The first 200 lines.
Alih Bahasa oleh Riikean **Jogjakarta, 23 Januari 2018**
- Hey, Tom. Apa kabarmu? - Hey, apa kabarmu?
- Masuklah. - Hello.
Senang melihatmu.
Menjadi Jane Doe, bagiku, itu sangat penting.
Aku tak mau orang tahu siapa aku, Aku tak mau orang mengenal keluargaku.
Selama beberapa waktu, aku percaya aku punya kebebasan pribadi dengan itu.
Karena aku selalu takut tentang apa yang akan orang katakan
dan pikir tentang yang telah kukatakan.
Apa pandanganmu tentang kemungkinan besar yang terjadi padanya?
Aku yakin Cathy Cesnik dibunuh...
oleh seseorang yang dia kenal.
Aku yakin bukan orang asing yang membunuh Cathy Cesnik.
Mungkin orang asing yang memindahkan jasadnya,
atau orang asing yang membereskan sesudahnya,
tapi aku tak yakin orang asing yang membunuh Cathy Cesnik.
Cathy Cesnik dibunuh karena dia akan mengatakan
tentang apa yang terjadi di sekolah itu,
dan aku yakin ada lebih dari satu orang
yang sangat takut dia akan, um, mengeluarkan mereka.
Dan mereka menggunakan kematiannya untuk membuatku tetap diam.
Baltimore selalu menjadi kota yang dasarnya Katolik.
Baltimore adalah rumah paham Katolik Roma .
John Carroll mendirikan kesukupan agung pertama di sini,
mungkin di akhir 1700an.
Baltimore adalah kota 'pertama'.
Telegram pertama...
lampu jalan pertama...
kereta api.
Dan keuskupan pertama di United States.
Setiap lingkungan punya paroki sendiri. Setiap orang ke gereja.
Maksudku rosario.
Prosesi May adalah hal besar,
Komuni pertama.
Semua sakramen adalah urusan penting.
Kau tak hanya ke sekolah dengan orang Katolik,
ke gereja dengan orang Katolik, kau tinggal di komunitas Katolik.
Tapi Baltimore selalu menjadi kota kelas pekerja.
Di 1969, saat Suster Cathy meninggal,
kita hidup di masyarakat yang lebih primitif, biasa dan sederhana.
Ini adalah dunia orang kerah-biru, mereka bekerja di kerjaan pabrik.
Mereka tinggal di rumah kecil berjejer,
mereke merawat halaman rumput sekecil perangko.
Mereka hidup untuk kemuliaan itu
ketika putri kecil mereka memakai cadar dan pergi ke Komuni Pertamanya.
Aku satu dari sepuluh bersaudara.
Ada tiga laki-laki... aku, lalu tiga laki-laki,
lalu ada dua perempuan dan satu laki-laki.
Keluarga Katolik yang bagus. Sebelas bulan kemudian kau punya bayi lagi.
Orang tuaku adalah orang tua Katolik yang bagus.
Setiap ke gereja hari Minggu,
dan jika kau tak berkendara, karena ayah seorang polisi,
dan waktu kerjanya berubah-ubah, kau akan berjalan ke gereja.
Kau tahu, tidak terdengar
melewatkan gereja hari Minggu atau makan daging hari Jumat.
Selama Krisis Roket Kuba,
kami semua berlutut dan berdoa rosario.
Agama Katolik, kepercayaan Katolik adalah bagian dari siapa kami.
Kami adalah anak altar.
Kami diberitahu bahwa adalah sebuah kehormatan dan hak istimewa menjadi anak altar.
Para pastor adalah penguasa.
Kau tak mempertanyakan mereka.
Uh, kau...kau...Apapun yang mereka katakan, kau melakukanya.
Ibuku sangat beriman.
Bagian integral dari keluarga, datang darinya.
