Release info

한드ㅡㅡ집사부일체ㅡMaster-In-The-HouseㅡE176-NEXT-VIU
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

other
Published on: 2021-06-15
Downloads: 13
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Air laut"

"Sejernih kristal"

"Batu karang misterius"

"Yang diciptakan oleh alam"

"Hutan lebat tidak terjamah"

"Alam purba"

"Membentuk surga di sini"

"Pulau Ulleung yang misterius"

"Sebuah mobil melaju di sepanjang pemandangan pantai yang indah"

"Tertawa"

"Seorang majikan dengan tawa lebar"

- Kamu sedang merekam? - Ya.

Begitu rupanya.

Kenapa kamu membawa banyak orang?

Kami sudah mengurangi jumlahnya.

Sudah dikurangi?

Begitu rupanya.

Ajukan pertanyaan apa pun.

Ini sudah perayaan ke-50 tahun debutmu.

Ya. Aku tidak aktif sebagai selebritas untuk waktu yang lama.

Aku hanya menyanyikan beberapa lagu.

Dari semua penyanyi yang telah mencapai hari jadi ke-50 mereka,

mungkin aku yang paling tidak berpengalaman.

Sudah 50 tahun sejak debutmu,

tapi kamu tampil di TV kurang dari sepuluh kali.

Kurasa kamu benar.

Kita butuh sesuatu untuk dipamerkan di TV,

tapi aku tidak punya apa-apa.

Aku suka alam,

jadi, saat pertama tiba di sini, aku jatuh cinta dengan tempat ini.

Kupikir akan menyenangkan tinggal di sini,

jadi, aku melakukannya.

Dengan gunung di sini dan bukit di baliknya,

luasnya lebih dari 42.975 meter persegi.

Ini menjadi Ulleung Paradise.

"Siapa pemilik Ulleung Paradise?"

"Siapa majikan hari ini?"

"Kapal feri ke Pulau Ulleung dari Pelabuhan Gangneung pukul 8 pagi"

Hai, Sung Rok.

"Hai, Sung Rok"

"Benar-benar pulih dari COVID-19"

Kamu berhasil mengatasinya.

- Eun Woo datang. - Hai, Eun Woo.

"Dengan kedatangan Eun Woo yang berambut kastanye, semua anggota hadir"

Rambutmu tidak dipotong sependek yang kukira.

Astaga, kita akan pergi jauh ke Pulau Ulleung.

Katanya hanya yang ditakdirkan ke sana yang bisa ke Pulau Ulleung.

Benar. Cuacanya harus bagus untuk sampai ke sana.

Kurasa takdir mengizinkan kita pergi.

"Dengan seizin takdir, mereka pergi menemui sang majikan"

Kami sudah naik feri ke Pulau Ulleung.

Sekarang sekitar pukul 9 pagi.

Aku sudah memakai Kimite Patch.

Kamu sudah minum ini?

Aku juga sudah minum obat.

Nasi teritip, nasi remis, sup usus cumi-cumi,

bulgogi dan obat herba, udang karang selatan.

Kita harus makan hidangan seperti ini selagi di sana.

Aku yakin nasi remis akan enak.

- Tapi cuacanya... - Kamu pernah ke Pulau Ulleung?

- Kamu tahu banyak restoran. - Aku sering mencoba dan gagal.

Jadi, aku tahu semua restoran enak di Pulau Ulleung.

Seung Gi, kamu pernah ke sini?

Aku mencoba datang ke sini dua kali dan keduanya gagal.

- Kamu juga? - Ya.

"Ini kali pertama semua orang ke Pulau Ulleung"

Seharusnya hari ini hujan, tapi ternyata tidak.

- Benar. - Ya.

Sampai jumpa.

"Sampai jumpa tiga jam lagi"

"Setelah berlayar selama tiga jam"

Kita akan segera tiba di Pelabuhan Pulau Ulleung.

Kita sudah sampai.

"Ke mana pun menatap, pemandangannya luar biasa"

"Alam di sini seperti surga"

"Pulau Ulleung"

"Selamat datang"

Akhirnya.

Akhirnya kita sampai.

Syukurlah aku tidak mabuk laut.

Aku tidak sakit, tapi masih merasa seperti mabuk.

Ini Pulau Ulleung.

Pulau Ulleung.

"Kita benar-benar di sini, di Pulau Ulleung"

Ini sungguh luar biasa.

Pulaunya sangat besar, ya?

Sangat besar dan megah,

tidak seperti dugaanku.

Lee Seung Gi, senang bertemu denganmu.

- Senang bertemu denganmu. - Terima kasih, senang bertemu.

- Kamu mengunjungi kami? - Ya.

"Penjual pasar di dekat pelabuhan menyambut mereka"

Begitu kita tiba, ada cumi-cumi di sana.

Kelihatannya sangat lezat.

Kelihatannya sangat lezat.

Ini setengah kering.

