The first 200 lines.
=Surgeons= =Brought to you by GoldenEto=
Alih Bahasa =GoldenEto=
Kudengar hari ini kau jadi asisten pertama Kepala Yang.
Bagian toraks lupa memasukan jadwal operasiku, jadi aku temui Kepala Yang dan bilang pasienku tidak bisa menunggu, jadi kami saling membantu.
Telapak tanganmu akan terasa dingin kalau diinfus. Akan kuhangatkan.
Saat bibi dan paman pergi, mereka memintaku menjagamu baik-baik.
Mereka bilang kau tak kenal kompromi, terus terang dan mudah menyinggung orang lain.
Sepertinya aku bisa laporan, kalau misiku selesai.
Ibuku berkata begitu pada siapapun .
Semua teman sekolah, kolega, guru-guruku, aku bosan mendengarnya.
Selain itu ...
Dia bilang apa lagi ?
Dia ... berkata hal lainnya.
Apa itu ?
Bibi bilang, kau mau mendengarkan aku.
Itu benar.
Dia juga bilang malam itu, adalah tes untuk menilai apakah aku pria terhormat.
Asal bicara lagi.
Pendeknya, Bibi bilang Ia akan membantu membesarkan anak-anak.
Jangan gerak, jangan gerak.
Kau tak apa ?
Tak apa.
Menurutku, ibuku benar.
Aku ...
Mungkin punya pneumonia.
Kalau begitu tularkan ke aku, agar orang lain tidak sakit.
Itu sangat tidak ilmiah.
Kau masih seorang dokter ?
Sekarang tidak.
Kau selalu merawat pasien pneumoniamu seperti ini ?
Hanya kau.
Maaf Dr Zhuang, butuh 10 menit--
Dokter Lu ada disini juga ?
Kau bisa memasukan jarum infus juga ?
Ta apa, Dr Lu bisa merawatku. Lanjutkan pekerjaanmu.
Kalau tidak ada lagi, aku permisi.
- Dr. Lu. - Perlihatkan.
Perlihatkan.
BERITA BESAR !!
Hapus.
Kalau ada yang tahu soal ini, berarti dari kau.
Dr Lu, kau tidak akan membunuhku ?
Aku tidak berani membunuhmu, tapi kupindahkan ke ruang IGD.
Sudah hapus ?
Sudah.
Pergi.
Hujan berkepanjangan menerpa banyak kota.
Reporter kami menerima berita bahwa badan meteorologi kota Jialin mengeluarkan waspada oranye pada hujan lokal di pukul 4:15 sore.
Saat ini, hujan deras diperkirakan melanda bagian timur dan perlahan mengarah ke barat.
Hujannya sangat deras. Pelan-pelan mengemudi.
Hanya ada satu cara mengatasi ini.
Mereka mengaku secara langsung.
Tapi, mereka sekarang adalah pemimpin dalam lingkaran medis.
Buat apa mereka mendengarkanmu ?
Zhuang Shu, kau tidak punya bukti.
Kau menuduhku dan guru Xiu hanya karena rasa sayangmu pada ibumu.
Kalau begitu aku katakan padamu.
Semua jawaban terkunci arsip di Komisi Kesehatan Nasional.
Aku bisa maju dan meminta laporan itu. Kau bisa pastikan informasinya.
Generasi selanjutnya dapat bersama dan berbahagia
dan tidak lagi terikat pada kejadian masa lalu, itu bisa jadi adalah rencana misterius Tuhan.
Meskipun aku dengannya, haruskah aku sembunyikan ini darinya selamanya ?
Apakah novel fiksi ilmiah yang dibeli Chen Shao Cong masih ada disini ?
Biasanya dia menaruh buku yang selesai dibacanya disana. Harusnya ada.
Oh ... baiklah.
Aku membawa antibiotik dan sirup batuk dari resep Dr Ying.
Kau mau meminumnya ?
Hmm, akan kuminum sebelum tidur.
Aku akan taruh di kamarmu.
Baik.
Ingat untuk minum obat batuknya tepat waktu, kalau tidak kau akan batuk terus dan tidak bisa nyenyak.
Sekarang hujan. Kau mau selimut tambahan ?
Baiklah. Tolong ambilkan satu buatku.
Masuklah dan lihat ini terlalu tebal atau tidak ?
Apa saja tak masalah.
Bukunya masih belum ketemu ? Cepat sini tidur.
Belum ketemu !
Jangan membaca. Kau perlu istirahat.
Ketemu.
Sudah larut. Kau harus tidur. Malam ...
Suasana awalnya sangat bagus.
Jadi berubah sejak masuk mobil.
Dia mendadak dingin dan menjaga jarak.
Dia pura-pura.
Main kucing dan tikus. Ngerti ? Itu gaya standarnya.
Dia sudah pasti menunggumu di kamarnya.
Apa maksudmu ?
Kenapa ?
Aku sudah banyak berinisiatif sebagai perempuan. Dia mau apalagi ?
Lu Chen Xi, sekarang era apa ?
Kau masih peduli soal itu ?
Aku tanya padamu.
Kau mau dengan dia ?
Mau.
