The first 200 lines.
"Episode 17"
Ayo menikah.
Ayo menikah.
Kenapa kamu mendadak ingin menikah?
Yang kubutuhkan hanya pernikahan, bukan cinta.
Aku parasit.
Son Mu Han inangku.
Karena aku tidak ingin membuang waktu.
Kode sandinya 0623.
Bukalah pintunya.
Akan kuberikan ruang lebih jika kamu membutuhkannya.
Sekarang, gantunglah pakaianmu di sini.
Kamu bisa menaruh piama dan pakaian dalammu di sini.
Tempat itu juga akan kukosongkan. Bisa kamu pakai untuk apa saja.
Bisakah kamu mengatakannya sekali lagi?
Apa?
Yang tadi kamu katakan kepadaku.
Soal aku mengajakmu menikah?
Tidak, bukan itu.
Yang kamu katakan kepadaku saat kamu meneriakiku di telepon.
Aku tidak ingat.
Semalaman aku sibuk bekerja.
"Kamu tidak mendengarku?"
"Katakan kamu di mana." Itu yang kamu katakan.
Kamu yakin
kamu benar-benar
bisa
menerimaku?
Sebelum aku mengeluarkan barangku,
sebelum
aku mulai memberikan semuanya kepadamu,
aku ingin kamu memikirkannya lagi.
Mungkin aku akan membuatmu menangis.
Aku serius.
Alasannya karena dirimu.
Aku menikah karena dirimu.
Aku melakukan ini hanya karena kamu.
Aku
akan mencintaimu
untuk waktu yang sangat lama.
Yang sulit hanya awalnya saja.
Tapi aku pandai soal cinta.
Aku tahu bisa melakukannya dengan baik
jika itu bersamamu.
Ini untuk televisi. Ini untuk pemutar audio.
Ini untuk menonton film.
Mari kita coba.
Ada yang harus kuurus.
Kamu bisa tidur lebih dahulu.
Aku akan menonton ini.
Jadi, tidak perlu terburu-buru.
Aku goyah
bahkan dengan hal-hal terkecil yang kamu lakukan.
Bisakah kamu menjadikan aku milikmu juga?
Saat kebetulan terus terjadi,
berarti itu takdir.
Jika awalnya aku berpura-pura,
bisakah aku jatuh cinta sungguhan?
Piamaku.
Tiba-tiba saja
aku ingin menciummu.
Sedang apa kamu sendirian di sana?
Kamu yang mengajakku kemari.
Tapi kamu malah meninggalkanku sendirian. Aku bosan.
Kamu mendengarkan musik?
Kamu tidur?
Kamu mendengarkan musik?
Apa yang kamu dengarkan?
Ayo mendengarnya bersama.
Tolong keluar.
Apa?
Tubuhku ingin memilikimu,
tapi hatiku tidak.
Kenapa begitu?
Karena hatiku lebih penting ketimbang tubuhku.
Apa artinya itu?
Aku akan memelukmu saat aku ingin.
Bukan saat kamu ingin.
Apa?
Saat ini, aku sedang tidak ingin memelukmu
sama sekali.
Tidurlah.
Aku harus mencari musik untuk iklan.
200 domba.
200, 300 domba...
Bicara apa aku?
Apa?
Kamu akan memelukku saat kamu ingin?
Yang benar saja.
Kata siapa?
Berani sekali kamu.
Jangan coba-coba memelukku.
Pikirmu aku tidak punya harga diri?
Aku di sini karena memang tidak punya harga diri.
Aku harus berhenti mempermalukan diriku.
Bertahan hidup dahulu saja.
Bedebah gila.
Kamu akan segera mati.
Kenapa kamu senang sekali?
Mati saja seperti yang seharusnya.
Beri dia yang kamu rencanakan lalu tinggalkan.
Aku tidak akan pulang dua hari karena ada syuting iklan.
Jaga dirimu.
Ada apa?
Jika I Deun ada, aku akan masuk.
Jika tidak, kamu harus keluar.
Dia pergi berenang.
Itu tanamannya I Deun.
Dia sangat takut tanamannya mati.
Kamu memberitahunya soal Byeol?
Tidak.
Pergilah tanpa memberitahunya.
Aku ingin dia pergi tanpa tahu soal itu.
Kita harus membiarkannya merasakan kematian.
Dia tumbuh berkecukupan. Itu akan menjadi pengalaman baik.
Jika kamu yang menjelaskan padanya.
Mau kopi?
Benar. Kamu tidak minum kopi lagi. Akan kubuatkan teh.
Suk Young.
Hiduplah dengan bebas.
Aku tidak menyalahkanmu.
Sudah lama aku tidak hidup bebas.
Itu membuatku makin kesal.
Aku terlambat menyadarinya.
Kehidupan
bukan soal benar atau salah.
Wajar jika memilih
untuk menjadi lebih bahagia.
Dahulu aku picik.
Kamu kemari dan mengatakan semua itu pagi-pagi begini...
Kamu memintaku menyelamatkan wanita itu, bukan?
Aku tidak mau.
Kenapa tidak?
Kamu sudah menyakitiku.
Kenapa kamu melampiaskan kepadanya?
Aku juga sudah tidak penting bagimu.
Kamu masih penting bagiku.
Karena kamu ayahnya I Deun.
Aku akan menikah.
Apa?
Tidak.
Bagaimana bisa mantan narapidana menjadi ibu tiri I Deun?
Tidak masuk akal.
Dia tidak akan menjadi ibu tiri I Deun.
Jadi, ajak I Deun kembali.
Kamu akan menikahinya, tapi dia tidak akan menjadi ibu tiri I Deun?
Apa maksudnya itu?
Aku sudah memeriksa latar belakangnya.
Reputasinya buruk dan miskin.
Dia benar-benar bangkrut.
Dia bahkan membayar untuk bergabung ke sebuah klub
demi bertemu pria.
Tidak perlu denganmu. Dia mau saja dengan pria mana pun.
Itu tidak masalah.
Aku menginginkannya.
Selama ini, kamu ditipu dan dibodohi.
Akulah yang menipunya.
Apa?
Aku mengabaikannya selama 10 tahun.
Sepuluh tahun.
Aku tidak bisa mengabaikannya lagi meski hanya sehari.
Mengabaikannya untuk apa?
Apa yang kamu lakukan dengannya selama 10 tahun
tanpa sepengetahuanku?
Kebungkamanku
sudah menghancurkan kehidupannya.
Kamu
menghancurkan
kehidupannya?
Aku
akan membuatnya
hidup lagi.
Mantelku.
Berapa banyak pil?
Aku harus mencari tahu, tidak, aku akan mencari tahu
ada apa dengan pria ini dan seberapa parah sakitnya.
Sebanyak apa pun uang yang dia miliki.
Tidak akan kubiarkan dia menikah
dengan bedebah penyakitan itu.
Kamu sedang apa?
Kamu bergumam soal apa?
Kamu membuatku takut. Astaga.
Kenapa kamu terkejut?
Kamu menyembunyikan sesuatu?
Apa yang di tanganmu itu?
Apa maksudmu?
Aku tadi sedang bersorak saja.
Ayo, Korea!
Ayo, Korea!
Ayo, Korea!
Tatap mataku.
Untuk apa?
Tatap mataku sekarang.
Gunting, batu, kertas.
Berkurang satu.
Apa?
Apa?
Tidak apa-apa. Ayo makan.
Baiklah, ayo.
Arlojimu sudah mati. Tinggalkan saja di sini.
No comments yet. Be the first to leave one.