Tapi ayahku ada di sana. Maksudku, seperti, jika kami melakukan pengakuan,
tidak seperti melihat ayahmu ke pengakuan pertama dan lalu menyatakan diri.
Itu seperti... Jika dia yakin dan percaya pengakuan dosa,
maka kami melakukannya juga.
Ibuku, nyatanya, adalah Kristen sejati.
Jika kau hidup benar dan mencintai Tuhan,
iman yang kau tunjukan,
ditambah cinta yang kau punya pada sesama manusia,
akan memberikan harapan yang kau butuhkan untuk sukses.
Aku sediakan sereal untukmu,
kasih strawberi di dalamnya menggantikan pisang.
- Jadi ini dia, okay? - Mm-hm.
Kopimu.
Kita biarkan dingin sebentar.
Baiklah?
Ini tahun seniorku.
Ini akhir dari pengalaman yang cukup mengerikan.
Dan aku mungkin lega bahwa ini ...berakhir.
Dia menyimpan kenangan,
dan aku khawatir akan kenangan itu.
Archbishop Keough adalah permata di keuskupan agung.
Sungguh sekolah baru yang menyenangkan.
Tipenya baru, uh, lihat itu.
Dijalankan oleh biarawati, School Sisters of Notre Dame.
Sangat hebat diterima di Archbishop Keough.
Kau harus dipilih. Kau harus mengikuti ujian masuk.
Jadi, hari besar di kelas8 adalah saat kau pulang untuk makan siang
dan suratmu menunggumu tertulis kau diterima di Keough.
Itu sangat bergengsi.
Aku sangat senang karena itu persis
dimana aku ingin sekolah. Tidak jauh berjalan dari rumahku.
Aku sungguh sangat senang ke sana.
Aku ingat tahun pertamaku, aku sangat sangat gembira ada di sana.
Orang tuaku bekerja keras sehingga aku bisa ke sana.
Sangat menyenangkan...
tapi sungguh ketat.
Ada aturan, disiplin.
Kau tahu, kau punya biarawati di semua tempat. Ada banyak biarawati.
Pengelola kami adalah biarawati, kepala sekolah kami, asisten kepala sekolah kami.
Joseph Maskell adalah pendeta kapel.
Ada juga seorang pastur bernama Bapa Neil Magnus.
- Dia bertanggung jawab untuk pelajaran... - Pendidikan Kristen atau apalah...
Aku tak pernah melihatnya, yang aku ingat.
Mereka punya lab bahasa dan peralatan yang sungguh berseni.
Mereka punya ruang sains.
Mereka punya ruang olahraga yang luas..
Sekolah punya lapangan luar yang luas untuk olahraga yang berbeda.
Mereka bahkan memasukan "we are women of a new age" dalam lagu mereka,
dan diharapkan wanita untuk meraih potensi yang penuh.
Diharapkan menjadi tempat yang aman.
Hidupku akan berbeda jika aku tak pergi ke pengakuan dosa itu.
Aku sekolah di Keough.
Aku murid baru.
Aku pergi ke pengakuan dosa di sana.
Butuh lima kali percobaan untukku pegi ke tempat pengakuan dosa.
Aku masuk ke tempat pengakuan dosa...
dan bilang pada pastur tentang sesuatu yang membuatku merasa sangat bersalah.
Aku telah dilecehkan oleh pamanku saat aku lebih muda.
Dia seorang pedofil dan secara seksual melecehkanku
Itu telah berakhir, ada beberapa rasa bersalah.
Dan aku selalu ingat itu Magnus dan selalu ingat dia bilang:
"Boleh aku melihatmu, dan siapa namamu?"
Dan aku selalu pikir, "Tuhan, ini pasti sangat ngeri
karena dia harus melihatku dan menanyakan namaku".
dan diakhir dia bilang:
"Aku sungguh tak tahu jika Tuhan akan mengampuni ini.
Aku akan berdoa lebih untuk ini dan akan kembali padamu".
