Release info

[Parasit - Sang Bidal] 17 Sang Detektif Sekarat
A Commentary by Inisial ZA
https://www.facebook.com/ZainuddinAri

Tags

other
Published on: 2015-04-11
Downloads: 34
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Selamat malam, Nona Tamura.

Sembunyikan keberadaan ternyata lebih sulit dari yang kuduga.

Ya, terutama pancaran gelombang terkuat, adalah di saat kita ingin membunuh.

Terutama, saat memendam kebencian pada musuh.

Lalu, kenapa Anda tak hindari kami?

Karena aku penasaran.

Aku ingin pastikan akan kalah atau menang.

Selain kalian bertiga, apa ada lagi yang punya pikiran sama?

Tidak, hanya kami bertiga.

Bahkan Hirokawa dan Gotou pun tak tahu soal ini.

Begitu, ya.

Alasannya?

Instingku.

Dari kejadian sebelumnya,

kusimpulkan, bahwa keberadaan Anda akan mengancam kelangsungan hidup spesies kita.

Ternyata begitu.

Kau persis Si A.

A?

Cara berpikir dan berperilaku kita, parasit,

sangat terstruktur, dan mudah ditebak.

Kupikir akan mudah untuk persatukan semua rekan dalam sebuah organisasi,

ternyata perkiraanku salah.

Tapi, aku sendiri sebagai parasit,

merasa cukup bahagia, karena bisa mengenal perbedaan pendapat,

atau lebih tepatnya, individualisme.

Bahkan aku sampai terkesan karena kalian berniat main hakim sendiri.

Baiklah, obrolannya kita sudahi sampai di sini saja.

Kalian pikir untuk mengalahkanku cukup dengan bertiga saja, ya?

Kejar dia!

Bunuh!

kalian tak sadar bahwa sebagai manusia, kita diberi banyak berkah

you guys do not notice that we are gifted just by being humans

kita adalah predator alami

we are absolute predators

kita pun tak mempunyai musuh

we do not even have any enemies

mungkin ada hewan lain yang memerhatikan kita

maybe there are other animals watching us

dan suatu saat berpikir, "kita akan kalahkan mereka"

and thinking that someday "we will beat them down"

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Sang Bidal

oh, kita punya otak 'tuk berpikir keras

oh, we have the brains to think hard

Sang Bidal

Parasit

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Sang Bidal

ZainuddinAri

ZainuddinAri

mempersembahkan

mempersembahkan

Parasit

Sang Bidal

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

dengan berpakaian sesuka kita

wear our favorite clothes

tak ada lagi keraguan menjadi manusia

we are at no doubt human beings

akan banyaknya kehidupan kecil

many small lives

takdir mereka saat lahir adalah mati untuk orang lain

they were born with the fate of dying for someone

bayi manusia

a human baby

kapankah mereka 'kan mengetahui

when will they find out

di saat semuanya dilahirkan, maka kitalah

that at the point they were born, we are

sang penguasa bumi?

winners of earth

ah, diriku menangis seorang diri

aa hitori naiteita

karena dirimu di sampingku, terasa begitu jauh

tonari no kimi ga tooikakeru

maka dari itu, kujalani hidup ini

dakara bokura yorisoi ikiru

segemerlap mungkin

kirameku made

untuk apa aku hidup selama ini?

for what have I been living for?

kapan 'kan kutemukan jawabannya?

when will I find out the answer?

jawaban yang hanya untukmu

an answer that is only for you

akan jadi apa diriku di lingkungan sekitarku kelak

what will myself and (the) first scenery I saw

Sang Detektif Sekarat

Kekuatan otot-ototku jelas jauh lebih kuat.

Satu lawan satu pun aku pasti menang.

Beruntung sekali, ya.

Lambat!

Untukmu, ambil saja.

Apa maksudnya sampai membelah diri begitu?

Biar aku yang kejar!

Apa Tamura merangsek ke dalam tubuhnya?

Kau baik-baik saja?

Ya.

Itu dia.

Dia orangnya!

Ho-Hoi!

Eh?

Kenapa kau masukkan kerikil ke dalam tasmu?

Buat jaga-jaga dari PK.

Maaf, sepertinya kami salah orang.

Barusan kami lihat wanita yang kepalanya setengah buntung,

dan pakaiannya mirip sepertimu, jadinya...

Kepalanya buntung setengah?

Eh, aneh banget.

Tapi, isi kepalaku juga kosong, kok!

Dia gila.

Tamura sudah tak bisa berpikir secara rasional lagi.

Selain itu, tak mungkin parasit separuhnya lagi bisa kendalikan fungsi tubuhnya.

Dia sama saja ambil risiko bunuh diri.

Sungguh sia-sia.

Apa ini akhir riwayat seorang Reiko Tamura,

yang notabenenya sangat cerdas itu?

Kakiku...

Tubuh bagian bawahku...

Apa-apaan kau?

Ini bukan kemauanku!

Bukan aku!

Satu rekanku mati?

Begitu, ya.

Jadi, itu caramu bertahan hidup.

Tapi, kalau hanya separuh dirimu saja, memangnya bisa ambil alih tubuh itu?

Kau yakin bisa mengalahkanku dengan tubuh penuh luka begitu?

Hentikan!

Ini tubuhku!

Jangan!

Hentikan!

Siapa yang sekarang sedang berbicara?

Hikawa?

Atau, Tamura?

Tolong hentikan!

Aku rekanmu!

Kalau memang rekanku, untuk apa kau mendekatiku?

Sialan!

Bagian leher sampai kakiku bergerak sendiri!

Pasrahkan saja.

Matilah bersama pecahan tubuh Reiko Tamura!

Aku ini rekanmu!

More Indonesian subtitles for Parasyte -the maxim-

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left