- Aroma cumi-cuminya enak sekali. - Aromanya enak sekali.

Aku sangat ingin memakannya.

- Ini dari Pulau Ulleung, bukan? - Ya.

"Mereka membeli cumi-cumi begitu tiba di Pulau Ulleung"

- Terima kasih. - Terima kasih.

Apa kabar?

Ini luar biasa.

Lihat uapnya.

Lihat itu.

Aromanya enak sekali.

Setengah kering.

"Kenyal"

Cumi-cuminya

cukup kecil.

- Benar. - Ini lezat sekali.

- Bagaimana bisa selezat ini? - Aku membelinya.

Astaga.

"Inikah kebanggaan wilayah yang dikenal dengan hasil laut melimpah?"

- Enak sekali. - Ini bahkan tidak asin.

"Penggila cumi-cumi"

- Bagaimana bisa selezat ini? - Rasa cumi-cuminya sangat mewah.

Kita tiba di Pulau Ulleung.

- Ya, sudah sampai. - Hore.

Kalian sudah bekerja keras untuk sampai sejauh ini.

"Mereka menyusuri jalan tepi laut"

"Ke tempat sang majikan menunggu"

Semuanya, tolong nantikan.

- Apa itu? - Ini hadiah dari alam.

Ini terowongan alami.

Terowongan di dalam batu.

Batunya sangat tidak biasa.

"Terowongan batu sering ditemukan di jalan laut Pulau Ulleung"

Mengesankan sekali.

Aku baru saja berpikir Dong Hyun terdengar

mirip pemandu wisata Pulau Ulleung.

"Ini hadiah dari alam."

Jika melihat ke kanan, ada dua formasi batu di laut.

"Apa itu?"

Apa itu?

"Salah satu misteri Pulau Ulleung, Samseon-Am"

Itu sangat mengesankan. Lihat batunya.

Bagaimana bisa setegak itu?

Terlihat seperti irisan kue.

Bagaimana alam bisa menghasilkan hal seperti itu?

Bagaimana bisa terjadi secara alami?

Saat kita bertemu para majikan,

mereka biasanya menyimpan piala di rumah.

Ini terlihat seperti piala Pulau Ulleung.

Benar-benar mengesankan.

"Mereka tidak bisa mengalihkan pandangan"

- Pemandangannya menakjubkan. - Benar.

Benar.

Seperti diukir oleh angin.

Ya, ombak dan angin.

Mengesankan.

Ini dibuat oleh ombak.

"Turtle Rock"

Lautnya juga sangat jernih.

Lihat airnya.

Pasti menyenangkan berenang

dan snorkeling di sini.

Jembatan apa itu?

Terhubung ke pulau itu?

Pulau Gwaneum?

"Jembatan Yeondo"

"Jembatan ini menghubungkan Pulau Ulleung dengan Pulau Gwaneum"

Tapi ini sesuatu

yang belum pernah kulihat dalam hidupku.

Aku merasa seperti bermimpi.

Aku sangat terkejut bisa melihat hal seperti ini dalam hidupku.

Tidak sia-sia naik kapal selama tiga atau empat jam untuk ke sini.

Kita sudah sampai.

- Benarkah? - Apa?

"Mereka sudah tiba di tempat sang majikan menunggu?"

Pemandangannya pasti indah di atas sana.

"Apa yang menanti para anggota di sepanjang pemandangan indah ini?"

Apa ini?

- Ada apa? - Ada apa?

- Ada apa? - Itu makanan?

Nasi remis yang terkenal itukah?

Nasi remis?

"Penuh dengan cumi-cumi Ulleung dan bulgogi babi"

"Jamuan Pulau Ulleung"

- Bukan begitu. - Ini cumi-cumi Pulau Ulleung.

- Ada cumi-cumi. - Itu bulgogi cumi-cumi dan daging.

- Luar biasa. - Itu cumi-cumi dan bulgogi babi.

- Apa ini? - Ini nasi teritip.

Mulhoe ini dengan cumi-cumi.

Kita harus menambahkan ini seperti ini, bukan?

Mulhoe cumi-cumi.

Ini seni.

Sang majikan menyiapkan jamuan Pulau Ulleung untukmu

karena sudah jauh-jauh kemari.

"Sang majikan memberi mereka jamuan Pulau Ulleung ini"

- Terima kasih atas makanannya. - Terima kasih.

"Santai saja dan nikmati makanannya"

- Mudah dingin. - Astaga.

Jadi, ini teritip.

- Teritip? - Ya.

- Terlihat seperti abalone. - Ya.

- Seperti bayi abalone. - Nasi teritip?

Teritip itu yang menempel di batu?

Aku yakin mereka menempel di batu.

- Kita makan sekarang? - Ya, silakan makan.

Master in the House (All the Butlers / Jibsabuilche / 집사부일체) subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Master in the House (All the Butlers / Jibsabuilche / 집사부일체)

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left