The first 195 lines.
Satu, dua, tiga.
- Semangat! - Semangat!
- Baik! - Kami sudah siap.
Ayo.
Terus ke belakang.
Ryoc!
- Dia di sini! Di bawah sini! - Ryoc!
- Ryoc! -Panggil ambulans!
- Cepatlah. - Hubungi 119!
Ryoc, bangun!
- Ryoc, bangun! - Ryoc!
- Keluarkan dia dari sana. - Ryoc!
- Ryoc. - Hubungi ambulans!
- Ryoc! - Panggil ambulans!
Hubungi 119!
- Tolong bangun. - Ryoc, bangun!
- Tidak! - Ryoc!
Tolong bangun.
- Di sini. - Tolong cepat.
Cepatlah datang.
- Tunggu sebentar. - Ryoc!
- Ryoc? - Ryoc!
Ryoc, bertahanlah.
Tolong bangun.
Ryoc, bertahanlah.
Ryoc, bangun.
Ryoc
Ryoc, bangunlah.
Tetaplah bersamaku.
Bangunlah.
Ryoc
Ryoc, bangunlah.
Ryoc...
Astaga.
Tetaplah bersamaku.
Kenapa mereka belum keluar?
- Bisa melihat sesuatu? - Tidak.
Belum ada beritanya.
Ini menyebalkan.
Kita bahkan tidak bisa masuk ke sana.
Bagaimana jika lukanya parah?
Meski aku tidak berharap seperti itu.
Ma-ha, jika terjadi sesuatu,
pasti akan sangat ramai di internet.
Kulihat kau menjalani kehidupan ganda.
Aku ragu kau datang jauh-jauh untuk minum kopi.
Kau menyuruhku mengikuti jejak yang ada.
Ya, dan semuanya membawaku kemari.
Bagaimana?
Eun-jo sudah kembali ke Korea, bukan?
- Di mana dia sekarang? - Kau salah tanya orang.
Jika ingin tahu soal Eun-jo,
CEO Park pasti tahu lebih banyak.
Jangan seperti itu.
CEO Park hanya memedulikan
pendapatan yang dihasilkan SHAX.
Dahulu, kaulah pria
yang tahu segalanya tentang kehidupan anak-anak itu.
Yang benar saja.
Aku sibuk, tak bisakah...
[Byun, Kwon Ryoc dari SHAX mengalami kecelakaan.]
Apa?
Lukanya parah?
Sial.
Sekian untuk hari ini. Aku harus ke suatu tempat.
Di rumah sakit mana?
Rumah sakit?
[Berita terkini. "Mobil Kwon Ryoc Terbalik di Lokasi syuting"]
[Berita terkini. "Mobil Kwon Ryoc Terbalik di Lokasi syuting"]
Ini Ji-hak.
Eun-jo.
Seorang pemeran pengganti sudah bersiap.
Kenapa pula dia melakukan hal yang tidak perlu?
Itu bukan adegan sulit,
jadi, Ryoc mengajukan diri...
Yang benar saja kau?
- Kau pikir dia seperti Tom Cruise? - Maaf, Pak.
Kau tidak tahu berapa yang dia hasilkan untuk kita?
Apa yang akan kau lakukan jika ada bekas luka di wajahnya?
Maaf, Pak.
Bekerjalah lebih baik, sialan.
Baik, Pak.
Tetap rahasiakan ini sampai besok
dan buat rilis pers yang bagus.
Soal semangat dan cintanya untuk film itu.
- Kau tahu harus bagaimana. - Baik, Pak.
Dan kau...
Pak Ji?
Pak Park, tunggu!
Bagaimana keadaan Ryoc?
Aku Byun Jeong-hui dari "Fact Check".
Fact Check?
Cepat sekali.
Tapi aku belum tahu detailnya.
- Ayo. - Baik, Pak.
Tapi...
Sepertinya tidak separah itu.
- Kenapa dia belum sadar? - Dokter bilang kondisinya baik.
Fisiknya tidak bermasalah.
Jika dokter bilang begitu, maka dia baik-baik saja.
- Kita harus memberinya ruang. - Tentu.
Bagaimana Ryoc?
Lukanya tidak parah.
