The first 173 lines.
Hei!
Hei, anak sekolahan!
Aku harus kemana untuk ke stasiun Jangseungbaegi?
Aku mencoba untuk kesana tapi semuanya yang ada di Seoul sangat membingungkan.
Kau tidak mendengarku?
Anak jaman sekarang kasar sekali.
Apa sulit sekali untukmu menjawab pertanyaan yang mudah?
Apa yang kau lihat?
Mau apa kau?
MOON YOUNG
Aku sudah menyiapkan puisi indah untuk semua orang yang terlihat sangat cantik hari ini.
Apa semuanya sudah dapat puisinya?
Hari ini tanggal berapa?
Tanggal 13.
13, huh? Kita coba ketua kelas saja yang membaca kencang hari ini.
Bunga oleh Kim Choonsoo
Aku hanya bergerak sampai dia memanggil namaku
Saat aku memanggil namanya,
dia datang padaku dan menjadi bunga.
Saat aku memanggil namanya...
Sialan...
Hei, aku mau air!
Kau...
...mengabaikan ayahmu sendiri, kan?
Kau jalang sama saja seperti ibumu. Sialan.
Sialan kau dungu!!
Sialan...
kau mau aku mati, kan?
Buka pintunya. Aku tau kau mendengarku.
Buka, kau jalang gila...
kau jalang sama saja seperti ibumu. Beraninya kau memperlakukanku seperti sampah?
Hei, Gwon Hyukchul! Pergi dari sini!
Keluar sekarang juga!
Apa kau mau aku menjadi gila? Keluar sekarang juga!
Keluar! Apa yang menahanmu?
Keluar sekarang juga!
Hei, kau gila ya? Ayolah sudah. Keluar sekarang!
Hei, Gwon Hyukchul! Keluar sekarang juga!
Keluar!
Sial, ada apa denganmu?
Kenapa kau tidak menjawabku?
Kenapa kau berteriak?
Kau tidak menjawabku. Apa kau tau berapa lama aku menunggumu disini?
Kenapa kau menunggu?
Apa maksudmu, kenapa?
Enyahlah!
Kau pikir kau seperti jagoan, huh?
— Bagimana bisa kau melakukan ini padaku? — Kenapa kau disini?
Kenapa kau bertanya meskipun kau sudah tau jawabannya?
Kumohon, jangan pergi.
Aku tidak butuh uang.
Bukankah kau mengerti kenapa aku mengatakanmu ini? Apa kau sebodoh itu?
Sialan. Aku memberikannya padamu karena kau memintanya.
Hyukchul, Maafkan aku... Ayo ke tempatku.
Kumohon berhenti.
Pergi dari hadapanku!
Enyah sajalah, sialan. Menganggangu sekali!
Hei.
Hei, berhenti disana!
Dalam proses. Jangan mencabut dayanya.
Huh? Apa ini?
Hei, dimana kau tinggal? Bukannya kau tinggal di sekitar sini?
Hei, kucing mencuri lidahmu?
Bicaralah.
Beraninya kau...
bukannya kau tau cara meminta maaf pada orang?
Katakan sesuatu. Kenapa kau merekam ini?
Aku benar-benar ingin tau. Ayolah!
Apa kau gila?
Aku bukan memintamu untuk menghapus ini. Aku tidak mau permintaan maaf.
Lagipula aku lebih cantik daripada selebriti.
Isi ulang baterainya dan taruh videonya kedalam DVD.
Ayo kita pergi ke rumahmu.
Dimana?
Pimpin jalannya.
Sialan, kau begitu bersemangat.
Apa kita akan ke rumahmu sekarang?
Dasar gila, kau sungguh memintanya sekarang!
Aku ingin sekali membunuhmu!
Hei kau, berhenti disana! Dasar gila.
Hei,
kau tidak boleh melihat kedalam kehidupan pribadi orang lain.
Dan kalau kau sudah melihat punyaku, kau harus menunjukkan sesuatu sebagai balasannya.
Kenapa kau tidak bilang kalau kau tidak bisa bicara?
Itu bukan alasan.
Hei.
Berikan nomormu.
Berikan.
Aku akan mengirimmu waktu dan tempatnya melalui sms.
Buat rekamannya kedalam DVD dan bawa.
