The first 169 lines.
Nanti kita telat masuk kelas selanjutnya, lo.
Rasakan ini!
Hentikan, hei!
Ini! Rasakan!
Hei, jangan dimakan, dong!
Apa Rudy memang menyukai cewek seperti itu?
Bikin galau saja.
Aduh!
Kamu selalu melihat ke arah Rudeus tiap kali dia lewat.
Tidak boleh?
Bukannya tidak boleh, sih.
Habis, dia sama sekali tidak mengingatmu padahal kamu punya perasaan yang begitu kuat padanya.
Yah, aku sendiri juga belum bilang.
Mungkin saja dia masih ingat.
Kamu belum bilang padanya?
Habisnya, mau bagaimana lagi?
Kalau dia tetap tidak ingat, mungkin aku bisa gila.
Astaga, kamu ini...
Putri Ariel, bagaimana menurut Anda?
Bagaimana, ya?
Sylphy.
Soal Rudeus, kamu urus sendiri.
Pakai identitas sebagai Fitz atau apa, lakukan sesukamu.
Peta yang kugambar telah terkoyak
Dunia masih sama dan belum berubah
Lagi-lagi menyalahkan orang lain
Muak rasanya
Aku akan tetap berpura-pura sambil menunggu sesuatu terjadi
Apa aku boleh mengulang dari titik ini?
Dahulu aku merasa bisa pergi ke mana pun
Di mana diriku waktu itu?
Pasti diriku waktu itu sudah menjadi dewasa
Tapi rasanya tidak demikian
Dengan sedikit keberanian,
mungkin ada hari esok yang bisa diubah
Aku pun tidak menyadarinya
Karena aku muak dengan hari-hari itu
Tidak ada hal yang abadi
Sebelum semuanya berakhir,
akan kucoba melangkah ke depan
Sembari menerima fakta, kupanjatkan doa
Makin aku meneliti tentang bencana teleportasi,
aku menyadari prinsip teleportasi dan pemanggilan memiliki kesamaan.
Memanggil dan mengirim. Banyak kesamaan dalam prinsip.
Namun, ada perbedaan pasti di antara keduanya.
Yaitu, manusia tidak dapat dipanggil menggunakan sihir.
Kak Fitz, apa Kakak tahu seseorang yang ahli dalam sihir pemanggilan?
Kak Fitz?
Sihir pemanggilan?
Kalau tidak salah, ada satu orang pakar sihir pemanggilan.
Coba tebak siapa.
Harusnya kamu pernah mendengar namanya.
Siapa?
Tolong beri tahu, dong.
Dia adalah siswi khusus bernama Silent Sevenstar.
Aku tidak hanya pernah mendengar namanya.
Prestasinya di sekolah ini mulai dari meningkatkan menu kantin sekolah,
merancang seragam, sampai penggunaan papan tulis.
Mayoritas adalah hal-hal yang kuketahui dari kehidupanku sebelumnya.
Baiklah, saya akan coba menemuinya.
Silakan masuk.
Kita bertemu lagi, ya.
Begitu tatapan langsung lari itu tidak sopan, tahu.
Lembut. Tangan yang sangat menenangkan.
Rasanya kangen.
Ah!
Kamu sudah bangun? Aku khawatir.
Aku dengar kamu pingsan mendadak.
Aku mimpi buruk.
Aku bermimpi akan dibunuh oleh seorang gadis bertopeng putih.
Uhm...
Loh?
Di mana ini?
Ampun, deh.
Kenapa kamu setakut itu, sih?
Aku yang menyelamatkanmu dulu, kan?
Eh, kamu saat itu mati, jadi tidak ingat, ya?
Ah!? Di mana Orsted!?
Tenang saja.
Dia tidak akan mengincarmu untuk sementara waktu.
Untuk sementara waktu?
Berarti suatu saat dia akan membunuhku!?
Rencana, sih...
Ada kemungkinannya memang.