"Kemungkinan beberapa minggu kemudian, pastur yang sama, Magnus
berjalan menghampiriku di aula...
dan dia bilang ingin menemuiku di kantornya.
Dan Magnus ada di sana...
dan dia terus mengulang bahwa aku sangat buruk...
butuh waktu sebentar sebelum ada jawaban yang sebenarnya.
apakah Tuhan bisa mengampuniku.
Dan jika aku mengosongkan diriku dari kelakuan ini
yang sangat berdosa, begitu buruk...
maka itu akan membuat ruang bagi Tuhan
untuk mengisiku dengan Roh Kudus...
dan dengan begitu aku dapat diampuni.
Hal yang dia sedang lakukan adalah "sakramen",
kau tahu, dalam tanda kutip.
Um...
Itu, kau tahu, dia bicara tentang, uh, kedatangannya sebagai Ekaristi, kau tahu.
Dia melakukan simbol salib dengan patung Kristus padaku
seolah itu, uh, suci.
Dia juga bilang bahwa kedatangannya adalah Roh Kudus yang aku terima.
Aku sungguh naif..
Aku sangat polos.
Aku tak tahu bahwa ini, pelecehan.
Aku merasa itu pria ...
penguasa, dari keyakinan,
yang sedang menolongku untuk menjadi orang yang baik.
Dia mengingatkanku bahwa hal yang telah kulakukan...
Tidak dilakukan padaku. Aku yang membuat itu terjadi.
Setelah beberapa sesi terapiku bersama dia,
Aku masuk ke ruangan...
dan lalu Maskell masuk.
Sejak awal, aku takut pada Maskell.
Dia tak punya rasa sesal marah padaku.
Di mulai sejak awal memanggilku pelacur.
Mereka akan berdoa dalam bahasa Latin padaku sambil suruh melakukan sesuatu pada mereka
atau mereka melakukan sesuatu padaku.
Atau satu akan berdoa dalam bahasa Latin padaku
sementara yang satunya, kau tahu, seperti bilang:
"Ambilah Roh Kudus," dan, um... kau tahu, melalui penisnya.
Jadi itu adalah dinamika yang menarik merasakan mereka berdua di ruangan,
disudutkan oleh mereka berdua,
tak hanya merasakan dua pria dengan ukuran besar,
tapi bahwa mereka kuat dan karena mereka mewakili Tuhan.
Aku...aku ingin keluar dari ruangan itu,
namun aku merasa harus ada di ruangan supaya...
untuk... menjadi orang baik.
Itu adalah... Itu adalah awal dari beberapa kebingungan yang paling tebal
yang, um, mungkin bisa dibayangkan.
pada titik tertentu...
Aku pergi ke ruangan dan hanya ada Maskell di sana.
Dan itu adalah titik yang menakutkan.
Dia marah padaku karena kau tak membaik.
Aku ingat satu waktu dia sangat marah padaku dan memperkosaku.
Dan aku ingat kepalaku mengenai...dinding.
Dia sangat kesal dan marah tentang sesuatu...
dan dia sungguh melampiaskan padaku.
Aku tak bisa membayangkan yang bisa kulakukan
karena aku tetap merasa seperti setiap kali berakhir, aku pikir:
"Well, mungkin kali ini Tuhan mengampuniku"
Aku tak pernah ke sekolah dimana pastur hadir
seperti pastur di sana, karena mereka punya kantor di Keough.
Bapa Maskell memegang banyak kekuasaan
dan menakuti orang.
karena kau tak mau dipanggil ke kantornya atau dapat masalah.
Dia adalah pendeta kapel dan penasihat sekolah di Keough.
Bangunan itu sendiri sangat panjang...
bujur sangkar dengan beberapa koridor yang menuju ke arah berbeda.
Dan kantornya jauh dari kantor administratif.
Dia jauh di sudut yang ada pintu keluar.
No comments yet. Be the first to leave one.