Something Bit Me!

Something Bit Me!

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Something Bit Me! S01E05-DSNP-WEBDL-WEBRip
A Commentary by Sh1Ft3R
𝗗 𝗛𝗼𝘁𝘀𝘁𝗮𝗿

Tags

webdl
webrip
web
BRip
WEBDL
Published on: 2022-07-03
Downloads: 18
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Acara ini berisi materi dengan luka parah

yang bisa meresahkan.

Penonton diharap bijak.

-Itu foto satelitnya... -...melintasi Atlantik. Aktif.

Badai tropis Chris berpusar.

Badai tropis Chris berjarak 320 km.

Ada gelombang di wilayah itu.

-Hujan deras, angin kencang. -Kau tak akan tahu

ada badai angin 110 km per jam.

...beragam kerusakan di Carolina Utara.

Juli 2018.

Wrightsville Beach, kota kecil tenang di lepas pantai Carolina Utara

dan tempat selancar populer.

John Cheshire sudah berselancar di sini sejak kecil.

Teman memanggilku Johnny Chesh.

Aku tumbuh di Raleigh, Carolina Utara. IIstri cantik, Michael.

Putriku James dan putraku Lion.

Aku berselancar sejak kecil.

Ayah dan saudaraku berselancar. Ini bagian dari keluarga kami.

Aku sudah 20 tahun kenal Andrew.

Berselancar, nakal semasa remaja.

Kupanggil dia Chesh. Dia selalu bersemangat.

Dia meneleponku, "Ombaknya gila."

Laporan menyebut hanya selutut.

Dia penuh semangat, jadi seru.

John termasuk sahabatku. Pria baik. Aku sayang dia.

Kami tahu akan berselancar hari ini

karena mengamati badai tropis Chris,

di lepas pantai. Itu pembuat ombaknya.

Sebagai peselancar melihat ramalan cuaca, karena ingin ombak.

Mungkin periksa 3-4 kali sehari.

Aksinya akan berbentuk ombak besar.

Itulah yang ada di bagian luar.

Ombak sampai dua meter,

sampai 2,5 meter petang ini...

Sistemnya muncul,

dan mungkin ada celah 2-3 jam

di mana ombak memuncak bagus.

Saat muncul, harus pergi.

Rencananya bertemu semuanya,

naik ke perahu, pergi ke pulau,

lalu berselancar dua jam, dan pulang dengan selamat.

Itu rencana utamanya.

Tempat selancar utama mereka adalah cagar alam

yang hanya bisa dimasuki perahu.

Perahuku Sea Hunt tujuh meter.

Saat itu aku, Andrew, temanku Sean Rudkay.

Lalu temanku Stanky P.

Chesh antusias. Stanky P hanya payah.

Mereka teman selancarku.

Tanpa jalan di pulau, mereka buang sauh di lepas pantai

dan menavigasi jalur berlikunya menuju tempat selancar terpencil.

Jalurnya berliku. Aku pakai celana selancar.

Aku tak pakai baju selancar saat itu.

Aku keluar dari jalur utama,

yang langsung kulihat adalah ombak A-frame peak.

Kami semua terpana.

Selancar mungkin olahraga teregois sedunia

karena intinya adalah kami. Menangkap ombak.

Begitu melewati ombak, "Sampai nanti."

Hari yang indah dan cerah. Tanpa awan atau angin.

Ombaknya ada, suhu air nyaman.

Bagai air mandi. Tak bisa lebih bagus.

Ombak badai tropis

bersuhu air sekitar 29 derajat.

Kondisi yang memikat peselancar dan biota laut lainnya.

Hari itu ombaknya bagus.

Kami berselancar dan bergembira.

Chesh sangat seru.

Jika mendapat ombak, dia akan beri tahu.

Namun, aku ingat Chesh sulit mendapat ombak.

Awalnya tak banyak ombak bagus.

Mengesalkan. Seolah menghindariku.

Jadi, aku mencari-cari

antara puncak ombak, untuk iramanya.

Jadi, aku mengayuh.

Biasanya ingin berada di belakang puncak ombak.

Lalu mendadak kulihat.

Ada puncak ombak mendekat, aku bersiap ke posisi.

Sempurna. Aku ingat mengayuh.

Saat mengayuh,

air naik, terus membentur dada.

Sambil membuat kurungan, seperti teluk.

Aku mengayuh dan mendadak kena.

Aku terbentur. Bagai sambaran kilat.

Langsung jatuh dari papan. Sulit bernapas,

berkunang-kunang, mengira akan pingsan.

Aku berteriak sekuat mungkin.

Begitu kudengar dia berteriak dan menggapai, reaksi awalku adalah,

"Dia digigit." Area itu banyak hiu.

Tak terlihat.

Ada hiu di air.

Ada berbagai makhluk

yang bisa tak sengaja mencelakai.

