Volver

Volver

Download Indonesian Subtitle

Release info

Volver 2006 480p 720p BluRay x264-HDCLUB-PAHE
A Commentary by ProiD
Terjemahan oleh Hidoi, Hanya Resync | Support saya di : trakteer.id/proid

Tags

BluRay
x264
720p
720
480p
480
HD
Published on: 2019-02-22
Downloads: 184
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Diterjemahkan oleh Hidoi Jinko Resync oleh ProiD

Taruh batu dalam vas, biar gak jatuh.

Angin sialan!

Poles hurufnya dengan benar.

Banyak sekali janda di sini!

Wanita di sini hidup lebih lama dari laki-laki.

Kecuali Ibu./ Ibu beruntung.

Raimunda, jangan bilang begitu!

Dia meninggal di pelukan Ayah, dia mencintai ayah lebih dari siapa pun.

Dibakar sampai mati!

Cara mati yang jelek.

Mereka sedang tidur..

..mereka bahkan gak merasakannya.

Walau gitu, jangan kau ngomong seperti itu!

Halo.

Itu saja, Bu?/ Ibu urus sisanya.

Kejutan banget!

Makasih Tuhan!

Ini Paula?/ Tentu saja.

Dia sudah dewasa!

Beri dia ciuman.

Dia punya mata ayahmu.

Apa kabar?/ Buruk.

Jangan bilang gitu.

Aku kesini memeriksa kuburanku.

Angin kaya gini, sulit jagain tetep bersih.

Keliatan bagus./ Bersihin ginian bikin aku nyaman.

Aku sering kesini sendiri, duduk sampai berjam-jam.

Kami mau pergi. Nengokin Bibi Paula.

Mampirlah ke rumah./ Baiklah.

Gimana kabar Paco?

Baik, dia bekerja di Madrid.

Bu..

..Agustina kesini bersihin kuburannya sendiri?

Ya, itu kebiasaan di sini.

Mereka beli tanah lalu merawatnya sepanjang hidup mereka.

Seperti rumah kedua.

Ngeri!/ Sudah adat di sini.

Aku yang nyetir?/ Ya.

Bibi Paula!

Siapa itu?

Raimunda!

Gak pake lama ya!/ Jangan bikin aku tergesa-gesa.

Aku gak mau pulang terlalu malam.

Sopanlah pada Bibi, jangan ketawain dia.

Baiklah./ Rumah ini masih berbau seperti ibu.

Bagaimana kabar Bibi?

Lihat betapa kurusnya dirimu! Kau baru melahirkan?

14 tahun yang lalu./ Waktu cepat berlalu.

Siapa orang-orang ini?

Bibi pikir siapa?. Ini Sole dan anakku Paula!

Namanya sama denganku!

Dan Sole.

Kita ke ruang makan saja?

Wajah Sole seperti merengut.

Bibi, sudahlah!

Angin membawa api ke semak-semak.

Hasilnya adalah kebakaran paling tragis dalam 13 tahun terakhir.

Kumatikan saja ya? Matikan saja.

Kebakaran itu mengerikan.

Itu penyebab orang tua kami meninggal.

Kenapa aku kesini?./ Aku tidak tahu, Bibi.

Untuk ngobrol mungkin?

Untuk makan?./ Ya.

Lihat di lemari.

Sendi ini membunuhku.

Lihat, ada kue.

Seperti buatan ibu. Makanlah.

Bagaimana kuburannya?

Ibumu pasti senang.

Kalian sudah menggosok nisannya dengan benar?

Sudah bibi.

Dia sangat suka kebersihan.

Kalau dia bisa, dia akan melakukannya sendiri.

Tapi dia sudah tak bisa sekarang.

Tentu saja dia gak bisa.

Bibi, kau tak kesepian tinggal di rumah yang besar?

Lebih baik tinggal di rumah dimana ada orang yang mengurusmu.

Aku baik-baik saja seperti ini.

Aku mau ke kamar mandi./ Silahkan.

Bibi gak bisa hidup sendiri. Aku khawatir sama Bibi.

Bagaimana Bibi makan tiap hari?

Bibi tak apa-apa.

Agustina membawa roti Ibumu yang memasak..

..jika aku butuh sesuatu dari toko, kutelepon mereka.

Jangan khawatir.

Ya sudah kalo gitu!

Lihat!

Ada namamu di atasnya.

Bisa kita pergi?

Ya.

Bibi Paula, kami pergi sekarang.

Sendiku sakit sekali.

Jangan bangun./ Bagaimana aku gak bangun.

Lain kali kesini, akan kubawa bibi pulang denganku.

Ya, lain kali saja.

Yang penting kau datang, Raimunda.

Bibi sudah terlalu tua.

Jaga diri Bibi./ Oke.

Kau juga jaga dirimu!

Pasti. Aku sangat menyayangimu!

