Release info

The Way Of The Hot & Spicy S01E10-NF-WEB-DL
A Commentary by Sh1Ft3R
𝕹𝖊𝖙𝖋𝖑𝖎𝖝 𝕽𝖊𝖑𝖊𝖆𝖘𝖊

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2022-07-17
Downloads: 15
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Gawat ini.

Ada apa?

Ini hasil Ryosuke.

RYOSUKE

Jika ini terus berlanjut,

dia tak akan bersama kami lagi.

Benarkah?

Dia harus meningkatkan performanya.

Ini akhir bulan, jadi, dia butuh hasil cepat.

Jika tidak, itu adalah akhir.

Masih ada harapan.

Sarukawa, bisa kita bicara?

Tentu.

Ada apa, Pak?

Kau tahu tentang rotasi pegawai, 'kan?

Aku merasa harus meluangkan waktu untuk bicara denganmu.

Baik.

Aku akan berterus terang.

Apa hal terpenting dalam sebuah organisasi?

Apa?

Pak Manajer lebih serius daripada biasanya.

Di saat seperti ini, dia selalu mengacu pada makanan pedas ketimbang kerja.

Menikmati hot pot pedas bersama?

Bukan itu yang sedang kubicarakan.

Saya minta maaf.

Kau tahu apa itu, Sarukawa?

Persatuan?

Tentu saja itu juga penting.

Tapi yang paling penting adalah melatih pegawai junior.

Perusahaan kita berkembang pesat

karena kita terus membesarkan orang-orang yang menjadi aset.

Ketimbang mengagumi seseorang,

ingatlah orang-orang yang mendukungmu.

Itulah yang ingin kukatakan kepadamu.

Baik.

Melatih pegawai junior?

Terima kasih untuk semuanya.

Tolong bantu sisanya.

Siap!

Bubar!

Siap!

Terima kasih.

- Sarukawa. - Ya.

Atas semua yang telah Kakak berikan, terima kasih.

Sarukawa,

kau akan punya junior tahun depan.

Ya.

Perhatikanlah para junior.

Yang akan menyelamatkanmu pada akhirnya

adalah juniormu.

Baik.

Ryosuke, mau menelepon calon pelanggan?

Tentu saja.

Sekarang?

Seni makanan pedas.

Ini adalah jalan menuju katarsis melalui makanan pedas.

Di dunia makanan pedas, tak ada hidangan yang lebih baik

daripada keberanian menghadapi kesulitan

tanpa takut gagal.

Tochigiya didirikan saat Zaman Meiji.

Mereka punya pemilik baru dan dia mencari pemasok baru.

Begitu, ya. Aku belum pernah datang ke tempat seperti ini.

Itu pemiliknya?

- Benar. Ini kesempatan kita. - Apa?

Mari kita bantu mereka membawa itu.

Kita cari kepercayaan mereka. Aturan pertama kunjungan pemasaran.

Aku tak bisa membawa barang berat.

Ayo. Cepat.

Permisi…

Mau saya bantu?

Terima kasih.

Tapi kami merasa tidak enak meminta bantuan orang asing.

Baiklah kalau begitu.

Tapi energi kami berlebih.

Kami butuh sedikit olahraga.

Kalau begitu, boleh minta bantuan?

Tentu saja.

Terima kasih.

Bisakah kalian membawanya ke sini?

- Ryosuke. - Ya.

Satu, dua, tiga.

- Ini sangat berat. - Diam.

- Lewat sini. - Tentu.

- Tolong taruh di sini. - Baik.

Siap? Satu, dua…

- Terima kasih. - Sama-sama.

-Terima kasih. -Terima kasih.

Dari tim pemasaran mana kalian?

Anda sudah tahu?

Dilihat dari penampilan kalian. Anda membantu, kami mendengarkan.

Terima kasih!

Kami dari produsen minuman bernama Lonron.

Berikut katalog kami.

Silakan.

Shinomiya akan menjelaskan detailnya.

Kami ingin Anda menjual minuman ringan kami.

