The first 150 lines.
SERIAL NETFLIX
Permandian adalah tempat yang menakjubkan.
Hei, cepatlah dan kemarilah.
Ya, aku akan segera datang.
Itu lucu sekali.
Si Kecil Lucius.
Mau ke mana terburu-buru seperti itu?
Aku mengantar makan siang untuk kakekku.
Makan siang? Maksudmu ini?
Benar. Terima kasih.
Apa yang kau lakukan? Kembalikan padaku. Kembalikan!
Tidak seru jika langsung kukembalikan padamu.
Kembalikan padaku.
Jika kau sangat menginginkannya,
kejarlah kami.
Tunggu! Kembalikan padaku!
Ayo, lewat sini.
Tunggu!
Aduh!
Hei! Kalian lagi!
- Kembalikan padaku. - Kau mau ini?
Kembalikan sekarang.
Aku harus mengantarkan makan siang itu kepada kakekku.
Baiklah, aku akan kembalikan. Lagi pula ini makin membosankan.
Terima kasih.
Lupakan.
- Bukan salahku! - Bukan salahku juga!
- Lucius. - Kakek.
Ada apa? Mengapa kau menangis?
Aku menjatuhkan makan siang Kakek di sungai.
Oh, hanya itu?
Tapi…
Aku tak akan marah padamu hanya gara-gara itu.
Melewatkan sekali makan tak akan membunuhku.
Tapi…
Seorang laki-laki Romawi…
tak boleh cepat menggunakan kata
seperti "tapi," untuk memaafkan tindakannya.
Apa?
Apollodorus.
Seharusnya kau tak memanjakannya, Cassius.
Nak, jika kau seorang lelaki, berhenti menangis saat ini juga.
Mengerti?
Tatap mataku ketika kau memberikan jawaban.
Sudahlah, Apollodorus.
Cassius.
Seperti yang kukatakan, jangan memanjakan cucumu hanya karena dia lucu.
Lucius!
Betapa menyedihkan, dia lari dari musuh.
Jangan terlalu keras.
Aku dulu terlalu keras pada putraku.
Itu sebabnya aku putuskan untuk lebih lembut pada cucuku.
- Hei, Lucius! - Marcus.
Ada apa? Kenapa kau murung sekali?
Apa karena kau lapar?
Mau?
Ambil saja.
Lihat, Lucius.
Lihat prestasi hebat ini
kemenangan Kaisar Trajan dalam perang Dacia.
Luar biasa bukan?
Aku hanya membantu ayahku, tapi itu membuatku bangga menjadi orang Romawi.
- Marcus, kau mau menjadi ahli ukir batu? - Tentu saja!
Kelak, aku akan membuat bengkel ukir batu di seluruh Roma,
dan menjadi terkenal.
Hoi, Marcus!
Ayah!
Berapa lama kau mau makan?
Cepat dan bantu Ayah!
Ke sini kau.
Ayah! Itu sakit!
Diamlah.
Sampai nanti, Lucius.
Marcus begitu dewasa.
Dibanding dia, aku hanya…
Tempat ini…
- Lucius. - Ya?
Ada apa, Ayah?
Permandian adalah budaya Romawi yang patut kita banggakan.
Permandianlah yang membuat Romawi kuat.
Tampaknya, Kaisar Trajan
membangun permandian dahulu saat maju ke garis depan.
Semua kaisar sebelumnya juga melakukan hal yang sama.
Untuk bertarung, atau melakukan apapun juga,
kau harus membangun kekuatan,
dan mengistirahatkan tubuhmu agar menjadi bugar dan andal.
- Aku mengerti. - Benar.
Arsitek thermae seperti aku…
dan ayahku…
adalah orang-orang yang menciptakan sumber kekuasaan di Romawi.
Ini setara dengan membangun masa depan Romawi.
Ayah dan Kakek hebat sekali!
Terima kasih.
Lekaslah besar dan menjadi lelaki yang kuat.
Tentu!
Nyonya! Suami Anda…
Suami Anda…
- Apa yang terjadi? - Dia jatuh dari perancah dan…
Ayah.
Aku pulang.
- Selamat datang. - Selamat datang.
Aku akan mandi dulu sebelum makan malam.
Lucius, mau ikut?
Tidaklah.
Apa kau bilang?
Jangan mengurung diri di rumah. Ikut Kakek.
Lucius.
Jangan mundur ketika kau bertemu Titus dan temannya.
- Terima kasih. - Ya, Pak.
Ini adalah gedung yang kurancang dan bangun,
dan direnovasi oleh ayahmu.
Begitu rupanya.
Hangatkan tubuhmu di permandian air panas…
lalu dinginkan…
di permandian air dingin. Terasa enak sekali.
Lucius,
kau tak suka permandian air dingin, ya.
Ayo, loncat kemari.
Baiklah.
Begitu, benar. Sedikit lagi… Bagus sekali.
Bagus.
Ayo kembali ke permandian air panas,
dan hangatkan diri lagi.
Ada yang mau gosok badan?
Lucius, pergilah ke pemandian air panas tanpa aku.
Aku akan gosok badan.
Hei, Lucius yang lemah!
Aku dengar kau menjerit-jerit di permandian air dingin.
Titus bodoh…
Oh? Jadi sepi.
Apa mereka pergi?
Apa yang terjadi?
Apa? Tempat apa ini?
Hai! Apakah kau baik-baik saja?
Apa yang terjadi? Apa itu tadi?
Lucius, apa selama ini kau di permandian air panas?
Apa yang tadi itu?
Lucius,
semua orang terlihat puas, bukan?
Ya, Kakek benar.
Mandi memberikan kegembiraan bagi tubuh manusia.
Itu adalah bagian yang tak tergantikan dari kehidupan.
Begitu masuk ke air hangat, semua orang tak agresif lagi,
dan menjadi damai.
Semua orang terlihat sangat bahagia.
Baik ayahmu dan aku,
membuat permandian seperti ini,
berharap semua orang bisa hidup setiap hari,
dengan kesehatan yang baik dan menikmati saat-saat damai.
Itu setara dengan membangun masa depan Romawi.
No comments yet. Be the first to leave one.