The first 200 lines.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
BAB 1
Hei. Aku akan pergi.
Baik, Sayang. Semoga harimu baik.
Baiklah. Ayo sedikit saja…
Sayang, ayolah.
- Sungguh? - Pelukan sebelum pergi.
- Baik. Aku mencintaimu. - Aku juga mencintaimu.
Baiklah.
Dia dengar apa?
Hanya sebaik itu.
Astaga.
Lihat, oh
Ayo Oh, kau mau?
Dia luar biasa Tampak luar biasa di jalanan
Hei
Ya ampun.
BERNARDINE EVARISTO GADIS, WANITA, LAINNYA
Itu membuatku tertawa.
Kau baca apa?
Sherlock.
Buku kulit putih.
Ya? Jika lebih putih lagi, akan seperti Lord of the Rings.
Ya, itu sangat Kaukasoid.
Itu benar.
Menyebalkan saat asap masuk mata, bukan?
Tidak, karena kau harus… Dorong itu.
- Ya. Kadang aku gagal. - Entahlah.
Kau hanya harus… Sedikit lagi. Hanya…
Aku seperti bayi burung.
Sayang? Kau tidur?
Agak.
Aku tak bisa tidur. Mau menonton acara TV itu?
Happy Valley?
Jika menonton, aku akan bangun hingga pukul 04.00,
dan aku harus tidur karena ada wawancara besok.
Aku lupa. Baiklah.
- Tak apa. - Maaf. Aku mencintaimu.
Aku sangat mencintaimu.
Baik, tunggu. Aku punya pertanyaan singkat untukmu.
Hanya butuh sebentar. Ya.
Pikirkan ini secara mendalam.
Jika seorang penerbit, penerbitmu, mendatangimu,
"Aduh, Denise. Ada peluang besar,
kontrak lima buku, luar biasa.
Akan jadi waralaba, dijadikan film, akan besar sekali." Paham?
Yang harus kau lakukan hanyalah
menjilat ketiaknya tiap hari selama setahun.
Apa kau akan mau?
Ya, aku akan mau. Bisa kembali tidur sekarang?
Ya, baiklah. Aku hanya mau tahu kau bersedia.
Ya, aku mau. Aku mau sukses. Seperti Drake dan Trey Songz.
Senang mengetahui itu. Selamat malam, Sayang.
Baiklah, tunggu. Ada satu pertanyaan lagi.
Apa-apaan? Astaga.
Baiklah.
Kau tahu saat aku mengantuk.
Ini pertanyaan serius.
Untuk menyelamatkan nyawaku, ya?
Kau mau menjilat ketiak orang tiap hari seumur hidupmu?
Tiap hari, kau harus jilat…
Berapa usiamu di skenario ini?
Mulai sekarang. Usia 34 sampai seumur hidup.
Ini situasi penyanderaan? Itu kondisinya?
Ya, mereka akan membunuhku.
Apakah ketiaknya berkeringat?
- Ya, berkeringat. - Ada anti…
Jorok, ketiak yang kotor.
- Apa ada deodoran organik. - Ya, bau.
Antikeringat.
Tiap hari seumur hidupmu.
Aku mau kau ada dan hidup, jadi aku mau.
- Aku mau. - Astaga.
Karena, komitmenku kepadamu sedalam itu.
- Sayang… - Ya.
Terima kasih banyak.
Sekarang, tolong pejamkan mata dan bermimpilah.
Aku senang sekarang.
- Aku akan tidur. - Bagus. Terima kasih.
Baiklah. Astaga.
Aku jadi sangat senang akan diriku.
Sekarang, aku bangun. Tak bisa…
Apa ini para divaku?
Aku tahu. Apa kabar?
Aku melihat kalian.
Apa kabar? Jangan lari dariku.
Tina!
Apa kabar?
Apa kabar, Chaka?
Jangan marah, Chaka.
Kau masih marah ke Patti?
Entah kapan permusuhan itu usai.
Ya, benar begitu.
Aku melihatmu. Nona, kau mau.
Aku seperti ayam lain
Semua ada di dirimu…
Bukalah.
- Apa kabar? - Hei, Denise.
Senang bertemu. Lauren.
- Aromanya harum. - Terima kasih.
Terima kasih.
- Rumah yang indah. - Terima kasih banyak.
Ada api dan segalanya…
Apa pagi yang biasa bagimu?
Bangun, sarapan. Mungkin mengisap ganja.
Biasanya kau sarapan apa?
Entahlah. Tergantung harinya. Kurasa…
Kau sarapan apa pagi ini?
