Surgeons

Surgeons (外科风云)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

Surgeons E31 - By GoldenEto
A Commentary by GoldenEto
Download RAW video small size here : https://goo.gl/hK81Nt

Tags

other
Published on: 2017-05-22
Downloads: 24
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

=Surgeons= =Brought to you by GoldenEto=

Alih Bahasa =GoldenEto=

Dr. Zhuang.

Kau masih mengkhawatirkan sesuatu ?

Kondisi Lin Hao tidak baik.

Lanjut usia, trauma toraks parah dan yang paling pertama terinfeksi setelah operasi.

Semalam, Ia mengalami septic syok.

Gagal jantung, gagal pernapasan.

Yang terpenting ... fungsi ginjalnya sangat buruk.

Gagal organ kelipatan ?

Jadi artinya, bahkan infeksinya bisa dikendalikan oleh antibiotik, masih tetap sulit bagi pasien untuk bertahan.

- Kau sudah beritahu putrinya ? - Sudah.

Ia sangat marah dan mempertanyakan pengobatan kita.

Dr. Zhuang, kau yang paling mengerti kondisi mental pasien.

Coba jelaskan lebih detil.

Operasinya sangat sukses.

Keluarga jadi kurang waspada.

Jika sekarang kita beritahu mereka kondisinya kritis karena infeksi resistan obat

sudah pasti ini sulit diterima keluarga yang tidak punya pengetahuan soal medis.

Jika kau merasa kesulitan, aku bisa bicara pada keluarga.

Tidak perlu, Dirut.

Akan kuatasi.

- Aku saja. - Berikan padaku.

Saat aku kembali, aku mau makan babi rebus selama 3 hari berturut-turut sebagai penghargaan diri.

Tidak diet lagi ?

Aku sudah kehilangan beberapa kilo.

Lagipula, aku sudah punya pacar. Tidak masalah kalau aku gendut !

Serahkan soal daging babi rebus dan bir dingin padaku.

Lalu akan ada tiga serangkai iga asam manis dan ikan pita rebus.

Datang ke rumahku malam ini.

Aku sudah memesan ke Bibi Qiao kalian.

- Hal sulit buat orang pelit ! - Wuah !! - Wah !

Eeh ! Siapa yang bicara begitu pada Kepala mereka ?

- Ayo pergi. - Ayo pergi.

- Kepala, aku ingin --- - Tidak ada waktu.

- Aku harus melakukan sesuatu. - Apa aku tidak tahu apa itu ?

Bawa pacarmu sekalian.

Aku tidak punya pacar. Pelankan suaramu.

Apa !? Zhuang Shu bukan pacarmu ?!!

Tidak ada yang dengar !

Baiklah. Ayo naik.

Eh, sedang apa ? Kita belum foto bersama.

- Iya, iya, iya ! - Keluar lagi, kita berfoto !

- Ayo, ayo ! - Ayo kemari !

- Foto, foto ! - Ayo cepat !

- Nah, nah, satu, dua, tiga, senyum ! PASUKAN TIM MEDIS

Kulihat semua pasien yang mengalami infeksi resistan obat mengalami Infeksi saluran kemih bagian bawah dan semuanya menggunakan kateter urin.

Maksudmu ada masalah dengan kateter urin ?

Mustahil.

Kita selalu menggunakan nomor model spesifik.

Sebelumnya tak masalah.

Kalau begitu bisa saja ada masalah pada stok kali ini?

Apa mereka berani kali ini ?

Dihari bencana, dengan semua kemacetan mustahil bisa mengikuti standar prosedur sterilisasi.

Bisa jadi karena sesak.

Sekalipun pada Pusat Medis Universitas Kedokteran Kalifornia, dengan tingkat penelitian dan standar klinik dan ketelitian manajemen

pasti mereka sulit mengendalikan situasi seperti itu.

Terdengar masuk akal.

Tapi, aku masih menyarankan dilakukan investigasi menyeluruh pada sumber dan kualitas stok kateter kali ini.

Zhuang Shu.

Apa belakangan ini kau sangat kelelahan ?

Kasus Lin Hao membuatmu tegang dan tertekan ?

Maksudmu aku terlalu sensitif ?

Dimasa tidak biasa, semua orang punya tingkat sensitivitas.

