The first 183 lines.
Wah, Tuan Endeavor yang katanya No. 1 ternyata mengundang kami.
Aku tidak pernah membayangkannya.
Sungguh berkah di luar dugaan.
Dahulu, Himura disebut sebagai keluarga ternama dengan sejarahnya yang panjang.
Jadi, untuk menjadi pasangan pahlawan teratas,
aku pikir putriku sangat memenuhi syarat.
Dia adalah wanita yang sedingin es.
Perjodohan hanyalah formalitas.
Ini hanyalah pernikahan Quirk.
Pernikahan demi menurunkan Quirk pada generasi berikutnya.
Pernikahan untuk melahirkan anak.
Aku telah berharap.
Seandainya Quirk apiku
dan elemen es Keluarga Himura berbaur...
Mungkin bisa melahirkan pahlawan yang jauh lebih kuat dari All Might.
Keluarga Himura yang sempat terkenal,
sekarang sedang dalam masa sulit.
Dengan posisi sebagai pahlawan No. 2,
dan uang yang dibawa,
keluarga Himura menyetujui permintaanku dengan mudah.
Padahal mereka bisa menolak.
Tapi, dia tahu ini hanyalah pernikahan Quirk.
Demi keluarganya, dia setuju untuk menikah denganku.
Apa kau suka bunga?
Iya, sangat cantik.
Tegar,
tapi, disentuh akan langsung meleleh.
Rei...
Kau... baik-baik saja?
Tentu saja tidak, makanya aku datang.
Bukan kau saja yang paling menderita.
Karena yang tidak merawat anak itu, bukan hanya kau seorang.
Terbakar cukup parah.
Tapi tidak terasa apa pun.
Dia adalah ayahku.
Dia tidak akan mati hanya dengan luka seperti itu.
Kalaupun ingin mati,
posisinya sebagai pahlawan No.1, juga tidak mengizinkannya untuk mati.
Sudah waktunya dia muncul di depan umum.
Aku ingin segera melihat ekspresinya yang menyedihkan.
Aku sangat menantikannya.
Aku sudah sejauh ini.
Todoroki Enji, Ibu, Fuyumi, Natsu, Shoto.
Lihatlah aku, yang berada di dasar neraka.
Kecerobohan Penggunaan Api
Hei, kenapa?!
Selagi libur, jadi temani aku berlatih Quirk!
Kenapa tiba-tiba bilang tidak bisa?
Sudah kubilang berulang kali, ini semua demi dirimu!
Aku pergi dulu.
Kasus yang jarang ditemui.
Meski mewarisi Quirk Api yang lebih kuat,
tapi karakteristik fisiknya diturunkan dari ibunya.
Dengan kata lain, ketahanan fisiknya terhadap api
lebih lemah daripada terhadap dingin.
Yah, penyesuaian gen seperti ini...
merupakan hal terlarang di era Quirk modern.
Sebaiknya jangan dilakukan.
Intinya,
sebisa mungkin jangan biarkan Toya menggunakan Quirk.
Paling buruknya, dia bisa terbakar apinya sendiri,
dan membuat tubuhnya terluka parah.
Toya, kau pasti bisa melampaui All Might.
Apimu jauh lebih kuat daripada aku.
Tapi, kenapa!
Pahlawan No. 1, All Might, Kembali Muncul
Dia berhasil menyelamatkan 62 munisipalitas.
Selama ada All Might, kami tidak takut!
Fuyumi.
Kenapa aku tidak boleh melatih Quirk?
Tidak tahu.
Padahal cuma terbakar sedikit.
Aku bisa menahannya juga.
Yang paling memahami tubuhku adalah diriku sendiri.
Tapi, Fuyumi juga tidak mau melihat Kak Toya terluka.
Fuyumi tidak akan mengerti! Perempuan mana mengerti!
Padahal Fuyumi khawatir!
Sudah kuputuskan.
Aku akan melampauinya.
Ayahlah yang memantik apiku!
Tidak mungkin.
Itu terlalu berlebihan. Kejam.
Apa pun harapanmu pada anakmu,
Toya sudah mengetahuinya.
Diingatkan berapa kali pun, setiap hari tubuhnya ada luka bakar baru.
Kedunguannya ini sangat mirip denganku.
Hanya itu cara untuk menghentikannya.
Toya tidak akan bisa melampauinya.
Ayah, aku juga bisa melampauinya.