Apa nilai jual minuman Lonron?

Sebentar.

Tamu yang tak bisa minum alkohol akan memesan teh, bukan?

Teh oolong kami sangat populer.

Anda benar.

Saya sangat menginginkan teh oolong berkualitas baik.

Ciri khas teh oolong Lonron adalah kelembutannya.

Rasanya mantap, menyegarkan, dan tidak pahit.

Apa Anda baru?

Tolong jelaskan dengan kata-kata Anda

alih-alih membacanya dari dokumen.

Apa?

Kami tidak pernah membaca deskripsi saat menjelaskan makanan kami.

Kami merangkai kata-kata sendiri agar menarik, jadi, tolong jelaskan,

kenapa kami harus membeli teh oolong ini?

Bagaimana teh oolong ini akan mengubah restoran kami?

Apa prospek minuman ini ke depan?

Katakan kepada saya yang Anda pikirkan saat ini.

Itu…

Pasti Anda tidak mempersiapkan,

tapi jangan meremehkan kami.

Di restoran ini,

saya hanya menyajikan hal-hal yang dapat saya jamin.

Segala sesuatu di menu memiliki arti.

Ada kisahnya.

Apa nilai jual teh oolong Anda?

Rasanya lembut.

Terima kasih sudah membantu kami, tapi kami menolak.

Tolong antar mereka keluar.

- Maaf. - Tak apa-apa.

PENGENALAN PRODUK

Halo. Pesanan datang.

Anda lagi.

Ya.

Ini dia.

Silakan.

Omong-omong, pho ini

gratis.

- Terima kasih. - Tentu.

- Pesan lagi, ya. - Terima kasih.

Baik.

- Untukmu. Karbohidrat. - Terima kasih.

Memang susah kalau populer.

- Ada masalah? - Tidak.

Baiklah.

Syukur atas berkat ini.

Ryosuke, semangat.

Aduh, malah kering.

Astaga.

Apa kau ingin bermain juga?

Ini sangat seru.

Ini gim memanen cabai.

Aku tahu dari Bu Yuma.

Ini sangat mencandukan.

Yang lebih penting, soal presentasi tadi…

Memang bukan rezekinya.

Ini semua masalah waktu.

Itu bukan masalah bagimu?

Apa?

Kau tidak ingin berusaha lebih baik dan meningkatkan performa?

Tidak.

Kendati aku lebih baik, gajiku tak akan naik.

Jadi, kulakukan secukupnya saja.

Kau puas dengan itu?

Apa ucapan wanita itu tidak memengaruhimu?

Kau tak ingin membuktikan bahwa dia salah?

Kenapa kau malah tenang?

Ryosuke.

Untuk apa kau bekerja?

Aku…

Bagus.

Terima kasih.

Sekali lagi.

Apa? Kau ingin melemparnya lagi?

Hei?

Bagus.

Apa kau memikirkan Ryosuke?

Aku tak tahu bagaimana membantunya menyatu dengan pekerjaan.

Dia harus menyadarinya sendiri.

Apa?

Itu yang selalu Pak Tanioka katakan.

Dia berkata kita harus menyadari sendiri nilai dari makanan super pedas.

Ini tentang makanan super pedas?

Satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah memberikan inspirasi.

Jadi, dengan kata lain, kita bisa menginspirasi mereka.

Dia merekomendasikan banyak restoran untuk junior yang menjanjikan.

Meskipun kebanyakan dari mereka gagal memahaminya.

Inspirasi, ya?

ICHIKAWA - RESTORAN TOCHIGIYA

Ryosuke, mau keluar minum?

Apa?

Ini dia.

Oh.

Selamat malam.

TSUZUKU

Baiklah.

- Bersulang. - Bersulang.

- Ini sangat enak. - Enak sekali.

- Ini dia. - Terima kasih. Besar sekali.

Ini salad kentangnya.

- Silakan, sidatnya. - Terima kasih.

- Telur dadar. - Terima kasih.

Sirip tuna di sini enak.

- Makanlah. - Terima kasih.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left