Medici: Masters of Florence

Medici: Masters of Florence

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Medici Masters of Florence S01 Season 1 BluRay Indonesia
A Commentary by pusatdvd
Sub dari Iflix. Selamat menikmati.

Tags

BluRay
Published on: 2017-05-31
Downloads: 170
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Cantik.

Mereka menitahkan Paus itu sendiri dari Roma.

Kenapa tidak?

Paus berutang kepadamu.

Siapa di sana?

Hentikan! Kalian tahu dia kejam!

Dia menghancurkan siapa pun yang menghalanginya!

Siapa di sana?

Berhentilah berpura-pura! Kalian tahu seperti apa dia!

- Seorang monster! - Dasar pembohong!

Dasar pembohong!

Utang warga Firenze kepada Giovanni de' Medici...

...tak bisa dibayar dengan emas.

Tuhan memberkati keluarganya dengan kekayaan.

Tapi dia bertindak bukan dari keserakahan,...

...melainkan dari keyakinan.

Keyakinan...

...bahwa kekayaan bukanlah harus ditimbun oleh beberapa orang,...

...tapi digunakan untuk menghidupi banyak orang.

Kekuatan itu tak digunakan untuk memperkaya yang kuat,...

...tapi untuk membangkitkan yang lemah.

Mau anggur?

- Kupikir kita bisa menggunakan gelas. - Minumlah di tempat lain.

Dengan senang hati,...

...setelah kau memberitahuku apa yang dibisikkan temanmu ini.

Itu bukan urusanmu.

Jika berkaitan dengan keluarga ini, Cosimo,...

...maka ini adalah urusanku.

Ayah dibunuh.

Apa?

Dia selalu mencicipi anggur saat berjalan-jalan di pagi hari.

Hanya saja kali ini, anggur-anggur itu dilumuri hemlock.

Marco meminta ahli bedah memeriksa hatinya untuk memastikan.

Kau tahu siapa pelakunya?

Kekuasaan melahirkan musuh. Ayahmu punya banyak musuh.

Tak ada yang lebih besar daripada Albizzi.

- Dia selalu membenci kita. - Tak selalu.

Kita harus memberitahukan Signoria.

Kita tak boleh melakukan hal seperti itu.

Apa Ayah tak mengajarimu apa pun?

Persepsi adalah kekuatan.

Kini kita harus tampil kuat, lebih kuat dari sebelumnya.

Pembunuhannya menuntut keadilan, Cosimo.

Membuat pembunuhnya waspada...

...hanya akan membuatnya lebih sulit ditangkap.

Aku akan menuntut keadilan,...

...setelah tahu siapa pelakunya.

Maaf mengganggu.

Kau tak pernah mengganggu, Ugo. Ada apa?

Ini baru saja tiba.

Ini dari Albizzi.

Dia ingin bertemu di pabrik pencucian.

Tn. Medici.

Aneh bahwa kau ingin bertemu di sini.

Pabrik tua ini adalah tempat semuanya dimulai, 'kan?

Tempat ayahmu memulai pendakiannya dari kaum miskin menjadi raja.

- Tapi ayahku tak memiliki gelar raja. - Tidak.

Giovanni de' Medici terlalu cerdas untuk mengklaim gelar.

Semua orang tahu dia menguasai "republik" ini.

Dia mengisi kantong rakyat...

...dan memberikan mereka suara yang cukup keras...

- ...untuk membuat mereka merasa kuat. - Apa yang kau inginkan, Rinaldo?

Posisinya di Signoria.

Penggantinya akan dipilih besok. Aku berharap kaulah orangnya.

Jika aku beruntung sekali namaku yang diambil secara acak.

Memang secara acak,...

...tapi dewan selalu setia dengan keluarga Medici.

Keluargaku mengalami perselisihan dengan keluargamu.

Tapi dalam hal Signoria, setidaknya,...

...kami memiliki kesepakatan dengan ayahmu.

Dia tak menentang tatanan yang mapan.

Kau ke sini untuk memastikan bahwa aku juga takkan menentang.

Aku adalah putra ayahku.

Bukan jawaban yang pasti, 'kan?

Kau memang putra ayahmu, Cosimo.

Kurasa kau lebih seperti ayahmu daripada dia sendiri.

Ketahuilah sesuatu. Jika kau menentang kami,...

...maka keturunanmu akan kembali ke pabrik ini,...

...menjual wol kotor seperti mendiang ayahmu.

Piero, kau baik-baik saja?

Aku baik-baik saja, Nenek.

Kalau begitu, berhentilah menjadi pusat perhatian...

...dengan air matamu itu.

Kakekmu pasti ingin agar kau menunjukkan kekuatan.

- Di mana putraku? - Dia pergi tadi pagi.

Aku bertanya, "Di mana dia"?

Dia ada pertemuan, Ibu. Marco Bello akan mencarinya.

Melewatkan makan malam.

Ayahnya belum sehari dikubur dan dia sudah mengabaikan keluarganya.

Cosimo de' Medici, kau melihatnya?

- Aku mencemaskanmu, Cosimo. - Aku baik-baik saja.

Kau menghilang selama berjam-jam.

Apa yang terjadi sore ini bersama Marco Bello dan Lorenzo?

Bukan hal penting.

