tiada tempat di dunia ini
yang masih ada sihir dan takhayul
yang tergabung dalam aktivitas sehari-hari daripada Skotlandia itu sendiri.
Hm. Haruskah?
Ayo.
Darah yang kau lihat itu ialah Black Cockerel.
Itu kebiasaan lama saat ini
sebagai tanda pengorbanan untuk Saint Odhran.
Ah, Odhran.
Dia disucikan-- di abad ke-8?
Kau tahu sejarahmu.
Kurasa suamiku seorang sejarawan, Mrs. Baird.
Dia akan senang berdiri berjam-jam di sini
jika kau mengizinkannya. - Hampir mustahil.
Dongeng dari pegunungan bukan keahlianku,
tapi kurasa aku benar kalau mengira tidak ada--
ada asosiasi menyangkut Saint Odhran?
Ya.
"Banyak yang menyelidiki tentang Odhran."
Dia, um--dia dikubur hidup-hidup.
Menggelikan.
Kalau begitu apa anda ini seorang profesor Mr. Randall?
Aku segera akan jadi profesor.
Ia diterima untuk menjabat di Oxford selama dua minggu.
Ah, kalau begitu inilah akhir dari liburan
sebelum bekerja lagi kan?
Well, kau sudah membuang waktumu yang berharga di sini.
Hadiri saja Samhain.
Kurasa itu bahasa Gael untuk "Halloween"?
Well, Halloween berasal dari Samhain.
Gereja selalu merenggut hari libur pagan,
memberi nama sesuka mereka.
Samhain menjadi Halloween,
Yule menjadi Christmas, dan sebagainya.
Well, kalian berdua pasti disambut di perayaan.
Kuingatkan kalian, para hantu bebas untuk berpesta.
Mereka akan berkeliaran,
untuk berbuat hal-hal baik atau buruk sesuka mereka.
Tentu saja apa yang akan Halloween, Samhain,
bisa lakukan tanpa cerita hantu yang menarik?
Oh, tentu saja kami punya hal itu.
Aku akan menunjukkan kalian ruangannya.
Sebelum perang kami tak terpisahkan.
Tapi lima tahun setelahnya,
kami hanya saling menatap selama sepuluh hari.
Bukan tanpa alasan.
Mengalahkan sekelompok tentara di tengah lumpur.
Tentu saja.
Ketika perang berakhir, kita mengira semuanya akan kembali
seperti semula tapi ternyata tidak demikian.
Ya ampun.
Benar-benar cocok untuk pasangan suami istri.
Kau rasa begitu?
Kurasa cukup adil untuk bilang kalau Mrs. Baird akan senang
kalau ini artinya akan ada anggota keluarga baru.
Lazybones. - Hmm?
Kau takkan pernah berencana untuk menambah anggota keluarga lagi
jika kau tak bisa menghasilkan lagi.
Oh, benarkah?
Apa yang kau lakukan?
Ayolah.
Mrs. Randall, apa hubunganku denganmu?
Benar.
Apa yang kau lakukan?
Kau akan merusak tempat tidurnya.
Kau tahu, salah satu hal yang pernah kucoba dan kuingat,
berbaring dengan jasku seperti suara tawa suamiku.
Kurasa tak masalah apa yang sudah kulakukan.
Tak bisa mendengarnya, meskipun aku sudah mendengarnya
jutaan kali sebelumnya.
Itu hal yang paling aneh.
Aku tahu.
Aku pernah, um...
Aku pernah membacanya.
Tanganku? - Mm-hmm.
Well, garis-garis ini, benar-benar.
Kenapa, tepatnya, aku tak yakin,
tapi ada ingatan yang jelas tentang--bentuk ini.
Membentuk pola-pola kecil di sekitarnya.
Ada, um...
seorang Brigadir menanggalkan bajuku karena aku
melapor pada menteri.
Yeah.
Claire.
Senang?
Ya.
Semangat Frank demi sejarah
adalah alasan lainnya untuk memilih pegunungan.
Kau lihat di atas sana?
Tepat di atas sana, itu Cocknammon Rock.
Di abad ke-17 dan abad ke-18,
kau pasti bisa melihat tentara Inggris yang berpatroli di sana
berbaring untuk menunggu pemberontakan orang-orang Skotlandia dan para perampok.
Bisa kau pahami bagaimana mereka menguasai pegunungan
di setiap arah?
Itu hanya masalah posisi.
Bukan itu yang kupikirkan.
Pamanku yang membesarkanku ketika orang tuaku meninggal.
Paman Lamb adalah seorang arkeolog. - Ah, ya.
Jadi aku menghabiskan banyak waktuku
bekerja dalam debu,
dan berbagai penggalian bumi.
Aku harus belajar menggali dan memasak air,
dan melakukan beberapa hal
yang tak cocok untuk gadis seumuranku.
Paman.
Oh, ya. Pintar sekali.
Temuan Frank yang terbaru ialah tentang Silsilah.
Tentu saja tentang silsilahnya sendiri.
Kalau aku tentang tanaman.
Aku sudah mengembangkan
penggunaan tanaman herbal untuk kesehatan.
Jadi dari yang bisa kukumpulkan,
Castle Leoch hanyalah rumah tua
untuk Laird klan Mackenzie
sampai pertengahan abad ke-19.
Ini, lihatlah.
Dengan suatu cara, menguburkan dirinya sendiri
memberikan Frank kemampuan untuk keluar dalam sekejap.
Ketika aku masih jadi tentara,
Frank sudah melayani di London,
melacak para mata-mata dan melakukan banyak operasi.
Lihatlah, kurasa dulu ini adalah dapur.
Benarkah? - Mm.
Kurasa itu tungku.
Aneh.
Aku tak punya bukti bahwa nenek moyangku pernah mengunjungi kastil ini,
No comments yet. Be the first to leave one.