Sayangnya bagi John, perairan lepas pantai Carolina Utara

adalah rumah bagi banyak spesies hewan laut berbahaya,

termasuk hiu macan, pari sengat, ubur-ubur, dan belut moray.

Kutanya keadaannya.

Dia tak merespons, tetapi naik ke papannya.

Tak ada darah, dan badannya lengkap.

Kupikir dia baik saja.

Begitu mengenaiku, duniaku berubah.

Aku segera duduk di papan,

mau melepas apa pun itu,

Saat kutarik,

sisa badannya membelit dadaku.

Bagai ada yang pakai gantungan baju,

taruh di api,

lalu terus menusukku.

Tak pernah terasa sakit begitu.

Aku terpikir, "Astaga, man-of-war ini buruk."

Man-of-war Portugis.

Kerabat dekat ubur-ubur,

umum ditemukan di laut tropis dan subtropis di seluruh dunia.

Man-of-war memakai tentakel panjang

untuk menangkap dan membunuh ikan kecil dan udang,

menyuntik dengan bisa kuat.

Dr. Angel Yanagihara adalah rekan profesor riset

di Universitas Hawaii,

dan 20 tahun meneliti ubur-ubur.

Di area itu di bulan itu...

ada sea nettle, ada man-of war,

ada ubur-ubur kecil.

Karena ini bulan Juli, ini hampir musim puncak,

karena airnya hangat

dan ada banyak plankton, ikan kecil untuk dimakan.

John pikir itu man-of-war.

Yang di Atlantik bisa tumbuh sampai 45 cm.

Ada sirip gelembung bening indah

dengan warna merah muda dan ungu di jumbai atasnya

Tentakelnya panjang sekali yang bisa mulur dan mengerut.

Mereka memancing, mengumpan.

Tentakel ini bisa sangat panjang.

Orang bilang sampai 60 meter.

Saat mengerut, bisa dibayangkan,

jika tubuh bersentuhan dengan tentakel mengerut itu,

dan ada ratusan lembar,

lukanya sangat menyakitkan.

Yang terpikir hanyalah, "Aku harus ke pantai.

"Aku bisa pingsan di air jika tak ke pantai.

"Jika pingsan, aku tenggelam."

Dia melesat. Sungguh, kukira dia mau istirahat.

Aku takut serangan jantung dan tubuhku terhenti total.

Separah itu sakitnya.

Hal luar biasa dari ubur-ubur ini,

seluruh tentakelnya, jika dilihat di mikroskop,

ada banyak bintik kecil.

Masing-masing adalah nematocyst.

Saat menembak, akan meledak,

bagai mata panah balistik,

yang bisa menembus mangsa, lalu menyuntikkan bisa ke tubuh.

Ini mimpi terburuk, terutama jika jauh dari pantai.

Nyawa bisa dalam bahaya

karena ada di lingkungan laut asing.

John berjuang tetap di atas air, dan dampak pada tubuhnya meningkat.

Pikirannya di tempat lain.

Yang terlintas di benakku adalah pulang kepada keluarga.

Memastikan ayah ini pulang bagi anaknya.

Aku tak mau ini caraku mati.

Aku suka berlari karena seperti meditasi.

Fokus pada pernapasan.

Fokus pada suara kaki menginjak kerikil.

Fokus pada bau di udara dan bunyi yang didengar.

Sangat damai.

Fort Collins, Colorado.

Kota kecil di kaki Pegunungan Rocky.

Iklim sedang dan panorama indah

menjadikannya magnet bagi orang yang suka rekreasi alam.

Orang seperti Travis Kauffman, yang suka lari di jalur luas kasarnya.

Namaku Travis Kauffman.

Aku analis kimia. Penyendiri.

Aku menikmati waktu sendiriku.

Lari adalah olahraga terbaik bagi penyendiri.

Annie, pacarku saat itu, dan aku,

karena kami tinggal dekat dengan Foothills Trail,

mulai banyak berlari.

Yakin untuk ikut lomba 50k.

Aku tahu harus mulai latihan berat.

Maka aku berlari jauh

dengan medan tinggi.

Pagi itu sangat cerah dan indah.

Cuaca lari yang tepat.

Aku berpikir akan berputar 24 km

dan naik cukup tinggi.

Travis mulai lari di kaki Taman Nasional Lory.

Rencananya untuk naik ke puncak Gunung Horsetooth

lewat jalur Towers.

Maka aku ke kaki Towers, melintasi lumpur.

Aku tak pakai earbuds.

Penting sekali bagiku berlari tanpa gangguan.

Ada tonjolan batu

dan butuh indra tetap waspada

untuk efektif melintasi lahan.

Aku tiba di puncak, mungkin 30 menit kemudian,

dan merasa cukup senang setelah pendakian besar ini.

Aku menatap panorama yang menghadap

aspek barat dari bentangannya,

dan terlihat Foothills, panoramanya indah.

Saat itu aku menunduk...

dan ada banyak jejak tapak,

More Indonesian subtitles for Something Bit Me!

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left