Legend of The Wolf

Legend of The Wolf (戰狼傳說)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Legend of The Wolf 1997 720p BluRay x264 750MB-Pahe me
A Commentary by Fathir Agry
Semoga berkenan

Tags

BluRay
x264
720p
720
Published on: 2020-04-16
Downloads: 93
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Tolong.

LEGENDA SANG SERIGALA

Kau masih mencarinya?

Ya.

Tidak berubah pikiran?

Kau tidak puas denganku?

Ben, jika kau harus memilih aku atau dia, siapa yang kau pilih?

Nanti kutelpon lagi.

DITOLAK

Mau main-main denganku?

Kau pasti bisa dikalahkan.

DITERIMA

Kena kau.

Ke timur laut, temukan keadilanmu 23.55 jangan telat.

Akan ada dentuman

Aku bisa atasi masalahmu tanpa konsekuensi

SERIGALA

Ke timur laut?

Alun-alun.

Keadilan... keadilan..

Gedung pengadilan.

Gedung DPR.

Dentuman.

Tn. Chan, tak usah buru-buru.

Aku akan menunggu meski kau telat.

Kau tahu kenapa aku ingin bertemu denganmu?

Kenapa?

Hatiku sedang senang.

Kupikir kau akan bertanya tentang

Kepergiannya yang mendadak bertahun-tahun lalu.

Mungkin seperti yang diceritakan orang

Dia terluka parah, makanya menghilang.

Katanya dia bosan dengan bisnis ini jadi dia ingin berhenti.

Semua gosip itu, entah mana yang benar.

Orang mudah percaya gosip seperti itu.

Gosip apalagi?

Sudahlah, jadi apa?

Liburan.

Orang tua perlu istirahat juga, nak.

Benarkah?

Halo... tunggu.

Telpon untukmu.

Aku tahu.

Sudah kubilang nanti kutelpon.

Sia-sia kau menelponku terus.

Nanti kutelpon balik

Sudah ya.

Bertengkar dengan pacar?

Dari suaranya dia tipe gadis lugu.

Sulit mencari gadis lugu di Hongkong.

Itu efek suara di ponsel

Aku benci ponsel.

Mudah tercecer.

Makanya aku pakai pager.

Bisa menelpon kapan pun aku mau.

Tidak peduli.

Pak tua, apa dia cerewet sepertimu?

Lihat saja sendiri

Omong-omong, aku belum perkenalkan diri

Orang-orang memanggilku Paman Wai.

Aku mengabdi padanya sejak lama.

Kami bersahabat.

Aku hanya ingin ketemu dia, bukan yang lain.

Berapa jauh lagi?

Hampir sampai.

Kau tahu aturannya 'kan?

Kau terima bantuannya, tanpa konsekuensi.

Aku tahu, aku siap.

Bantuan apa yang kau inginkan?

Aku sampaikan sendiri.

Kuharap ini bukan pekerjaan mudah.

Jika itu pekerjaan mudah orang lain pun bisa membantumu.

Dia takkan senang.

Jika dia tak senang, kita dalam masalah.

Kenapa kau tidak khawatirkan jika ia tak bisa membantuku?

Tak bisa?

Kalau kau menyuruhnya terbang, jelas tidak bisa.

Kita sampai.

Itu dia?

Dia terbiasa tidur belakangan ini

Agar dia bisa bermimpi

dan mengembalikan ingatannya.

Kau tahulah, bagi kami orang tua masa lalu adalah segalanya.

Tapi waktuku sangat mendesak.

Santai dan ngobrolah sejenak.

Panggil aku Ben.

Panggil aku Paman Wai.

Duduk.

Santai.

Jadi begini penampilannya.

Kenapa?

Dia lebih tua dari yang kukira.

Begitulah, sehebat apapun anda.

Kau tak bisa melawan tua dan ajal.

Tergantung

Apa maksudmu tergantung? jelaskan padaku

Aku bisa terima.

Apa?

Tidak semua orang bisa terima

Orang berpikiran kuat tidak akan kalah

Bukan sesederhana menang atau kalah.

Ini bukan seperti judi di kasino

Pemenang mengambil semuanya

dari yang kalah.

Bukan masalah menang atau kalah, selama kau masih hidup.

Jika kau punya uang, mungkin kau menyimpannya di saku.