Ingat apa yang sudah kukatakan padamu.
Kau membuat kesalahan besar.
Apa kau hanya akan berdiri disana saja?
Rumahnya tidak akan runtuh. Masuk saja.
Kau datang lebih pagi dari yang kuduga. Aku belum bersih-bersih.
Mau minum sesuatu seperti teh hijau?
Apa?
Ah, baiklah. Kau mau aku mengecek ini dulu? Sini berikan.
Hei, Youngeun.
Tidak apa-apa. Tidak, aku tidak di rumah sekarang.
Jangan datang. Baiklah.
Jangan khawatir, tidak ada yang terjadi.
Aku diluar sekarang.
Baiklah, baik.
Baiklah, tutuplah.
Baik.
Apa yang kau lakukan?
Itu jauh sekali.
Itu jalan memutar.
Tidak yakin ke kiri atau ke kanan.
Gimana ya? Kau mau aku membantumu?
Gimana? Aku akan membantumu.
Baiklah, baik.
Kau mau aku mengantarmu pulang?
Mau minum di bar?
Kau pergi ke jalan yang salah. Jalan yang kanan.
Kau tau apa? Yah, kau belum mengenalku...
mimpi masa kecilku adalah menjadi seorang bintang film.
Aku belajar akting tahun lalu hanya untuk iseng.
Aku ingin memanfaatkannya, jadi aku mencoba jurusan Teater di universitas.
Kenapa kau tidak minum?
Aku tidak mau minum sendirian...
Ngomong-ngomong, siapa namamu?
Oh, tunggu.
Tulis disini dengan menyentuh layarnya.
Bukan, gunakan saja dengan jarimu.
Kim— Moon—
Aku Moonyoung
Jadi, namamu Moonyoung? Kim Moonyoung?
Aku Heesoo.
Jang Heesoo. Umurku 28 tahun.
Berapa umurmu?
Oh, kau 18 tahun.
Pria yang kau lihat kemarin adalah Hyukchul. Dia pacarku. Bukan, mantan pacarku...
...dan kita sudah bersama selama 8 tahun. Tidak! Kita bersama.
Tapi aku tidak selalu bertemu dengannya selama ini.
Kita putus sudah lebih dari 10 kali.
Umur kita berdua sama. Tapi terkadang dia terlihat lebih muda...
dan seperti saudaraku. Karena itulah aku sangat bergantung padanya.
Aku tidak punya satupun keluarga, jadi Hyukchul adalah kekasih dan juga keluargaku.
Lalu suatu hari, aku membuat kesalahan.
Aku tidak bermaksud begitu.
Kau tau 'kan terkadang hal-hal itu bisa terjadi?
Hyukchul yang lebih dulu bilang kalau kita harus putus.
Kubilang ya, karena aku buat kesalahan.
Tapi saat aku memikirkannya kembali, Dia juga mengacaukan segalanya.
2 tahun lalu, dia meminjam uang dariku untuk membeli motor.
Kubilang kita tidak boleh putus jika dia tidak bisa membayarnya kembali.
Si keparat ini bilang 'aku akan membayarmu kembali, dan memberiku uang keesokan harinya.
Aku tidak mempercayainya.
Bukankah itu lucu? Itu lucu sekali!
Iya, kan?
Hei, ini sungguh cerita yang lucu!
Berhenti.
Berhenti lakukan hal itu. Debunya akan ada disana.
Berhenti!
Hentikan ini!
Hentikan!
Berhenti!
Hei, Hyukchul.
Hyukchul.
Hyukchul!
Hyukchul-ssi.
Gwon Hyukchul, Sialan!
Kau Gwon Hyukchul. Hei!
Aku tau kalau kau disana!
Keluar! Hei, Gwon Hyukchul!
Hei!
— Jang Heesoo! Apa kau sudah tak waras?! — Ya, aku gila.
— Bukannya kau tau kalau aku tak waras? — Kau mabuk?
Ya, aku mabuk. Kau cemburu?
Astaga, berhenti muncul disini dan bertingkah saat kau mabuk!
— Itu bukan urusanmu. - Kenapa kau disini? Bukannya sudah kubilang jangan muncul disini.
No comments yet. Be the first to leave one.