Selalu ada jarak di antara kita, Cosimo.

Tapi aku telah menjadi istri yang baik dan setia selama ini.

Kini kau menanggung beban berat.

Beban keluarga ini, bank ini, republik ini.

Itu cukup berat untuk menghancurkan pria lain.

Jika kau mengizinkanku, aku bisa membantu menguranginya.

Di mana kakakmu?

Dia sedang mengerjakan sesuatu.

- Astaga, Roberto! - Dia lebih awal.

Tidak, dia terlambat.

Artinya aku terlambat!

Hei.

- Hei! Awas! - Maaf!

Maaf, Ayah.

- Maaf. Aku... - Apa itu baru?

Mantelmu.

Apa itu baru?

Ya.

Bagus sekali. Boleh aku melihatnya?

Tentu saja.

Sangat bagus.

Ayahku pasti akan menjual wol seperti ini,...

...tapi hanya untuk bangsawan terkaya.

- Apa? - Tidak!

Itu saja, Ugo.

Kenapa kau melakukan itu?

Keluarga Medici tak menarik perhatian orang lain...

...dengan pakaian mewah.

Aku punya uang. Mengapa tak menggunakannya?

Kau punya uangku.

Berdiri!

- Kau ingin bertemu kami, Ayah? - Ya.

Ini surat dari Roma.

Paus wafat.

Curia akan bertindak cepat untuk menggantikannya.

Apa kaitannya dengan kita?

Kemasi barangmu. Kau akan mengetahuinya.

Kau menghabiskan berjam-jam mempelajari Duomo.

Ya, Ayah.

Kau pernah berpikir kenapa warga Firenze kuno...

...membangun katedral yang amat besar...

...hingga tak ada yang bisa menyelesaikannya?

Itu adalah sebuah kebodohan.

Ambisi mereka melebihi kemampuan mereka.

Mereka tahu itu mustahil.

Katedral itu terlalu besar, terlalu megah.

Jika mereka tahu tak bisa diselesaikan,...

...lalu kenapa membangunnya?

Karena mereka punya impian, Cosimo.

Bahwa Tuhan akan menghasilkan generasi masa depan...

...yang cukup cerdas untuk mewujudkan impian itu.

Itu bisa saja diriku, Ayah.

Jika aku mencurahkan diri dalam lukisanku.

Itu bisa saja dirimu.

Tapi tidak dengan lukisanmu.

Kubah itu takkan diselesaikan oleh seorang seniman atau arsitek.

Itu akan diselesaikan oleh seorang yang bisa memimpin...

...sumber daya besar yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas itu.

Seseorang dengan kekayaan dan kekuasaan yang besar.

Aku tahu kau menganggap dirimu sebagai seorang seniman, Cosimo.

Tapi aku juga memiliki impian.

Untuk keluarga ini, untuk kota ini.

Ketika aku meninggal,...

...akan bergantung pada keturunanku untuk mewujudkan impian itu.

Kembalilah lain kali.

Aku akan memberikan kalian berkat yang sesungguhnya!

- Giovanni de' Medici. - Laksamana.

Ini adalah putra-putraku, Cosimo dan Lorenzo.

Lorenzo.

Ayah kalian datang dengan proposal yang cukup menarik.

Saat ini, Gereja Katolik sedang terpecah.

Ada paus palsu di Avignon, satu lagi di Napoli.

Dengan wafatnya Paus Alexander,...

...harapan kita tergantung pada penerus yang kuat...

...untuk menyucikan dan menyatukan Gereja.

Kau mencari pembiayaan?

Untuk membeli suara, di antara Curia di Roma.

- Penyuapan. - Kurasa itu disebut "melobi".

- Lalu kandidatmu? - Aku, tentunya!

Kau tak sungguh-sungguh berpikir untuk memberi uang...

- ...kepada seorang bajak laut? - Tidak, seorang prajurit bayaran!

Bukan hanya itu,...

...tapi seorang kardinal yang ditahbiskan...

...dan anggota pemungutan suara Curia.

Dia berusaha menyatukan dan menyucikan...

...dengan menyuap untuk memasuki kepausan?

Terkadang kita harus melakukan hal yang buruk...

...untuk mencapai kebaikan yang lebih besar.

- Apa jaminan yang kau tawarkan? - Tak ada satu pun.

Kurasa jika aku gagal, hanya ada sedikit harapan...

...untuk kalian mendapatkan kembali investasi kalian,...

...tapi jika aku berhasil,...

...Medici akan menjadi bankir untuk Paus.

Semua zakat dan pajak yang masuk ke Curia...

...dari London hingga Tunisia akan melalui bank kita.

Dengan sekejap,...

...kita akan menjadi bankir tersukses di Eropa.

Takkan ada yang menyebut kita rentenir lagi...

...jika Paus adalah klien kita.

Apa? Rentenir?

Rentenir mendapatkan uang...

...dengan membebankan bunga bagi yang membutuhkan.

Keuntungan kita berasal dari perdagangan dan kredit.

Kita memberikan kesempatan bagi mereka yang takkan memilikinya.

Jangan pernah lupakan itu. Baiklah.

Kau akan ke Roma sekarang juga. Begitu juga denganmu.

More Indonesian subtitles for Medici: Masters of Florence

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left