Aku tidak menyalahkan cara berpikirmu

Aku juga tidak menyalahkanmu karena kau belum tua sepertiku.

Dengar, anak muda

Sekalipun kau kaya, kau tidak harus mempertaruhkan semuanya

Apa? Ada yang hilang?

Pasti ponsel kecilmu itu.

Sudah kubilang, ponsel mudah tercecer.

Kau ingin kembali ke mobil?

Tidak usah, tak ada yang menelponku.

Nanti kuambil sebentar.

Sampai di mana tadi?

Anak muda, kau masih sangat muda.

Saat kau setua aku dan dia

Kau akan sadar tidak perlu menang setiap waktu.

Menang sebanyak apapun, balasannya lebih berat dari yang kau harapkan.

Dia sudah tua

Jika dia yang menendangmu, maka kau telan semua rokokmu

Mukamu hancur dan ibumu tidak mengenalimu

Bahkan oleh dirimu sendiri.

Aku pun sombong sepertimu saat bertemu dengannya.

Wahai Budha, dengarkan doa kami

Jauhkan kami dari perampok dan perang

Agar kami bisa hidup damai

Sesajen ini untukmu sebagai rasa syukur

Oh ya sampai dimana tadi? Wahai Budha.

Berikan juga kedamaian dan kerukunan untuk semua warga desa.

Kesehatan dan hubungan yang baik antar sesama.

Rejeki dan ketidakberuntungan.

Maksudku, keberuntungan untuk keluarga.

dan kemakmuran untuk kami semua.

Ingatkan Chun ini adalah pembalasan

Jika dia dipukul, dia harus balas menikam.

Karuniakanlah aku seorang anak di usia tuaku ini

Dan semoga Wai mencukur rambutnya

Agar dia tidak menularkan kutunya

Dan semoga ia tidak lagi berkata kasar

Semoga Hippo tidak mencuri lagi.

Jika masih mencuri, semoga dia tidak tertangkap.

dan semoga Si Mulut Besar tidak memikirkan wanita lagi.

dan menyerang wanita di desa ini.

Dia seharusnya main-main di desa lain saja.

dan semoga Xiao Bun cepat besar.

Supaya dia berhenti bergaul dengan laki-laki.

Bagus, tendang bijinya

Kalian berempat payah, tidak bisa mengalahkan satu orang.

Jika melawan orang lain kalian bisa mati.

Kabulkanlah doa kami wahai Budha.

Kembalikan ayam itu, kau lihat apa?

Jangan begitu, kita tetangga.

Itu sudah keterlaluan.

Benar, keterlaluan sekali.

Kau pikir aku bodoh?

Bodoh? Siapa yang mencuri berasku?

Chun dan aku yang makan.

Jangan tuduh aku, itu kamu dan Hoi.

Kita sudah sepakat, kenapa kau berkhianat?

Kembalikan kepala babi yang kau curi.

Jadi kau yang juga curi kepala babi

Kok bisa kau makan babi bau itu?

Dimana kau dapat beras? / Bukan urusanmu.

Jadi siapa yang hebat? / Kamu

Baik, 1 ekor ayam, beras dan anggur

Serahkan padaku.

Memangnya kamu siapa? / Ya

Tidak perlu begitu, lagipula kita keluarga.

Sepertinya dia pendatang.

Mungkin dari desa lain?

Aku suka pakaiannya

Dia putih, mungkin orang kaya.

Tentara? / Tentara tidak begitu.

Goloknya mengkilap / Mengkilap? mungkin penebang kayu.

Dia bawa tas besar, mungkin tukang pos?

Bagiku seperti perampok.

Kau pernah lihat perampok?

Kau pernah lihat, Abang Wai?

Sudah semuanya.

Kalian payah.

Kenapa tidak langsung tanyakan saja?

Pergilah.

Ayo Abang Wai, jangan takut.

Cari apa kawan?

Maaf, benarkah di sini arah ke Kuil Tujuh Pertapa?

Di sini banyak kuil

Kau bisa kunjungi semua asal ada uang.

Lurus saja ke arah pantai

Terima kasih.

Hai

Minggir, bocah.

Minggir.

Abang Wai, kenapa dia memberimu uang?

Iya, kenapa?

Dia minta ditunjukkan jalan.

Benarkah?

Aku mau juga.

More Indonesian subtitles for Legend of The Wolf

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left