Tergantung langkahmu.
Maaf.
Kamu punya hubungan apa dengan Rudeus?
Tidak ada hubungan khusus.
Tapi dia sampai gusar begini.
Apa kamu pernah melakukan sesuatu?
Ingat saat pertama kali bertemu, kamu dibunuh oleh Dewa Naga, kan?
Tapi tidak kusangka,
kita akan bertemu lagi di sini.
Aku akan
bertanya tiga hal padamu.
Jawab dengan jujur.
Pertama,
apa kamu tahu ini?
Shinohara Akito Kuroki Satoshi
Kedua, apa kamu paham bahasa ini?
Ketiga, apa kamu salah satu dari dua orang ini?
Aku bukan keduanya.
Aku tidak tahu nama-nama ini.
Bagus. Kamu paham bahasa ini, ya.
Eh, bahasa apa?
Rudeus?
Bukan apa-apa.
Hanya saja, kami berasal dari tempat yang sama.
Tempat yang sama?
Mana mungkin!
Jadi, kamu juga sama?
Momen terakhir dari ingatanku di dunia sebelumnya.
Di depanku ada gadis yang wajahnya mirip siswi SMA yang hampir ditabrak truk.
Namaku Nanahoshi.
Nanahoshi Shizuka. Aku orang Jepang.
Aku penasaran, kamu lahir di mana?
Amerika? Eropa?
Tapi paham bahasa Jepang.
Jangan-jangan kamu blasteran?
Apa pun itu, ini jelas suatu kemajuan.
Keputusanku membiarkanmu hidup memang benar.
Aku punya firasat karena Orsted bilang tidak tahu tentang dirimu.
Mohon bantuannya, ya!
Hm, namamu siapa?
Ru... Rudeus.
Rudeus Greyrat.
Itu namamu di dunia ini, kan? Siapa nama aslimu?
Ah, kamu sedang waspada?
Iya, paham, kok. Karena hal semacam itu terjadi.
Tapi, tenang saja. Aku ada di pihakmu.
Lega rasanya ada orang Jepang selain aku yang terpental ke dunia ini.
Mari saling bantu agar bisa kembali ke dunia asal kita.
Ya?
Aku...
Eh? Apa?
Aku...
Aku tidak ingin pulang ke dunia asal.
Rudeus,
Silent,
tolong bicara dengan bahasa yang kupahami, dong.
Aku tidak tertarik dengan dunia ini.
Aku tidak akan memanfaatkan pengetahuan dari dunia asal
seperti komik dan novel pemanggilan yang konyol itu.
Aku memang berasal dari dunia yang sama denganmu.
Saat tersadar, aku terlahir kembali jadi bayi,
mendapatkan keluarga dan teman baru di sini.
Berarti kamu tereinkarnasi, ya?
Keadaanku lebih ke arah "teleportasi".
Mirip, tapi berbeda.
Teman.
Saat pulang sekolah dengan temanku, ada truk yang menabrak kami.
Saat tersadar, aku ada di dunia ini.
Kamu bagaimana?
Kurang lebih sama sepertimu.
Mungkin... terlibat kecelakaan.
Oh, begitu. Sadar-sadar sudah jadi bayi, ya.
Aku terlempar ke Kerajaan Asura secara tiba-tiba.
Dan mendapat lindungan Orsted.
Kenapa Orsted menjagamu?
Entahlah.
Hanya saja, bukan dia yang memanggilku.
Lalu, aku tinggal di Asura selama dua tahun.
Karena tidak tahu bahasa dunia ini, aku harus belajar baca tulis.
Memanggil sihir Kurangi lingkaran sihir menjadi formula
Membutuhkan mana
Bentuk berlapis
Setelah itu, aku dibawa olehnya mengelilingi dunia.
Isinya cuma pertempuran karena dia punya musuh di banyak tempat.
Salah satunya pertempuran melawanmu.
No comments yet. Be the first to leave one.