Aku tak paham relevansi urutan sarapan itu.
- Kau paham? - Maaf.
Aku mencoba memahami karaktermu
dan jati dirimu.
Ya. Aku hanya tak tahu
apa jenis telur yang kumakan pagi hari akan memberi informasi soal itu.
Ya.
- Baik, ayo bahas soal menulis. - Baiklah.
Bagaimana kemajuan buku berikutnya?
Sedang dikerjakan.
Ya, tetapi ada prosesnya. Terutama dengan buku.
Menurutku, yang terakhir sukses,
jadi ada tekanan aneh
bagi yang baru untuk lebih baik dari yang itu.
Menurutku, sungguh, aku hanya ingin itu selesai dan menerbitkannya,
lalu lihat hasilnya.
Baiklah.
- Maaf menyela. Aku hanya perlu… - Hei, Sayang.
- Maaf. - Tak apa.
Cepat saja. Maaf.
Aku Lauren. Apakah kau Alicia?
Ya. Senang bertemu.
Kau keberatan jika kita bicara? Hanya latar belakang.
Aku tak suka dipublikasi.
- Ayo. - Tak apa-apa?
- Aku senang. Silakan. - Terima kasih.
- Ayo, Sayang. - Baiklah.
Alicia, apa mata pencarianmu?
Aku mau mendalami desain interior.
Saat ini, aku bekerja di toko barang antik di kota.
Masuk akal. Kau punya banyak barang bagus.
- Terima kasih. - Ceritakan soal yang ini.
Itu salah satu favoritku.
Namanya Goldie Williams.
Dia dahulu pekerja seks pada akhir tahun 1800-an di Nebraska.
Dia ditangkap untuk… Entah ditangkap untuk apa.
Ini foto saat dia ditangkap.
Ternyata, polisinya bilang, "Wajahmu harus serius."
Dia bilang, "Aku tak mau."
Jadi, ya, aku suka. Dia pakai anting emas bundar,
pemberontak, tampak seperti salah satu bibiku…
- Itu kisah manis. - Terima kasih.
Bagaimana kalian bertemu?
Lewat seorang teman.
Mereka merayakan ulang tahun, kami hadir.
- Ya. - Malam sama.
Kau pun… Dia menghampiriku dan bilang,
"Hei, bukankah kau ilmuwan itu?" Atau semacam itu?
Ilmuwan?
Mungkin rayuanku lebih baik dari itu.
Mungkin. Ya. Aku pernah mencoba kimia.
- Tolong. Dia bergelar PhD di kimia. - Ya.
Dia lebih pintar dariku. Itu yang mau dia sembunyikan.
- Aku merahasiakan… - Jangan ditutupi.
Aku pernah ada di bidang kimia.
Aku menyukainya. Menurutku itu indah.
Namun, untuk dunia kerjanya, tak cocok saja bagiku,
dan kuputuskan untuk beralih ke desain interior.
Itu aneh, tetapi…
Jadi, kau pintar.
Pernah membantu pekerjaan istrimu? Kau pembaca awal?
Kau pernah satu kali baca sesuatu,
dan memberiku banyak catatan yang tak kusetujui.
- Tidak. - Aku menghormatinya.
- Sungguh? - Catatannya kuhormati.
Namun, tak kusetujui.
Jadi, setelah itu, karena kami…
- Kami tegang selama tiga hari. - Ya.
Memutuskan, "Pisahkan pribadi dan pekerjaan."
Aku tak mencampuri barang antik.
Jangan mencampuri caraku menulis.
Kami pun damai dan bahagia.
Ya.
Itu peringatan terakhir.
- Apa kabar, Sayang? - Halo. Apa kabar?
- Senang melihatmu. - Hai. Senang bertemu.
- Sangat senang. - Reshmi.
Bagaimana perjalananmu? Ini jauh.
Tak seburuk itu.
- Silakan taruh mantel di sini. - Baik.
Ya.
Ini indah.
Siap nongkrong. Ayo lakukan.
Astaga! Ini nyaman sekali. Kau bercanda?
Dapat tur Cribs.
- Kau berhasil! - Terima kasih.
Rasanya seperti di Walden Pond. Reshmi, lihat ini.
- Itu luar biasa. - Ini sinting!
Jangan pakai kata rumit. Beli sesuatu?
- Ya. - Beli apa?
Aku membeli tiga set piama yang amat bagus.
Kau akan menikmatinya sama seperti diriku.
No comments yet. Be the first to leave one.