Beberapa akan sulit di penuhi.

Kami terlalu bergantung padamu soal pekerjaan rutin departemen.

Tugasmu sudah melebihi kapasitas pegawai spesialis eksternal.

Saat tanggap darurat selesai dan pekerjaan bagian toraks sudah normal, maka kau tidak akan terbebani lagi.

Saat itu, kau tidak perlu memikirkan soal masalah yang terjadi di departemen.

Jadi maksudmu, kau tidak akan melakukan inspeksi pada kateter urin ?

Akan kulakukan. Lakukan yang harus dilakukan.

Sudah pasti tidak akan ada masalah dengan evaluasi tehnikal dari kateter itu.

Aku tidak keberatan.

laporkan masalah apapun padaku.

Baiklah, kalau tidak ada lagi, kembalilah bekerja.

Ada lagi ?

Aku bukan anak magang yang berdarah panas.

Tidak ada yang mengerti lebih baik dariku. Rumah sakit ini tidak pernah murni.

kau terlalu khawatir.

Kau ahli yang sudah punya banyak pengalaman praktek.

Aku tidak pernah bermaksud berkata kau tidak mengerti administrasi dan lingkup kedokteran.

Rumah sakit bisa saja tidak murni, tapi perawatan medis itu sendiri haruslah murni.

Dr. Yang.

Pengalamanku sebagai seorang anak pernah membuatku sangat membenci Rumah sakit dan dokter.

Yang pertama mengubah pendapatku adalah dirimu.

Dr. Chen.

Zi Xuan! Zi Xuan!

Paman Chen ! Kau tahu kalau aku bisa cidera kalau kau begitu ?

Eh, Zi Xuan, menghirup kuman, virus dan desinfektan yang berada di udara juga tidak baik.

Paman Chen menyelamatkanmu !

Terima kasih atas bimbingan profesionalmu.

Ayo, ayo, istirahat dulu.

Eh, Zi Xuan.

Kudengar kau sedang mengumpulkan data rumah sakit Renhe selama masa tanggap darurat ?

Ada berapa banyak pasien yang diterima oleh IGD ?

Rasanya aku sama sekali tidak istirahat.

Spesifiknya akan kutunjukan nanti.

Pendeknya, pemasukan pasienmu sekarang sudah melewati

2-3 kali lipat dalam kondisi serupa di Amerika selama 3 tahun terakhir.

Terlebih lagi, jumlah personil medis dan lingkup pekerjaan disini lebih sedikit.

Yang paling penting, tingkat infeksi pendapatan rumah sakit saat ini rata-rata setara dengan Standar Amerika.

Itu sama dengan keajaiban.

Sepertinya dulu aku terlalu meremehkan diriku sendiri.

Kau meremehkan dirimu sendiri ?

Pada saat IGD Renhe menghadapi tantangan terberat, semua jagoan sedang keluar.

Dibawah kepemimpinanku, IGD bisa berjalan dengan teratur. Itu adalah pencapaian besar.

Tidak heran Kepala Zhong sangat menyukaiku.

Aku memang punya potensi menjadi pilar kekuatan.

Aku akan mengulangi kata demi kata ini kepada ayah.

Itu yang kau mau, kan ?

Xiao Yang, kau pikir aku siapa ?

Bagaimanapun, kau harus laporkan prestasiku secara obyektif pada Dirut.

Lakukan itu.

Mulai sekarang, IGD akan jadi markas penelitianmu.

Paman Chen-mu ini, akan jadi sumber data.

Aku takut kau tidak bisa membantuku dengan topik yang kuinginkan.

Tidak ada gunanya kutanyakan padamu.

Apa ada hal yang tidak kuketahui ? Katakan padaku.

Obat kemoterapi. Tahu tidak ?

Tahu ... sedikit.

Tergantung kau ingin tahu soal apa ?

Apakah ayahku yang bertanggungjawab dalam stok obat kemoterapi Xian Feng ?

Astaga !

Mau langsung soal itu ? Itu pukulan keras.

Aku cuma mau tahu.

Obat-obatan Xian Feng 5%-15% lebih mahal dari obat sejenis lainnya.

Apa ada alasan khusus dari sisi medis soal ini ?

Itu ... sedikit rumit.

