The first 200 lines.
Pukul!
Hadang! Hadang!
Menghindar!
Menghindar! Bergerak!
Satu, dua...
Satu, dua, tiga...
Teruskan!
Satu, dua, tiga...
Kombinasi, mulai!
Lagi!
Siku.
Siku. Lebih tinggi.
Lebih tinggi. Siku.
Minggir. Kau menguasai itu selama satu jam!
- Kau bicara denganku, berengsek? - Enyahlah!
Bajingan!
Kau berbuat benar dengan tak ikut campur tadi.
Aku pernah mencoba kabur. Masa hukumanku ditambah 45 hari.
Aku berakhir di Sel 7,
Di bagian keempat Fresnes.
Aku mondar-mandir di selku.
Aku berada di lubang 3 atau 4 hari.
Tiba-tiba, aku melihat gelembung di kloset.
Aku coba hampiri dan melihat seekor tikus muncul,
Merangkak keluar.
Aku memberinya makan. Dan menjinakkannya.
Aku berbincang dengan tikus.
Tikus.
Itulah hasil dari terisolasi dan kehampaan.
Tak ada apapun. Tak ada lagi kemanusiaan.
Terlupakan begitu saja.
Kekosongan.
Tak ada lagi cinta. Tak ada apapun.
Kau tak diterima di mana-mana.
Kau tidak diinginkan.
Dilupakan adalah bagian terburuk.
Kita sudah dilupakan.
Kau sendirian dengan orang-orang dingin.
Mereka di sana mengawasimu.
Mereka semua sudah mati.
Kau harus bertahan.
Ini belum terlambat untukmu.
Tn. Darba, kau disetujui untuk bebas bersyarat.
Kau memiliki kewajiban tertentu.
Kau harus hormati itu. Itu penting untuk langkah berikutnya.
Bagus. Terima kasih.
Simpan dokumen ini.
Itu bukti kau meninggalkan lapas secara sah.
Sertifikat kehadiranmu menunjukkan masa penahananmu.
Ada pertanyaan?
Bagus. Kau boleh pergi.
Semoga berhasil untuk kedepannya.
Samir Darba!
Hei, Samir!
Aku bicara denganmu.
Apa?
- Farhat mau kau edarkan ini. - Aku tidak bekerja untuk dia.
Kata siapa? Kau mau ke mana?
Kau tidak mengerti.
- Tidak, kau yang tidak mengerti. - Bilang Farhat urus dirinya sendiri.
Farhat akan menghabisimu, bangsat!
Hakim yang memvonismu tidak menyukaimu.
Dia sangat tidak suka ketika berkaitan dengan narkoba.
Aku sangat paham failmu,
Dan aku tahu apa yang kau lalui.
Kau bisa tunjukkan hakim jika dia salah, oke?
Untuk itu, pastikan besok berjalan sangat lancar.
Kau mengerti kenapa?
Ya?
Aku bicara dengan Tn. Vasseur. Dia sudah sangat jelas.
Jika persidanganmu lancar, dia akan tawarkan kau kerja.
Ini adalah lokasi konstruksinya.
Kau akan tidur di sana malam ini.
Itu baru. Tempatnya agak jauh.
Ini dokumen yang mereka minta.
Satu, dua, tiga!
Itu yang ibumu katakan?
- Kenapa? - Dia tak punya uang.
Apa lagi yang bisa dia katakan?
Apa yang kau lakukan?
- Kakimu sudah lebih baik. - Apa?
Kakimu terlihat lebih baik.
Dokter bilang kakiku tidak patah.
Terima kasih sudah membantuku tadi.
- Dari mana asalmu? - Senegal.
- Senegal? - Ya.
Kau terlihat baik di sini.
Segala puji bagi Allah. Aku takkan mengeluh.
Aku ke sini karena di negaraku kondisinya lebih buruk.
Tuhan berikan aku kesempatan kedua.
Setiap hari aku bersyukur pada Allah.
Selamat malam, semuanya.
Jadi?
Hari ini tak begitu berat untukmu?
Kau bekerja dengan baik.
Kau mau bergabung ke tim?
Aku bisa beri kau kontrak tetap.