Mau mampir ke Agustina?./ Ya.

Masuklah!

Jadi..

Bagaimana kabar bibimu?/ Buruk.

Buruk banget.

Dia makin gemetaran. Aku gak tau gimana dia bisa bertahan.

Dia mampu hidup tanpa keluar rumah.

Tiap hari dia dapat roti, saat aku datang dia sudah menyiapkan uangnya.

Ayo ke teras.

Kondisinya buruk sayang.

Dia gak tahu tahun berapa sekarang.

Dia ngomongin Ibu seolah Ibu masih hidup.

Baginya, Ibu belum meninggal.

Dia gak bisa menerimanya.

Duduklah sebentar.

Aku harus membayarmu karena sudah menjenguk bibi tiap hari.

Tak perlu. Kulakukan dengan senang hati.

Akan kubawa dia tinggal denganku.

Aku harus menyingkirkan suamiku supaya ada ruang.

Tapi kita harus melakukan sesuatu.

Tiap pagi sebelum pergi belanja, aku mengetuk jendelanya.

Dan aku tak akan pergi sampai dia menjawab.

Aku terus mengawasinya.

Aku sangat berterima kasih.

Aku hanya berpikir..

..seseorang akan melakukan hal yang sama pada Ibuku.

Dimanapun dia berada.

Lihat, dia unik kan?

Satu-satunya hippy di desa ini.

Lihatlah perhiasan plastiknya.

Sangat keren!/ Kualitas terbaik.

Tiap aku "nge-fly" aku teringat dia.

Kau memberi contoh buruk pada Paula!

Masih gak ada kabar?/ Belum.

Seakan lenyap ditelan bumi.

Bagaimana adikmu Brigida?/ Dia?

Masih di Madrid. Jadi bintang di TV murahan.

Bu, pulsaku habis.

Baguslah, gak usah pake HP kalo gitu.

Pakai punyaku./ Kau bisa bangkrut kalau menurutinya.

Gak jadi kalo gitu.

Seperti kubilang, Brigida tampil di banyak acara.

Dia bisa menabung untuk apartemen di Madrid.

Dan dia mau bikin album rekaman.

Adikmu suka menyanyi./ Kau juga!

Kau ingat saat kalian berdua..

..saat itu usiamu sekitar 13 tahun kan?

Kau ikut audisi penyanyi cilik?

Benarkah? Ibu gak pernah cerita padaku!

Itu ide nenekmu. Dia yang mengatur semuanya.

Berbicara tentang ibumu, mungkin dia belum muncul..

..agar tak merusak karir kakakmu.

Ibu senang masuk TV.

Dia pasti ketagihan.

Kau mau?

Aku menanamnya sendiri. Lihatlah.

Kita harus pergi.

Kau melaporkan kepergiannya ke polisi?

Brigida bilang itu tak perlu.

Dia sering bicara di TV.

Ya, tapi kau harus melaporkannya ke polisi, bukan bicara di TV.

Tak taulah.

Lagipula, ini bukan pertama kali ibumu meninggalkan rumah.

Ya, tapi tak pernah selama ini.

Sudah 3 tahun.

Jangan putus asa.

Dan jagalah dirimu. Kau terlihat kurang sehat.

Bunga Oleandermu cantik sekali.

Ya, tahun ini terhindar dari kutu daun. Sayangnya, aku hilang nafsu makan.

Mungkin karena ganja itu.

Mustahil. Jika karena menghisap ganja, aku takkan pernah makan sama sekali.

Kau memiliki mata ayahmu.

Ganja ini memberiku nafsu makan, dan bikin aku lebih santai.

Baiklah, hati-hati di jalan!

Kau takkan percaya apa yang kulihat, di lantai atas di luar kamar mandi.

Apa?

Sepeda latihan./ Itu gila.

Kenapa Bibi latihan sepeda? Jalan saja hampir tak bisa.

Tepat sekali, dia sudah hilang akal sehatnya.

Jangan bicara begitu Sole.

Bu, dia bahkan tak mengenali kita.

Ini karena angin.

Angin timur disini bikin orang-orang jadi gila!

Wafernya enak.

Bagaimana dia bisa bikin kue, dia hampir tidak bisa melihat?

Halo Regina.

Mau berangkat kerja?./ Aku gak punya pilihan.

Kenapa gak beri dia tumpangan?/ Mau kemana?

Ke Casa de Campo, tapi kalau kau bisa menurunkanku di kota, itu lebih baik.

Baiklah./ Makasih.

Sampai jumpa.

Hai Yah./ Hai.

Halo.

Jadi?

Kau bersenang-senang di sana?

Di kuburan? Ayah bercanda?

Jadi, kau bersenang-senang?/ Aku? Apa yang Ayah maksud?

Paula duduk yang benar. Rapatkan kakimu!

Bisa bawakan aku bir lagi?

More Indonesian subtitles for Volver

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left