Big Forest (Big Poreseuteu / 빅 포레스트)

Big Forest (Big Poreseuteu / 빅 포레스트)

Download Indonesian Subtitle

Release info

04 Indonesia Big Forest 04
A Commentary by LeeLeeAnn
www.layarkeren.com/eps/big-forest-season-1-episode-4/ Makin lucu ceritanya Oom duda :D

Tags

other
Published on: 2019-09-29
Downloads: 30
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

^_^ LeeLeeAndo ^_^

Para karakter dan lain sebagainya dalam drama ini adalah gambaran fiski belaka.

Kim Deok Soo.

52 tahun.

Klien dengan jumlah hutang sekitar 500 juta.

Sudah 2 tahun menjadi klien VIP.

Bukan hanya telepon.

Bahkan kotak suratnya pun disamarkan, jadi sulit mengancamnya.

Tanpa anggota keluarga, kita semakin sulit mendekati dia.

Bagaimana dengan rumahnya?

Gedungnya sangat terlindungi. Sulit untuk menerobos masuk.

Bahkan untuk menggunakan lift saja harus memakai kartu.

Baiklah.

Kali ini, mari kita gunakan strategi kolaboratif berbasis lembaran.

Apapun metodenya, kita harus mencapai tujuan agar dapat terus bekerja.

Tapi hari ini,

aku harus cepat pergi.

Sebenarnya..

ada acara di sekolah anakku.

Ini hari festival olah raga dan orang tua diundang.

Semua orang tahu bahwa anakku..

tidak punya Ibu.

Jadi kami mau pergi berenang saja.

Baiklah.

Kamu bisa pergi setelah 1 jam. Jangan khawatir.

Baiklah kalau begitu.

Kita mulai perencanaan strateginya.

Sakit.

Aduh, sakit.

Kakiku sakit sekali.

- Aduh, sakit - Pelan-pelan.

- Biar kuperiksa. - Oh, antingku.

Sayang.

Sayang, sedang apa kamu disini?

Sepertinya antingku hilang.

Lagi?

Kenapa wanita selalu kehilangan anting?

Maaf.

Kamu..

kehilangan barang kan hal yang normal.

Nyonya, salam kenal.

Ini Menejer Hwang dan Direktur Jung.

- Salam kenal. - Salam kenal.

Apa kamu sudah menyiapkan segalanya di rumah?

Aduh..

Aku lupa.

Apa kamu sudah gila?

Maafkan aku.

Akan segera kusiapkan.

Kamu ini memang tidak berguna.

Dimana kunci kartu-ku?

Sedang apa kamu? Lekas gesek kartunya.

Ketinggalan di rumah.

Hey!!

Apa saja kerjamu?

Apa kamu benar-benar sudah gila?!

Rasanya aku ingin..

Tolong jangan bertengkar.

Aku akan bantu membukanya.

Tapi..

Rasanya ini pertama kali aku melihat kalian.

Kalian dari flat nomer berapa?

Hey, bukankah sudah kubilang!

Waktu pindahan, kita harus menyapa penjaga.

Sudah dilakukan atau belum?!

Sudah.

Katakan yang benar.

Bantu dia.

Aigoo..

- Ini.. - Aku sangat marah!!

Jangan rambutku.

Pak, tolong jangan begini.

Ini sudah keterlaluan!

Aku baru saja ingat..

Nyonya sudah pernah menyapaku.

Ingatanku akhir-akhir ini memburuk.

Maafkan aku.

Terima kasih.

Selamat bekerja.

Ya.

Cobalah.

Pilih 4 angka dari 0-9 lalu coba sampai terbuka.

Ini melanggar hukum.

Tunggu dulu.

Angka yang terlihat kabur..

angka 2, 3, 7.

Apakah 3 angka itu?

Jadi,

apa kita coba itu?

Apa akan berhasil?

Baik, lekaslah.

Kalau begitu..

7337.

7723.

Aduh, kaki-ku.

Masuk ke dalam.

Ada 80 kemungkinan dan kita menebak dalam 8 kali saja.

Apa sekarang giliranku?

Menejer,

apa anda harus melakukan ini?

Kenapa tidak langsung ambil uangnya saja?

Kamu naif sekali.

Kalau bisa dengan cara itu,

kita tidak perlu sampai datang kemari.

Kamu tahu apa sebabnya orang takut dengan Tuhan?

Karena meski tidak terlihat,

manusia percaya Tuhan selalu melihat kita.

Aku melihat (mengawasi) kamu.

Saat ini..

Aku menunggu dia untuk juga percaya pada-Nya.

Di rencana kita tidak ada menarik rambut.

Ah~ maafkan aku.

Aku ingin membuatnya senyata mungkin.

Nyata?

Kamu pikir aku tadi bercanda?

Bukan begitu.

Bukan begitu apanya?

Kalau memang bukan, lalu kenapa menarik rambutku?

Hah?! Kenapa menarik rambutku?!

Kenapa menjambak-ku?

Apa kamu meremehkan aku?

Mana mungkin aku meremehkanmu.

Kamu belum selesai juga?

Sangat aneh.

Aku sudah makan banyak pagi tadi.

Oh~ Bo Bae.

Ayah?

Oh~ aku akan segera kesana.

Baik.

Tolong lekaslah.

Jangan mendesakku!

Aku tidak bisa konsentrasi! Tidak bisa!

Belum juga?

Mungkin..

masih dalam perjalanan.

Aish.

Sebodo deh.

Tuhan memberkatimu.

Kalau Ayah terlambat begini, aku harus bagaimana?

Aku akan menyiapkan dengan cepat.

Lekaslah.

Aku ingin lekas berangkat.

Iya, iya.

Aku akan bawa ini..

Lekaslah...

Kenapa kamu kuat sekali?

Baiklah, baiklah.

Ayo pergi, pergi.

Celana berenangku.

Ayah.

Kenapa tidak pakai celana berenang?

Shh...

Kenapa pakai celana dalam..

Shh...

Memangnya boleh berenang pakai ini?

Ayo pergi.

Kenapa mahal sekali?

Di rumah masih ada 2 buah.

Bo Bae, Bo Bae.

Lihat celana renang itu.

Celanaku mirip itu kan?

Iya, mirip.

Ayo cepatlah.

Waktunya tinggal sedikit lagi.

Ayo cepat.

Benar, anggap saja sama.

Ayah, aku ingin pergi kesana.

Apa itu?

Kemana?

Bo Bae, apa ini?

Bo Bae.

Ayah, aku mau berenang disana.

Bo Bae.

Hari ini kita sudahan saja, lain hari kesini lagi.

Tidak mau.

Aku bahkan belum berenang.

Kalau begitu aku akan membelikan makanan untukmu.

Hamburger? Pizza?

Ayolah kita pulang.

Bo Bae.

Wah, ada Dae Han.

Dae Han?

Dae Han, sudah kubilang jangan berkeliaran sendirian.

Ayah, aku ingin bermain dengan Dae Han.

Baiklah.

Apa kamu Ibunya Dae Han?

Kamu Ayahnya Bo Bae?

Sungguh kebetulan.

Aku khawatir Bo Bae mungkin tenggelam.

Jadi aku bisa langsung terjun ke kolam.

Aku mengkhawatirkan keselamatannya.

Keselamatan anak adalah yang utama.

Maaf aku tidak memberitahukanmu..

kalau buku Putri Saljunya sudah ketemu.

Terima kasih untuk uang 50.000 nya.

Dae Han sangat pandai dan menyenangkan.

Bo Bae sering berkata demikian.

Aku juga dengar dari Dae Han..

katanya kamu bekerja di bank?

Apa?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left