Pertama-tama, pengobatan klinikal kita sangat rendah disini.

Kau belajar di Amerika. Kau tahu itu.

Biaya ini tidak bisa menopang rumah sakit.

Harus dari subsidi farmasi.

Dan akhirnya, itu dimanfaatkan.

Tapi kesempatan ini, tidak perlu dimanfaatkan. Iyakan ?

Tidak ada yang sempurna.

Dirut Yang punya kualitas sendiri. Ia punya prinsip.

Setidaknya keserakahannya tidak melukai nyawa orang.

Ada begitu banyak pasien miskin yang tidak mampu membayar biaya berobat.

Bersikap serakah sama dengan melukai nyawa orang.

Kau tahu Lu Chen Xi ?

Tahu, kenapa ?

Berhenti menirunya !

Kau mau apa ?

Aku ingin menulis artikel menganalisa alasan sesungguhnya kenapa rumah sakit lebih sering memilih menggunakan obat dari Xian Feng.

Jika bukan karena alasan medis

dan bukan demi kepentingan pasien

lalu buat alasan apa ?

Ampun ...

Lu Chen Xi baru saja pergi. Kenapa kau mendadak muncul ?

Dr. Zhuang.

Kau tidak makan siang ?

Tidak nafsu makan.

Cukup minum yogurt saja.

Maaf, aku cuma beli 2.

Tidak apa-apa. Aku tidak perlu.

Seingatku, kau selalu minum kopi menggantikan makananmu?

Kenapa sekarang minum yogurt ?

Keluarga pasien pernah memberiku satu. Menurutku rasanya enak.

Bagus sekali. Akan lebih baik jika semua keluarga pasien bisa sangat perhatian.

Orang ini ... adalah putri Lin Hao.

Dia juga orang yang mengambil hasil lab Cai Wei

dan menginterogasiku soal kenapa pasien HIV ada dalam ruangan mereka.

Kenapa dia begitu?

Itu sebabnya, tidak ada anggota keluarga yang baik atau buruk.

Kita hanya punya perspektif berbeda.

Selaku dokter, aku tidak menyetujui tindakannya

tapi jika aku ...

Jika aku keluarganya.

Mungkin aku bisa bersimpati dengannya.

Saat aku menghadapi orang-orang itu sendirian, aku ketakutan sekali.

Aku takut mereka bertindak kasar.

Untungnya, kau dan Dirut Fu datang.

Bukankah dokter harus begitu?

Bukan cuma mengobati pasien, tapi juga menjaga kondisi mental keluarga pasien ?

Menurutku kau dan Dirut Fu sangat hebat.

Jika aku, pasti aku tidak bisa memberi pernyataan yang fasih dan beralasan begitu.

Dirut Yang benar

Kita meremehkan stigma masyarakat soal pasien AIDS.

Jika sungguh ada yang meninggal di ruangan sama, aku tidak bisa bayangkan apa pendapat kelurga pasien padaku.

Lihat apa ?

Tidak ada.

Sekarang ponselmu sudah jadi hidupmu.

Selain pasien, kau cuma perduli pada Zhuang Shu.

Kalau rindu, telpon saja dia.

Buat apa ? Sebentar lagi kami ketemu.

Lalu kenapa kau cuma memelototi fotonya terus ?

Bisa pelankan suaramu ?

Memangnya berpengaruh ? Satu rumah sakit sudah tahu.

Topik panas saat ini adalah kapan kalian berdua akan menikah.

Semuanya sudah mulai bertaruh.

Chen Shao Cong harus menghindari semua orang.

Dia tidak punya waktu memperhatikanmu.

Yang paling bersemangat adalah orang-orang yang ingin mendekatimu tapi tidak punya keberanian.

Mereka mau mengajak Zhuang Shu makan malam setelah tanggap darurat, untuk menanyakan bagaimana dia bisa mendapatkanmu.

Aku harus bilang padanya jangan datang.

Dr. Zhuang, aku tinggal dulu. Aku harus makan siang.

Baiklah.

- Halo ? - Dengarkan aku.

Kalau ada yang mengajakmu makan malam tanpa alasan, tolak mereka.

- Kenapa ? - Jangan tanya kenapa.

Surgeons subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Surgeons

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left