Kalau begitu jangan bertingkah. Langsung bertindak.
Kau masih punya baju itu ?
Masih.
Pergi !
Ada apa ?
Aku pemilik rumah.
Heran, kenapa ada pintu yang tak bisa kubuka di rumah.
Sudah bangun ?
Tunggu sebentar. Sarapan siap sebentar lagi.
Apa maksudnya ini ?
Ada apa ?
Apa yang terjadi tadi malam ?
Tadi malam ada sesuatu ?
Kau tidak dengar aku mengetuk pintumu ?
- Aku tidur. - Bohong.
Aku bisa lihat cahaya lampu dari bawah pintumu.
Lampunya masih menyala.
Aku ketiduran, lupa dimatikan.
Bohong lagi.
Saat aku pergi, kau matikan lampu.
Benarkah ?
Maaf, aku ...
Kau pikir aku sangat ceroboh ?
- Tidak. - Sebaiknya tidak !
Kemarin bukan cuma aku yang ada di ruang perawatan.
Karena kau begitu, makanya aku bersikap begini.
Mengerti.
Tapi begitu aku begini, kau jadi begitu.
Jelaskan kenapa kau tidak buka pintunya tadi malam.
Aku ... masih belum siap.
Sekarang sudah siap ?
Belum ...
- Kau punya masalah di bawah sana ? - Tidak !
Lalu kenapa tidak suka aku ?
Tidak begitu...
Aku tahu.
Tahu apa ?
Kau suka bersikap pasif.
Siapa yang bekerja keras ? Sedang buat apa ?
Halo ? Yang Yu ! Kejadian besar !
Aku sudah tahu.
Departemen perawat menelponku pagi ini.
Aku hampir sampai kantor.
Kantor ? Bukannya kau libur ?
Kau belum tahu ? Ada tanah longsor.
Tanah longsor ?
Berhari-hari hujan lebat di bagian timur kota telah menyebabkan banjir dan tanah longsor.
Kawasan Lifeng, Zhang Township, dan sekitarnya terkena dampak besar.
Jumlah korban masih belum jelas.
Hal ini dilaporkan oleh responden pertama yang tiba di lokasi kejadian dan telah meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan.
Dari lokasi kejadian, kita bisa melihat bahwa karena runtuhnya gedung ...
Halo ?
Ah, baik. Aku akan kesana.
Hei, keluar kalian ! Ada kejadian !
Aku tahu. Aku akan kesana sekarang.
Tak apa. Sudah tidak demam.
Aku akan ganti baju dan segera pergi.
Eh, kasih aku waktu ! Aku belum cuci muka !
Kau sudah gosok gigi ? Kalian ngapain saja sepagian ?
Hei, bawa beberapa baju ! Kita mungkin tidak bisa pulang beberapa hari!
Cepat kalian berdua ! Aku akan nyalakan mobil dulu !
Hoi Lu Chen Xi, sudah siap ?
Aku datang, aku datang !
Tidak ada tempat lagi di IGD. Bagaimana dengan pasien-pasien ini ?
Bawa keruang perawatan dulu.
Yang Yu! Yang Yu! Sebelah sini!
Yang ini luka tidak beratur dengan lumpur dan karat.
Siapkan alat menjahit.
Bawa dia ke ruang operasi darurat. Aku akan meluruskannya dulu.
Tolong minggir
Tolong minggir. Minggir.
Dr. Lu, rontgen dada.
Beberapa rusuk kiri patah, efusi pleura bilateral.
Beri asupan tinggi oksigen.
- Minta konsultasi bagian toraks. - Ya, mengerti.
Dr. Zhuang.
Bagaimana?
Ada 3 yang harus kau ambil. Ini paling serius.
Efusi pleura bilateral, tekanan darah dan oksigen rendah.
- Kondisi syok, diberi pengobatan syok tapi harus segera di operasi. - Aku sudah memberitahu ruang operasi. Mereka siapkan 2 ruang untuk toraks.
Segera bawa yang 2 ini.
Terlalu banyak pasien. Mereka tidak bisa disini.
Serahkan padaku.
Minta bagian toraks turun membawa pasien.
Baik.
Aku pergi.
Sudah minum obat ?
Lupa.
Nanti kuminum. Dah.
- Minggir. - Minggir.
Semuanya, dengarkan aku !
Huang Dong Dong, periksa semua pasien luka luar yang menunggu penanganan.
Untuk semua luka superfisial, dimana dada, abdomen, atau kerusakan otak bisa dikesampingkan
minta suster bersihkan dan balut luka lalu minta mereka segera pergi.
Minta Chen Shao Cong memeriksa semua pasien dengan trauma dada dan perut.
Semua pasien harus diperiksa temperaturnya.
Semua suster jaga menangani luka infeksi.
Catat semuanya.
Kembali kerja !
Mengerti !
Halo, Dirut Yang ?
Zhong tua, kapan kau tiba di rumah sakit ?
Aku tidak pernah pergi.
Pasien korban bencana sudah tiba ?
Tahap pertama sudah tiba. Akan ada lagi.
Kau dimana ? IGD tidak cukup tempat.
No comments yet. Be the first to leave one.