The first 180 lines.
Aku sudah tidak sabar!
Tangan dan sayapku sudah gatal!
Asyik! Ayo! Ayo!
Jangan bilang kau mau mundur setelah sudah sejauh ini.
Aku tahu, kok.
Sepertinya di lantai awal cuma ada keroco-keroco.
Katanya, orang-orang biasanya menjelajah sampai lantai 10 atau 15 buat cari keuntungan.
Di sekitar sana katanya ada harta karun juga.
Berarti kita tidak ada urusan di sini.
Kita langsung lari saja ke bawah.
Naiklah.
Apa?
Minggir!
Ini sudah seperti tabrak lari.
Tadi ada anak panah, lo!
Tadi aku injak sesuatu.
Kayaknya jebakan.
Bukannya dungeon itu terbentuk secara alami?
Jebakan begini sudah kayak ada yang buat saja!
Dulu aku pernah bilang, 'kan?
Dungeon itu sama seperti makhluk hidup.
Memikat manusia dengan batu sihir atau peti harta dari monster yang dikalahkan.
Membunuh manusia melalui monster atau jebakan yang diciptakan.
Dan yang mati akan diserap oleh dungeon,
menjadikannya nutrisi untuk membuat dungeon bertumbuh.
Jebakan itu seperti tangan dan kaki makhluk hidup bernama dungeon.
Yah, jebakan seperti itu takkan mempan dengan perisaiku.
Dungeon memang menakutkan!
Menghambatku pun tidak.
Boleh juga kau.
Paman Fel hebat!
Aku tidak kuat.
Ini lantai 10, ya.
Bagaimana?
Di sini juga tidak ada musuh yang berarti.
Bos lantai ini...
Venom Tarantula, ya?
Laba-laba lagi?
Membosankan.
Kalau begitu, mau langsung ke ruangan bos?
Ayo.
Ada monster!
Oh, maaf, maaf!
Mereka monster kontrakku.
Jantungku hampir copot.
Anu, ini ruangan bos, 'kan?
Benar.
Kalian tidak masuk ke dalam?
Apa?
Apa kau pertama kali masuk dungeon?
Iya, pertama kali untuk yang sebesar ini.
Dungeon itu ada berbagai aturan tak tertulis di antara para petualang.
Saat melawan monster,
party yang bertarung lebih dulu punya hak prioritas.
Barang drop juga jadi milik mereka.
Saat bertarung, tak ada yang boleh ikut campur kecuali diminta bantuan.
Yang membuka peti harta duluan akan punya hak prioritas.
Begitu, ya.
Berarti sekarang ada party lain di dalam?
Seperti itulah.
Tapi, ada juga yang mengabaikan aturan dan merebut barang drop,
bahkan merampas harta dari pemula sepertimu.
Jadi, hati-hatilah.
Ngeri.
Hei, masih belum?
Ayo kita maju duluan.
Kalian dengar kata mereka, 'kan?
Kita harus taati aturan dengan benar.
Maaf menunggu.
Kerja bagus, kalian.
Lo? Kalian tidak turun ke bawah?
Kami hanya sampai di lantai ini.
Kami semua punya istri dan anak.
Kami tidak ambil risiko bahaya.
Oh, begitu.
Ayo.
Berangkat!
Aku mulai!
Dora!
Kekuatanku meningkat!
Berkah perlindungan Dewa Perang memang hebat!
Barang drop!
Jadi keluarnya seperti ini?
Rasanya seperti dalam gim.
Sudah bentuk jadi pula.
Hei! Ayo cepat pergi.
Baik.
Bos lantai 11 itu Orc General!
Aku sudah cukup banyak pakai sihir, jadi mulai terasa lapar.
Sui juga!
Kalian benar-benar bersemangat, ya.
Di depan sana sepertinya ada ruangan terbuka.
Apa aman buat makan?
Tidak ada tanda-tanda monster.
Harusnya aman.
Sudah seperti tempat istirahat, ya.
Lo? Mukouda?
Para Iron Will!
Ternyata memang Mukouda!
- Oh! - Lama tidak ketemu!
Tak disangka akan bertemu di tempat seperti ini.
Syukurlah kau baik-baik saja.
Iya, kalian juga.
Bisa keluar dengan aman dari Kerajaan Reijseger tempat aku dipanggil pun,
semuanya berkat orang-orang ini.
Aku merasa senang banget!
Seperti itulah, kami tiba lusa lalu,
dan langsung masuk ke sini sejak kemarin.
Kami bermaksud pergi ke kota laut Berleand.
Tapi setelah dengar ada dungeon di kota ini,
Fel langsung bersikeras ingin masuk.
Tuan Fel banget.
Omong-omong, Mukouda.
Monster kontrakmu bertambah, ya.
Apa itu anak dragon?
Oh.
Dia jenis Pixie Dragon.
Ini pun sebenarnya sudah dewasa.
Namanya Dorachan.
Lo?
Kalau dia?
Dia Sui.
Meski slime, tapi dia sangat kuat.
Masa? Tidak terlihat begitu.
(Telepati hanya bisa didengar oleh Mukouda dan Monster Kontraknya)
Betulan, lo! Kuat banget!
Boleh pegang?
Boleh.
Gemas banget!
Dorachan! Salam kenal, ya!
Gemas banget!
Mereka terlihat asyik banget.
Tuan Fel saja sudah sangat hebat.
Kau benar-benar mengerikan.
Meski begitu...
Hei, cepat siapkan makanan.
Aku juga sudah tidak tahan!
Sui juga lapar!
Mereka semua tukang makan.
Mukouda banget.
Oh, iya!
Selagi di sini, bagaimana kalau kalian juga ikut makan bersama?
Eh?!
- Apa?! - Sungguh?
Hei, kalian!
Tidak apa-apa, kok.
Aku sudah menyiapkan banyak.
Kalau begitu, kami terima tawarannya.
Padahal pemimpin juga senang.
Baiklah, ayo kita juga keluarkan sebagian persediaan kita.
Oh! Roti hitam, ya?
Kita pakai yang cocok dimakan dengannya.
- Enak! - Apa ini?!
Seperti biasa, reaksinya selalu menarik.
Pertama kalinya aku makan daging yang meleleh di mulutku seperti ini.
Rasa yang kaya dan mendalam ini...
Membuat manisnya sayuran lebih terasa.
Aku tak menyangka bisa makan masakan Mukouda lagi.
Wah, mantap banget.
Kau terus-terusan bilang masakan Mukouda itu enak banget, ya.
Omong-omong, ini daging apa?
Daging Wyvern.
Ma-Maafkan kami!
Kami tidak tahu ini bahan mewah.
Oh, tidak, kok. Jangan minta maaf.
Soalnya masih ada banyak.
Ternyata ada banyak.
Fel dan Sui yang menangkapnya.
Gila.
Tuan Fel memang luar biasa.
Sui juga ternyata betulan kuat, ya.
Karena itu, kalian mau tambah?
Boleh?!
Vincent!
Kalau yang lain?
- Mau juga! - Tambah juga!
Ada untungnya buat banyak.
Silakan makanlah yang banyak.
Kami mau menjelajahi lantai ini sedikit lebih jauh.
Kami mengerti.
No comments yet. Be the first to leave one.