Lihat, aku sudah bisa mengeluarkan api sekuat ini.
Aku terus berlatih sendirian.
Aku bisa, aku akan melampauinya, karena itu...
Lihatlah aku.
Tidak boleh, kenapa kau tidak paham juga?
Luka bakarmu yang separah ini, kenapa belum paham juga?
Toya, kau harus melihat dunia luar.
Mainlah bersama Fuyumi dan Natsu.
Ke sekolah dan buatlah teman.
Masih ada banyak hal selain menjadi pahlawan.
Kau juga paham, 'kan?
Dengan begitu, kau akan melupakannya.
Semua temanku di sekolah bilang ingin jadi pahlawan.
Mana mungkin aku bisa paham?
Soalnya, aku ini anaknya Ayah.
Toya.
- Dinginkan dulu. - Ayahlah yang memantik api!
Tidak bisa hilang.
Aku tidak bisa pura-pura melupakannya.
Lihat aku... Endeavor.
Lihat aku! Lihatlah aku!
Mulai hari ini,
jangan biarkan siapa pun mendekati Shoto.
Aku tidak bisa terus mengawasinya karena ada kerjaan lain.
Jadi, aku mempekerjakan pelayan.
Kau juga harus selalu mengawasi Toya.
Anak itu ingin dilihat olehmu.
Aku hanya bisa membuatnya... melihat dunia pahlawan.
Pahlawan?
Kau hanya menghindarinya.
Kak Toya,
ayo main.
Ini!
Bagus... aduh.
Kau tidak apa-apa?
Jangan lihat, Shoto.
Mereka orang yang berbeda dunia denganmu.
Sekali saja, biarkan aku bermain bersama Kak Toya dan yang lain.
Tidak bisa, kau harus berlatih.
Aku tahu, waktu itu aku yang salah.
Shoto tidak bersalah.
Tapi, ayah juga salah, 'kan?
Karena kita produk gagal, dia jadi mengabaikan kita.
Luar biasa, bisa bikin anak yang tidak dibutuhkan.
Begitulah moral pahlawan masa kini.
Ah, aku sudah bosan mendengarnya.
Sesekali coba bilang ke Kak Fuyumi.
Natsu, kau juga mengabaikanku?
Jangan begitu.
Aku bicara karena hanya kau yang paham.
Kau juga tahu, 'kan?
Semua wanita di rumah ini adalah sampah. Kau juga tahu, 'kan?
Semua wanita di rumah ini adalah sampah.
Tunggu, kau mau ke gunung lagi, ya?
Cobalah untuk bermain dengan teman sekelasmu.
Aku tidak butuh teman.
Dunia kami berbeda.
Toya, kau...
sungguh ingin menjadi pahlawan?
Menurut Ibu,
kau seperti dikekang oleh ayah dan sangat menderita.
Toya, dunia ini sangat luas.
Pilihannya juga ada banyak.
Bukan hanya ayah, kau juga harus melihat dunia luar.
Dengan begitu, kau bisa menemukan apa yang kau inginkan.
Memangnya Ibu tahu apa?
Ibu membaca buku motivasi?
Nenek sangat miskin sampai menjual Ibu, 'kan?
Dan Ibu hanya bisa menurutinya, 'kan?
To...
Karena itulah aku dilahirkan, 'kan?
Ibu juga korban.
To... ya...
Apinya tidak bisa dipadamkan.
Pada tubuh mungil yang lahir prematur,
perlahan mulai muncul karakter sekunder.
Seiring perubahan tubuh, apinya...
perlahan berubah dari merah menjadi biru.
Begitu, ya. Inilah fungsi tubuh.
Emosi bisa memengaruhi perubahan apinya.
Aku hebat sekali.
Dengan ini Ayah pasti akan terkejut.
Tapi...
Sial!
Di saat bersemangat begini, kenapa air mataku keluar?
Ayah.
Di hari libur berikutnya, datanglah ke Puncak Sekoto.
Luka bakar?
Dia berlatih dengan bagian tubuh yang tidak terlihat orang luar.
Toya, kau masih melanjutkannya?
Pokoknya luar biasa! Datang, ya!
Mungkin Shoto pun tidak bisa mengalahkanku.
Aku mungkin tidak akan kalah dari All Might.
Ayah juga pasti akan mengakuiku.
No comments yet. Be the first to leave one.