Aku akan hubungi penasihatmu dan mengurus surat-suratnya.
Temui aku saat kau bebas.
Terima kasih.
Samir!
Dasar keparat!
Kau banyak dihajar di penjara hingga menjadi tuli?
Berhenti mengabaikan aku, keparat!
Aku bicara denganmu.
Kemari!
Pergilah mengitari blok! Cepat! Cepat!
Ayo!
Biarkan aku turun!
5 Tahun Kemudian
- Itu bagus. - Ikannya banyak.
Bang Chan, Thailand Timur
Sam! Hai, Sam!
Bagaimana kabar gadisku?
Cepatlah, aku lapar!
Menurutmu ini untuk siapa?
Bisa kau antar aku sekolah pagi ini?
Hanya jika kau berikan aku ciuman.
Ayo kita naik motor.
Ya! Motor!
Kau tak apa?
Tidurmu nyenyak?
- Tidak terlalu. - Dan bayinya?
Dia bergerak semalaman.
Kau sedang apa?
Ada pengunjung di restoran Ibu.
Sam, Mia, Dara, dan adik bayi.
Tempatkan mereka di restoran.
Ayo makan di dapur.
Ini, sayang.
Ulangi setelahku.
- "Selamat makan." - Selamat makan.
Baiklah.
Beri ibu ciuman.
Belajar yang rajin.
Aku sayang, Ibu. Dah, Sam.
Pergilah.
Sampai nanti malam.
Tanda pengenalmu, tolong.
Sam.
Kau boleh pergi.
Hotel Dusit?
Lewat sini. Tunggu di kiri.
- Terima kasih. - Kau orang Prancis?
Tunggu di sini.
Sombat?
Sombat?
Kepalaku sakit. Kau punya aspirin?
Terima kasih.
Kau bermain lagi semalam?
Aku akan dapatkan itu kembali nanti malam.
Jangan khawatir.
Aku akan membantumu sedikit jika menang banyak.
Apa kau akan melihat Sam bertarung?
Aku takkan melihatnya. Lagi pula aku harus jemput Dara.
Sam, kau telat. Cepatlah!
Hei, kenapa kau terlambat?
Aku bertaruh untukmu. Ayo.
Ayo ganti pakaian. Giliranmu sebentar lagi.
Oke, rapatkan tanganmu. Mari berdoa.
Mendesak maju.
Jaga jarak.
Berikutnya 10 menit lagi, oke?
Aku mengganti taruhanku. 50,000 untuk Sathian.
Jangan turunkan pertahananmu. Mendesak masuk. Masuk.
Hei!
Dia mengalahkanmu dengan telak!
Kekalahan yang bagus.
Untuk tiga pertandingan berikutnya.
Jika kau mau lagi, pintuku selalu terbuka.
Kau harus berhenti melakukan ini, Sam.
Kau tahu aku butuh uang.
Sam, dia hanya khawatir dengan kepalamu. Jangan khawatir.
Kau orang yang kuat. Oke?
Lihat wajah dia.
Petarungmu memakai sesuatu.
Itu biasa di sini. Kau tahu itu.
Kita sudah sepakat. Menjauh dari kepala Sam.
- Kenapa orangmu pakai obat? - Kau dulu juga.
- Itu dulu. - Sebelum kau membunuh seseorang?
- Dasar berengsek. - Hansa!
Cukup.
Hei, hei! Di mana sang juaranya?
Tidak masalah. Lihatlah ini.
Semua karenamu.
- Terima kasih. - Tidak masalah.
Ayo minum bir di Paradise.
Aku tak bisa. Gadis-gadis menungguku.
Tanah Dijual
Dara!
Dara!
Lihat bar itu? Kita pertahankan itu.
Tapi aku punya ide yang lebih bagus.
Panggung yang sangat besar. Lihat!
Itu akan dari sini...
Hingga ke ujung ini.
Kita akan taruh bantal duduk, dan adakan karaoke hari Sabtu.
Dan aku akan menjadi pembawa acara setiap minggu.
Pertama, jadwal pertemuan kita.
Lalu kita akan usahakan untuk tema pestamu, oke?
No comments yet. Be the first to leave one.