Tapi apa pun bisa terjadi dalam kecelakaan mobil.
Dasar jurnalis sampah.
Seberapa padat jadwalnya?
Dia tidak pernah membuat kesalahan, jadi, alasannya sudah jelas.
Berapa jam...
Apa kau membiarkannya tidur?
- Itu... - Setidaknya bersikaplah manusiawi.
Tapi aku senang bisa melihatnya.
Ini.
Coba kulihat.
- Totalnya 135.000 won. - Terima kasih.
Selamat menikmati!
[Berita terkini. "Mobil Kwon Ryoc Terbalik di Lokasi syuting"]
Kau sungguh tidak mau?
Kalian saja makan yang banyak.
Harus cepat dimakan agar baunya tidak semerbak.
Yu-jin syuting semalaman.
Tae-geun takkan kembali berjam-jam.
Baiklah.
- Di mana Tae-geun? - Dia mengantarku, lalu pergi.
Sia-sia saja Tuan Bintang Film syuting semalaman.
Kau pulang lebih awal.
Karena kecelakaan Kwon Ryoc, bukan?
- Kecelakaan? - Kecelakaan?
Dia pasti berpikir bisa melakukan aksi itu.
Baginya, habis-habisan atau tidak sama sekali.
Teganya kau bilang begitu saat dia terluka?
Sulit dipercaya.
Maksudku, kau harus menjaga mulutmu.
Kau pernah menantangnya, 'kan?
Aku mengerti sekarang. Bekerja sama di lokasi syuting
pasti membuat kalian akrab.
Cukup. Yu-jin mungkin terkejut tentang itu.
Syukurlah kau baik-baik saja.
Jangan membuang tenaga karena ini.
- Ryoc! - Hubungi 119!
Hei, Ma-ha.
Kau belum mendengar kabar dari staf?
Jika sudah, tolong beri tahu aku.
Dia bilang apa?
Ma-ha, tidak ada yang bisa kau lakukan di sini.
Pintu masuk RS penuh dengan penggemarnya.
Apa kau berani masuk tanpa ragu seperti La Ri-ma?
Tapi aku ingin tetap di sini sampai dia siuman.
Kalian boleh pergi.
Telingamu merah dan bibirmu biru karena dingin.
Bisa-bisa kau dirawat di RS juga.
Ma-ha, besok hari pertama syuting sitkom.
Ayo pulang.
Jika kau tetap di sini, kami juga begitu.
Kami tidak akan meninggalkanmu sendirian.
Jadi, bagaimana?
Itu La Ri-ma!
- La Ri-ma! - La Ri-ma, apa yang kau lihat?
- Ri-ma! - La Ri-ma, kau mendengar sesuatu?
Sedang apa dia di sini?
La Ri-ma!
- Tunggu! - La Ri-ma!
I-hyeon.
Benar. Aku pasti tertidur.
- Yang lain? - Mereka sudah berangkat.
Bagaimana keadaan Ryoc?
Dokter bilang dia baik-baik saja,
jadi, kita lihat saja nanti.
Syukurlah.
- Kita juga harus pergi. - Tentu.
Dae-gwon, kami juga pergi.
Maaf, Ryoc.
Seharusnya aku tidak mengirimmu ke pedesaan.
Seharusnya aku tidak memaksamu berakting di film ini.
Itu keputusan yang gegabah.
Kau ingin waktu untuk berpikir,
tapi aku malah memaksakannya.
Aku penyebab kecelakaan ini.
Aku akan melakukan apa pun yang kau minta sekarang,
jadi, kumohon bangunlah.
Kau sudah berjanji.
Ya, aku akan melakukan apa pun untukmu.
Janji?
Apa?
Kau berjanji akan membiarkanku melakukan apa pun.
Apa?
Tidurku nyenyak sekali.
Menebus waktu tidur yang hilang
menjadikanku pria yang baru.
Tunggu.
- Kau menangis? - Mana mungkin.
Aku bisa saja menjemputmu.
Kenapa? Apa ada masalah?
- Tidak. - Tentu saja tidak.
Kami ingin menyemangatinya untuk sitkom baru ini.
Ma-ha, semoga hari pertamamu lancar.
No comments yet. Be the first to leave one.